MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA
Senin, 08 Januari 2018 11:32
Bertingkat Sarat Kemewahan
TERGANTUNG KEBUTUHAN: Tren hunian yang terus berkembang membawa pada pola arsitektur berbeda. Selain karena keterbatasan lahan, banyak pula yang memilih membangun rumah bertingkat karena kesan mewah. INT

PROKAL.CO, TEMPAT yang layak dan dapat melindungi dari terpaan sinar matahari dan binatang memang menjadi hunian yang umumnya diinginkan orang. Baik berlantai satu atau tapak maupun bertingkat, menjadi pilihan dari masing-masing orang menurut kenyamanannya sendiri. Lantai satu maupun lantai dua pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Pemilik PT Martika Abadi Sejahtera Fernando mengatakan secara umum sebenarnya lebih nyaman untuk rumah tapak, karena rumah bertingkat sendiri untuk mengatasi luas tanah yang tidak besar, atau untuk meningkatkan luas bangunan itu sendiri. Tetapi memang untuk tren atau gaya agar terlihat lebih mewah dan besar untuk dilihat orang lain.

“Berbeda memang cara pandang orang lain, sebenarnya untuk mensiasati saja, tetapi memang bisa untuk menjadi tren elegan dan mewah,” ungkapnya.

Rumah bertingkat sendiri memang dilihat mewah dan lebih bergaya modern, tetapi memang pemilik akan senang naik ke lantai dua hanya pada saat awalnya saja. Setelah lewat satu atau dua bulan maka kebosanan untuk naik ke atas tingkat dua akan terlihat karena membutuhkan tenaga yang lebih ekstra.

“Awalnya saja suka, lama-kelamaan pasti penghuninya bosan karena tidak pernah ditempatin. Kan capek itu naik ke lantai atas,” ungkapnya.

Secara nilai memang lebih tinggi prestasi dari rumah yang bertingkat, tetapi untuk keluarga yang sederhana lebih baik untuk rumah yang juga sederhana dan tidak perlu bertingkat. Saat ini memang sedang tren rumah bertingkat walaupun hanya dihuni oleh keluarga yang kecil.

“Sebenarnya itu yang membuat risih, jadi rumahnya malah terlihat seram kalau berada di dalam. Biar kecil yang penting bersih, pasti akan nyaman,” ungkapnya.

Fernando mengatakan, rumah sebenarnya terlihat mahal bukan hanya dari tinggi atau rendahnya rumah itu. Tetapi tergantung dari interior rumah karena biasanya ada interior rumah yang lebih mahal dibandingkan pembuatan bangunan itu sendiri. Bisa saja rumah yang terlihat biasa saja dari luar, ternyata sangat mewah di dalamnya.

“Interior rumah itu sebagai pendukung rumah, jika rumahnya besar tetapi interiornya tidak ada maka nilai ekonomisnya bisa turun,” ungkapnya.

Untuk interior rumah dengan ukuran luas bangunan 200 meter persegi yang bertingkat, sudah mencapai Rp 2,7 miliar untuk Kota Tarakan dan Balikpapan. Sedangkan untuk rumah tapak saja, lebih irit walaupun rumah itu luasnya 200 meter persegi, tafsiran secara appraisal sekitar 1,7 miliar hingga Rp 1,9 miliar.

“Itu memang selisihnya, secara umum memang jika orang sudah mengerti tentang bangunan memang lebih nyaman yang tidak bertingkat sama sekali,” tambahnya.

Tetapi memang baik itu bertingkat atau tidak tergantung dari pemilik rumah, karena hunian yang dibuat sesuai dengan keinginan pemiliknya. Semua orang membangun rumah tentu dengan mempertimbangkan baik dan buruknya. Tetap perawatan yang sesuai harus dilakukan pemilik rumah, agar rumah tetap awet dan terjaga dengan baik.

“Semua tergantung pemiliknya, karena rumah itu harus membuat nyaman pemiliknya di manapun itu,” urainya. (*/naa/lim)


BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2018 13:55

Meja Makan, Interior Pelengkap Dapur

SALAH satu bagian terpenting dari bagian hunian, dapur yang dilengkapi…

Selasa, 09 Oktober 2018 13:30

Desain Wall Dekor Bisa Gunakan Bahan Bekas

AREA dinding pada ruangan tidak hanya bisa dihiasi oleh wallpaper…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .