MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 03 Januari 2018 23:15
Ahmad Sering Menanyakan Tentang Surga ke Keluarga

Kisah Pilu Korban Terbaliknya Speedboat Anugrah Ekspress

SEDIH: Sang Ibunda Andi Sari Rachmadani, memegang foto anak keduanya almarhum Muhammad Yusuf Al Habsyi. FOTO: AYU LISNA/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Menghabiskan waktu liburan di Tanjung Selor, ternyata merupakan hari-hari terakhir Muhammad Yusuf Al Habsyi (7), bisa bersama-sama keluarga. Anak kedua dari pasangan Hendra Saputra dan Andi Sari Rachmadani ini telah berpulang ke pangkuan Allah SWT. Dia menjadi salah seorang penumpang speedboat Anugrah Ekspress, Senin (1/1) yang tak dapat diselamatkan.

Ayu Lysna

Muhammad Yusuf Al Habsy merupakan salah seorang siswa di sekolah dasar (SD) swasta yang berada di Jalan Sei Sesayap, Kampung 4 Tarakan. Dia dikenal anak yang pendiam. Tetapi, Ahmad sapaan akrabnya, juga merupakan anak yang mudah bergaul dengan teman-temannya. Saat di sekolah Ahmad gemar menggambar dan mewarnai, seperti teman sebayanya. Kenangan itu lah yang masih segar diingataan sang ibu, Andi Sari Rachmadani.

Diceritakan Sari, sapaan akrab sang ibunda almarhum Ahmad. Sebelum kejadian, dia tak merasakan firasat apapun. Namun memang, beberapa waktu terakhir Ahmad, sering sekali menanyakan tentang kehidupan setelah meninggal.

“Dia sering tanya sama saya, ibu... di surga itu ada apa saja?. Enak nggak bu di sana?. Ya saya jawab sepengetahuan saya saja, kalau di surga itu nyaman. Saya nggak tahu kalau ini pertanda Ahmad akan mendahului kami bertemu dengan Allah SWT,” tutur Sari dengan mata berkaca-kaca.

Tak hanya itu, Ahmad juga beberapa bulan terakhir ini sangat tertarik untuk belajar berenang. Biasanya dia berenang di belakang rumahnya yang berada di wilayah Jembatan Besi, tepatnya di belakang masjid Al-Amin. Bahkan saat liburan di Tanjung Selor, dia pun sering berenang bersama sepupunya.

“Waktu di Tarakan memang Ahmad ingin berenang bersama ayahnya. Tetapi belum kesampaian,” ungkap Sari.

Diakui Sari, Ahmad memang dikenal dekat dengan sang ayah. Bahkan saat malam pergantian tahun, Ahmad sempat video call dengan ayahnya. Liburan kali ini memang sang suami tak ikut, biasanya pun jika suaminya tidak ikut kata Sari, Ahmad pasti tidak akan ikut.

 “Tumben Ahmad mau ikut. Biasanya dia tinggal bersama ayahnya. Mungkin karena ada sepupu yang seusianya juga ikut, makanya dia mau. Ahmad berangkat ke Tanjung Selor bersama neneknya. Setelah itu saya menyusul bersama kakak dan adiknya,” beber Sari.

Tepat seminggu berada di Tanjung Selor, mereka memutuskan untuk pulang usai merayakan Tahun Baru, dengan menaiki speedboat nahas itu. Awalnya kata Sari, tidak ada hal-hal yang ganjal terjadi.  Sebelum berangkat nenek Ahmad, sempat mengingatkan Ahmad dan kakaknya untuk memakai pelampung sesaat sebelum berangkat.

“Anak saya yang perempuan langsung pakai. Tapi Ahmad menolak untuk memakai pelampung. Saat di dalam speedboat saya juga tidak menggunakan, karena saya sedang menggendong yang si bungsu,” ungkap Sari.

Sesaat setelah speedboat berjalan, tak beberapa lama kemudian terdengar suara hantaman keras seperti menabrak sesuatu. Tanpa penumpang sadari, tiba-tiba speedboat terbalik. Air mulai masuk, semua penumpang panik. Ruang bernapas mulai tidak ada.

Sari dan keluarganya memang berada tepat dekat dengan pintu darurat. Sehingga tidak begitu sulit mudah untuk mencari jalan keluar. Sari langsung mengikuti arahan sang ayahnya (kakek Ahmad), untuk keluar dari speedboat. “Ayah saya menyelamatkan kami secara bergantian,” ucap Sari.

 Begitu mereka sudah bisa timbul di perairan dengan bertumpu pada anak pertamanya yang menggunakan pelampung. Kondisi si bungsu kala itu juga sudah dalam keadaan lemas. “Kondisi itu semua orang sudah berlomba-lomba menyelamatkan diri,” tuturnya.

Saat itu, Sari sempat melihat topi yang Ahmad pakai mengambang di permukaan air. Sontak dia langsung berteriak mencari Ahmad berada di mana. “Saya langsung lemas dan berfikir dalam hati, Ahmad pasti hanyut,” cerita perempuan berhijab ini.

Bantuan mulai berdatangan, speedboat dibawa ke pinggir sungai. Seketika itu hati Sari hancur, melihat anak keduanya yang sedang dievakuasi tim penyelamat. “Ya Allah teriris hati saya dan hampir siup,” kenangnya mengingat sembari mengeluarkan air mata.

Setelah mereka diselamatkan, mereka sekeluarga langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan sebelum pulang ke Tarakan. Sampai di Tarakan, isak tangis keluarga terutama sang suami yang sangat terpukul atas meninggalnya anak keduanya pun tak tertahankan.  “Orang tua mana yang tidak sedih, jika anaknya meninggal. Tapi kami berusaha kuat dan tegar, Allah SWT pasti punya jalan. Selamat jalan anak ku, Muhammad Ahmad Al Habsyi,” kenangnya. (ays/nri)

 

 

 

 

 


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 12:08

Deadline Ganti Rugi Belum Pasti

TARAKAN – Gangguan sistem jaringan yang sempat dirasakan kurang lebih 200 pelanggan karena tidak…

Jumat, 20 Juli 2018 12:05

Lakukan Perbaikan Optimis Raih WTP

TARAKAN – Wali Kota Tarakan Sofian Raga berharap laporan keuangan selanjutnya bisa mendapatkan…

Jumat, 20 Juli 2018 12:04

Kesbangpol Belum Lakukan Verifikasi

TARAKAN – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tarakan, Agus Sutanto menegaskan…

Jumat, 20 Juli 2018 11:29

Sisihkan APBD untuk Lansia

Tarakan—Angka harapan hidup masyarakat Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Hal itu seiiring…

Jumat, 20 Juli 2018 11:28

Penutup Gorong-Gorong Rusak

TARAKAN – Rutin mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang diadakan setiap…

Jumat, 20 Juli 2018 11:26

JR Otak Curanmor di Tiga Lokasi

TARAKAN – Selain sebagai pelaku pencurian 38 aki tower milik Telkomsel dan XL, JR yang sebelumnya…

Jumat, 20 Juli 2018 11:23

Usai Menegur, Kepala MS Berdarah

TARAKAN – Niat hanya menegur tetangganya, RA, yang menambatkan kapalnya tidak di lokasi semestinya,…

Kamis, 19 Juli 2018 21:15

Stok Air Tersisa untuk Tiga Hari

TARAKAN - Kondisi air bersih di Bumi Paguntaka kian krisis. Komposisi air di tiga embung sudah semakin…

Kamis, 19 Juli 2018 21:12

Transportasi Online Dianggap Ilegal

TARAKAN – Kemarin, aksi damai kembali dilakukan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI)…

Kamis, 19 Juli 2018 11:34

Ratusan Sopir Angkot Demo Tolak Grab

TARAKAN - Ratusan sopirĀ  angkot yang tergabung dalam SPTI dan sopir angkutan konvensional lainnya, Kamis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .