MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 08 Januari 2018 10:41
‘Menyulap’ Pipa Bekas Jadi Aksesori Bernilai Jual

Autodidak Menjadi Pengrajin Lampu Hias

UNIK: Hasil kreasi Imran yang menyulap pipa untuk dijadikan lampu hias. MEGA RETNO WULANDARY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Tak pernah belajar secara khusus untuk bisa menciptakan satu kerajinan. Imran hanya belajar secara autodidak, untuk bisa menghasilkan kreasi unik dari pipa bekas menjadi lampu cantik. Sangat apik untuk dijadikan hiasan di rumah.

YEDIDAH PAKONDO

HASIL karya yang satu ini memang patut diancungi jempol. Pasalnya, tak hanya indah dipandang, namun pembuatan bahan baku karya ini juga terbilang tidak biasa. Bagaimana tidak? Sisa-sisa pipa yang seharusnya dibuang, disulap menjadi bahan yang bernilai jual.

Imran (41) merupakan pengrajin hiasan lampu hias dengan bahan dasar pipa paralon. Awalnya, ia bekerja sebagai developer property dengan hobi mengumpulkan barang bekas, yang menurutnya dapat didaur ulang. Nah, karena pada waktu itu barang bekas yang ia kumpulkan bertumpuk di rumahnya, sehingga membuatnya risih dan berpikir untuk ‘menyulap’ barang-barang tersebut dengan sentuhan kreativitas.

“Dari situ, timbul lah ide untuk membuat ukiran di pipa paralon, jadi saya langsung mencari-cari alat yang bisa dipakai untuk mengukir,” ceritanya.

Setiap ukiran yang dibuat Imran, merupakan goresan ukiran yang berbeda-beda dari ukiran-ukiran pengrajin pipa yang lain. Sebab hasil ukirannya lebih mengarah pada ukiran abstrak. Tak hanya itu, ia juga membuat kerajinan lampu cantik dari pipa paralon dengan tema hiasan Tarakan. Akan tetapi, jika dirinya memamerkan hasil karya tangannya di pasaran, ia lebih banyak mengeluarkan hasil karya yang umum saja.

Pipa paralon yang ia gunakan memiliki tinggi 35 centimeter (cm), dengan garis lingkar 35,8 dan memakai balon LED Stripe 1.4 Watt dc, yang dimasukkan dengan menggunakan bor dremel, yang kemudian diukir dan siap dipakai.

“Saya tidak pernah belajar. Tahu ini pun autodidak saja,” katanya.

Dalam mengolah limbah pipa, Imran tidak memakai tenaga tambahan, semuanya ia kerjakan seorang diri saja. Bukan karena tidak membutuhkan tenaga lain, namun ia merasa masih dapat menangani orderan dari luar dengan tenaga sendiri.

Dengan kerja kerasnya, ia mampu membuat lima lampu hias hanya dalam waktu enam jam. Sebab, tak hanya fokus pada pembuatan lampu hias, namun dia juga disibukkan dengan pekerjaan lainnya. “Kalau hanya satu biji lampu, saya bisa membuat 60 menit sampai 2 jam. Tergantung modelnya,” tuturnya.

Dari hasil karya tangannya, Imran mengaku sudah bisa menjual 30 hingga 40 buah lampu hias. Jumlah pelanggan terbanyaknya pun tak berasal dari Kota Tarakan, namun lebih banyak dari luar kota,jika dipersentasekan 20 banding 80 persen. Ia sering kali mempromosikan hasil karyanya, dengan menggunakan media sosial untuk menambah jumlah pasarannya.

“Paling banyak dipesan sama pemilik cafe. Biasanya mereka (pemilik cafe) pesan sendiri motifnya, baru saya buatkan. Ya bisa by request,” terangnya.

Setelah pipa paralon tersebut diukir dan dipasangi lampu dan membuat jaringan listriknya. Jika semua sudah siap, lampu siap digunakan. Ketika sudah dihubungkan dengan listrik, konsumen hanya perlu menekan tombol menyala, maka lampu cantik dari pipa paralon ini sudah dapat memancarkan cahaya yang dapat membuat suasana ruangan menjadi lebih romantis, sehingga dapat memancarkan cahaya ketenangan. Imran berharap agar hasil karyanya dapat terus berkembang, tak hanya sampai kepada luar kota, namun juga sampai ke luar negeri. (***/nri)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:10
Terkait 2.900 Ton Beras Vietnam via Sebatik

NAH KAN..!! Kemendag Sebut Selundupan

JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri pada Kementerian Perdagangan Oke Nurwan…

Rabu, 25 April 2018 11:59

AH PAYAH..!! Angka Kemiskinan Meningkat

TARAKAN - Populasi penduduk di Kaltara sedang mengalami pertumbuhan masif. Baru-baru ini Badan Pusat…

Rabu, 25 April 2018 11:55

GAWAT BAH..!! Penderita TBC Terus Bertambah

MESKI tidak menjadi kasus terbesar di Kalimantan Utara, namun penularan penyakit tuberkulosis (TBC)…

Rabu, 25 April 2018 11:53

Pusaka Tegaskan Tidak Ikut Aksi Penolakan FPI

ORGANISASI masyarakat (ormas) Pusaka Tarakan menegaskan tidak ikut ambil bagian dalam aksi damai penolakan…

Rabu, 25 April 2018 11:48

Antre Cetak E-KTP, Jaringan Malah Lelet

TARAKAN - Antrean panjang terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan dikarenakan…

Rabu, 25 April 2018 11:41

AC RSUD Bocor-Bocor Tak Kunjung Diperbaiki

TARAKAN - Penanganan plafon yang bocor di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan belum juga terealisasi.…

Rabu, 25 April 2018 11:32

Anggaran Menipis, Dishub Terpaksa Mengutang

TARAKAN - Traffic light yang berada di simpang Ladang, Pamusian, Tarakan Tengah, sudah dua hari tidak…

Rabu, 25 April 2018 11:30

Trayek Harus Dikurangi

TARAKAN - Bus rapid transit (BRT) yang telah beroperasi di Tarakan sejak 2017 lalu, memang masih harus…

Rabu, 25 April 2018 11:28

2022 Tak Terima Uang Tunai

Tarakan- Direncanakan bulan April ini, Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) mulai diimplementasikan secara…

Rabu, 25 April 2018 11:26

Masih Swadaya, Warga Butuhkan PJU

Tarakan—Lampu Penerang Jalan Umum (PJU) merupakan salah satu fasilitas umum yang sangat penting…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .