MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 06 Januari 2018 12:01
Punya SK, Silakan Perlihatkan

Siap Daftar, Balon Harus Puasa

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Tiga hari menuju pendaftaran Pilwali Tarakan yang sudah dijadwalkan KPU Tarakan, ternyata beberapa bakal calon (balon) masih disibukkan dengan saling klaim surat keputusan (SK).

Sebut saja surat keputusan (SK) Hanura yang sama-sama diklaim oleh dua pasangan yakni H. Badrun dan Muhammad Ince A. Rifai (Bais) dan dr. Khairul dan Effendhi Djuprianto (Oke). Belakangan muncul nama Sabirin Sanyong yang mengaku didukung enam partai sekaligus di antaranya Gerindra dan PAN. Padahal kedua partai tersebut sudah melabuhkan dukungannya ke Sofian Raga dan Sabar Santuso (Sobat).

Melihat kondisi ini, Akademisi Hukum Ketatanegaraan di Universitas Borneo Tarakan (UBT) Yahya Ahmad Zein turut berkomentar. Jika tinjau dari sisi hukum yakni melalui Undang-Undang (UU) nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum (pemilu) pada pasal 223 ayat 3 parpol memiliki  atau gabungan parpol sebagaimana dimaksud pada ayat (2) hanya dapat mencalonkan 1 (satu) paslon sesuai dengan mekanisme internal Partai Politik dan/atau musyawarah Gabungan Partai Politik yang dilakukan secara demokratis dan terbuka.

“Dengan adanya UU itu, sudah jelas parpol lah yang diberikan kewenangan dan hak untuk memberikan dukungan ke salah satu balon,” ungkap lelaki yang kini menjabat Dekan Fakultas Hukum UBT.

Tak hanya itu, di dalam UU tersebut juga dijelaskan tentang mekanisme pemberian dukungan parpol. Di UU pemilu, pasal 226 yang berbunyi bahwa pendaftaran bakal paslon oleh parpol ditandatangani oleh ketua umum atau nama lain dan sekretaris jenderal atau nama lain serta paslon yang bersangkutan.

 “Artinya, kalau partai sudah mengeluarkan itu kepada seseorang, maka itu lah yang kemudian yang bisa diproses,” tutur Yahya sapaan akrabnya.

Dengan begitu, Yahya meyakini bahwa, KPU dipastikan akan melihat sesuai ketentuan UU yang berlaku. Untuk itu, ia menginginkan agar masyarakat dapat bersabar dan menunggu hasil verifikasi dari KPU.

“Saya rasa masalah klaim mengklaim partai saat ini kurang etis. Jika kemudian hal itu menjadi komuditas pihak tertentu,” ungkap Yahya.

Yahya menegaskan, jika memang ada sejumlah figur atau balon yang merasa sudah mendapatkan dukungan dari parpol, agar langsung memperlihatkan SK kepada publik. Sehingga publik tidak menganggap jika itu klaim sepihak.

“Jadi terbuka saja. Saya rasa bukti itu tidak perlu disimpan. Tapi kalau memang ada dukungan ya, maka harus disampaikan lah ke publik, karena kita bisa melihat bukti dukungannya,” katanya.

Untuk diketahui, saat ini hanya pasangan Sobat saja yang sudah melakukan deklarasi dengan memperlihatkan SK dukungannya pada Rabu (20/12). Dari beberapa partai yang memiliki kursi di DPRD Tarakan seperti PAN empat kursi, Gerindra tiga kursi, PKB dua kursi, PKS satu kursi,  PBB satu kursi dan Idaman sebagai partai pendukung.

Melalui hal ini, Yahya menegaskan bahwa tidak ada figur yang dapat melakukan klaim partai, tanpa adanya bukti dari parpol tersebut. Karena saat ini masyarakat sudah tidak mudah didramatisir oleh isu-isu yang beredar. “Ditunjukkan saja bukti dukungannya,” pungkasnya.

 

Partai politik (Parpol) yang memiliki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan, bisa disanksi pidana  jika menarik dukungan kepada pasangan calon (Paslon) yang sudah ditetapkan oleh KPU Tarakan.

“Sanksi menarik dukungan bisa pidana dan administrasi jika dukungan itu saat sudah resmi mendaftar di KPU," tegas Ketua Panwaslu Tarakan, Sulaiman kemarin (2/1).

Sebelumnya, Sulaiman mewanti-wanti parpol, pada saat sudah masuk proses pendaftaran, maka sudah tidak ada lagi dukungan yang dicabut. Adapun dinamika politik yang terjadi di Bumi Paguntaka, sejauh ini masih sah-sah saja terjadi tarik ulur dukungan parpol kepada bakal calon (balon).

“Saat ini masih sah-sah saja karena sifatnya masih rekomendasi," beber pria kelahiran 1984 ini.

Nah, sah tidaknya dukungan parpol kepada balon, jika surat dukungan tersebut ditandatangani oleh ketua dan sekretaris parpol di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP).  Mencuatnya isu tarik ulur dukungan parpol di Pilkada Kota Tarakan akhir-akhir ini memang sedang "menghangat".

Beberapa parpol yang tadinya sudah menyatakan dukungan terhadap balon Wali dan Wakil Wali Kota Tarakan, berubah haluan. Seperti yang terjadi dengan Partai Hanura. Sebelumnya, Hanura ini akan mengusung pasangan Oke. Seiring waktu, kabarnya berpindah ke kandidat lainnya pasangan Bais.  Penegasan ini sebagaimana tertuang dalam PKPU nomor 15 tahun 2017 tentang Perubahan PKPU nomor 13 tahun 2017 tentang Pilkada.

Dalam pasal 75 ayat (1) dikatakan bahwa, parpol atau gabungan partai politik dilarang menarik pengajuan pasangan calon dan atau salah seorang dari pasangan calon setelah penetapan pasangan calon sebagaimana dimaksud dalam pasal 68.

"Kalau dari Panwaslu akan memastikan mekanisme prosedur dan tata cara dukungan parpol yang harus ditandatangani ketua dan sekretaris DPP," pungkas Sulaiman.

Sementara itu, dari sisi balon Oke, masih mengharapkan Hanura tetap bertahan dengan koalisi yang ada. Rencananya mereka akan memperlihatkan SK tersebut pada Rabu, 10 Januari mendatang ke publik. Namun memang kepastian koalisi bersama partai pimpinan Oesman Sapta Odang (Oso) masih tanda tanya.

“Mudah-mudahan Hanura masuk (koalisi Oke),” tutur Mustain, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Nasdem Kota Tarakan yang merupakan partai pengusung pasangan Oke.

Akan tetapi kata Mustain, ia menyampaikan bahwa pihak Oke saat ini sedang melakukan lobi-lobi kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura, untuk bisa meraih dukungan partai tersebut.

“Saya tidak tahu kepastiannya. Tapi saat ini Hanura lagi kami usahakan di pusat,” ungkapnya.

Bagi Mustain, Hanura memang sudah memiliki kecocokan visi dan misi bersama dengan pasangan Oke berserta Demokrat bersama Nasdem. Untuk itu, ia mengatakan sejak awal pihaknya menginginkan agar tetap berkoalisi bersama dengan Demokrat dan Hanura mengusung Oke. “Terus terang saya berharap Hanura bergabung bersama kami,” katanya.

Akan tetapi, untuk merebut “hati” Hanura, Mustain mengatakan masih ada “tembok” pemisah. Oleh sebab itu, bertahannya koalisi antara Partai Demokrat, Hanura dan Nasdem sangat tergantung dari komunikasi yang dilakukan pasangan Oke. “Sekarang ini Hanura tergantung dari pasangan Oke saja, mau diambil (berjuang) atau tidak, itu kuncinya di calon,” jelasnya.

Disinggung soal komunikasi antara Hanura dan Nasdem, Mustain mengatakan masih menjalin komunikasi dengan baik. Untuk itu, menurut informasi yang ia dapatkan dari kader Hanura, pada dasarnya Hanura telah mengarah pada pasangan dr. Khairul dan Effendhi Djuprianto. “Jadi Oke saat ini sudah ditunggu di pusat,” bebernya.

AGAR BISA JADI BALON, FIGUR HARUS TAHAN LAPAR

Di sisi lain, agar dapat dinyatakan lulus menjadi balon, setiap figur yang ingin mencalonkan diri untuk maju di pilwali 2018, wajib menahan lapar lebih dulu mengikuti pelaksanaan tes kesehatan.

Kepada media ini, Ketua KPU Tarakan, Teguh Dwi Subagyo mengatakan bahwa pada 8 hingga 15 Januari 2018 akan dilaksanakan tahapan tes kesehatan, yang harus diawali dengan puasa terlebih dahulu bagi para balon yang dimulai dari pukul 20.00 wita.

“Jadi, kami menetapkan tanggal 9 pelaksanaan tes kesehatannya, karena asumsinya orang paling cepat mendaftar kan tanggal 8. Sehingga secepatnya kami sampaikan agar bisa berpuasa pada pukul delapan malam,” jelasnya.

Nah, jika pada 8 Januari ini belum ada peserta yang melakukan pendaftaran tes kesehatan, namun pada 9 Januari 2018 baru ada yang melakukan pendaftaran, maka tes kesehatannya akan dilaksanakan pada pada 10 Januari.

“Tapi, karena ada informasi yang akan mendaftar di hari pertama, maka kami merencanakan tes kesehatan keesokan harinya. Intinya begitu,” terangnya.

Untuk melakukan tes kesehatan balon di KPU, Teguh menegaskan bahwa setiap calon wajib berpuasa. Teguh juga mengakui, bahwa tim kesehatan yang akan digunakan untuk melaksanakan tes kesehatan sudah dipersiapkan.

Terkait hal tersebut, ia menuturkan hingga kini baru dr. Khairul yang melakukan komunikasi kepada pihaknya untuk melaksanakan tes kesehatan pada 10 Januari, sekitar pukul 11.00 wita. Sedangkan H.Badrun baru akan melaksanakan pendaftaran pada tanggal 10 Januari 2018, pukul 12.00 wita.

“Kalau Pak Sofian Raga, belum ada informasi. Tadi saya sudah berbincang dengan beliau (Sofian Raga), katanya baru mau diputuskan (melakukan proses pendaftaran tes kesehatan) tanggalnya,” ujarnya. (*/shy/nri)


BACA JUGA

Rabu, 14 November 2018 15:55
Dugaan Korupsi Lahan di Karang Balik

BPKP Bilang Tersangka di Tangan Penyidik

TARAKAN – Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Utara…

Rabu, 14 November 2018 15:54

Air Menyembur di Bagian Mesin Lampu

TARAKAN - Keenam anak buah kapal (ABK) tugboat atau kapan…

Rabu, 14 November 2018 15:52

Wisuda UBT, Lagu ‘Ayah’ untuk Orangtua Enggarsyah

TARAKAN - Universitas Borneo Tarakan mewisuda 262 mahasiswanya di Gedung…

Rabu, 14 November 2018 15:51

Canggung Hanya karena Anak dari Desa

Emha Bintang menerima predikat cum laude pada wisuda ke-XX Universitas…

Rabu, 14 November 2018 15:49

Perbatasan Rentan Kekerasan terhadap Perempuan

JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN BERI ORASI ILMIAH: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan…

Rabu, 14 November 2018 15:48

UNTUNG NGGA DITUNTUT MATI..!! Dituntut 20 Tahun, Cewek Cantik Ini Syok

TARAKAN- Terdakwa kasus sabu 1,08 kg yaitu Andi Riski Amelia…

Rabu, 14 November 2018 11:53

Di Pesantren Lapas, BNNP Temukan Sabu

TARAKAN – Berkunjung ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan,…

Rabu, 14 November 2018 11:51

Persoalan Sampah Masih Berlarut-larut

TARAKAN - RT 13 Kelurahan Selumit Pantai masih memiliki masalah…

Rabu, 14 November 2018 11:47

Wakil Menteri ESDM Harapkan Konversi BBM ke LPG Bisa Lebih Hemat

TARAKAN - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),…

Selasa, 13 November 2018 21:45

FINAL! DPT Tarakan 154.706 Pemilih

TARAKAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memilih menunggu petunjuk teknis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .