MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 06 Januari 2018 11:00
Jalur Ilegal Terbuka, WNA Masuk Tanpa Dokumen
Jumiyo, SABRI/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN - Tiga Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia diamankan Kepolisian Sektor (Polsek) Sebatik Timur di Pelabuhan Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Rabu (3/1) lalu. Lolosnya tiga WNA tersebut membuktikan jalur ilegal masih terbuka lebar.

Kepala Seksi Lalu Lintas dan Status Keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan Jumiyo, S.Kom mengatakan tiga WNA yang tidak memiliki dokumen resmi yang diamankan kepolisian telah diterima Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan.

“Sekarang sedang dilakukan verifikasi data ke Kedutaan Malaysia yang berada di Pontianak, Kalimantan Barat, identitas ketiga WNA tersebut telah dikirim,” kata Jumiyo kepada Radar Nunukan, Jumat (5/1).

Menurutnya, posisi Pulau Sebatik sangat dekat dengan Tawau, Malaysia. Bahkan pulau tersebut terbagi dua yakni Indonesia dan Malaysia. Sehingga sangat mudah dijangkau oleh kedua warga baik dari Malaysia maupun Indonesia.

Perbatasan negara yang sangat mudah untuk dijangkau, karena letak geografis daerah. Untuk perlintasan negara harus selalu disosialisasikan, agar masing-masing warga mengerti dengan aturan perlintasan antarnegara. Karena untuk masuk dan keluar dari Indonesia dan Malaysia banyak yang dapat dilalui.

“Jika bukan warga Indonesia, maka harus menggunakan paspor. Begitu pula sebaliknya, WNI jika ingin ke Malaysia harus menggunakan dokumen resmi. Sedangkan tiga WNA tersebut tidak memiliki paspor,” ujarnya.

Kasus pelintas secara tidak resmi, sering dilakukan warga Malaysia. Maupun Warga Negara Indonesia (WNI) itu sendiri. Untuk itu pintu masuk maupun keluar harus dijaga dengan ketat, karena pintu resmi yang ada di Nunukan hanya satu, yakni di Pelabuhan Tunon Taka.

Ia melanjutkan, sesuai dengan aturan yang berlaku, bahwa tiga WNA yang telah masuk ke wilayah Indonesia tanpa menggunakan dokumen. Maka akan dideportasi atau dilanjutkan secara pro justitia melalui pengadilan. Namun keputusan tersebut akan ditentukan oleh kepala kantor.

Hingga saat ini identity card (IC) dari tiga WNA tersebut masih diselidiki keasliannya. Dikhawatirkan identitas yang digunakan adalah palsu. Karena jika seorang warga Malaysia yang benar, tentu tahu pintu resmi untuk keluar dari negaranya.

“Ada dua opsi nantinya dapat dilakukan dideportasi langsung atau harus menjalani hukuman sesuai putusan pengadilan nantinya,” ujarnya.

Tiga WNA tersebut yang masuk ke Indonesia tanpa dokumen resmi, masing-masing Sudirman (31), Subir (31) dan Kadir (28). Ketiga WNA tersebut berasal dari Kota Kinabalu, Sabah Malaysia. Pekerjaan selama ini sebagai petani di Sabah, Malaysia. (nal/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:21

Polisi Beri Dua Penyidik ke BNNK

NUNUKAN – Polres Nunukan akhirnya memberikan dua orang penyidik ke Badan Narkotika Nasional (BNN)…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:24

Setahun, Hasil Laut Lenyap Rp 1,4 T

NUNUKAN – Kekayaan alam Indonesia sudah sangat terkenal banyak di dunia. Termasuk hasil laut yang…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:21

Rumah di Pesisir Bisa Terima Sertifi kat HGB

NUNUKAN – program penerbitan sertifikat hak guna bangunan (HGB) oleh Badan Pertanahan Nasional…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:19

Selesai Jalan Masa Hukuman, 89 WNI Dideportasi

NUNUKAN – Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah menjalani masa hukuman di Tawau, Malaysia telah…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:06

Jalur Tawau-Sebatik Kembali Dibahas

NUNUKAN – Pemerintah Sabah Malaysia telah menerima surat dukungan terhadap pembukaan kapal feri…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:05

PNS Bukan Pekerjaan Orang Manja

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, membuka dua formasi pendaftaran calon pegawai…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:29

Hanura Tertinggi, PAN-PSI Terendah

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan, telah mengumumkan laporan awal dana kampanye (LADK),…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:17

Jamin Tak Ada Pelamar Titipan

 NUNUKAN – Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:59

Nelayan Sebatik Dapat Bantuan Kapal dari Kementerian

NUNUKAN - Nelayan di wilayah Nunukan, khususnya Sebatik, mendapat bantuan 60 unit kapal penangkap ikan…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:57

Nunukan Jadi Lokasi Penelitian Kemenhan

NUNUKAN – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia (RI) kembali menyambangi Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .