MANAGED BY:
SELASA
22 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 02 Januari 2018 11:43
Tidak Bayar, Dilarang Masuk

Dugaan Pungli di Wisata Desa Tanjung Karang

DIMANFAATKAN OKNUM: Warga Sebatik yang ingin berkunjung ke Pantai Kayu Angin dan Batulamampu, Kecamatan Sebatik mengeluh karena pungutan biaya masuk. Foto kanan, contoh karcis yang diberikan ke pengunjung. RANDI UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, class="m-852198563305168382gmail-msonormal">NUNUKAN – Libur dimanfaatkan warga mengunjungi lokasi wisata seperti Pantai Kayu Angin dan Batulamampu di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik. Setiap awal tahun lokasi wisata itu padat dengan pengunjung.

Namun ada yang berbeda dari tahun sebelumnya, pengunjung yang ingin masuk ke Pantai Kayu Angin dan Batulamampu harus membayar karcis masuk. Pengguna kendaraan roda dua dikenakan biaya sebesar Rp 5 ribu, sedangkan untuk kendaraan roda empat sebesar Rp 10 ribu.

Hal tersebut, membuat warga setempat dan pengunjung protes. Seperti diungkapkan Randi, pemuda di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik. Pungutan biaya masuk ke Pantai Kayu Angin dan Batulamampu dilakukan oleh orang yang tak bertanggungjawab dan ingin memanfaatkan ramainya pengunjung yang datang.

“Pungutan karcis tersebut tanpa izin dari pemerintah setempat baik dari desa maupun Camat, makanya saya protes karena tidak baik bagi warga di Desa Tanjung Karang,” kata Randi kepada Radar Nunukan, Senin (1/1).

Menurutnya, pungutan biaya masuk tidak menjadi masalah jika telah mendapat izin sebelumnya dari Kepala Desa maupun Camat. Selain itu biaya yang dipungut dari para pengunjung harus jelas akan digunakan untuk keperluan apa.

Jika hanya inisiatif perseorangan demi keuntungan sendiri tentu sangat merugikan pengunjung. Dana tersebut dipastikan tidak akan masuk ke kas pemerintah setempat apalagi daerah. Pungutan itu juga dinilai menimbulkan citra buruk di masyarakat Desa Tanjung Karang di mata pengunjung.

“Saya sebagai warga setempat dan sekaligus pengunjung, merasa malu dan keberatan karena bukti pembayaran yang diberikan hanya ditulis menggunakan spidol, tanpa ada cap atau porporasi,” ujarnya.

Dia menambahkan, selama ini pengunjung yang ingin menikmati keindahan Pantai Kayu Angin dan Batulamampu tidak pernah dikenakan biaya masuk. Pantai tersebut belum dikelola oleh pemerintah sehingga masyarakat bisa bebas masuk.

“Jika biaya masuk tersebut dipungut oleh pemerintah setempat, mungkin tidak menjadi masalah karena pasti akan masuk ke kas daerah,” tambahnya.

Sementara, Kepala Desa Tanjung Karang Arnil mengatakan, sebelum dilakukan penarikan pungutan biaya masuk bagi pengunjung di Pantai Kayu Angin dan Batulamampu telah disampaikan ke pihaknya. Hanya saja, kemudian tak diberi izin untuk memungut biaya tersebut.

“Yang melakukan pungutan biaya masuk itu minta izin ke saya, namun saya tidak memberikan izin. Karena tidak ada aturan bahwa berhak memungut biaya masuk,” kata Arnil kepada media ini.

 

Arnil mengutip alasan sang oknum memungut biaya masuk, untuk kepentingan sebuah turnamen sepakbola. Namun menurutnya, pungutan tak sesuai aturan yang ada. Bahkan pungutan terpaksa dibubarkan.

“Sudah saya bubarkan, bahwa pengunjung yang masuk ke pantai tersebut tidak perlu dipungut biaya masuk,” tegasnya. (nal/lim)

 


BACA JUGA

Senin, 21 Mei 2018 12:19

Ditinggal Kerja, Rumah Dilahap Api

NUNUKAN – Rumah salah seoang warga di Jalan Membunut, Nunukan Selatan ludes dilahap sijago merah…

Senin, 21 Mei 2018 12:15

Lima Bulan, 1.000 BMI Dihalau

NUNUKAN – Sejak awal Januari hingga Mei setiap pekan tepatnya hari Kamis pemerintah Malaysia selalu…

Sabtu, 19 Mei 2018 08:46

Warga di Sini Jadi Incaran Buaya dan Ular Sembakung

NUNUKAN – Warga di Desa Tepian, Kecamatan Sembakung membutuhkan perhatian dari pemerintah. Sebab…

Sabtu, 19 Mei 2018 08:44

Layanan Belum Memenuhi Keinginan Masyarakat

NUNUKAN – Sistem birokrasi dalam tubuh pemerintah, masih banyak yang dikeluhkan oleh masyarakat.…

Jumat, 18 Mei 2018 12:38

Defisit, Pembangunan Sulit Terlaksana

NUNUKAN - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Nunukan…

Jumat, 18 Mei 2018 12:13

Pengecer Gas Melon Ilegal Segera Ditangani Tim Satgas

NUNUKAN – Persoalan gas melon 3 kilogram (kg) di wilayah perbatasan belum berakhir. Sampai saat…

Jumat, 18 Mei 2018 12:08

Calon Anggota Legislatif Dilarang Kampanye

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan telah menyampaikan larangan kampanye melalui…

Jumat, 18 Mei 2018 12:06

Pencuri Handphone di Jok Motor Dibekuk

NUNUKAN – Salah seorang pelaku pencurian sejumlah handphone yang diletakkan di kantong serta jok…

Jumat, 18 Mei 2018 12:04

Terjadi Gangguan, Maskapai Ini Gagal Terbang Perdana

NUNUKAN – Maskapai Aviastar yang ditetapkan sebagai pememang lelang Subsidi Ongkos Angkut (SOA)…

Kamis, 17 Mei 2018 11:17

Temukan Barang Terlarang di Lapas

NUNUKAN – Tak ingin kejadian kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Depok, beberapa waktu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .