MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 08 Januari 2018 10:26
Peresmian Pasar Terpadu Molor

Terkendala Data Penghuni

DIBENAHI: Tampak bangunan Pasar Tradisional Terpadu masih dalam tahap finishing. Ketatnya seleksi data penghuni menjadi salah satu penyebab belum diresmikannya pasar tersebut. SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Belum jelasnya siapa saja penghuni Pasar Tradisional Terpadu semakin santer terdengar di kalangan pedagang saat ini. Tak ayal, isu tak sedap menghinggapi Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang selama ini menangani persoalan pasar dan pedagang.

Hal ini diperkuat dengan molornya rencana peresmian yang dijadwalkan pada Desember 2017 lalu. Pembagian kios dan lapak mengalami kebuntuan. Data-data yang diperoleh Disdag Nunukan masih perlu ditelusuri dan melalui pemeriksaan ketat.

Kepala Disdag Nunukan Ir. Jabbar membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih mendalami semua data yang menjadi dasar penempatan pedagang di pasar yang dibangun senilai Rp 6 miliar ini. “Untuk data kami belum melaporkan ke Bupati. Karena, data ini masih belum sempurna semua. Masih ada perbaikan dan pemeriksaan. Jangan sampai ada yang tidak terdata,” kata Ir. Jabbar, kemarin.

Mengenai penghuni lapak dan kios itu, katanya, data sudah ada. Pihaknya hanya memastikan dengan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan setempat. Sebab, mereka yang mengetahui pasti apakah benar warga yang menerima itu benar-benar berhak atau tidak. “Sementara disiapkan kelurahan. Kami tinggal menunggu laporannya saja. Jika semuanya siap, peresmian langsung dilakukan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pihaknya hanya merumuskan dan menyiapkan data saja. Mengenai jumlah data dan siapa saja yang telah didata kini masih dipegang pihak Kelurahan Nunukan Barat. Jika pun ada, tentunya bukan kewenangannya untuk menyebutkannya. Karena semuanya itu kebijakan Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid.

“Untuk difungsikan ini hanya menunggu waktu saja. Secepatnya ditempati. Karena pembangunan sudah 100 persen rampung. Tapi, tahap awal itu memang pendataan dan pembagian data dulu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Pasar Tradisional Terpadu di Jamaker ini berdiri di atas lahan seluas 56x36 meter persegi. Di pasar ini memiliki 215 tempat berjualan yang terdiri dari 180 lapak dan 35 kios. Kios tersebut akan menampung para pedagang korban kebakaran eks pasar Liem Hie Djung. Selebihnya disediakan untuk pedagang dari luar. Dana senilai Rp 6 miliar merupakan bantuan dari Kementerian Perdagangan.

LAPAK KIOS JANGAN DISEWAKAN

 

Pasar Tradisional Terpadu yang dapat dijadikan pusat perbelanjaan di ibukota Kabupaten Nunukan belum difungsikan. Namun demikian, beredar kabar jika banyak pedagang yang berkeinginan menambah luas tempat usaha dengan cara membeli lapak lainnya.

 

“Pasar ini mirip juga dengan Pujasera (Pusat Jajanan Serba Ada). Banyak yang mau karena gratis. Setelah dimiliki, akhirnya disewakan sama yang mendapatkan. Ya, sama juga di Pasar Sentral Inhutani dulu,” ungkap Baso, warga Jalan Pendidikan kepada media ini.

Ia mengatakan, dirinya sudah mendapatkan informasi jika salah seorang pedagang yang dipastikan mendapatkan kios di Pasar Terpadu Tradisional tersebut bersedia menyewakan tempatnya jika ada yang menginginkannya. “Tapi tidak langsung. Tunggu digunakan sebulan atau setahun dulu. Karena, pasti ada pemeriksaan,” ungkapnya.

Menyikapi hal itu, Kepada Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Ir. Jabbar memastikan hal tersebut tak terjadi. Sebab, pihaknya akan terus memantau setiap pedagang yang menghuni lapak dan kios yang bakal diberikan. “Kami pasti kawal. Sebelum diberikan ke pedagang, ada perjanjiannya,” ujar Ir. Jabbar saat dikonfirmasi.

Ia memaklumi jika masih ada masyarakat yang berpikir demikian. Sebab, banyak ditemukan kejadian. Beberapa lapak dan kios yang dibangun pemerintah disalahgunakan oknum pedagang. Namun, dirinya memastikan jika hal tersebut tidak terjadi pada Pasar Tradisional Terpadu di Jamaker, Balikpapan Barat. Karena, penghuninya dipastikan pedagang dan tetap menggunakannya sesuai peruntukannya. “Kalau memang tidak dipakai berjualan, kami ambil kembali dan menyerahkan ke warga yang ingin berdagang. Karena masih banyak yang menginginkannya. Tidak boleh disewakan apa lagi diperjualbelikan,” tegas Jabbar. (oya/lim) 


BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 13:54
Dugaan Penyelundupan Beras di Nunukan

TERUNGKAP..!! Ada Beberapa Oknum Dapat "Jatah" ..??

NUNUKAN – Selain informasi keuntungan beras Vietnam tujuan Filipina telah dibagi-bagi ke sejumlah…

Kamis, 26 April 2018 11:08

Dua Kali Tak Hadiri Hearing, DPRD Sambangi PT DTR

NUNUKAN – Sikap tak acuh manajemen PT Duta Tambang Rekayasa (DTR) yang tidak hadir setelah diundang…

Kamis, 26 April 2018 11:00

Hanya Swadaya, Warga Dirikan Sekolah

NUNUKAN – Kecamatan Sebatik Barat belum memiliki Sekolah Menengah Atas (SMA). Saat ini hanya Sekolah…

Rabu, 25 April 2018 12:02
Dugaan Beras Selundupan dari Vietnam

Keuntungan Sudah Dibagi-bagi?

NUNUKAN – Beras Vietnam yang diangkut kapal MV Dong Thien Phu Golden masuk ke Sebatik diduga ada…

Rabu, 25 April 2018 11:08

Listrik Padam, UNBK SMP Terganggu

NUNUKAN – Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional Berbasik Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah…

Rabu, 25 April 2018 11:07

Harga Rumput Laut Anjlok

NUNUKAN – Sempat berada di harga Rp 20 ribu per kilogram, kini harga rumput laut kering anjlok…

Selasa, 24 April 2018 12:40

Bea Cukai Pasang Badan

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut 2.900 ton beras asal Vietnam dengan tujuan…

Selasa, 24 April 2018 11:12

Tunjangan Khusus Guru Tak Diberikan

NUNUKAN - Sejumlah guru di Kecamatan Krayan kembali mengadukan nasib mereka di Dewan Perwakilan Rakyat…

Senin, 23 April 2018 12:23

Pos Imigrasi ‘Diserbu’ Warga

NUNUKAN – Pelayanan Imigrasi Kelas II Nunukan yang dilakukan di Pos Imigrasi Sungai Pancang Sebatik…

Senin, 23 April 2018 12:22

PR Kedua Negara Perbatasan

NUNUKAN – Permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI), penyelundupan barang haram hingga teroris…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .