MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 03 Januari 2018 23:15
Ahmad Sering Menanyakan Tentang Surga ke Keluarga

Kisah Pilu Korban Terbaliknya Speedboat Anugrah Ekspress

SEDIH: Sang Ibunda Andi Sari Rachmadani, memegang foto anak keduanya almarhum Muhammad Yusuf Al Habsyi. FOTO: AYU LISNA/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Menghabiskan waktu liburan di Tanjung Selor, ternyata merupakan hari-hari terakhir Muhammad Yusuf Al Habsyi (7), bisa bersama-sama keluarga. Anak kedua dari pasangan Hendra Saputra dan Andi Sari Rachmadani ini telah berpulang ke pangkuan Allah SWT. Dia menjadi salah seorang penumpang speedboat Anugrah Ekspress, Senin (1/1) yang tak dapat diselamatkan.

Ayu Lysna

Muhammad Yusuf Al Habsy merupakan salah seorang siswa di sekolah dasar (SD) swasta yang berada di Jalan Sei Sesayap, Kampung 4 Tarakan. Dia dikenal anak yang pendiam. Tetapi, Ahmad sapaan akrabnya, juga merupakan anak yang mudah bergaul dengan teman-temannya. Saat di sekolah Ahmad gemar menggambar dan mewarnai, seperti teman sebayanya. Kenangan itu lah yang masih segar diingataan sang ibu, Andi Sari Rachmadani.

Diceritakan Sari, sapaan akrab sang ibunda almarhum Ahmad. Sebelum kejadian, dia tak merasakan firasat apapun. Namun memang, beberapa waktu terakhir Ahmad, sering sekali menanyakan tentang kehidupan setelah meninggal.

“Dia sering tanya sama saya, ibu... di surga itu ada apa saja?. Enak nggak bu di sana?. Ya saya jawab sepengetahuan saya saja, kalau di surga itu nyaman. Saya nggak tahu kalau ini pertanda Ahmad akan mendahului kami bertemu dengan Allah SWT,” tutur Sari dengan mata berkaca-kaca.

Tak hanya itu, Ahmad juga beberapa bulan terakhir ini sangat tertarik untuk belajar berenang. Biasanya dia berenang di belakang rumahnya yang berada di wilayah Jembatan Besi, tepatnya di belakang masjid Al-Amin. Bahkan saat liburan di Tanjung Selor, dia pun sering berenang bersama sepupunya.

“Waktu di Tarakan memang Ahmad ingin berenang bersama ayahnya. Tetapi belum kesampaian,” ungkap Sari.

Diakui Sari, Ahmad memang dikenal dekat dengan sang ayah. Bahkan saat malam pergantian tahun, Ahmad sempat video call dengan ayahnya. Liburan kali ini memang sang suami tak ikut, biasanya pun jika suaminya tidak ikut kata Sari, Ahmad pasti tidak akan ikut.

 “Tumben Ahmad mau ikut. Biasanya dia tinggal bersama ayahnya. Mungkin karena ada sepupu yang seusianya juga ikut, makanya dia mau. Ahmad berangkat ke Tanjung Selor bersama neneknya. Setelah itu saya menyusul bersama kakak dan adiknya,” beber Sari.

Tepat seminggu berada di Tanjung Selor, mereka memutuskan untuk pulang usai merayakan Tahun Baru, dengan menaiki speedboat nahas itu. Awalnya kata Sari, tidak ada hal-hal yang ganjal terjadi.  Sebelum berangkat nenek Ahmad, sempat mengingatkan Ahmad dan kakaknya untuk memakai pelampung sesaat sebelum berangkat.

“Anak saya yang perempuan langsung pakai. Tapi Ahmad menolak untuk memakai pelampung. Saat di dalam speedboat saya juga tidak menggunakan, karena saya sedang menggendong yang si bungsu,” ungkap Sari.

Sesaat setelah speedboat berjalan, tak beberapa lama kemudian terdengar suara hantaman keras seperti menabrak sesuatu. Tanpa penumpang sadari, tiba-tiba speedboat terbalik. Air mulai masuk, semua penumpang panik. Ruang bernapas mulai tidak ada.

Sari dan keluarganya memang berada tepat dekat dengan pintu darurat. Sehingga tidak begitu sulit mudah untuk mencari jalan keluar. Sari langsung mengikuti arahan sang ayahnya (kakek Ahmad), untuk keluar dari speedboat. “Ayah saya menyelamatkan kami secara bergantian,” ucap Sari.

 Begitu mereka sudah bisa timbul di perairan dengan bertumpu pada anak pertamanya yang menggunakan pelampung. Kondisi si bungsu kala itu juga sudah dalam keadaan lemas. “Kondisi itu semua orang sudah berlomba-lomba menyelamatkan diri,” tuturnya.

Saat itu, Sari sempat melihat topi yang Ahmad pakai mengambang di permukaan air. Sontak dia langsung berteriak mencari Ahmad berada di mana. “Saya langsung lemas dan berfikir dalam hati, Ahmad pasti hanyut,” cerita perempuan berhijab ini.

Bantuan mulai berdatangan, speedboat dibawa ke pinggir sungai. Seketika itu hati Sari hancur, melihat anak keduanya yang sedang dievakuasi tim penyelamat. “Ya Allah teriris hati saya dan hampir siup,” kenangnya mengingat sembari mengeluarkan air mata.

Setelah mereka diselamatkan, mereka sekeluarga langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan sebelum pulang ke Tarakan. Sampai di Tarakan, isak tangis keluarga terutama sang suami yang sangat terpukul atas meninggalnya anak keduanya pun tak tertahankan.  “Orang tua mana yang tidak sedih, jika anaknya meninggal. Tapi kami berusaha kuat dan tegar, Allah SWT pasti punya jalan. Selamat jalan anak ku, Muhammad Ahmad Al Habsyi,” kenangnya. (ays/nri)

 

 

 

 

 


BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 13:51

Kapolres Baru, Fokus Suksesi Pilwali

TARAKAN – Rabu (25/4), nakhoda kepemimpinan Polres Tarakan secara resmi berganti dari AKBP Dearystone…

Kamis, 26 April 2018 13:23

Stunting Serang 30 Persen Balita di Kaltara

TARAKAN - Kasus stunting yang menimpa 30 persen balita di Kalimantan Utara memang perlu segera ditangani.…

Kamis, 26 April 2018 13:17

Tiga Tahun Bangun 60 BTS, Medan Menyulitkan

TARAKAN -  Direktur Infrastruktur Balai Penyedia Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika…

Kamis, 26 April 2018 13:16

Penertiban Allana, Prospek Cerah Daging Lokal

TARAKAN - Daging beku saat ini tidak semua ilegal. Tetapi karena banyaknya daging beku ilegal yang beredar,…

Kamis, 26 April 2018 13:11

SUDAH DARI DULU..!! KP Pertamina EP Dikuasai Warga

TARAKAN – Mendirikan bangunan di atas wilayah kerja pertambangan (WKP) cukup berbahaya. Berisiko…

Kamis, 26 April 2018 12:51

Stok Barang Aman, Harga Masih Normal

TARAKAN - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Kementerian Perdagangan melakukan sidak ke beberapa pasar.…

Kamis, 26 April 2018 12:40

Salurkan 5.800 Tabung Per Hari

TARAKAN - Naiknya harga LPG 3 kg  di beberapa pangkalan dan terlihat langka memang masih menjadi…

Kamis, 26 April 2018 12:33

Rutin Melakukan Swadaya Setiap Bulan

TARAKAN – Inisiatif warga RT 2, Kelurahan Juata Kerikil untuk membangun lingkungan sangat tinggi.…

Kamis, 26 April 2018 12:24

Tidak Kapok, Residivis Berhasil Diringkus

TARAKAN – Meski sempat mendekam di penjara karena kasus pencurian, SN (29), kembali melakukan…

Kamis, 26 April 2018 12:24

Tidak Kapok, Residivis Berhasil Diringkus

TARAKAN – Meski sempat mendekam di penjara karena kasus pencurian, SN (29), kembali melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .