MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 04 Januari 2018 13:17
Pedagang Kaus Kaki Diamankan Densus 88

Diduga Teroris yang Mengirimkan Orang ke Filipina

TEMPAT TINGGAL: Kediaman terduga teroris Reza Nurjamil (26) di Gang Fisabillah RT 12, Jalan Teuku Umar Kelurahan Nunukan Tengah. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN - Seorang terduga teroris bernama Reza Nurjamil (26) yang berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat, diamankan tim Detasmen Khsusus (Densus) 88 Polri di Jalan Angkasa, Kelurahan Nunukan Utara, Minggu (31/12) satu jam sebelum perayaan Tahun Baru.

Reza merupakan anggota  Jamaah Anshorud Daulah  (JAD) Tasikmalaya, yang bertugas sebagai agen panitia hijrah Filipina dengan wilayah pos 2 Nunukan. Diduga melakukan pengiriman sejumlah orang anggota jaringan teror.

Pada Selasa (2/1), sekira pukul 11.30 wita, bertempat di Bandara Juwata Tarakan. Reza dengan pengawalan ketat personel Densus 88 dibawa ke Jakarta menggunakan maskapai Batik Air tujuan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma.

Lelaki yang memiliki tinggi 165 centimeter (cm), kulit sawo matang, rambut pendek, hidung mancung dan berbadan ini ternyata tidak asing di kalangan warga sekitar Gang Fisibalillah, Kelurahan Nunukan Utara.

Ketua RT 12 Gang Fisiabillah, Widodo mengungkapkan bahwa dia dan Reza sangat akrab. Dia tak menyangka kalau lelaki yang sehari-hari berjualan kaus kaki di Jalan Radio Kelurahan Nunukan Utara itu, terlibat dalam jaringan teror.

 “Saya tahu Reza tinggal di rumah sewa , tapi terlibat sebagai teroris tentu sangat tidak saya sangka,” kata Widodo, kepada media ini kemarin (3/1).

Ia menceritakan, Reza pertama tinggal di Gang Fisibalillah karena diajak oleh temannya yang berasal dari daerah yang sama yakni Tasikmalaya. Reza tinggal di wilayah tersebut tidak sendiri. Beberapa teman sekampungnya pun ikut merantau ke Nunukan.

Dari pantuan media ini, tempat tinggal Reza bersama temannya masih belum diberi tanda garis polisi. Reza tinggal di rumah sewa tersebut sejak November lalu, dan tidak pernah melapor ke Ketua RT.

Sepengetahuan Widodo, awal mulanya Reza memang berjualan kaus kaki. Namun tidak terlalu laris, sehingga beralih menjual siomay penganan khas Jawa Barat. Menurut Widodo sejak Reza tinggal di wilayah tersebut, secara kasat mata sulit diketahui kalau dia terlibat pada jaringan teror.

“Tetapi saya sempat curiga, saat kami sedang mengobrol jika ada seseorang menelpon, dia pasti mencari tempat sepi. Berbeda saat berkomunikasi dengan orang tuanya, pasti dia akan mengobrol di depan saya dan teman-temannya,” ungkap Widodo.

Diperkirakan penempatan Reza di Nunukan, sebagai pemberi informasi terhadap jaringannya. Karena Reza pernah mengajak temannya ke Filipina.

Tak hanya kejanggalan itu saja, Widodo pun pernah diperlihatkan oleh Reza, terkait video-video yang ada di handphone-nya berbau gerakan-gerakan radikalisme dari kelompok Islamic State Iraq Syria (ISIS). Video tersebut juga diperlihatkan dengan teman sekamarnya.

“Orangnya ini lugu dan polos, tidak ada yang pernah curiga karena selama ini hanya seperti biasa dan rajin salat lima waktu,” ujarnya.

Terpisah, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal menjelaskan lebih detail, terkait peran dari Reza merupakan agen dan panitia hijrah ke Filipina dengan wilayah tugas di Pos 2 Nunukan. Dia mengirim orang-orang yang ingin bergabung dengan kelompok teroris di negeri yang dipimpin Rodrigo Duterte. ”Pengiriman di jalur itu, dia yang memfasilitasi,” paparnya.

Pengiriman tersebut dilakukan menggunakan jalur darat dan laut. Dari Nunukan menuju Malaysia, lalu menggunakan kapal menuju Filipina. ”Namun, kami masih memastikannya lebih dulu,” ujar jenderal berbintang satu itu.

Saat ini terduga teroris tersebut, sudah berada di Mako Brimob Kelapa Dua, untuk dilakukan pendalaman. Iqbal menuturkan saat pemeriksaan nanti akan diketahui apakah Reza sendirian saat melakukan misi tersebut atau ada pelaku lain yang membantu.”Kami akan cari tahu apakah dia melakukan sendiri atau tidak,” urainya.

Menurutnya, upaya penangkapan terhadap terduga teroris itu merupakan langkah preemtive strike. Yang berupaya untuk mendahului adanya rencanan serangan aksi teror. ”Sebelum melakukan aksi dicegah duluan,” jelasnya.

Langkah tersebut sangat efektif, terbukti dengan amannya perayaan Natal dan Tahun Baru yang beberapa waktu lalu. Dia mengatakan, tidak ada ancaman berarti, hanya ada sedikit gangguan di Polsek Bontoala yang tidak menimbulkan kerusakan apapun. ”Secara umum semua aman,” paparnya.

Gangguan keamanan itu bila dihitung hanya 0,02 persen dari 5.000 Polsek se-Indonesia. Artinya, hampir seluruh wilayah Indonesia ini dapat menjalankan Natal dan Tahun Baru tanpa perlu khawatir adanya sesuatu. ”Semua itu terwujud,” jelasnya.

Kendati begitu, Polri tentu tidak ingin mengendorkan pengamanan. Setelah momentum Natal dan Tahun Baru, pengamanan terus dilakukan untuk mencegah adanya aksi teror. ”Semua tetap waspada mencegah berbagai kemungkinan,” ungkapnya.

Penjagaan kantor polisi juga terus ditingkatkan. Sehingga, pelayanan masyarakat bisa tetap berjalan dalam situasi kondusif. ”Kami memiliki fungsi pelayanan perizinan dan sebagainya, semua itu harus berjalan. Kendati pengamanan diperketat,” urainya.

Sebelum Natal dan Tahun Baru, Densus 88 Anti Teror telah menangkap 20 terduga teroris. Sebagian kecil di antaranya telah dibebaskan karena tidak memiliki cukup bukti untuk ditingkatkan statusnya menjadi tersangka. (nal/jpg/nri)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:10
Terkait 2.900 Ton Beras Vietnam via Sebatik

NAH KAN..!! Kemendag Sebut Selundupan

JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri pada Kementerian Perdagangan Oke Nurwan…

Rabu, 25 April 2018 11:59

AH PAYAH..!! Angka Kemiskinan Meningkat

TARAKAN - Populasi penduduk di Kaltara sedang mengalami pertumbuhan masif. Baru-baru ini Badan Pusat…

Rabu, 25 April 2018 11:57

Tak Sabar Ingin Bertemu dengan Pelajar Papua Barat

Indonesia Student & Youth Forum (ISYF) kembali menggelar Forum Pelajar Indonesia ke-10 (FOR X) dengan…

Rabu, 25 April 2018 11:55

GAWAT BAH..!! Penderita TBC Terus Bertambah

MESKI tidak menjadi kasus terbesar di Kalimantan Utara, namun penularan penyakit tuberkulosis (TBC)…

Rabu, 25 April 2018 11:53

Pusaka Tegaskan Tidak Ikut Aksi Penolakan FPI

ORGANISASI masyarakat (ormas) Pusaka Tarakan menegaskan tidak ikut ambil bagian dalam aksi damai penolakan…

Rabu, 25 April 2018 11:48

Antre Cetak E-KTP, Jaringan Malah Lelet

TARAKAN - Antrean panjang terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan dikarenakan…

Rabu, 25 April 2018 11:41

AC RSUD Bocor-Bocor Tak Kunjung Diperbaiki

TARAKAN - Penanganan plafon yang bocor di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan belum juga terealisasi.…

Rabu, 25 April 2018 11:32

Anggaran Menipis, Dishub Terpaksa Mengutang

TARAKAN - Traffic light yang berada di simpang Ladang, Pamusian, Tarakan Tengah, sudah dua hari tidak…

Rabu, 25 April 2018 11:30

Trayek Harus Dikurangi

TARAKAN - Bus rapid transit (BRT) yang telah beroperasi di Tarakan sejak 2017 lalu, memang masih harus…

Rabu, 25 April 2018 11:28

2022 Tak Terima Uang Tunai

Tarakan- Direncanakan bulan April ini, Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) mulai diimplementasikan secara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .