MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 08 Januari 2018 10:41
‘Menyulap’ Pipa Bekas Jadi Aksesori Bernilai Jual

Autodidak Menjadi Pengrajin Lampu Hias

UNIK: Hasil kreasi Imran yang menyulap pipa untuk dijadikan lampu hias. MEGA RETNO WULANDARY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Tak pernah belajar secara khusus untuk bisa menciptakan satu kerajinan. Imran hanya belajar secara autodidak, untuk bisa menghasilkan kreasi unik dari pipa bekas menjadi lampu cantik. Sangat apik untuk dijadikan hiasan di rumah.

YEDIDAH PAKONDO

HASIL karya yang satu ini memang patut diancungi jempol. Pasalnya, tak hanya indah dipandang, namun pembuatan bahan baku karya ini juga terbilang tidak biasa. Bagaimana tidak? Sisa-sisa pipa yang seharusnya dibuang, disulap menjadi bahan yang bernilai jual.

Imran (41) merupakan pengrajin hiasan lampu hias dengan bahan dasar pipa paralon. Awalnya, ia bekerja sebagai developer property dengan hobi mengumpulkan barang bekas, yang menurutnya dapat didaur ulang. Nah, karena pada waktu itu barang bekas yang ia kumpulkan bertumpuk di rumahnya, sehingga membuatnya risih dan berpikir untuk ‘menyulap’ barang-barang tersebut dengan sentuhan kreativitas.

“Dari situ, timbul lah ide untuk membuat ukiran di pipa paralon, jadi saya langsung mencari-cari alat yang bisa dipakai untuk mengukir,” ceritanya.

Setiap ukiran yang dibuat Imran, merupakan goresan ukiran yang berbeda-beda dari ukiran-ukiran pengrajin pipa yang lain. Sebab hasil ukirannya lebih mengarah pada ukiran abstrak. Tak hanya itu, ia juga membuat kerajinan lampu cantik dari pipa paralon dengan tema hiasan Tarakan. Akan tetapi, jika dirinya memamerkan hasil karya tangannya di pasaran, ia lebih banyak mengeluarkan hasil karya yang umum saja.

Pipa paralon yang ia gunakan memiliki tinggi 35 centimeter (cm), dengan garis lingkar 35,8 dan memakai balon LED Stripe 1.4 Watt dc, yang dimasukkan dengan menggunakan bor dremel, yang kemudian diukir dan siap dipakai.

“Saya tidak pernah belajar. Tahu ini pun autodidak saja,” katanya.

Dalam mengolah limbah pipa, Imran tidak memakai tenaga tambahan, semuanya ia kerjakan seorang diri saja. Bukan karena tidak membutuhkan tenaga lain, namun ia merasa masih dapat menangani orderan dari luar dengan tenaga sendiri.

Dengan kerja kerasnya, ia mampu membuat lima lampu hias hanya dalam waktu enam jam. Sebab, tak hanya fokus pada pembuatan lampu hias, namun dia juga disibukkan dengan pekerjaan lainnya. “Kalau hanya satu biji lampu, saya bisa membuat 60 menit sampai 2 jam. Tergantung modelnya,” tuturnya.

Dari hasil karya tangannya, Imran mengaku sudah bisa menjual 30 hingga 40 buah lampu hias. Jumlah pelanggan terbanyaknya pun tak berasal dari Kota Tarakan, namun lebih banyak dari luar kota,jika dipersentasekan 20 banding 80 persen. Ia sering kali mempromosikan hasil karyanya, dengan menggunakan media sosial untuk menambah jumlah pasarannya.

“Paling banyak dipesan sama pemilik cafe. Biasanya mereka (pemilik cafe) pesan sendiri motifnya, baru saya buatkan. Ya bisa by request,” terangnya.

Setelah pipa paralon tersebut diukir dan dipasangi lampu dan membuat jaringan listriknya. Jika semua sudah siap, lampu siap digunakan. Ketika sudah dihubungkan dengan listrik, konsumen hanya perlu menekan tombol menyala, maka lampu cantik dari pipa paralon ini sudah dapat memancarkan cahaya yang dapat membuat suasana ruangan menjadi lebih romantis, sehingga dapat memancarkan cahaya ketenangan. Imran berharap agar hasil karyanya dapat terus berkembang, tak hanya sampai kepada luar kota, namun juga sampai ke luar negeri. (***/nri)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 14:19

Buruh Migran Dicegat via Jalur Seksi

ASRIDADI (25) tergiur dengan iming-iming gaji dari salah seorang calo buruh migran di Sebatik.…

Senin, 22 Oktober 2018 14:17

Memicu Pelanggaran Hukum

PELAKU kejahatan yang ditangani Polres Tarakan tidak hanya melibatkan orang dewasa saja, namun terdapat…

Senin, 22 Oktober 2018 14:14

Delapan Tahun Putus Komunikasi dengan Orangtua

TARAKAN – Sebanyak 88 buruh migran Indonesia, Kamis (18/10) dipulangkan melalui Pelabuhan Tunon…

Senin, 22 Oktober 2018 13:49

Oknum Polres Terancam Dipecat

TARAKAN- Akibat terjerat kasus narkotika, salah seorang oknum Polres Tarakan berinisial SS saat ini…

Senin, 22 Oktober 2018 13:45

Enam Speedboat Disiagakan

TARAKAN - Jelang tahapan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dilakukan oleh Pemprov Kaltara,…

Senin, 22 Oktober 2018 13:40

Krisis SMP Negeri

TARAKAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tarakan nampaknya masih memikirkan krisisnya…

Senin, 22 Oktober 2018 13:37

Jembatan Alternatif Terancam Putus

TARAKAN – Tak hanya jalan di Gang Punti yang disoroti warga RT 16, Kelurahan Karang Harapan. Melainkan…

Senin, 22 Oktober 2018 13:34

Solar Tumpah, Jalan Licin Makan Korban

TARAKAN – Kemarin (21/10) pagi sekira pukul 09.00 Wita masyarakat RT 13 Kelurahan Kampung Empat…

Senin, 22 Oktober 2018 13:31

Bantuan Terakhir dari Kaltara Akhirnya Dikirim

TARAKAN - Sebanyak 19 ton bantuan masyarakat Kaltara yang terdiri atas sembako dan pakaian dikirim pada…

Senin, 22 Oktober 2018 10:38

Ustaz Abdul Somad Tiba di Bandara Juwata

TARAKAN - Senin (22/10) sekira pukul 08.00 Wita, Ustaz  Abdul Somad akhirnya tiba di Bandara Internasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .