MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 29 Desember 2017 13:47
Gagal Jadi Pilot, Tak Pupuskan Rasa Cinta Dunia Dirgantara

Hobi Koleksi Puluhan Pesawat Mini yang Harganya Tidak Murah

MERAKIT PESAWAT: Rudy tengah asyik merakit salah satu pesawat jenis piper cup koleksinya, sebelum diterbangkan. Mega Retno Wulandari/Radar Tarakan

PROKAL.CO, Tak kesampaian jadi pilot, tidak lantas mengubur kegemarannya pada dunia penerbangan. Rudy Hartanto, kini memiliki beragam koleksi pesawat miniatur sebagai sarana menyalurkan hobi dan kegemarannya mengendalikan pesawat. Kini sudah 20 minatur pesawat tertata rapi di rumahnya, yang sudah dikumpulkannya sejak tahun 2003.

Mega Retno Wulandari

Kecintaannya terhadap miniatur burung besi itu, sudah dilakoninya sejak 14 tahun silam. Pesawat mini itu kerap disebut aeromodeling. Kegemarannya di dunia penerbangan itu sudah ada sejak dia duduk di bangku sekolah dasar (SD). Sebab dulunya, dia bercita-cita menjadi seorang pilot.

Namun sayang, cita-cita itu tidak bisa terwujudkan. Kendati begitu, Rudy tak berputus asa. Dia tetap mencintai dunia penerbangan, yang akhirnya membawanya untuk mengenali dunia areomodeling.

Kecintaannya terhadap pesawat dia tuangkan di hobi barunya kala itu. Sejak memiliki penghasilan sendiri. Pesawat mini yang dimilikinya pertama kali itu berbahan gabus seharga Rp 750 ribu dengan menggunakan tenaga baterai, yang dibeli dari hasil kerja kerasnya.

“Namanya anak laki-laki pasti suka dengan pesawat. Jadi setelah saya kerja, saya bisa menyalurkan hobi ini, dengan beli pesawat aeromodeling awalnya pesawat yang dari gabus lama-lama meningkat yang pakai mesin,” cerita Rudy.

Seiring berjalannya waktu, Rudy semakin menambah koleksinya demi memuaskan hasrat hobi aeromodeling-nya. Dia bisa menghabiskan biaya hingga puluhan juta pun tak masalah baginya. Sebab, untuk satu body pesawat terbang saja bisa mencapa harga Rp 3 hingga 5 juta. Ditambah dengan mesin pesawat berkisar Rp 3 sampai 5 juta pula.

“Sekarang punya 25 pesawat, tapi nggak semua ada mesin karena mesin pesawat itu bisa dibongkar pasang. Apalagi dengan tipe pesawat yang sama. tergantung selera saja. Karena mesinnya mahal. Semua itu terbayarkan, karena  ini standar pesawat ini seperti pesawat sungguhan. Cara mengoperasikannya sama. Hanya ini dalam bentuk mini,” tambahnya.

Untuk diketahui, pesawat aeromodeling dikendalikan dengan remote control dari bawah. Perlu ada latihan khusus agar dapat piawai mengoprasikannya. Pria 35 tahun ini pun, membutuhkan cukup lama untuk bisa menguasai beragam teknik dalam menerbangkan pesawat aeromodeling.

“Kalau mau mainkan ini kami biasanya menggunakan simulator dulu. Jadi dikendalikan sama dengan remote-nya tapi kita di depan monitor. Jadi kalau bolak-balik jatuh nggak masalah. Karena cuman lihat di monitor, fungsinya agar tahu orientasi pesawat. Kita harus membayangkan seperti ada di dalam pesawat,” ungkapnya.

“Jadi benar-benar seperti mengemudi pesawat. Feel-nya seperti itu. Bisa dibilang pilot juga,” candanya.

Anggota dari Aeromodeling Club Halim, Jakarta ini, juga turut menganjurkan bagi pemula yang ingin mencoba sensasinya menerbangkan pesawat mini, agar membeli lebih dulu simulator pengemudi pesawat yang banyak dijual di toko khusus hobi dengan budget, Rp 300 ribu.

“Simulator banyak dijual, jadi gampang aja. Belajar dengan simulator itu penting, untuk mengendalikan kemudi pesawat dari bawah. Kalau pemula biasanya cara terbangnya masih biasa, kalau menengah sudah mulai ada aerobatic, kalau pro full aerobatic dan 3D,jadi semua itu bisa dipelajari asal ada niat,” jelasnya, kepada Radar Tarakan. (***/nri)


BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 13:51

Kapolres Baru, Fokus Suksesi Pilwali

TARAKAN – Rabu (25/4), nakhoda kepemimpinan Polres Tarakan secara resmi berganti dari AKBP Dearystone…

Kamis, 26 April 2018 13:23

Stunting Serang 30 Persen Balita di Kaltara

TARAKAN - Kasus stunting yang menimpa 30 persen balita di Kalimantan Utara memang perlu segera ditangani.…

Kamis, 26 April 2018 13:17

Tiga Tahun Bangun 60 BTS, Medan Menyulitkan

TARAKAN -  Direktur Infrastruktur Balai Penyedia Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika…

Kamis, 26 April 2018 13:16

Penertiban Allana, Prospek Cerah Daging Lokal

TARAKAN - Daging beku saat ini tidak semua ilegal. Tetapi karena banyaknya daging beku ilegal yang beredar,…

Kamis, 26 April 2018 13:11

SUDAH DARI DULU..!! KP Pertamina EP Dikuasai Warga

TARAKAN – Mendirikan bangunan di atas wilayah kerja pertambangan (WKP) cukup berbahaya. Berisiko…

Kamis, 26 April 2018 12:51

Stok Barang Aman, Harga Masih Normal

TARAKAN - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Kementerian Perdagangan melakukan sidak ke beberapa pasar.…

Kamis, 26 April 2018 12:40

Salurkan 5.800 Tabung Per Hari

TARAKAN - Naiknya harga LPG 3 kg  di beberapa pangkalan dan terlihat langka memang masih menjadi…

Kamis, 26 April 2018 12:33

Rutin Melakukan Swadaya Setiap Bulan

TARAKAN – Inisiatif warga RT 2, Kelurahan Juata Kerikil untuk membangun lingkungan sangat tinggi.…

Kamis, 26 April 2018 12:24

Tidak Kapok, Residivis Berhasil Diringkus

TARAKAN – Meski sempat mendekam di penjara karena kasus pencurian, SN (29), kembali melakukan…

Kamis, 26 April 2018 12:24

Tidak Kapok, Residivis Berhasil Diringkus

TARAKAN – Meski sempat mendekam di penjara karena kasus pencurian, SN (29), kembali melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .