MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 27 Desember 2017 10:31
Kurang Mendapat Perhatian, Nelayan Ancam Curhat ke Dewan
MENCARI NAFKAH: Salah seorang nelayan Desa Ardi Mulyo saat memasang alat tangkap kepiting jenis ambau di salah satu anak sungai. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Merespon keluhan para nelayan yang bermukim di wilayah pesisir Ancam, Desa Ardi Mulyo, Kecamatan Tanjung Palas Utara yang mengaku kurang mendapat perhatian pemerintah. Terutama dalam hal pemberian bantuan alat tangkap maupun mesin penggerak, dalam waktu dekat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulungan, akan menemui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk meminta penjelasan terkait hal tersebut.

Ketua DPRD Bulungan Syarwani mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya segera bertemu secara langsung dengan dinas terkait untuk menelusuri penyebab permasalahan para nelayan ini.

“Nanti kami akan temui DKP. Sebab, secara teknis mengenai siapa nelayan yang wajib diberikan bantuan ataupun tidak adalah DKP,’’ ungkap Syarwani kepada Radar Kaltara, Selasa (26/12).

Syarwani berharap, dengan langkah yang akan ia lakukan, para nelayan nantinya dapat secara adil menerima bantuan dari pemerintah. Terutama para nelayan yang bermukim di perairan Ancam. Oleh karenanya, pihaknya akan meminta data secara detail jumlah nelayan yang ada di Bulungan.

“Nanti kami juga akan meminta data secara keseluruhan. Dan apakah nanti di anggaran murni DKP sudah dapat bantuan ataupun belum akan kami telusuri,’’ ujarnya.

“Tapi, saya berharap dengan perjuangan ini setidaknya akan ada bantuan ke nelayan. Meski, tak secara keseluruhan setidaknya mana yang priorotas dapat didahulukan,’’ sambungnya.

Disinggung mengenai permintaan DKP, agar DPRD dapat menyalurkan bantuan melalui dana aspirasi ?. Syarwani menegaskan, hal tersebut kembali pada DKP. Data nelayan terlebih dahulu harus benar dan dipastikan valid. Pasalnya, jangan sampai suara dari dewan ini justru tidak tepat sasaran.

“Kita akan komunikasikan dulu, intinya ke DKP. Untuk masalah aspirasi prosedurnya tak terlalu sulit. Hanya saja, data dari DKP paling penting sebagai dasar kami,’’ tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, keberadaan nelayan di wilayah Ancam, Desa Ardi Mulyo, Kecamatan Tanjung Palas Utara meski keberadaanya tidak jauh dari pusat pemerintahan. Namun selama ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah, terutama dalam hal penyaluran bantuan alat tangkap maupun mesin penggerak.

Hal ini dirasakan Sandang (30) warga Ancam yang keseharianya berprofesi sebagai nelayan. Dirinya mengatakan, terakhir ia bersama sembilan belas nelayan lainnya terakhir kali mendapat bantuan dari pemerintah pada 2014.

Padahal, menurut ayah dua orang anak ini dengan rentang waktu itu tentu alat tangkap jenis ambau (alat tangkap kepiting) lambat laun akan mengalami kerusakan. Dirinya berharap pemerintah dapat memikirkan nasib mereka.

“Apalagi di sini air asin. Tentunya alat tangkap yang ada mengalami masa karat. Artinya itu perlu adanya pembaharuan,’’ ungkapnya kepada Radar Kaltara.

Disinggung mengenai usulan permohonan bantuan. Sandang yang selama ini menjadi ketua kelompok nelayan secara tegas mengatakan hal tersebut cukup sering dilakukan. Namun, lagi-lagi proposal yang ada tak pernah membuahkan hasil. Sehingga ia bersama nelayan lain terpaksa berhutang alat tangkap agar bisa bekerja menafkahi keluarga.

“Jadi, kita nelayan di sini kredit alat tangkap. Setiap menjual kepiting sebagian uang harus kami bagi untuk membayar alat tangkap itu,’’ ujarnya.

Namun, lanjutnya, disamping permasalahan alat tangkap. Sandang menjelaskan, masalah yang lebih urgent (mendesak) adalah mesin penggeraknya. Untuk itu, menjelang 2018 diharapkan ada bantuan dari pemerintah terhadap para nelayan.

“Tolong lirik kami. Dan jika memang ingin melihat situasi dan kondisi kami saat ini silahkan jalan-jalan ke sini. Agar benar mengetahui tentang permasalahan nelayan sejauh ini,’’ keluhnya.

“Kasihan kami terkadang mesin harus rusak dan harus saling tarik menarik antar nelayan,’’ sambungnya.

Menanggapi keluhan nelayan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Usaha kecil, Alwan Saputra mengatakan, pada prinsipnya pihaknya ingin membantu para nelayan. Baik, untuk alat tangkap maupun mesin penggeraknya.

Namun, Alwan menjelaskan karena terbentur minimnya anggaran sehingga DKP tidak bisa berbuat banyak.

“Soal bantuan alat tangkap ataupun mesin penggerak memang menjadi kewajiban kami. Tapi, karena alasan anggaran kami tak bisa berbuat banyak,’’ ujarnya.

“Dan masalah ini tak hanya pada nelayan Ancam saja. Ada sekitar 2000 nelayan tradisional di Bulungan sebenarnya memiliki nasib yang sama,’’ sambungnya.

Alwan menambahkan, hingga 2018 mendatang dirinya mengakui masih belum bisa memberikan bantuan mesin penggerak pada nelayan. Sehingga, pihaknya meminta pada nelayan agar mencari alternatif lain. Misal melalui dana aspirasi dewan atau perusahaan-perusahaan setempat.

“2018 kami masih belum bisa pastikan. Ya, karena memang tak ada anggaran ke arah sana,’’ pungkasnya.(omg/dsh)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:28

Kontraktor Terkendala Mobilisasi Material

TANJUNG SELOR - Dirjen Penyediaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR)…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:24

UMP Tahun Depan Diprediksi Naik

TANJUNG SELOR – Kementerian Ketenagakerjaan telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP). Itu…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:21

Tak Bosan Usul Lapas Bulungan

TANJUNG SELOR – Kejaksan Negeri (Kejari) Bulungan optimistis, pembangunan kantor perwakilan Kejari…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:19

Sabu Disinyalir Berasal dari Taiwan

TANJUNG SELOR –Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara memastikan bahwa wilayah ini kerap dijadikan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:17

Siapkan Gedung Logistik Pemilu

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tengah mempersiapkan…

Jumat, 19 Oktober 2018 21:26

Pemprov Mau Beli Pesawat, Ini yang Ditunggu...

TANJUNG SELOR – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara),  membeli…

Jumat, 19 Oktober 2018 20:54

Kontraktor Terkendala Mobilisasi Material

TANJUNG SELOR - Dirjen Penyediaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR)…

Jumat, 19 Oktober 2018 20:53

Kontraktor Terkendala Mobilisasi Material

TANJUNG SELOR - Dirjen Penyediaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR)…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:36

DJKA Bantu Pengembangan Kereta Api

TANJUNG SELOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara menyebutkan detail engineering design…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:32

Pergub Pembebasan PKB Berpotensi Diperpanjang

TANJUNG SELOR - Penerapan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 29 dan 30 tahun 2018 berdampak signifikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .