MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 29 Desember 2017 13:47
Gagal Jadi Pilot, Tak Pupuskan Rasa Cinta Dunia Dirgantara

Hobi Koleksi Puluhan Pesawat Mini yang Harganya Tidak Murah

MERAKIT PESAWAT: Rudy tengah asyik merakit salah satu pesawat jenis piper cup koleksinya, sebelum diterbangkan. Mega Retno Wulandari/Radar Tarakan

PROKAL.CO, Tak kesampaian jadi pilot, tidak lantas mengubur kegemarannya pada dunia penerbangan. Rudy Hartanto, kini memiliki beragam koleksi pesawat miniatur sebagai sarana menyalurkan hobi dan kegemarannya mengendalikan pesawat. Kini sudah 20 minatur pesawat tertata rapi di rumahnya, yang sudah dikumpulkannya sejak tahun 2003.

Mega Retno Wulandari

Kecintaannya terhadap miniatur burung besi itu, sudah dilakoninya sejak 14 tahun silam. Pesawat mini itu kerap disebut aeromodeling. Kegemarannya di dunia penerbangan itu sudah ada sejak dia duduk di bangku sekolah dasar (SD). Sebab dulunya, dia bercita-cita menjadi seorang pilot.

Namun sayang, cita-cita itu tidak bisa terwujudkan. Kendati begitu, Rudy tak berputus asa. Dia tetap mencintai dunia penerbangan, yang akhirnya membawanya untuk mengenali dunia areomodeling.

Kecintaannya terhadap pesawat dia tuangkan di hobi barunya kala itu. Sejak memiliki penghasilan sendiri. Pesawat mini yang dimilikinya pertama kali itu berbahan gabus seharga Rp 750 ribu dengan menggunakan tenaga baterai, yang dibeli dari hasil kerja kerasnya.

“Namanya anak laki-laki pasti suka dengan pesawat. Jadi setelah saya kerja, saya bisa menyalurkan hobi ini, dengan beli pesawat aeromodeling awalnya pesawat yang dari gabus lama-lama meningkat yang pakai mesin,” cerita Rudy.

Seiring berjalannya waktu, Rudy semakin menambah koleksinya demi memuaskan hasrat hobi aeromodeling-nya. Dia bisa menghabiskan biaya hingga puluhan juta pun tak masalah baginya. Sebab, untuk satu body pesawat terbang saja bisa mencapa harga Rp 3 hingga 5 juta. Ditambah dengan mesin pesawat berkisar Rp 3 sampai 5 juta pula.

“Sekarang punya 25 pesawat, tapi nggak semua ada mesin karena mesin pesawat itu bisa dibongkar pasang. Apalagi dengan tipe pesawat yang sama. tergantung selera saja. Karena mesinnya mahal. Semua itu terbayarkan, karena  ini standar pesawat ini seperti pesawat sungguhan. Cara mengoperasikannya sama. Hanya ini dalam bentuk mini,” tambahnya.

Untuk diketahui, pesawat aeromodeling dikendalikan dengan remote control dari bawah. Perlu ada latihan khusus agar dapat piawai mengoprasikannya. Pria 35 tahun ini pun, membutuhkan cukup lama untuk bisa menguasai beragam teknik dalam menerbangkan pesawat aeromodeling.

“Kalau mau mainkan ini kami biasanya menggunakan simulator dulu. Jadi dikendalikan sama dengan remote-nya tapi kita di depan monitor. Jadi kalau bolak-balik jatuh nggak masalah. Karena cuman lihat di monitor, fungsinya agar tahu orientasi pesawat. Kita harus membayangkan seperti ada di dalam pesawat,” ungkapnya.

“Jadi benar-benar seperti mengemudi pesawat. Feel-nya seperti itu. Bisa dibilang pilot juga,” candanya.

Anggota dari Aeromodeling Club Halim, Jakarta ini, juga turut menganjurkan bagi pemula yang ingin mencoba sensasinya menerbangkan pesawat mini, agar membeli lebih dulu simulator pengemudi pesawat yang banyak dijual di toko khusus hobi dengan budget, Rp 300 ribu.

“Simulator banyak dijual, jadi gampang aja. Belajar dengan simulator itu penting, untuk mengendalikan kemudi pesawat dari bawah. Kalau pemula biasanya cara terbangnya masih biasa, kalau menengah sudah mulai ada aerobatic, kalau pro full aerobatic dan 3D,jadi semua itu bisa dipelajari asal ada niat,” jelasnya, kepada Radar Tarakan. (***/nri)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 21:15

Stok Air Tersisa untuk Tiga Hari

TARAKAN - Kondisi air bersih di Bumi Paguntaka kian krisis. Komposisi air di tiga embung sudah semakin…

Kamis, 19 Juli 2018 21:12

Transportasi Online Dianggap Ilegal

TARAKAN – Kemarin, aksi damai kembali dilakukan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI)…

Kamis, 19 Juli 2018 11:34

Ratusan Sopir Angkot Demo Tolak Grab

TARAKAN - Ratusan sopirĀ  angkot yang tergabung dalam SPTI dan sopir angkutan konvensional lainnya, Kamis…

Kamis, 19 Juli 2018 11:21

Presiden Jokowi Belum Dipastikan Datang

TARAKAN – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi)…

Kamis, 19 Juli 2018 11:19

200 Pelanggan Alami Gangguan Token Listrik

TARAKAN – Tak hanya merasakan pemadaman listrik saja, masyarakat Tarakan juga sempat tidak bisa…

Kamis, 19 Juli 2018 11:17

Tiga Daerah Raih WDP

TARAKAN -  Tiga dari lima kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara mendapat opini Wajar Dengan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:16

Tak Penuhi Kuota, Selektif Pilih Bacaleg

TARAKAN – Bertambahnya jumlah daerah pemilihan (dapil) di Bumi Paguntaka membuat para legislator…

Kamis, 19 Juli 2018 09:56

Lapas Penuh, Hak Tahanan Tak Terpenuhi

TARAKAN - Kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas) cukup memprihatinkan. Tak hanya kapasitasnya, namun…

Kamis, 19 Juli 2018 09:48

Drainase Minim, Percepat Kerusakan Jalan

TARAKAN – Ketua RT 63, Kelurahan Karang Anyar, Maria Renius mengatakan, belum lama ini beberapa…

Rabu, 18 Juli 2018 23:06

Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TARAKAN – Mengatasi lonjakan harga kebutuhan pokok di Bumi Paguntaka, terutama menjelang pelaksanaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .