MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 05 Januari 2018 13:13
Rajin Ibadah, Suka Video Sadis

Reza Terduga Teroris Punya Teman di Tarakan

DITINGGAL: Sarung milik Reza Nurjamil alias Ican yang tersisa di rumah sewa di Gang Fisabilillah RT 12, Jalan Teuku Umar, Kelurahan Nunukan Tengah. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN - Reza Nurjamil (26) diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 setelah diduga terlibat dalam jaringan teroris. Namun pria yang berbadan kecil itu dinilai pendiam di mata temannya dan rajin melaksanakan ibadah, puasa pun tak pernah ditinggalkan.

TemanReza tak menyangkasosok yang menenami mereka selama beberapa bulan terakhir terlibat dalam jaringan teroris. Teman yang tinggal bersama di rumah sewa di Gang Fisabilillah RT 12, Jalan Teuku Umar, Kelurahan Nunukan Tengah terkejut mendengar Reza diamankan tim Densus 88 Anti Teror.

Ketua RT 12, Kelurahan Nunukan Tengah, Widodo mengakui jika Reza tinggal bersama tiga temannya dalam satu kamar. Yusuf (22) dan Aldi (28) yang ditemui harian ini masih tak habis pikir jika enam kali kedatangan polisi dalam dua hari di tempat mereka dalam penyelidikan Reza. Tidak hanya polisi, sejumlah anggota TNI juga sempat mengunjungi bekas tempat tinggal Reza.

“Yang ambil barang Reza semuanya, kaus kaki jualannya serta pakaiannya kami tidak tahu bahwa itu Densus 88, karena menggunakan topeng,” kata Yusuf saat ditemui media ini, Rabu (3/1).

Reza pernah mengalami hal yang tak mengenakkan selama di Nunukan. Sebelum berdiam di Gang Fisabilillah, ia sempat tinggal di Jalan Sutanto, masih di kelurahan yang sama. Reza tak sanggup membayar sewa setelah menjadi korban penipuan, uangnya ludes dibawa pelaku. 

Yusuf dan Aldi merasa iba mendengar cerita Reza. Akhirnya keduanya memutuskan untuk menampung di kamar berukuran 4x3 meter itu. Reza pun tak pernah menunjukkan gelagak mencurigakan. Pengakuannya yang lain saat itu, ia akan kembali ke Tarakan.

Reza selama di Nunukan hanya bekerja menjual kaus kaki dan siomay.

Aldi menyaksikan penangkapan pada Minggu (31/12) lalu. Reza dalam perjalanan membeli makanan dan diantar menggunakan kendaraan roda dua oleh Aldi sekira pukul 11.00 Wita.

“Saat ditangkap itu Reza dibonceng oleh Aldi, Reza ditangkap Aldi dilepaskan,” ujar  Aldi sembari menyebut jika beberapa petugas kemudian mendatangi rumah sewa mereka meminta pakaian dan barang-barang Reza.

Reza rajin ke masjid. Selain itu pembawaannya juga sangat santun. Bahkan ia tak sungkan menawarkan bantuan ke Aldi dan Yusuf. Kedua rekannya itu hanya sekali melihat Reza menghubungi orang tuanya. Selebihnya dihubungi.

Reza beberapa kali menunjukkan video yang tersimpan dalam handphone-nya yang bermerek Samsung Galaxy. Seperti adegan seseorang menembak sandera yang disebutnya teroris hingga adegan sadis memotong kepala manusia.

Yusuf tidak pernah curiga jika Reza terlibat dalam jaringan teroris. Ia hanya mengetahui Reza pernah menjadi santri di Tasikmalaya, Jawa Barat. Salatnya rajin, dan rutin berpuasa tidak di bulan Ramadan saja. Ketika ditanya dengan siapa ia ke Kalimantan Utara, Reza hanya menjawab atas petunjuk temannya di Tarakan yang tak ia ketahui alamatnya.

Yusuf dan Aldi pernah menyarankannya untuk kembali ke Tasikmalaya. Karena pekerjaan yang digeluti menjual kaus kaki tak mendatangkan banyak keuntungan. Namun, Reza mengungkap jika ia lebih tertarik untuk ke Malaysia atau ke Filipina.

Aldi tahu jika rekannya itu biasa menggunakan Facebook. Namun sering kali mengganti akun. Nomor telepon selulernya pun sering diganti. Di antara Yusuf dan Aldi, tak satu pun menjalin pertemanan di Facebook.

“Pesan yang ada di telepon milik Reza tak ada yang bisa baca, karena setelah dibacanya langsung dihapus,” ujarnya.

Dengan kejadian tersebut, Yusuf dan Aldi mengaku kapok menampung orang yang tak ia kenal asal-usulnya. Selama ini, dalam hati keduanya hanya ingin membantu sesama.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto membenarkan adanya penangkapan terduga teroris di Jalan Angkasa, Kelurahan Nunukan Timur. ”Ini sedang ditangani Densus di Kaltara,” kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/1). 

Setyo menyebutkan yang bersangkutan belum menyandang status tersangka. ”Terorisme kan spesifik, jadi perlu waktu pendalaman. Dalam 7x24 jam diperlukan untuk pendalaman dan ditentukan apakah yang bersangkutan tersangka atau tidak,” jelas Setyo.

 

Reza diduga berperan sebagai penyalur atau panitia hijrah terduga teroris ke Filipina.

 

“Reza merupakan AD Tasik yang bertugas sebagai agen/panitia hijrah Filipina dengan wilayah tugas Pos 2 Nunukan,” sebut informasi itu.

Setelah ditangkap, Reza diberangkatkan ke Mabes Polri melalui Bandara Juwata Tarakan Selasa (2/1) pukul 11.30 Wita. Saat bersamaan, hadir pula Wakapolres Tarakan Kompol Rizki.

“Yang bersangkutan akan dibawa ke Jakarta dengan menggunakan Pesawat Batik Air tujuan Halim Perdanakusuma Jakarta, Flight No ID 7270 Seat 30 B. Take off pukul 11.50 Wita,” sebut informasi itu lagi.

 

PERAN PENGHUBUNG

 

Komandan Kodim 0911/Nunukan, Letkol Czi Abdillah Arif turut membenarkan penghubung yang dijalankan Reza dengan kelompok teroris yang berada di negara tetangga. “Reza Nurjamil ini hanya sebagai simpatisan selama berada di Nunukan,” ujarnya saat ditemui di Makodim 0911/Nunukan, Kamis (4/1).

Wilayah perbatasan, kata dia, masih aman dan kondusif dari ancaman teroris. Maka dari itu, masyarakat tidak perlu merasa khawatir dengan isu terkait teroris.

Alhamdulillah hingga saat ini kondisi tetap aman dan tidak ada gangguan,” kata Abdillah lagi.

Menurutnya, koordinasi kepolisian dan pemerintah daerah menjaga kondisi wilayah.  Selain itu, peran masyarakat sangat dibutuhkan memberi informasi jika ada ancaman, gangguan ketertiban dan keamanan yang terjadi di sekitar wilayah Nunukan.

Ia memastikan, Kabupaten Nunukan masih relatif aman. TNI dan aparat keamanan lainnya melakukan antisipasi lebih awal. Ia meminta masyarakat tetap melaksanakan kegiatan seperti biasa. Jika menemukan hal yang mencurigakan segera melapor ke aparat kemanana. Mayarakat juga jangan terpengaruh dengan isu yang belum jelas kebenarannya.

“Saya hanya dapat memastikan, bahwa kondisi di Nunukan saat ini masih aman dari ancaman yang membahayakan masyarakat,” tambahnya.

Sementara, Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi, S.IK, yang dikonfirmasi belum dapat menjelaskan lebih rinci terkait penangkapan Reza. “Jika ada informasi resmi baru dapat dipastikan kejadian tersebut,” singkatnya. (nal/ydh/lim)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:10
Terkait 2.900 Ton Beras Vietnam via Sebatik

NAH KAN..!! Kemendag Sebut Selundupan

JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri pada Kementerian Perdagangan Oke Nurwan…

Rabu, 25 April 2018 11:59

AH PAYAH..!! Angka Kemiskinan Meningkat

TARAKAN - Populasi penduduk di Kaltara sedang mengalami pertumbuhan masif. Baru-baru ini Badan Pusat…

Rabu, 25 April 2018 11:57

Tak Sabar Ingin Bertemu dengan Pelajar Papua Barat

Indonesia Student & Youth Forum (ISYF) kembali menggelar Forum Pelajar Indonesia ke-10 (FOR X) dengan…

Rabu, 25 April 2018 11:55

GAWAT BAH..!! Penderita TBC Terus Bertambah

MESKI tidak menjadi kasus terbesar di Kalimantan Utara, namun penularan penyakit tuberkulosis (TBC)…

Rabu, 25 April 2018 11:53

Pusaka Tegaskan Tidak Ikut Aksi Penolakan FPI

ORGANISASI masyarakat (ormas) Pusaka Tarakan menegaskan tidak ikut ambil bagian dalam aksi damai penolakan…

Rabu, 25 April 2018 11:48

Antre Cetak E-KTP, Jaringan Malah Lelet

TARAKAN - Antrean panjang terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan dikarenakan…

Rabu, 25 April 2018 11:41

AC RSUD Bocor-Bocor Tak Kunjung Diperbaiki

TARAKAN - Penanganan plafon yang bocor di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan belum juga terealisasi.…

Rabu, 25 April 2018 11:32

Anggaran Menipis, Dishub Terpaksa Mengutang

TARAKAN - Traffic light yang berada di simpang Ladang, Pamusian, Tarakan Tengah, sudah dua hari tidak…

Rabu, 25 April 2018 11:30

Trayek Harus Dikurangi

TARAKAN - Bus rapid transit (BRT) yang telah beroperasi di Tarakan sejak 2017 lalu, memang masih harus…

Rabu, 25 April 2018 11:28

2022 Tak Terima Uang Tunai

Tarakan- Direncanakan bulan April ini, Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) mulai diimplementasikan secara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .