MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 02 Januari 2018 11:43
Tidak Bayar, Dilarang Masuk

Dugaan Pungli di Wisata Desa Tanjung Karang

DIMANFAATKAN OKNUM: Warga Sebatik yang ingin berkunjung ke Pantai Kayu Angin dan Batulamampu, Kecamatan Sebatik mengeluh karena pungutan biaya masuk. Foto kanan, contoh karcis yang diberikan ke pengunjung. RANDI UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, class="m-852198563305168382gmail-msonormal">NUNUKAN – Libur dimanfaatkan warga mengunjungi lokasi wisata seperti Pantai Kayu Angin dan Batulamampu di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik. Setiap awal tahun lokasi wisata itu padat dengan pengunjung.

Namun ada yang berbeda dari tahun sebelumnya, pengunjung yang ingin masuk ke Pantai Kayu Angin dan Batulamampu harus membayar karcis masuk. Pengguna kendaraan roda dua dikenakan biaya sebesar Rp 5 ribu, sedangkan untuk kendaraan roda empat sebesar Rp 10 ribu.

Hal tersebut, membuat warga setempat dan pengunjung protes. Seperti diungkapkan Randi, pemuda di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik. Pungutan biaya masuk ke Pantai Kayu Angin dan Batulamampu dilakukan oleh orang yang tak bertanggungjawab dan ingin memanfaatkan ramainya pengunjung yang datang.

“Pungutan karcis tersebut tanpa izin dari pemerintah setempat baik dari desa maupun Camat, makanya saya protes karena tidak baik bagi warga di Desa Tanjung Karang,” kata Randi kepada Radar Nunukan, Senin (1/1).

Menurutnya, pungutan biaya masuk tidak menjadi masalah jika telah mendapat izin sebelumnya dari Kepala Desa maupun Camat. Selain itu biaya yang dipungut dari para pengunjung harus jelas akan digunakan untuk keperluan apa.

Jika hanya inisiatif perseorangan demi keuntungan sendiri tentu sangat merugikan pengunjung. Dana tersebut dipastikan tidak akan masuk ke kas pemerintah setempat apalagi daerah. Pungutan itu juga dinilai menimbulkan citra buruk di masyarakat Desa Tanjung Karang di mata pengunjung.

“Saya sebagai warga setempat dan sekaligus pengunjung, merasa malu dan keberatan karena bukti pembayaran yang diberikan hanya ditulis menggunakan spidol, tanpa ada cap atau porporasi,” ujarnya.

Dia menambahkan, selama ini pengunjung yang ingin menikmati keindahan Pantai Kayu Angin dan Batulamampu tidak pernah dikenakan biaya masuk. Pantai tersebut belum dikelola oleh pemerintah sehingga masyarakat bisa bebas masuk.

“Jika biaya masuk tersebut dipungut oleh pemerintah setempat, mungkin tidak menjadi masalah karena pasti akan masuk ke kas daerah,” tambahnya.

Sementara, Kepala Desa Tanjung Karang Arnil mengatakan, sebelum dilakukan penarikan pungutan biaya masuk bagi pengunjung di Pantai Kayu Angin dan Batulamampu telah disampaikan ke pihaknya. Hanya saja, kemudian tak diberi izin untuk memungut biaya tersebut.

“Yang melakukan pungutan biaya masuk itu minta izin ke saya, namun saya tidak memberikan izin. Karena tidak ada aturan bahwa berhak memungut biaya masuk,” kata Arnil kepada media ini.

 

Arnil mengutip alasan sang oknum memungut biaya masuk, untuk kepentingan sebuah turnamen sepakbola. Namun menurutnya, pungutan tak sesuai aturan yang ada. Bahkan pungutan terpaksa dibubarkan.

“Sudah saya bubarkan, bahwa pengunjung yang masuk ke pantai tersebut tidak perlu dipungut biaya masuk,” tegasnya. (nal/lim)

 


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 12:41

Sosok Mayat Ditemukan Depan Kantor Imigrasi

NUNUKAN - Sosok mayat tiba-tiba ditemukan di depan Kantor Imigrasi Kelas II B Nunukan. Jalan Ujang Dewa, …

Kamis, 22 Februari 2018 10:37

Dugaan Pungli PTSL Bakal Ditelusuri ORI

NUNUKAN – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) akan menindaklanjuti…

Kamis, 22 Februari 2018 10:09

Masak Air Ditinggal, Rumah Jadi Arang

NUNUKAN – Amukan si jago merah melalap satu rumah warga di Jalan Cut Nyak Dien, Gang Bukit Indah,…

Kamis, 22 Februari 2018 10:08

Sekolah Tanpa Kursi dan Meja Direspons

NUNUKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan mendistribusikan bantuan ke Sekolah…

Kamis, 22 Februari 2018 10:07

Desak Perusahaan Berkantor di Nunukan

NUNUKAN – Upaya Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan agar perusahaan besar berkantor…

Rabu, 21 Februari 2018 11:13

Memprihatinkan, ke Sekolah Memakai Perahu

Berada di daerah pelosok memang segalanya masih serba tertinggal. Begitu pula dengan kondisi pendidikan.…

Rabu, 21 Februari 2018 10:54

NAH KENAPA INI..??? Kejari SP3 Kasus Rumjab Bupati

NUNUKAN - Hilangnya rumah jabatan (rujab) Bupati Nunukan sampai saat ini penuh misteri. Entah, pembongkaran…

Rabu, 21 Februari 2018 10:51

Nyatakan Oposisi, Mesra dengan Demokrat

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memilih sikap oposisi terhadap pemerintahan Hj. Asmin Laura-H. Faridil…

Rabu, 21 Februari 2018 10:49

Sidak Pasar, Setop Dominasi Sembako Malaysia, MEMANGNYA BISA..??

NUNUKAN – Guna memastikan harga dan stok sembilan bahan pokok (sembako) stabil dan mampu memenuhi…

Selasa, 20 Februari 2018 10:51

Pemilik Kue Berisi Narkoba DPO

NUNUKAN – Percobaan penyelundupan narkotika golongan satu jenis sabu-sabu skala internasional,dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .