MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 08 Januari 2018 10:26
Peresmian Pasar Terpadu Molor

Terkendala Data Penghuni

DIBENAHI: Tampak bangunan Pasar Tradisional Terpadu masih dalam tahap finishing. Ketatnya seleksi data penghuni menjadi salah satu penyebab belum diresmikannya pasar tersebut. SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Belum jelasnya siapa saja penghuni Pasar Tradisional Terpadu semakin santer terdengar di kalangan pedagang saat ini. Tak ayal, isu tak sedap menghinggapi Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang selama ini menangani persoalan pasar dan pedagang.

Hal ini diperkuat dengan molornya rencana peresmian yang dijadwalkan pada Desember 2017 lalu. Pembagian kios dan lapak mengalami kebuntuan. Data-data yang diperoleh Disdag Nunukan masih perlu ditelusuri dan melalui pemeriksaan ketat.

Kepala Disdag Nunukan Ir. Jabbar membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih mendalami semua data yang menjadi dasar penempatan pedagang di pasar yang dibangun senilai Rp 6 miliar ini. “Untuk data kami belum melaporkan ke Bupati. Karena, data ini masih belum sempurna semua. Masih ada perbaikan dan pemeriksaan. Jangan sampai ada yang tidak terdata,” kata Ir. Jabbar, kemarin.

Mengenai penghuni lapak dan kios itu, katanya, data sudah ada. Pihaknya hanya memastikan dengan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan setempat. Sebab, mereka yang mengetahui pasti apakah benar warga yang menerima itu benar-benar berhak atau tidak. “Sementara disiapkan kelurahan. Kami tinggal menunggu laporannya saja. Jika semuanya siap, peresmian langsung dilakukan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pihaknya hanya merumuskan dan menyiapkan data saja. Mengenai jumlah data dan siapa saja yang telah didata kini masih dipegang pihak Kelurahan Nunukan Barat. Jika pun ada, tentunya bukan kewenangannya untuk menyebutkannya. Karena semuanya itu kebijakan Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid.

“Untuk difungsikan ini hanya menunggu waktu saja. Secepatnya ditempati. Karena pembangunan sudah 100 persen rampung. Tapi, tahap awal itu memang pendataan dan pembagian data dulu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Pasar Tradisional Terpadu di Jamaker ini berdiri di atas lahan seluas 56x36 meter persegi. Di pasar ini memiliki 215 tempat berjualan yang terdiri dari 180 lapak dan 35 kios. Kios tersebut akan menampung para pedagang korban kebakaran eks pasar Liem Hie Djung. Selebihnya disediakan untuk pedagang dari luar. Dana senilai Rp 6 miliar merupakan bantuan dari Kementerian Perdagangan.

LAPAK KIOS JANGAN DISEWAKAN

 

Pasar Tradisional Terpadu yang dapat dijadikan pusat perbelanjaan di ibukota Kabupaten Nunukan belum difungsikan. Namun demikian, beredar kabar jika banyak pedagang yang berkeinginan menambah luas tempat usaha dengan cara membeli lapak lainnya.

 

“Pasar ini mirip juga dengan Pujasera (Pusat Jajanan Serba Ada). Banyak yang mau karena gratis. Setelah dimiliki, akhirnya disewakan sama yang mendapatkan. Ya, sama juga di Pasar Sentral Inhutani dulu,” ungkap Baso, warga Jalan Pendidikan kepada media ini.

Ia mengatakan, dirinya sudah mendapatkan informasi jika salah seorang pedagang yang dipastikan mendapatkan kios di Pasar Terpadu Tradisional tersebut bersedia menyewakan tempatnya jika ada yang menginginkannya. “Tapi tidak langsung. Tunggu digunakan sebulan atau setahun dulu. Karena, pasti ada pemeriksaan,” ungkapnya.

Menyikapi hal itu, Kepada Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Ir. Jabbar memastikan hal tersebut tak terjadi. Sebab, pihaknya akan terus memantau setiap pedagang yang menghuni lapak dan kios yang bakal diberikan. “Kami pasti kawal. Sebelum diberikan ke pedagang, ada perjanjiannya,” ujar Ir. Jabbar saat dikonfirmasi.

Ia memaklumi jika masih ada masyarakat yang berpikir demikian. Sebab, banyak ditemukan kejadian. Beberapa lapak dan kios yang dibangun pemerintah disalahgunakan oknum pedagang. Namun, dirinya memastikan jika hal tersebut tidak terjadi pada Pasar Tradisional Terpadu di Jamaker, Balikpapan Barat. Karena, penghuninya dipastikan pedagang dan tetap menggunakannya sesuai peruntukannya. “Kalau memang tidak dipakai berjualan, kami ambil kembali dan menyerahkan ke warga yang ingin berdagang. Karena masih banyak yang menginginkannya. Tidak boleh disewakan apa lagi diperjualbelikan,” tegas Jabbar. (oya/lim) 


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 12:54

Menang PTUN, Tiga Pejabat Dilantik

NUNUKAN – Tiga aparatur sipil negara (ASN) yang memenangkan gugatan terhadap Bupati Nunukan, Hj.…

Selasa, 23 Januari 2018 12:52

ASN Dilarang Komentar di Facebook

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura yang baru saja melantik empat aparatur sipil negara (ASN)…

Selasa, 23 Januari 2018 12:30

Pemanfaatan Air Masih Sebatas Desa Lapri

EMBUNG Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara mulai dapat dimanfaatkan warga. Saat ini sebanyak 170 rumah…

Selasa, 23 Januari 2018 12:09

APBD Lambat, SOA Terdampak

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Penumpang 2018 hingga saat ini belum juga berjalan. Padahal, aktivitas…

Selasa, 23 Januari 2018 12:08

12 Tahun Jembatan Tak Tersentuh Perbaikan

NUNUKAN - Dermaga Inhutani dan Sungai Bolong merupakan dermaga vital bagi petani dan pedagang. Sebab,…

Selasa, 23 Januari 2018 12:06

Aktifkan Pos Kamling, Tempatkan Personel Ronda Malam

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan turun tangan menangani maraknya aksi pencurian akhir-akhir…

Selasa, 23 Januari 2018 11:58

Beras ‘Tetangga’ Makin Langka

MESKIPUN harga beras asal Tawau, Malaysia tak semahal beras dalam negeri, masyarakat Nunukan tetap bertahan…

Senin, 22 Januari 2018 14:13

Rp 250 Miliar untuk PLTMG Mansapa

NUNUKAN – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Kelurahan Mansapa, Kecamatan…

Senin, 22 Januari 2018 14:02

Jangan Curhat di Medsos, Tapi Laporkan!

NUNUKAN – Ada banyak faktor yang melatarbelakangi sejumlah aksi kriminalitas akhir-akhir ini.…

Senin, 22 Januari 2018 13:11

Kapal Sembako Harap-Harap Cemas

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dan pemilik kapal sembilan bahan pokok (sembako)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .