MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 08 Januari 2018 10:26
Peresmian Pasar Terpadu Molor

Terkendala Data Penghuni

DIBENAHI: Tampak bangunan Pasar Tradisional Terpadu masih dalam tahap finishing. Ketatnya seleksi data penghuni menjadi salah satu penyebab belum diresmikannya pasar tersebut. SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Belum jelasnya siapa saja penghuni Pasar Tradisional Terpadu semakin santer terdengar di kalangan pedagang saat ini. Tak ayal, isu tak sedap menghinggapi Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang selama ini menangani persoalan pasar dan pedagang.

Hal ini diperkuat dengan molornya rencana peresmian yang dijadwalkan pada Desember 2017 lalu. Pembagian kios dan lapak mengalami kebuntuan. Data-data yang diperoleh Disdag Nunukan masih perlu ditelusuri dan melalui pemeriksaan ketat.

Kepala Disdag Nunukan Ir. Jabbar membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih mendalami semua data yang menjadi dasar penempatan pedagang di pasar yang dibangun senilai Rp 6 miliar ini. “Untuk data kami belum melaporkan ke Bupati. Karena, data ini masih belum sempurna semua. Masih ada perbaikan dan pemeriksaan. Jangan sampai ada yang tidak terdata,” kata Ir. Jabbar, kemarin.

Mengenai penghuni lapak dan kios itu, katanya, data sudah ada. Pihaknya hanya memastikan dengan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan setempat. Sebab, mereka yang mengetahui pasti apakah benar warga yang menerima itu benar-benar berhak atau tidak. “Sementara disiapkan kelurahan. Kami tinggal menunggu laporannya saja. Jika semuanya siap, peresmian langsung dilakukan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pihaknya hanya merumuskan dan menyiapkan data saja. Mengenai jumlah data dan siapa saja yang telah didata kini masih dipegang pihak Kelurahan Nunukan Barat. Jika pun ada, tentunya bukan kewenangannya untuk menyebutkannya. Karena semuanya itu kebijakan Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid.

“Untuk difungsikan ini hanya menunggu waktu saja. Secepatnya ditempati. Karena pembangunan sudah 100 persen rampung. Tapi, tahap awal itu memang pendataan dan pembagian data dulu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Pasar Tradisional Terpadu di Jamaker ini berdiri di atas lahan seluas 56x36 meter persegi. Di pasar ini memiliki 215 tempat berjualan yang terdiri dari 180 lapak dan 35 kios. Kios tersebut akan menampung para pedagang korban kebakaran eks pasar Liem Hie Djung. Selebihnya disediakan untuk pedagang dari luar. Dana senilai Rp 6 miliar merupakan bantuan dari Kementerian Perdagangan.

LAPAK KIOS JANGAN DISEWAKAN

 

Pasar Tradisional Terpadu yang dapat dijadikan pusat perbelanjaan di ibukota Kabupaten Nunukan belum difungsikan. Namun demikian, beredar kabar jika banyak pedagang yang berkeinginan menambah luas tempat usaha dengan cara membeli lapak lainnya.

 

“Pasar ini mirip juga dengan Pujasera (Pusat Jajanan Serba Ada). Banyak yang mau karena gratis. Setelah dimiliki, akhirnya disewakan sama yang mendapatkan. Ya, sama juga di Pasar Sentral Inhutani dulu,” ungkap Baso, warga Jalan Pendidikan kepada media ini.

Ia mengatakan, dirinya sudah mendapatkan informasi jika salah seorang pedagang yang dipastikan mendapatkan kios di Pasar Terpadu Tradisional tersebut bersedia menyewakan tempatnya jika ada yang menginginkannya. “Tapi tidak langsung. Tunggu digunakan sebulan atau setahun dulu. Karena, pasti ada pemeriksaan,” ungkapnya.

Menyikapi hal itu, Kepada Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Ir. Jabbar memastikan hal tersebut tak terjadi. Sebab, pihaknya akan terus memantau setiap pedagang yang menghuni lapak dan kios yang bakal diberikan. “Kami pasti kawal. Sebelum diberikan ke pedagang, ada perjanjiannya,” ujar Ir. Jabbar saat dikonfirmasi.

Ia memaklumi jika masih ada masyarakat yang berpikir demikian. Sebab, banyak ditemukan kejadian. Beberapa lapak dan kios yang dibangun pemerintah disalahgunakan oknum pedagang. Namun, dirinya memastikan jika hal tersebut tidak terjadi pada Pasar Tradisional Terpadu di Jamaker, Balikpapan Barat. Karena, penghuninya dipastikan pedagang dan tetap menggunakannya sesuai peruntukannya. “Kalau memang tidak dipakai berjualan, kami ambil kembali dan menyerahkan ke warga yang ingin berdagang. Karena masih banyak yang menginginkannya. Tidak boleh disewakan apa lagi diperjualbelikan,” tegas Jabbar. (oya/lim) 


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 11:18

KPK Tegur Syarat Pemberian TTP ASN

NUNUKAN – Pemberian Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:04

Pastikan Normal Pertengahan Agustus

NUNUKAN – Masyarakat Nunukan khususnya warga daerah Nunukan Selatan serta Nunukan Timur mempertanyakan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:03

TKI di Wilayah Sabah Dinilai Tersiksa

NUNUKAN – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia sebagai pahlawan devisa kerap kurang mendapatkan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:01

Rutin Pemeliharaan, Listrik PLN Mulai Tahan Banting

NUNUKAN – Sedikit perubahan memang diperlihatkan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Nunukan…

Rabu, 18 Juli 2018 23:32

Perpindahan Pelabuhan Perlu Kajian

NUNUKAN – Perpindahan pelabuhan speedboat dari Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung ke…

Rabu, 18 Juli 2018 23:02

Perpindahan Pelabuhan Perlu Kajian

NUNUKAN – Perpindahan pelabuhan speedboat dari Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung ke…

Rabu, 18 Juli 2018 11:32

Kejari Kembali Tetapkan Tersangka Korupsi

NUNUKAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan kembali menetapkan satu orang tersangka atas dugaan…

Rabu, 18 Juli 2018 11:31

Caleg Bebas Kampanye di Media Sosial

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan telah menyampaikan larangan kampanye sebelum…

Rabu, 18 Juli 2018 11:30

Kembali Raih Juara di Event Internasional

NUNUKAN – Dua pembalap sepeda asal Kabupaten Nunukan yang membawa bendera Tunontaka Mountain Bike…

Selasa, 17 Juli 2018 10:34

Baru Dua Parpol Mendaftar

NUNUKAN – Masa pendaftaran calon legislatif (caleg) akan berakhir hari ini, Selasa (17/7). Namun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .