MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 06 Januari 2018 11:00
Jalur Ilegal Terbuka, WNA Masuk Tanpa Dokumen
Jumiyo, SABRI/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN - Tiga Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia diamankan Kepolisian Sektor (Polsek) Sebatik Timur di Pelabuhan Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Rabu (3/1) lalu. Lolosnya tiga WNA tersebut membuktikan jalur ilegal masih terbuka lebar.

Kepala Seksi Lalu Lintas dan Status Keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan Jumiyo, S.Kom mengatakan tiga WNA yang tidak memiliki dokumen resmi yang diamankan kepolisian telah diterima Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan.

“Sekarang sedang dilakukan verifikasi data ke Kedutaan Malaysia yang berada di Pontianak, Kalimantan Barat, identitas ketiga WNA tersebut telah dikirim,” kata Jumiyo kepada Radar Nunukan, Jumat (5/1).

Menurutnya, posisi Pulau Sebatik sangat dekat dengan Tawau, Malaysia. Bahkan pulau tersebut terbagi dua yakni Indonesia dan Malaysia. Sehingga sangat mudah dijangkau oleh kedua warga baik dari Malaysia maupun Indonesia.

Perbatasan negara yang sangat mudah untuk dijangkau, karena letak geografis daerah. Untuk perlintasan negara harus selalu disosialisasikan, agar masing-masing warga mengerti dengan aturan perlintasan antarnegara. Karena untuk masuk dan keluar dari Indonesia dan Malaysia banyak yang dapat dilalui.

“Jika bukan warga Indonesia, maka harus menggunakan paspor. Begitu pula sebaliknya, WNI jika ingin ke Malaysia harus menggunakan dokumen resmi. Sedangkan tiga WNA tersebut tidak memiliki paspor,” ujarnya.

Kasus pelintas secara tidak resmi, sering dilakukan warga Malaysia. Maupun Warga Negara Indonesia (WNI) itu sendiri. Untuk itu pintu masuk maupun keluar harus dijaga dengan ketat, karena pintu resmi yang ada di Nunukan hanya satu, yakni di Pelabuhan Tunon Taka.

Ia melanjutkan, sesuai dengan aturan yang berlaku, bahwa tiga WNA yang telah masuk ke wilayah Indonesia tanpa menggunakan dokumen. Maka akan dideportasi atau dilanjutkan secara pro justitia melalui pengadilan. Namun keputusan tersebut akan ditentukan oleh kepala kantor.

Hingga saat ini identity card (IC) dari tiga WNA tersebut masih diselidiki keasliannya. Dikhawatirkan identitas yang digunakan adalah palsu. Karena jika seorang warga Malaysia yang benar, tentu tahu pintu resmi untuk keluar dari negaranya.

“Ada dua opsi nantinya dapat dilakukan dideportasi langsung atau harus menjalani hukuman sesuai putusan pengadilan nantinya,” ujarnya.

Tiga WNA tersebut yang masuk ke Indonesia tanpa dokumen resmi, masing-masing Sudirman (31), Subir (31) dan Kadir (28). Ketiga WNA tersebut berasal dari Kota Kinabalu, Sabah Malaysia. Pekerjaan selama ini sebagai petani di Sabah, Malaysia. (nal/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Mei 2018 08:46

Warga di Sini Jadi Incaran Buaya dan Ular Sembakung

NUNUKAN – Warga di Desa Tepian, Kecamatan Sembakung membutuhkan perhatian dari pemerintah. Sebab…

Sabtu, 19 Mei 2018 08:44

Layanan Belum Memenuhi Keinginan Masyarakat

NUNUKAN – Sistem birokrasi dalam tubuh pemerintah, masih banyak yang dikeluhkan oleh masyarakat.…

Jumat, 18 Mei 2018 12:38

Defisit, Pembangunan Sulit Terlaksana

NUNUKAN - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Nunukan…

Jumat, 18 Mei 2018 12:13

Pengecer Gas Melon Ilegal Segera Ditangani Tim Satgas

NUNUKAN – Persoalan gas melon 3 kilogram (kg) di wilayah perbatasan belum berakhir. Sampai saat…

Jumat, 18 Mei 2018 12:08

Calon Anggota Legislatif Dilarang Kampanye

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan telah menyampaikan larangan kampanye melalui…

Jumat, 18 Mei 2018 12:06

Pencuri Handphone di Jok Motor Dibekuk

NUNUKAN – Salah seorang pelaku pencurian sejumlah handphone yang diletakkan di kantong serta jok…

Jumat, 18 Mei 2018 12:04

Terjadi Gangguan, Maskapai Ini Gagal Terbang Perdana

NUNUKAN – Maskapai Aviastar yang ditetapkan sebagai pememang lelang Subsidi Ongkos Angkut (SOA)…

Kamis, 17 Mei 2018 11:17

Temukan Barang Terlarang di Lapas

NUNUKAN – Tak ingin kejadian kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Depok, beberapa waktu…

Rabu, 16 Mei 2018 11:38

ANJING LIAR MENGGILA..!! Korban Gigitan Bertambah, Penindakan Stagnan

NUNUKAN — Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Nunukan dr. Ika Bihandayani tak menampik…

Rabu, 16 Mei 2018 11:24

Stok Blangko Cukup, Server Gangguan

NUNUKAN — Pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP kembali terganggu. Server…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .