MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 29 Desember 2017 09:58
Ditinggal Suami, Melahirkan Tak Punya Dana
DIRAWAT : Indrawati (30) yang sedang dirawat dr. H. Soemarno Sosroatmodjo saat menggendong anaknya yang baru tiba dari Desa Sekatak Bengara. FITRIANI/ RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Sudah jatuh tertimpa tangga. Pepatah layak disematkan Indrawati (30) warga asal Toli-Toli, Sulawesi Tengah.  Sebab, saat ini wanita yang sekarang numpang di rumah warga di Kecamatan Sekatak sedang dirawat di rumah sakit pasca melahirkan tanpa sang suami.

Selain itu juga tak memiliki biaya untuk melahirkan, apalagi saat melahirkan melalui operasi caesar di Rumah Sakit dr. H.Soemarno Sosroatmodjo yang membutuhkan dana tidak sedikit.

Menurut M. Ali masyarakat yang menolong Indrawati, dirinya memang sudah kenal dengan Indrawati sebab satu kampung di Toli-Toli dan pernah tinggal di Sekatak tahun 2014 lalu.

Namun sempat pindah ke Tarakan bersama suaminya, setelah beberapa bulan di Tarakan sang suami meninggalkannya sehingga Indrawati kembali ke Sekatak.

 “Dia datang ke rumah, karena dulu pernah tinggal sama kami ya kami terima karena kondisinya sedang hamil besar saat itu, sekitar awal-awal tahun 2017,” ujarnya kepada Radar Kaltara, Rabu (27/12).

Sebenarnya, kata dia, Indrawati ini punya identitas tapi karena ditinggalkan oleh suaminya, sehingga semua barang-barang dan identitasnya dibawa suaminya.

Sehingga saat melahirkan sekira dua pekan lalu, pihak keluarga Ali sempat kesulitan dalam mengurus administrasi terutama untuk jaminan pengobatannya yakni Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) karena tidak punya identitas sama sekali.

“Saat mengurus SKTM sulit karena tidak ada KK maupun KTP, tapi Alhamdulillah di permudah dan pelayanan rumah sakit juga sangat bagus,” tuturnya.

Saat mengurus SKTM, dirinya memohon ke desa karena saat itu keadaanya memang darurat, napasnya sudah tersengal-sengal. Bahkan setelah operasi caesar Sabtu (16/12), Minggu baru sadar.

“Mungkin kalau melahirkan di rumah tidak selamat sudah karena anaknya sungsang dan darahnya juga sangat tinggi,” ucapnya.

Setelah agak membaik Indarwati diperbolehkan pulang, tapi baru sehari di rumah bekas operasi caesarnya infeksi dan dirinya kejang-kejang sehingga dibawa lagi ke rumah sakit. Sementara anaknya Muhammad Rifal yang baru dilahirkannya dititipkan ke tetangga sekaligus diberikan susu.

“Anaknya numpang nyusu sama orang kampung, kebetulan dia punya anak kecil juga,” ungkapnya.

Dirinya berterima kasih kepada pihak rumah sakit, sebab mau menerima SKTM meskipun tidak ada nomor identitas yang tercantum, dan hingga kini dirinya juga belum membayar biaya pengobatan.

“Yang saya bayar baru biaya administrasi saja, kalau untuk biaya caesar belum, informasinya biayanya sekitar Rp 18 juta, uang dari mana sedangkan saya hanya buruh di perusahaan sawit di Sekatak,” jelasnya.

Untuk sementara ini pihak keluarga masih bersedia mengurus Indrawati sembari meminta izin kepada Kepala Desa Sekatak Bengara agar Indrawati bisa tinggal di Sekatak Bengara.

“Kalau kita terima saja, mau dipulangkan juga gimana kalau kondisinya begini, sedangkan dia anak tunggal dan sudah tidak punya orang tua lagi. Nanti kita minta izin Kades dulu,” ungkapnya.

Sementara itu Pekerja Sosial Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Dinsos Bulungan, Datuk Mohd. Isa Ansari mengatakan, untuk sementara assessment kebutuhannya, sehingga bisa difasilitasi oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sekatak.

“Yang penting ada SKTM dari desa nanti untuk kelengkapannya menyusul, karena nanti ada tenaga lapangan TKSK dari Sekatak yang bantu di sana,” ujarnya.

Dijelaskkannya, jika masyarakat tidak mempunyai identitas sebenarnya masuk dalam kategori terlantar dan harus dibuktikan surat keterangan dari pihak kepolisian.

“Tapi ini kasusnya beda, darurat dan perlu penanganan sehingga kebijakan dari Dinas Kesehatan Bulungan dimasukkan ke Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) tapi persyaratannya (identitas) menyusul,” pungkasnya. (lee)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 19:47

Khawatir Tak Dapat WTP

TANJUNG SELOR – Tiga organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan,…

Selasa, 18 September 2018 19:41

Tak Rekam, Data Kependudukan Diblokir

TANJUNG SELOR – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Kalimantan Utara…

Selasa, 18 September 2018 12:10

Sasaran Empuk Human Trafficking

TANJUNG SELOR - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise…

Selasa, 18 September 2018 12:08

Terinspirasi Sosok Anak Presiden Joko Widodo

Terbentuknya wadah komunitas tentu memiliki history tersendiri. Bahkan, terkadang di balik kisah itu,…

Selasa, 18 September 2018 12:06

Jalan Rela Dipangkas, Semuanya demi Ini...

TANJUNG SELOR - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim)…

Selasa, 18 September 2018 12:04

Angka Penerima Turun, Usai Tahap Pencairan

TANJUNG SELOR - Program Keluarga Harapan (PKH) untuk Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tahun 2018…

Selasa, 18 September 2018 12:03

Kaltara Masuk Destinasi Urbanisasi

TANJUNG SELOR - Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai sebagai salah satu daerah tujuan urbanisasi…

Senin, 17 September 2018 20:37

Bulungan Cakupan Tertinggi Imunisasi MR

TANJUNG SELOR – Berdasar data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, dari lima Kabupaten Kota di Kaltara,…

Senin, 17 September 2018 20:33

Tenaga Kesehatan-Pendidikan Diprioritaskan

TANJUNG SELOR – Peluang berpofesi sebagai aparatur sipil negara (ASN) sudah terbuka lebar. Dalam…

Senin, 17 September 2018 11:44

Elpiji Subsidi Tembus Rp 40 Ribu

TANJUNG SELOR – Stok elpiji 3 kilogram (Kk) di Bulungan saat ini, kerap kali mengalami kekosongan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .