MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 30 Desember 2017 11:17
Berawal dari Coret-Coret Kertas, Kini Banjir Orderan

Mengenal Rosean Nur Siti Aisyah, Pelukis Sketsa Autodidak

KREATIF: Sean memperlihatkan hasil lukisan sketsanya buatannya, sesuai dengan permintaan konsumennya. FOTO AYU LYSNA/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Memiliki bakat melukis memang sudah ada sejak kecil. Namun Rosean Nur Siti Aisyah baru menyadari kemampuannya itu saat duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). Dia lebih gemar membuat sketsa yang bisa menonjolkan dari karakter obyek yang dilukisnya.

Ayu Lysna

Melukis wajah seseorang di dalam selembaran kertas bukanlah hal yang mudah. Namun, bagi gadis remaja berusia 19 tahun ini, itu tidaklah sukar dilakukan. Sejak kecil, jari jemarinya memang sudah mahir memainkan pensil serta kuas-kuas di atas kertas-kertas putih.

Sean sapaan akrabnya menceritakan, awalnya dia hanya iseng karena sering coret-coret menggunakan pensil di atas kertas. Seiring berjalannya waktu, ia terus mengasah kemampuan hingga bisa melukis wajah seseorang yang sangat mirip dengan aslinya.

“Pertamanya, hanya coretan biasa.Lalu sambil membayangkan obyek yang akan digambar, ternyata berhasil. Tapi kebanyakan sih, saya lebih menggunakan pensil biasa bukan pensil warna,” bebernya, kemarin (29/12).

Sean menceritakan, saat kelas duduk di bangku kelas 3 SMA, baru memberanikan diri untuk memegang kuas dan mengembangkan bakatnya seperti melukis gambar 3 dimensi atau 3D. Meskipun, diakuinya belum terlalu menguasai, namun dia terus belajar meski secara autodidak. “Sebenarnya untuk 3D, saya belajar autodidak dari sosial media,” ungkapnya.

Sean juga, memiliki pengalaman berangkat hingga ke luar kota untuk mengikuti perlombaan melukis. Dia memilih kategori kaligrafi tulisan Arab. Meski demikian, saat ada kategori lain seperti 3D, Sean juga mengikutinya sembari belajar.

“Iya, masing-masing ada kelasnya. Jadi tetap saya ikuti, sembari mencari ilmu,” paparnya.

“Saya juga punya grup sendiri di sosial media. Isinya seniman luar, jadi buat menambah ilmu juga sih,” tambahnya.

Saat ini, perempuan berstatus mahasiswi sekaligus asisten dosen (asdos) di salah satu kampus ternama di Kota Tarakan ini, akhirnya memberanikan diri untuk lebih mengasah kemampuannya dengan menghasilkan duit dari hasil lukisan sketsanya.

“Teman-teman biasanya minta aku untuk buatkan sketsa wajah, sebagai hadiah ulang tahun atau anniversary. Alhamdulillah, sejak kelas 3 SMA itu sebenarnya sudah bisa menghasilkan duit,” ucapnya dengan tersenyum.

Untuk melukis 3D, Sean mengatakan, memiliki tantangan tersendiri. Hal ini dikarenakan, selain di selembar kertas, tembok dinding bahkan jembatan pun dapat dikreasikan.

“Waktu itu bersama teman dua orang, melukis gambar 3D di jembatan. Ini sebenarnya juga tantangan, tetapi menurut aku melukis di kertas lebih susah,” tuturnya.

Diakuinya, melukis 3D di kertas memang lebih sukar. Karena akan lebih banyak arsiran sedangkan jika menggunakan cat lebih mudah, membedakan warna dan dapat disatukan lalu diarsir di atas tembok.

“Dasarnya 3D itu memang harus bermain warna dan imajinasi. Kreativitas harus lebih dikembangkan,” aku Sean.

Kegemarannya ini juga mendapatkan dukungan orang tua, sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, kini dia juga memiliki tanggungjawab  sebagai kepala rumah tangga untuk membiayai kebutuhan keluarga.

“Ibu saya biar di rumah saja, terkadang juga mempromosikan gambar saya ke tetangga. Kebetulan, ayah saya sudah tidak ada. Jadi saya kuliah sembari mencari rezeki,” ujar Sean.

Harapan ke depannya, ia menginginkan agar usaha sketsa wajahnya lebih berkembang dan dapat dikenal semua orang. Meskipun saat ini, minimal per-hari ia mendapatkan orderan hingga 5 orderan.

“Saya lebih fokus ke sketsa karena lebih banyak orderan di situ ketimbang 3D. Terakhir, melukis 3D di jembatan RT 04 Karang Rejo bersama tiga teman saya,” imbuhnya.

“Saya tidak membatasi orderan, karena itu adalah rezeki yang tidak boleh ditolak. Biasanya kalau satu sketsa saya selesaikan dalam tiga jam,” ungkap wanita kelahiran Tarakan ini. (***/nri)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 12:50

Rekor Awal Tahun, Empat Jam Padam

TARAKAN – Meski sudah berganti tahun, namun persoalan pemadaman listrik masih terjadi. Padahal…

Selasa, 23 Januari 2018 12:47

Dana Suvenir Balon Capai Rp 100 Juta

TARAKAN – Memasuki masa kampanye Pilwali Tarakan para pengusaha jasa pembuatan spanduk, baliho…

Selasa, 23 Januari 2018 12:45

Enam Kelurahan Rawan Kecurangan

TARAKAN - Kecurangan pada proses pemilihan umum (Pemilu), menjadi atensi khusus yang harus disikapi…

Selasa, 23 Januari 2018 12:36

Tak Cukup Bukti, Laporan Dihentikan

TARAKAN - Gugatan pasangan Sabirin Sanyong dan Tajuddin Tuwo (Santun) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU),…

Selasa, 23 Januari 2018 12:29

Hanura Terancam Jadi Penonton

TARAKAN - Konflik yang terjadi di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) belum…

Selasa, 23 Januari 2018 12:27

Tegaskan Imunisasi Dihalalkan MUI

TARAKAN – Target 92 persen pemberian imunisasi kepada anak-anak hingga saat ini oleh Dinas Kesehatan…

Selasa, 23 Januari 2018 12:23

Drainase Tersumbat Pasir dan Sampah

TARAKAN – Pada umumnya permasalahan di setiap lingkungan rukun tetangga (RT) hampir sama. Jika…

Senin, 22 Januari 2018 14:22

Balon-Tim Sukses Harus Melek UU

PERSOALAN biaya kampanye memang rentan mengarah ke arah black campaign. Belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya,…

Senin, 22 Januari 2018 14:19

Arief Jadi Wali Kota Selama 130 Hari

TARAKAN – Sang petahana Sofian Raga yang memutuskan untuk ingin melanjutkan kerjanya, pada Pilwali…

Senin, 22 Januari 2018 14:07

Andalkan Sumbangan Sukarela Masyarakat-Gereja

KEBERADAAN maskapai Mission Aviation Fellowship (MAF), seolah menjadi penolong bagi masyarakat pedalaman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .