MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 04 Januari 2018 13:17
Pedagang Kaus Kaki Diamankan Densus 88

Diduga Teroris yang Mengirimkan Orang ke Filipina

TEMPAT TINGGAL: Kediaman terduga teroris Reza Nurjamil (26) di Gang Fisabillah RT 12, Jalan Teuku Umar Kelurahan Nunukan Tengah. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN - Seorang terduga teroris bernama Reza Nurjamil (26) yang berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat, diamankan tim Detasmen Khsusus (Densus) 88 Polri di Jalan Angkasa, Kelurahan Nunukan Utara, Minggu (31/12) satu jam sebelum perayaan Tahun Baru.

Reza merupakan anggota  Jamaah Anshorud Daulah  (JAD) Tasikmalaya, yang bertugas sebagai agen panitia hijrah Filipina dengan wilayah pos 2 Nunukan. Diduga melakukan pengiriman sejumlah orang anggota jaringan teror.

Pada Selasa (2/1), sekira pukul 11.30 wita, bertempat di Bandara Juwata Tarakan. Reza dengan pengawalan ketat personel Densus 88 dibawa ke Jakarta menggunakan maskapai Batik Air tujuan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma.

Lelaki yang memiliki tinggi 165 centimeter (cm), kulit sawo matang, rambut pendek, hidung mancung dan berbadan ini ternyata tidak asing di kalangan warga sekitar Gang Fisibalillah, Kelurahan Nunukan Utara.

Ketua RT 12 Gang Fisiabillah, Widodo mengungkapkan bahwa dia dan Reza sangat akrab. Dia tak menyangka kalau lelaki yang sehari-hari berjualan kaus kaki di Jalan Radio Kelurahan Nunukan Utara itu, terlibat dalam jaringan teror.

 “Saya tahu Reza tinggal di rumah sewa , tapi terlibat sebagai teroris tentu sangat tidak saya sangka,” kata Widodo, kepada media ini kemarin (3/1).

Ia menceritakan, Reza pertama tinggal di Gang Fisibalillah karena diajak oleh temannya yang berasal dari daerah yang sama yakni Tasikmalaya. Reza tinggal di wilayah tersebut tidak sendiri. Beberapa teman sekampungnya pun ikut merantau ke Nunukan.

Dari pantuan media ini, tempat tinggal Reza bersama temannya masih belum diberi tanda garis polisi. Reza tinggal di rumah sewa tersebut sejak November lalu, dan tidak pernah melapor ke Ketua RT.

Sepengetahuan Widodo, awal mulanya Reza memang berjualan kaus kaki. Namun tidak terlalu laris, sehingga beralih menjual siomay penganan khas Jawa Barat. Menurut Widodo sejak Reza tinggal di wilayah tersebut, secara kasat mata sulit diketahui kalau dia terlibat pada jaringan teror.

“Tetapi saya sempat curiga, saat kami sedang mengobrol jika ada seseorang menelpon, dia pasti mencari tempat sepi. Berbeda saat berkomunikasi dengan orang tuanya, pasti dia akan mengobrol di depan saya dan teman-temannya,” ungkap Widodo.

Diperkirakan penempatan Reza di Nunukan, sebagai pemberi informasi terhadap jaringannya. Karena Reza pernah mengajak temannya ke Filipina.

Tak hanya kejanggalan itu saja, Widodo pun pernah diperlihatkan oleh Reza, terkait video-video yang ada di handphone-nya berbau gerakan-gerakan radikalisme dari kelompok Islamic State Iraq Syria (ISIS). Video tersebut juga diperlihatkan dengan teman sekamarnya.

“Orangnya ini lugu dan polos, tidak ada yang pernah curiga karena selama ini hanya seperti biasa dan rajin salat lima waktu,” ujarnya.

Terpisah, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal menjelaskan lebih detail, terkait peran dari Reza merupakan agen dan panitia hijrah ke Filipina dengan wilayah tugas di Pos 2 Nunukan. Dia mengirim orang-orang yang ingin bergabung dengan kelompok teroris di negeri yang dipimpin Rodrigo Duterte. ”Pengiriman di jalur itu, dia yang memfasilitasi,” paparnya.

Pengiriman tersebut dilakukan menggunakan jalur darat dan laut. Dari Nunukan menuju Malaysia, lalu menggunakan kapal menuju Filipina. ”Namun, kami masih memastikannya lebih dulu,” ujar jenderal berbintang satu itu.

Saat ini terduga teroris tersebut, sudah berada di Mako Brimob Kelapa Dua, untuk dilakukan pendalaman. Iqbal menuturkan saat pemeriksaan nanti akan diketahui apakah Reza sendirian saat melakukan misi tersebut atau ada pelaku lain yang membantu.”Kami akan cari tahu apakah dia melakukan sendiri atau tidak,” urainya.

Menurutnya, upaya penangkapan terhadap terduga teroris itu merupakan langkah preemtive strike. Yang berupaya untuk mendahului adanya rencanan serangan aksi teror. ”Sebelum melakukan aksi dicegah duluan,” jelasnya.

Langkah tersebut sangat efektif, terbukti dengan amannya perayaan Natal dan Tahun Baru yang beberapa waktu lalu. Dia mengatakan, tidak ada ancaman berarti, hanya ada sedikit gangguan di Polsek Bontoala yang tidak menimbulkan kerusakan apapun. ”Secara umum semua aman,” paparnya.

Gangguan keamanan itu bila dihitung hanya 0,02 persen dari 5.000 Polsek se-Indonesia. Artinya, hampir seluruh wilayah Indonesia ini dapat menjalankan Natal dan Tahun Baru tanpa perlu khawatir adanya sesuatu. ”Semua itu terwujud,” jelasnya.

Kendati begitu, Polri tentu tidak ingin mengendorkan pengamanan. Setelah momentum Natal dan Tahun Baru, pengamanan terus dilakukan untuk mencegah adanya aksi teror. ”Semua tetap waspada mencegah berbagai kemungkinan,” ungkapnya.

Penjagaan kantor polisi juga terus ditingkatkan. Sehingga, pelayanan masyarakat bisa tetap berjalan dalam situasi kondusif. ”Kami memiliki fungsi pelayanan perizinan dan sebagainya, semua itu harus berjalan. Kendati pengamanan diperketat,” urainya.

Sebelum Natal dan Tahun Baru, Densus 88 Anti Teror telah menangkap 20 terduga teroris. Sebagian kecil di antaranya telah dibebaskan karena tidak memiliki cukup bukti untuk ditingkatkan statusnya menjadi tersangka. (nal/jpg/nri)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 21:15

Stok Air Tersisa untuk Tiga Hari

TARAKAN - Kondisi air bersih di Bumi Paguntaka kian krisis. Komposisi air di tiga embung sudah semakin…

Kamis, 19 Juli 2018 21:12

Transportasi Online Dianggap Ilegal

TARAKAN – Kemarin, aksi damai kembali dilakukan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI)…

Kamis, 19 Juli 2018 11:34

Ratusan Sopir Angkot Demo Tolak Grab

TARAKAN - Ratusan sopirĀ  angkot yang tergabung dalam SPTI dan sopir angkutan konvensional lainnya, Kamis…

Kamis, 19 Juli 2018 11:21

Presiden Jokowi Belum Dipastikan Datang

TARAKAN – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi)…

Kamis, 19 Juli 2018 11:19

200 Pelanggan Alami Gangguan Token Listrik

TARAKAN – Tak hanya merasakan pemadaman listrik saja, masyarakat Tarakan juga sempat tidak bisa…

Kamis, 19 Juli 2018 11:17

Tiga Daerah Raih WDP

TARAKAN -  Tiga dari lima kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara mendapat opini Wajar Dengan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:16

Tak Penuhi Kuota, Selektif Pilih Bacaleg

TARAKAN – Bertambahnya jumlah daerah pemilihan (dapil) di Bumi Paguntaka membuat para legislator…

Kamis, 19 Juli 2018 09:56

Lapas Penuh, Hak Tahanan Tak Terpenuhi

TARAKAN - Kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas) cukup memprihatinkan. Tak hanya kapasitasnya, namun…

Kamis, 19 Juli 2018 09:48

Drainase Minim, Percepat Kerusakan Jalan

TARAKAN – Ketua RT 63, Kelurahan Karang Anyar, Maria Renius mengatakan, belum lama ini beberapa…

Rabu, 18 Juli 2018 23:06

Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TARAKAN – Mengatasi lonjakan harga kebutuhan pokok di Bumi Paguntaka, terutama menjelang pelaksanaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .