MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 27 Desember 2017 10:31
Kurang Mendapat Perhatian, Nelayan Ancam Curhat ke Dewan
MENCARI NAFKAH: Salah seorang nelayan Desa Ardi Mulyo saat memasang alat tangkap kepiting jenis ambau di salah satu anak sungai. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Merespon keluhan para nelayan yang bermukim di wilayah pesisir Ancam, Desa Ardi Mulyo, Kecamatan Tanjung Palas Utara yang mengaku kurang mendapat perhatian pemerintah. Terutama dalam hal pemberian bantuan alat tangkap maupun mesin penggerak, dalam waktu dekat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulungan, akan menemui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk meminta penjelasan terkait hal tersebut.

Ketua DPRD Bulungan Syarwani mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya segera bertemu secara langsung dengan dinas terkait untuk menelusuri penyebab permasalahan para nelayan ini.

“Nanti kami akan temui DKP. Sebab, secara teknis mengenai siapa nelayan yang wajib diberikan bantuan ataupun tidak adalah DKP,’’ ungkap Syarwani kepada Radar Kaltara, Selasa (26/12).

Syarwani berharap, dengan langkah yang akan ia lakukan, para nelayan nantinya dapat secara adil menerima bantuan dari pemerintah. Terutama para nelayan yang bermukim di perairan Ancam. Oleh karenanya, pihaknya akan meminta data secara detail jumlah nelayan yang ada di Bulungan.

“Nanti kami juga akan meminta data secara keseluruhan. Dan apakah nanti di anggaran murni DKP sudah dapat bantuan ataupun belum akan kami telusuri,’’ ujarnya.

“Tapi, saya berharap dengan perjuangan ini setidaknya akan ada bantuan ke nelayan. Meski, tak secara keseluruhan setidaknya mana yang priorotas dapat didahulukan,’’ sambungnya.

Disinggung mengenai permintaan DKP, agar DPRD dapat menyalurkan bantuan melalui dana aspirasi ?. Syarwani menegaskan, hal tersebut kembali pada DKP. Data nelayan terlebih dahulu harus benar dan dipastikan valid. Pasalnya, jangan sampai suara dari dewan ini justru tidak tepat sasaran.

“Kita akan komunikasikan dulu, intinya ke DKP. Untuk masalah aspirasi prosedurnya tak terlalu sulit. Hanya saja, data dari DKP paling penting sebagai dasar kami,’’ tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, keberadaan nelayan di wilayah Ancam, Desa Ardi Mulyo, Kecamatan Tanjung Palas Utara meski keberadaanya tidak jauh dari pusat pemerintahan. Namun selama ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah, terutama dalam hal penyaluran bantuan alat tangkap maupun mesin penggerak.

Hal ini dirasakan Sandang (30) warga Ancam yang keseharianya berprofesi sebagai nelayan. Dirinya mengatakan, terakhir ia bersama sembilan belas nelayan lainnya terakhir kali mendapat bantuan dari pemerintah pada 2014.

Padahal, menurut ayah dua orang anak ini dengan rentang waktu itu tentu alat tangkap jenis ambau (alat tangkap kepiting) lambat laun akan mengalami kerusakan. Dirinya berharap pemerintah dapat memikirkan nasib mereka.

“Apalagi di sini air asin. Tentunya alat tangkap yang ada mengalami masa karat. Artinya itu perlu adanya pembaharuan,’’ ungkapnya kepada Radar Kaltara.

Disinggung mengenai usulan permohonan bantuan. Sandang yang selama ini menjadi ketua kelompok nelayan secara tegas mengatakan hal tersebut cukup sering dilakukan. Namun, lagi-lagi proposal yang ada tak pernah membuahkan hasil. Sehingga ia bersama nelayan lain terpaksa berhutang alat tangkap agar bisa bekerja menafkahi keluarga.

“Jadi, kita nelayan di sini kredit alat tangkap. Setiap menjual kepiting sebagian uang harus kami bagi untuk membayar alat tangkap itu,’’ ujarnya.

Namun, lanjutnya, disamping permasalahan alat tangkap. Sandang menjelaskan, masalah yang lebih urgent (mendesak) adalah mesin penggeraknya. Untuk itu, menjelang 2018 diharapkan ada bantuan dari pemerintah terhadap para nelayan.

“Tolong lirik kami. Dan jika memang ingin melihat situasi dan kondisi kami saat ini silahkan jalan-jalan ke sini. Agar benar mengetahui tentang permasalahan nelayan sejauh ini,’’ keluhnya.

“Kasihan kami terkadang mesin harus rusak dan harus saling tarik menarik antar nelayan,’’ sambungnya.

Menanggapi keluhan nelayan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Usaha kecil, Alwan Saputra mengatakan, pada prinsipnya pihaknya ingin membantu para nelayan. Baik, untuk alat tangkap maupun mesin penggeraknya.

Namun, Alwan menjelaskan karena terbentur minimnya anggaran sehingga DKP tidak bisa berbuat banyak.

“Soal bantuan alat tangkap ataupun mesin penggerak memang menjadi kewajiban kami. Tapi, karena alasan anggaran kami tak bisa berbuat banyak,’’ ujarnya.

“Dan masalah ini tak hanya pada nelayan Ancam saja. Ada sekitar 2000 nelayan tradisional di Bulungan sebenarnya memiliki nasib yang sama,’’ sambungnya.

Alwan menambahkan, hingga 2018 mendatang dirinya mengakui masih belum bisa memberikan bantuan mesin penggerak pada nelayan. Sehingga, pihaknya meminta pada nelayan agar mencari alternatif lain. Misal melalui dana aspirasi dewan atau perusahaan-perusahaan setempat.

“2018 kami masih belum bisa pastikan. Ya, karena memang tak ada anggaran ke arah sana,’’ pungkasnya.(omg/dsh)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 11:17

Polda Minta Hibah Lahan Lagi

TANJUNG SELOR – Belum lama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan telah menghibahkan aset…

Rabu, 25 April 2018 11:14

Instruksi Lakukan Pengawasan-Penjagaan

TANJUNG SELOR - Pembangunan taman yang menelan anggaran pendapatan belanja negara (APBN) sekira Rp 14,6…

Rabu, 25 April 2018 11:12

Kedatangan Dua Pejabat Utama Baru

TANJUNG SELOR –  Secara resmi Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) telah…

Rabu, 25 April 2018 11:10

Sering Menerima Ancaman Saat Akan Memberi Tuntutan

Menjadi wanita karier tidak semudah yang dibayangkan, apalagi harus berpisah dengan keluarga demi tugas…

Selasa, 24 April 2018 11:48

Mendagri Beri Pesan Khusus untuk Kaltara

TANJUNG SELOR – Hadirnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo ke Provinsi Kalimantan…

Selasa, 24 April 2018 11:42

PAD Kecil, Gubernur Sebut Masih Wajar

TANJUNG SELOR - Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar…

Selasa, 24 April 2018 11:40

‘Ngelunjak’ ke Bupati, Pemkab Hibahkan Asetnya

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan secara resmi menghibahkan asetnya berupa gedung DPRD di Kilometer…

Senin, 23 April 2018 13:39

Dua Berkas Ditolak KPU

TANJUNG SELOR – Hari pertama penyerahan berkas dukungan bakal calon (balon) Dewan Perwakilan Daerah…

Senin, 23 April 2018 13:37

Pemkab Hibahkan Gedung DPRD ke Polda

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan memastikan akan menghibahkan Gedung DPRD…

Senin, 23 April 2018 13:31

Operasi Patuh Kembali Digelar

TANJUNG SELOR – Setelah menggelar Operasi Keselamatan belum lama ini, Kepolisian Resor (Polres)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .