MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 26 Desember 2017 14:45
Lima Tahun Tak Ada Perbaikan
BELUM NYAMAN: Jalan yang rusak di RT 21, Kelurahan Mamburungan membutuhkan perbaikan dari pemkot. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Ketua RT 21, Kelurahan Mamburungan, Asrin R. Saleh mengatakan, ada beberapa infrastruktur yang sering diajukan pada saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun melalui reses. Namun karena keterbatasan anggaran sehingga tak kunjung direalisasikan.

Seperti jalan lingkungan di RT 21 ini terdapat empat titik jalan yang semenisasinya sudah hancur dan miring. Ia juga sudah menyurati ke kelurahan yang ditembuskan ke instansi terkait. Tetapi usahanya itu tak menuai hasil.

“Ada jalan di gang yang tembus ke pembuangan sampah, dan jalan yang mengarah ke Masjid Baitul Amin itu semenisasinya rusak parah,” tuturnya kepada Radar Tarakan.

Dikatakannya sejak 2012 tidak ada perbaikan fasilitas umum di lingkungannya karena defisit anggaran. Padahal jalan yang memiliki lebar dua meter ini sebenarnya mendapat dukungan positif dari warganya.

Apabila sudah dianggarkan dan dilakukan perbaikan, maka warga siap menyumbangkan halaman rumahnya masing-masing satu meter dari sisi kanan dan kiri jalan. Sehingga lebar jalan menjadi empat meter. Dikatakannya, jalan menuju Masjid Baitul Amin Tanjung Pasir tidak bisa dilewati saat hujan. Karena seluruh badan jalan tertutup air setinggi 25 centimeter, lantaran belum ada drainase. Sehingga ia sempat mengusulkan pengadaan drainase sepanjang 450 meter.

“Air sampai di mata kaki, karena memang drainase tidak ada. Sudah lima tahun tidak ada perbaikan di sini,” jelasnya.

Berbicara mengenai fasilitas umum, ia juga sempat menyinggung mengenai jembatan kayu yang menghubungkan daerah RT 22 di Tanjung Batu. Jembatan kayu yang dibangun sejak 2010, dengan panjang 350 meter dan lebar dua meter ini, sudah jebol dan jabuk.

Sehingga hanya dilakukan sulam tambal jika ada papan yang jebol. Padahal jembatan ini merupakan akses satu-satunya yang menghubungkan ke daerah pesisir.

“Saya imbau kepada masyarakat, kalau ada papan yang jebol di depan rumahnya bisa ditambal dengan papan yang ada,” tambahnya.

Pada 2015 lalu sebenarnya jembatan tersebut sudah diukur dan rencananya akan disemenisasi. Namun entah mengapa sampai saat ini belum ada kepastian kapan dilakukan semenisasi. Warga setempat juga sudah berharap dan merasa kecewa karena tak kunjung direalisasikan.

“Katanya cuma janji-janji. Ada juga warga yang bilang, kalau ada yang datang ukur dan tidak ada kepastian jangan dilayani, karena percuma saja,” jelasnya.

Dia berharap agar infrastruktur di lingkungannya segera dibenahi. Sebab ia khawatir ada kecemburuan sosial, pembangunan hanya difokuskan di perkotaan sementara di perkampungan kurang mendapat perhatian.

“Contohnya jalan di kota sudah bagus tapi ditambah aspalnya. Di pesisir jalan yang sudah tidak bisa dilewati kok tidak diperbaiki,” tutupnya. (*/one/udn)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:50

Wali Kota dan Wawali Diminta Mundur

PALU - Ratusan masyarakat Palu menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD)…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:48

UMK Akan Dibahas Awal November

TARAKAN - Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, upah akan selalu…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:44

Baliho Tak Sesuai Aturan Bisa Memicu Konflik

TARAKAN – Ramai ditemui baliho calon legislatif yang tidak sesuai aturan, tidak hanya merusak…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:35

Rasa Sedikit Asam dan Lebih Segar

Letak dan kondisinya sangat cocok dengan habitat lebah kelulut. Dinas Lingkungam Hidup (DLH) Tarakan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:08

Pemuda Wajib Kontrol Hoaks

TARAKAN - Tahun depan Indonesia kembali akan menggelar pemilu serentak. Jauh sebelum berlangsungnya…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:06

Parkir di Gorong-Gorong, Truk Terperosok

TARAKAN - Jumat (19/10) sekira pukul 09.00 WITA, sebuah truk di Jalan Kamboja RT 43, Kelurahan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:01

Legitnya Khas Bandung dari Olahan Ikan Tenggiri

BEBERAPA makanan nusantara yang menggunakan bahan utama dari ikan tenggiri. Di antaranya batagor, siomay,…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:58

Siomay

Siomay ini disajikan bersama dengan bahan lainnya seperti kol, kentang, pare, telur, tahu bakso, yang…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:57

Batagor

Bakso tahu goreng alias batagor, yang di atasnya disiram dengan bumbu saus kacang. Dilengkapi dengan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:55

Mi Yamin

Sekilas menu yang satu ini mirip dengan mi ayam. Di atasnya diberi taburan potongan ayam, yang disajikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .