MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 27 Desember 2017 10:59
Terinspirasi Kesuksesan sang Ayah yang Mengutamakan Pendidikan

Mengenal Fery Corly, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tarakan

DISIPLIN: Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tarakan, Fery Corly di kantornya. JOHANNY/ RADAR TARKAAN

PROKAL.CO, Disiplin, tidak menyerah, dan jujur merupakan moto hidup yang sangat dipegang teguh oleh Fery Corly.  Berdinas sebagai Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tarakan dengan wilayah kerja Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan, merupakan tugas yang harus dijalankannya dengan baik. Di mana tujuan utamanya mengawas pendapatan negara yang akan dipergunakan untuk proses pembangunan di Indonesia.

Johanny Silitonga

Pria ramah dan murah senyum tersebut lahir di Palembang,  4 Januari 1972 silam. Ia menghabiskan masa kecil di kota yang terkenal dengan makanan khas empek-empek itu.  Fery sapaan akrabnya, menghabiskan masa sekolah dasarnya (SD) di  Xaverius IV Palembang, lalu melanjutkan di SMP II Palembang, dan SMA Xaverius I Palembang. Di mana ketika SMA ia memilih jurusan A1 dengan jurusan fisika dan matematika. Suasana sekolah dan lingkungan perkampungan saat itu masih meninggalkan kenangan tersendiri baginya hingga saat ini.

Keinginan untuk memiliki wawasan luas serta mencapai kesuksesan telah ada dibenaknya sedari remaja. Setelah lulus SMA dirinya mencoba peruntungan mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN), dengan memilih Universitas Padjajaran Bandung dan Universitas Gajah Mada Jogjakarta. Namun, karena persaingan yang sengit membuat pria yang gemar olahraga bulutangkis tersebut tak lulus di universitas yang diinginkannya pada 1990. 

Fery tidak berputus asa. Ia kemudian memutuskan merantau ke Kota Bandung, untuk melanjutkan studi di Universitas Parahyangan Bandung, Jawa Barat, mengambil jurusan ekonomi akutansi. Saat menjalani kuliah Fery sempat merasa kewalahan. Sebab, jurusan kuliah yang diambilnya sangat berbeda dengan pelajarannya semasa SMA-nya.

“Waktu SMA tidak ada namanya pelajaran ekonomi atau penjurnalan atau membuat laporan keuangan. Itu tantangan di awal saya kuliah. Secara perlahan namun pasti dapat saya pahami juga pelajaran ekonomi itu,” tutur Fery sembari tertawa kecil.

Meski sudah menjalani masa pendidikan di Universitas Parahyangan, Fery tetap masih memiliki keinginan untuk bisa kuliah di Universitas Padjajaran, Bandung. Lelaki pecinta mobil tua itu, ternyata disela-sela kuliahnya juga melakukan persiapan menghadapi UMPTN di tahun selanjutnya.

Alhasil, usahanya itu membuahkan hasil. Dia  lulus seleksi UMPTN serta diterima masuk di universitas yang sejak dulu diidam-idamkannya. Bermodalkan perkuliahan selama 1 tahun di Universitas Parahyangan Bandung, proses pendidikan di Universitas Padjajaran dapat berlalan dengan baik dan akhirnya lulus 4,5 tahun kemudian yakni pada tahun 1996.

Bagi Fery, sosok ayahnya, Prof. Ir. H. Bochari Rachman memberikan pengaruh besar dalam hidupnya.  Sebab kalau bukan karena dorongan sang ayah, untuk tetap mengutamakan pendidikan membuat Fery semakin semangat dalam menuntut apa yang dicita-citakannya. Sang ayah dikenal sebagai salah seorang pendiri sekaligus Rektor Universitas Bina Darma Pelembang, universitas swasta terbaik di Palembang. Nasihat sang ayah, yang selalu mengutamakan pendidikan membuatnya kemudian melanjutkan pendidikan Pascasarjana (S2) di Universitas Padjajaran Bandung di jurusan ilmu akutansi dengan bantuan beasiswa.

Pada masa akhir studi S2, Fery mencoba peruntungan dengan mendaftarkan diri pada penerimaan Direktorat Jenderal Pajak, yang diikuti sebanyak 3.000 peserta dari seluruh Indonesia, dengan alokasi penerimaan hanya  untuk 300 orang. Namun saat itu dia dihadapkan dengan dua pilihan. Di waktu yang bersamaan, Fery juga harus menyelesaikan ujian tesisnya. Namun berkat manajemen waktu yang ditata oleh Fery, dia berhasil melewati keduanya dan sukses menyelesaikan ujiannya.

Singkat cerita, usai diterima bekerja di Direktorat Jenderal Pajak, Fery bertugas sebagai pelaksana pada seksi PPh Badan KPP Pangkal Pinang tahun 2000. Bertugas sebagai pelaksana tidaklah mudah. Namun dengan etos kerja disiplin, tidak mudah menyerah, dan kejujuran sehingga dia dapat menyelesaikan tugas yang diberikan atasan. 

Pada masa bertugasnya di Pangkal Pinang, ia mengakhiri masa lajang dengan menikahi sosok wanita bernama Devi yang merupakan istri yang sangat ia cintai. Kemudian tahun 2002 saat Direktorat Jenderal Pajak melaksanakan  reformasi yang dibentuklah  Large Taxpayer Office (LTO) atau Kantor wajib pajak besar di Jakarta, yang juga merupakan kantor percontohan. Sehingga dilaksakan tes kembali untuk mengisi posisi account representatif.

“Awalnya saya kaget dipanggil dari kantor pusat. Tiba-tiba harus ikut ujian padahal saya tidak mendaftarkan diri. Alhamdulillah, saya berhasil diterima dan ditempatkan sebagai account representatif KPP Wajib Pajak Besar Dua atau LTo 2 Jakarta. Saya generasi pertama account representatif yang merupakan cikal bakal AR pada Direktorat Jenderal Pajak di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Tak  lama kemudian dia dipromosikan  menjadi kepala seksi pada seksi pengawasan dan konsultasi II KPP Badan dan Orang Asing Dua. Selanjutnya pada 6 Juli 2010 kariernya naik dan dimutasi sebagai kepala seksi pada seksi Peraturan PPh Badan II Direktorat Peraturan Perpajakan II yang bertugas merancang peraturan.

Selang beberapa tahun kemudian pria yang hobi membaca buku-buku, karya Robert kiyosaki dan Renald kasali tersebut, mendapatkan kesempatan untuk bertugas di Bumi Paguntaka.  Bertugas sebagai Kepala KPP Pratama Tarakan dengan lingkup kerja Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan.

Tugas yang diemban tidaklah mudah. Namun pengalaman-pengalaman yang diperolehnya selama ini menjadi modal yang sangat penting baginya. Sehinga dalam 2 tahun  ini,  telah bayak penghargaan raihan prestasi yang terukir. Di antaranya yaitu penghargaan meraih capaian kinerja di atas 90 persen dari peneriman pajak tahun 2016 dari Direktur Jenderal Pajak tahun 2017.  Kantor Pajak Pratama dengan capaian penerimaan tertinggi pertama dari Direktorat Jenderal Pajak Kaltim tahun 2017. Kantor Pajak Pratama dengan pencapaian peserta dan jumlah tebusan amnesty pajak terbanyak ketiga dari DJP Kaltim tahun 2017. Lalu Kantor Pajak Pratama dengan capaian presentase extra effort ekstensifikasi tertinggi dari DJP Kaltim tahun 2017. Dan Kantor Pajak Pratama dengan pertumbuhan penerimaan terbaik pertama dari DJP Kaltim tahun 2017. 

“Pajak memiliki fungsi yang sangat penting dalam pembangunan. Pajak yang disetorkan kepada negara merupakan salah satu sumber utama untuk yang akan dipergunakan untuk membiayai pengeluaran rutin negara. Termasuk di antaranya untuk pembangunan di Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan,” tuturnya.

Sehari-harinya, Fery difokuskan pada pekerjaaannya. Sebagai atasan tentu bukanlah hal yang mudah, karena dituntut dapat menjadi role model bagi staf-stafnya. Meski serius dalam pekerjaan, ia adalah sosok yang mudah akrab, humble dengan siapapun termasuk para stafnya. Hanya saja ia memegang prinsip teguh  dapat menujukkan sikap sesuai dengan apa yang diucapkan. 

“Tidak perlu berbicara apabila tidak bisa melakukannya. Misalnya, saya mengingatkan orang lain untuk salat sedangkan saya tidak salat. Tentu hal itu dengan mudah langsung terpatahkan. Selain itu cara memarahi bawahan bukan hal yang tepat. Memberitahukan dengan cara yang baik agar orang tersebut bisa sadar akan kesalahannya itu lah yang harus dilakukan,” ungkapnya. 

Fery mengaku sangat bersyukur atas karier yang telah dicapainya saat ini, berkat dukungan keluarga dan kedua orang tuanya. Ia menyakini, dia tidak dapat meraih kesuksesan tanpa di bawah bayang-banyang kesuksesan sang ayah tercinta.

Saat ini Fery memang tidak memboyong keluarga kecilnya ke Tarakan. Sehingga untuk tetap bisa bersama keluarga, dia kerapkali meluapkan kerinduannya melalui video call. Selain itu Fery juga terkadang menyempatkan waktu untuk pulang ke Jakarta bertemu keluraga kecilnya.  (***/nri)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 12:50

Rekor Awal Tahun, Empat Jam Padam

TARAKAN – Meski sudah berganti tahun, namun persoalan pemadaman listrik masih terjadi. Padahal…

Selasa, 23 Januari 2018 12:47

Dana Suvenir Balon Capai Rp 100 Juta

TARAKAN – Memasuki masa kampanye Pilwali Tarakan para pengusaha jasa pembuatan spanduk, baliho…

Selasa, 23 Januari 2018 12:45

Enam Kelurahan Rawan Kecurangan

TARAKAN - Kecurangan pada proses pemilihan umum (Pemilu), menjadi atensi khusus yang harus disikapi…

Selasa, 23 Januari 2018 12:36

Tak Cukup Bukti, Laporan Dihentikan

TARAKAN - Gugatan pasangan Sabirin Sanyong dan Tajuddin Tuwo (Santun) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU),…

Selasa, 23 Januari 2018 12:29

Hanura Terancam Jadi Penonton

TARAKAN - Konflik yang terjadi di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) belum…

Selasa, 23 Januari 2018 12:27

Tegaskan Imunisasi Dihalalkan MUI

TARAKAN – Target 92 persen pemberian imunisasi kepada anak-anak hingga saat ini oleh Dinas Kesehatan…

Selasa, 23 Januari 2018 12:23

Drainase Tersumbat Pasir dan Sampah

TARAKAN – Pada umumnya permasalahan di setiap lingkungan rukun tetangga (RT) hampir sama. Jika…

Senin, 22 Januari 2018 14:22

Balon-Tim Sukses Harus Melek UU

PERSOALAN biaya kampanye memang rentan mengarah ke arah black campaign. Belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya,…

Senin, 22 Januari 2018 14:19

Arief Jadi Wali Kota Selama 130 Hari

TARAKAN – Sang petahana Sofian Raga yang memutuskan untuk ingin melanjutkan kerjanya, pada Pilwali…

Senin, 22 Januari 2018 14:07

Andalkan Sumbangan Sukarela Masyarakat-Gereja

KEBERADAAN maskapai Mission Aviation Fellowship (MAF), seolah menjadi penolong bagi masyarakat pedalaman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .