MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 02 Januari 2018 11:43
Tidak Bayar, Dilarang Masuk

Dugaan Pungli di Wisata Desa Tanjung Karang

DIMANFAATKAN OKNUM: Warga Sebatik yang ingin berkunjung ke Pantai Kayu Angin dan Batulamampu, Kecamatan Sebatik mengeluh karena pungutan biaya masuk. Foto kanan, contoh karcis yang diberikan ke pengunjung. RANDI UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, class="m-852198563305168382gmail-msonormal">NUNUKAN – Libur dimanfaatkan warga mengunjungi lokasi wisata seperti Pantai Kayu Angin dan Batulamampu di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik. Setiap awal tahun lokasi wisata itu padat dengan pengunjung.

Namun ada yang berbeda dari tahun sebelumnya, pengunjung yang ingin masuk ke Pantai Kayu Angin dan Batulamampu harus membayar karcis masuk. Pengguna kendaraan roda dua dikenakan biaya sebesar Rp 5 ribu, sedangkan untuk kendaraan roda empat sebesar Rp 10 ribu.

Hal tersebut, membuat warga setempat dan pengunjung protes. Seperti diungkapkan Randi, pemuda di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik. Pungutan biaya masuk ke Pantai Kayu Angin dan Batulamampu dilakukan oleh orang yang tak bertanggungjawab dan ingin memanfaatkan ramainya pengunjung yang datang.

“Pungutan karcis tersebut tanpa izin dari pemerintah setempat baik dari desa maupun Camat, makanya saya protes karena tidak baik bagi warga di Desa Tanjung Karang,” kata Randi kepada Radar Nunukan, Senin (1/1).

Menurutnya, pungutan biaya masuk tidak menjadi masalah jika telah mendapat izin sebelumnya dari Kepala Desa maupun Camat. Selain itu biaya yang dipungut dari para pengunjung harus jelas akan digunakan untuk keperluan apa.

Jika hanya inisiatif perseorangan demi keuntungan sendiri tentu sangat merugikan pengunjung. Dana tersebut dipastikan tidak akan masuk ke kas pemerintah setempat apalagi daerah. Pungutan itu juga dinilai menimbulkan citra buruk di masyarakat Desa Tanjung Karang di mata pengunjung.

“Saya sebagai warga setempat dan sekaligus pengunjung, merasa malu dan keberatan karena bukti pembayaran yang diberikan hanya ditulis menggunakan spidol, tanpa ada cap atau porporasi,” ujarnya.

Dia menambahkan, selama ini pengunjung yang ingin menikmati keindahan Pantai Kayu Angin dan Batulamampu tidak pernah dikenakan biaya masuk. Pantai tersebut belum dikelola oleh pemerintah sehingga masyarakat bisa bebas masuk.

“Jika biaya masuk tersebut dipungut oleh pemerintah setempat, mungkin tidak menjadi masalah karena pasti akan masuk ke kas daerah,” tambahnya.

Sementara, Kepala Desa Tanjung Karang Arnil mengatakan, sebelum dilakukan penarikan pungutan biaya masuk bagi pengunjung di Pantai Kayu Angin dan Batulamampu telah disampaikan ke pihaknya. Hanya saja, kemudian tak diberi izin untuk memungut biaya tersebut.

“Yang melakukan pungutan biaya masuk itu minta izin ke saya, namun saya tidak memberikan izin. Karena tidak ada aturan bahwa berhak memungut biaya masuk,” kata Arnil kepada media ini.

 

Arnil mengutip alasan sang oknum memungut biaya masuk, untuk kepentingan sebuah turnamen sepakbola. Namun menurutnya, pungutan tak sesuai aturan yang ada. Bahkan pungutan terpaksa dibubarkan.

“Sudah saya bubarkan, bahwa pengunjung yang masuk ke pantai tersebut tidak perlu dipungut biaya masuk,” tegasnya. (nal/lim)

 


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:00

Anggaran Dipangkas, Satpol PP Jadi “Macan Ompong”

NUNUKAN – KinerjaSatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan sebagai penegak peraturan daerah…

Jumat, 21 September 2018 10:57

Manfaatkan Belanja Alat Dapur

NUNUKAN – Kalender Islam 10 Muharam kemarin dijadikan momen unik oleh sebagian ibu-ibu di Nunukan,…

Jumat, 21 September 2018 10:56

Setelah DCT Ditetapkan, Pertarungan Dimulai

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan telah menetapkan 302 calon anggota Dewan Perwakilan…

Jumat, 21 September 2018 10:55

Minggu, Rombongan Asal Nunukan Tiba

JAMAAH haji asal Nunukan yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 11 embarkasi haji Balikpapan,…

Jumat, 21 September 2018 10:54

Tak ada Formasi Bagi K2

NUNUKAN – Honorer kategori dua (K2) harus berkecil hati. Sebab, dari pengumunan formasi Calon…

Kamis, 20 September 2018 13:04

Alasan Anggaran, RS Tak Dioperasikan

PELAYANAN Kesehatan di 11 kecamatan yang berada di wilayah tiga di antaranya, Kecamatan Sebuku, Sembakung,…

Kamis, 20 September 2018 12:46

Jembatan Rp 7,5 Miliar Mulai Dikerjakan

NUNUKAN – Setelah menanti 13 tahun lamanya, jembatan permukiman warga di rukun tetangga (RT) 10,…

Kamis, 20 September 2018 12:28

Ketahuan Mencuri, Pemuda Divonis Penjara Satu Tahun

NUNUKAN – Terdakwa Jamal, pemuda berusia 18 tahun dengan perkara pencurian akhirnya menjalani…

Kamis, 20 September 2018 12:26

Tak Ditahan, HM Wajib Lapor

NUNUKAN – HM, seorang pendidik dari salah satu Sekolah Menengas Pertama (SMP) di Nunukan yang…

Kamis, 20 September 2018 12:20

Pencarian Ditutup, Rini Azhara Belum Ditemukan

NUNUKAN – Tim SAR gabungan belum juga menemukan sosok Rini Azhara (7) yang hilang di pasar malam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .