MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 29 Desember 2017 13:47
Gagal Jadi Pilot, Tak Pupuskan Rasa Cinta Dunia Dirgantara

Hobi Koleksi Puluhan Pesawat Mini yang Harganya Tidak Murah

MERAKIT PESAWAT: Rudy tengah asyik merakit salah satu pesawat jenis piper cup koleksinya, sebelum diterbangkan. Mega Retno Wulandari/Radar Tarakan

PROKAL.CO, Tak kesampaian jadi pilot, tidak lantas mengubur kegemarannya pada dunia penerbangan. Rudy Hartanto, kini memiliki beragam koleksi pesawat miniatur sebagai sarana menyalurkan hobi dan kegemarannya mengendalikan pesawat. Kini sudah 20 minatur pesawat tertata rapi di rumahnya, yang sudah dikumpulkannya sejak tahun 2003.

Mega Retno Wulandari

Kecintaannya terhadap miniatur burung besi itu, sudah dilakoninya sejak 14 tahun silam. Pesawat mini itu kerap disebut aeromodeling. Kegemarannya di dunia penerbangan itu sudah ada sejak dia duduk di bangku sekolah dasar (SD). Sebab dulunya, dia bercita-cita menjadi seorang pilot.

Namun sayang, cita-cita itu tidak bisa terwujudkan. Kendati begitu, Rudy tak berputus asa. Dia tetap mencintai dunia penerbangan, yang akhirnya membawanya untuk mengenali dunia areomodeling.

Kecintaannya terhadap pesawat dia tuangkan di hobi barunya kala itu. Sejak memiliki penghasilan sendiri. Pesawat mini yang dimilikinya pertama kali itu berbahan gabus seharga Rp 750 ribu dengan menggunakan tenaga baterai, yang dibeli dari hasil kerja kerasnya.

“Namanya anak laki-laki pasti suka dengan pesawat. Jadi setelah saya kerja, saya bisa menyalurkan hobi ini, dengan beli pesawat aeromodeling awalnya pesawat yang dari gabus lama-lama meningkat yang pakai mesin,” cerita Rudy.

Seiring berjalannya waktu, Rudy semakin menambah koleksinya demi memuaskan hasrat hobi aeromodeling-nya. Dia bisa menghabiskan biaya hingga puluhan juta pun tak masalah baginya. Sebab, untuk satu body pesawat terbang saja bisa mencapa harga Rp 3 hingga 5 juta. Ditambah dengan mesin pesawat berkisar Rp 3 sampai 5 juta pula.

“Sekarang punya 25 pesawat, tapi nggak semua ada mesin karena mesin pesawat itu bisa dibongkar pasang. Apalagi dengan tipe pesawat yang sama. tergantung selera saja. Karena mesinnya mahal. Semua itu terbayarkan, karena  ini standar pesawat ini seperti pesawat sungguhan. Cara mengoperasikannya sama. Hanya ini dalam bentuk mini,” tambahnya.

Untuk diketahui, pesawat aeromodeling dikendalikan dengan remote control dari bawah. Perlu ada latihan khusus agar dapat piawai mengoprasikannya. Pria 35 tahun ini pun, membutuhkan cukup lama untuk bisa menguasai beragam teknik dalam menerbangkan pesawat aeromodeling.

“Kalau mau mainkan ini kami biasanya menggunakan simulator dulu. Jadi dikendalikan sama dengan remote-nya tapi kita di depan monitor. Jadi kalau bolak-balik jatuh nggak masalah. Karena cuman lihat di monitor, fungsinya agar tahu orientasi pesawat. Kita harus membayangkan seperti ada di dalam pesawat,” ungkapnya.

“Jadi benar-benar seperti mengemudi pesawat. Feel-nya seperti itu. Bisa dibilang pilot juga,” candanya.

Anggota dari Aeromodeling Club Halim, Jakarta ini, juga turut menganjurkan bagi pemula yang ingin mencoba sensasinya menerbangkan pesawat mini, agar membeli lebih dulu simulator pengemudi pesawat yang banyak dijual di toko khusus hobi dengan budget, Rp 300 ribu.

“Simulator banyak dijual, jadi gampang aja. Belajar dengan simulator itu penting, untuk mengendalikan kemudi pesawat dari bawah. Kalau pemula biasanya cara terbangnya masih biasa, kalau menengah sudah mulai ada aerobatic, kalau pro full aerobatic dan 3D,jadi semua itu bisa dipelajari asal ada niat,” jelasnya, kepada Radar Tarakan. (***/nri)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 12:50

Rekor Awal Tahun, Empat Jam Padam

TARAKAN – Meski sudah berganti tahun, namun persoalan pemadaman listrik masih terjadi. Padahal…

Selasa, 23 Januari 2018 12:47

Dana Suvenir Balon Capai Rp 100 Juta

TARAKAN – Memasuki masa kampanye Pilwali Tarakan para pengusaha jasa pembuatan spanduk, baliho…

Selasa, 23 Januari 2018 12:45

Enam Kelurahan Rawan Kecurangan

TARAKAN - Kecurangan pada proses pemilihan umum (Pemilu), menjadi atensi khusus yang harus disikapi…

Selasa, 23 Januari 2018 12:36

Tak Cukup Bukti, Laporan Dihentikan

TARAKAN - Gugatan pasangan Sabirin Sanyong dan Tajuddin Tuwo (Santun) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU),…

Selasa, 23 Januari 2018 12:29

Hanura Terancam Jadi Penonton

TARAKAN - Konflik yang terjadi di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) belum…

Selasa, 23 Januari 2018 12:27

Tegaskan Imunisasi Dihalalkan MUI

TARAKAN – Target 92 persen pemberian imunisasi kepada anak-anak hingga saat ini oleh Dinas Kesehatan…

Selasa, 23 Januari 2018 12:23

Drainase Tersumbat Pasir dan Sampah

TARAKAN – Pada umumnya permasalahan di setiap lingkungan rukun tetangga (RT) hampir sama. Jika…

Senin, 22 Januari 2018 14:22

Balon-Tim Sukses Harus Melek UU

PERSOALAN biaya kampanye memang rentan mengarah ke arah black campaign. Belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya,…

Senin, 22 Januari 2018 14:19

Arief Jadi Wali Kota Selama 130 Hari

TARAKAN – Sang petahana Sofian Raga yang memutuskan untuk ingin melanjutkan kerjanya, pada Pilwali…

Senin, 22 Januari 2018 14:07

Andalkan Sumbangan Sukarela Masyarakat-Gereja

KEBERADAAN maskapai Mission Aviation Fellowship (MAF), seolah menjadi penolong bagi masyarakat pedalaman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .