MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 29 Desember 2017 10:16
PDAM Keluhkan Sungai yang Kotor
HARUS BERKUALITAS: Salah satu saluran air yang masuk ke IPA PDAM Kampung Bugis. Di pengelolaan ini, air dari sungai dikelola agar menjadi bersih kembali dan layak digunakan masyarakat sehari-hari. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Kesadaran masyarakat yang masih dirasa kurang menjaga kebersihan sungai membuat pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam Tarakan harus bekerja lebih ekstra. Selain mengatasi jumlah dan daya tampung embung di Kota Tarakan yang tidak sebanding jumlah kebutuhan air masyarakat Tarakan.

Kepala PDAM Tirta Alam Tarakan Said Usman Assegaf menjelaskan, kapasitas tampung tiga embung yang ada hanya mampu menampung air baku sebanyak 775 ribu meter kubik. Sementara kebutuhan air baku masyarakat Kota Tarakan per bulannya kurang lebih 1,5 juta meter kubik. Dengan kapasitas produksi sebesar 420 liter per detik, PDAM pun baru mampu melayani sekitar kurang lebih 140 ribuan penduduk dari jumlah total sebanyak 250 ribu penduduk Tarakan saat ini. “Kami juga masih menunggu selesainya embung  Rawasari dan Indulung. Dengan dibangunnya embung ini insya Allah kebutuhan air baku di Kota Tarakan bisa bertahan mengingat kebutuhan air semakin hari semakin besar karena ledakan jumlah penduduk luar biasa,” katanya saat dikonfirmasi kemarin (27/12).

Pria yang akrab disapa Usman ini juga menuturkan, ada banyak sumber air baku di sungai yang dipenuhi dengan pasir, lumpur, hingga sampah plastik. Karena itu dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Tarakan untuk menjaga aliran air seperti sungai-sungai dari sampah. “Saya sering memohon kepada masyarakat untuk tidak mencemari sungai, merusak lingkungan, membuang limbah dan sampah untuk kesediaan air yang andal bagi Kota Tarakan,” kata Usman.

Menurutnya, produksi air kini bukan hanya mengandalkan embung, melainkan air sungai. Sebelum dikonsumsi, air sungai ini diberikan obat-obatan serta penyaringan untuk mematikan kuman dan mematikan bakteri yang ada. “Memang harus begitu kalau mau aman untuk digunakan oleh masyarakat untuk kebutuhannya sehari-hari. Saya pun setiap hari meminum air PDAM,” jelasnya. (*/sep/ash)


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Menhan: Ancaman Nyata NKRI dari Dalam Negara

TARAKAN- Sekitar 300 anggota TNI mendapatkan arahan langsung dari Menteri…

Kamis, 13 Desember 2018 13:18

WASPADALAH..!! Kelompok Abu Sayyaf Berencana Lakukan Penculikan

TARAKAN – Status peningkatan kewaspadaan terhadap kapal yang akan berlayar menuju…

Kamis, 13 Desember 2018 13:14

Labkesda Berpeluang Terakreditasi

TARAKAN - Tahun ini Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Tarakan…

Kamis, 13 Desember 2018 13:13

YUK YANG MINAT..!! Pemerintah Jepang Tawarkan Beasiswa

TARAKAN- Pemberian beasiswa kepada pelajar berprestasi kembali diberikan. Kali ini…

Kamis, 13 Desember 2018 13:11

Gas Sei Menggaris Mampu Bertahan 25 Tahun

TARAKAN - Pasokan gas di Sei Menggaris sampai saat ini…

Kamis, 13 Desember 2018 11:56

Ditsabhara dan Ditpamobvit Gelar Rakernis

TARAKAN - Menghadapi Pemilu 2019 Polda Kalimantan Utara terus meningkatkan…

Kamis, 13 Desember 2018 11:54

Masih Ada Parpol Tak Pasang APK

TARAKAN - Meski telah melakukan proses penyerahan alat peraga kampanye…

Kamis, 13 Desember 2018 11:49

Dua Terdakwa Sabu 3,9 Kg Saling Membantah dalam Persidangan

TARAKAN – Sidang lanjutan dua terdakwa perkara sabu 3,9 kg…

Rabu, 12 Desember 2018 13:06

Dana Transfer ke Kaltara 2019 Naik Rp 514 Miliar

JAKARTA - Alokasi dana transfer ke daerah pada 2019 untuk…

Rabu, 12 Desember 2018 13:04

Mengejar Materi, tapi Tak Sesuai Nurani

Titik terendah dalam kehidupan adalah sesuatu yang lumrah dialami manusia.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .