MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 26 Desember 2017 14:23
Yansen TP: Saya Terkenang Orang Tua Sendiri

RAYAKAN NATAL BERSAMA PARA LANSIA, BUPATI MENETESKAN AIR MATA

BERSAMA LANSIA: Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si beserta istri Ping Yansen saat berfoto bersama para Lansia dalam acara Natal bersama Lansia se-Kabupaten Malinau di gedung GKII Jemaat Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat, Jumat (22/12). AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Ratusan para Lansia (lanjut usia) dari lima kecamatan terdekat dari ibu kota Kabupaten Malinau berkesempatan merayakan Natal bersama. Kegiatan Natal bersama para Lansia yang bertepatan dengan peringatan Hari Ibu ini digelar di gedung Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat, Jumat (22/12) dan juga dihadiri Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si.

AGUSSALAM SANIP, Malinau

PUKUL 15.50 Wita, Jumat (22/12) panitia pelaksana menerima info bahwa Bupati sudah di perjalanan menuju gedung GKII Tanjung Lapang. Panitia pun bergegas menyiapkan acara untuk dimulai. Ternyata, bupati beserta istri datang lebih cepat dari perkiraan panitia yaitu pukul 16.00 Wita.

Sementara mengarahkan secara perlahan para Lansia ini untuk menuju panggung gereja, Bupati diminta panitia menunggu di depan pintu masuk gereja. Bupati dengan sabar dan memperhatikan langkah satu para Lansia yang akan melakukan persembahan pujian.

Karena sudah faktor usia, pergerakan pun semakin lambat dan ada beberapa orang yang perlu dibantu menaiki anak tangga panggung. Namun, perlu dicatat, tak ada tampak wajah yang lesu, mereka sangat antusias dan semangat mempersembahkan pujian.

Sekira 10 menit, ratusan Lansia ini pun sudah menempati panggung dan bernyayi mempersembahkan pujian. Bupati beserta istri, yaitu Ping Yansen yang juga merupakan Penasehat Organisasi Wanita Kabupaten Malinau memasuki ruang gereja. Sesampainya di hadapan para Lansia, Bupati menyaksikan dan mendengarkan secara khidmat persembahan pujian para Lansia tersebut.

Ia mencoba merekam dengan kamera telepon selulernya, namun Bupati yang dikenal tegas dalam menjalankan tugas ini tak kuasa menahan haru dan beberapa kali tidak jadi merekam, ia malah melepas kacamata untuk menyeka air matanya yang mulai membasahi pipinya. Begitu pun juga istrinya, namun, istrinya nampak lebih tegar.

Setelah usai persembahan pujian, Bupati menyempatkan diri ke tengah-tengah para Lansia ini untuk mengambil dokumentasi momen yang tentu tak bisa terulang lagi tersebut. Satu persatu para Lansia kembali ke tempat duduk dan ada juga yang mendatangi Bupati untuk bersalaman. Bupati pun tampak akrab dan sesekali memeluk dengan hangat para Lansia tersebut.

Acara pun berlanjut dengan laporan ketua panitia, yaitu Pdt. Em. Regina Yusa Sakai. Dalam laporannya, wanita kelahiran Tumbang Habaun, Kalimantan Tengah, 6 Juni 1946 ini mengatakan, suatu kehormatan dan suka cita yang sangat besar bagi para Lansia di Bumi Intimung di akhir tahun 2017 ini, karena bisa bersama-sama merayakan Natal bersama Lansia se-Kabupaten Malinau untuk yang pertama kalinya.

“Terlaksananya perayaan Natal bersama Lansia ini, berkat inisiatif atau prakarsa dari Ibu Ping Yansen dan Ibu Ir. Dolvina Damus,” ungkapnya.

Kedua perempuan yang sama-sama anggota DPRD Kabupaten Malinau itulah, lanjutnya, inisiator yang menggagas dan kemudian membentuk panitia Natal Lansia ini pada (10/11) lalu dan dasar atas itulah, panitia selanjutnya mempersiapkan dan melaksanakan perayaan Natal bersama Lansia yang bertepatan dengan peringatan Hari Ibu. “Terima kasih yang tulus dan dalam kami ucapkan kepada ibu inisiator,” ucapnya.

Beberapa saat tadi sebelum acara mulai, terangnya, dirinya sempat berbincang dengan para Lansia dari lima kecamatan dan sempat bertanya bagaimana tanggapan mereka tentang adanya perayaan Natal untuk para Lansia ini. Semua mengatakan sangat senang sekali dan bersyukur seperti terlihat dari animo mereka hadir dalan acara Natal tersebut.

Karena bertepatan dengan Hari Ibu, Pdt. Em. Regina mengatakan, Hari Ibu dirayakan untuk menghargai jasa-jasa seorang ibu, baik dalam keluarga, lingkungan sosial, maupun juga jasa-jasa bagi bangsa. Hari Ibu merupakan momen untuk ungkapan kasih sayang dan terima kasih anak-anak kepada ibunya yang telah melahirkan, membesarkan dan mendidik mereka.

“Perayaan Natal Lansia ini yang bertepatan dengan peringatan Hari Ibu dan secara khusus hal ini menginspirasi saya untuk merenung sejenak, apakah ada hal-hal yang berkaitan antara Kristus yang lahir ke dunia ini dua ribu tahun yang silam dan kita selaku anak-anak yang pada hari ini mengungkapkan kasih sayang dan terima kasih kita kepada ibunda tercinta kita, menurut pendapat saya pribadi, kaitan itu ada. Yaitu dalam hal kelahiran,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, semua kita dulunya anak, baik dirinya yang sudah Lansia, maupun masih muda, semua dilahirkan dari rahim seorang perempuan atau ibu, begitu juga dengan Yesus.

“Dari sudut pandang iman, rahim adalah anugerah yang diberikan Allah kepada perempuan untuk mengandung kehidupan selama sembilan bulan di dalam tubuhnya dan melahirkannya ke dunia ini. Ini adalah tanggung jawab istimewa yang diberikan Allah kepada perempuan,” tuturnya.

Natal bersama Lansia Kabupaten Malinau tahun 2017 ini mengangkat tema Hendaklah damai Yesus Kristus memerintah di dalam hatimu dan sub tema Dengan semangat Natal Yesus Kristus, kita tingkatkan kehidupan Lansia yang sehat, bahagia dan tetap berbuah dalam rangka mewujudkan Malinau yang aman, nyaman dan sejahtera.

Harapan yang tertuang dalam sub tema, sebut wanita berusia lebih dari tujuh puluh tahun ini, khususnya untuk Lansia ada tiga. Yaitu sehat, bahagia dan tetap berbuah. Sehat memiliki artian luas, tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi juga sehat secara rohani, sehat ekonomi dan sehat kehidupan sosialnya.

“Kenapa saya katakan sehat kehidupan sosialnya? Karena Lansia yang sudah lanjut usia itu biasanya kesepian. Karena dia tidak bisa lagi datang berkumpul bersama teman-temannya. Oleh sebab itu, dia memerlukan kepedulian dari sahabat-sahabatnya, dari orang-orang terdekatnya,” ujarnya.

Kalau kehidupan yang sehat ini minimal terpenuhi, imbuhnya, maka Lansia akan bahagia dan tetap berbuah seperti pohon buah-buahan, walaupun sudah tua, ia akan tetap berbuah apabila terawat dengan baik.

Kemudian, para Lansia yang hadir dalam perayaan Natal ini dari semua organisasi gereja yang ada di kota dan di desa-desa lima kecamatan, yaitu Kecamatan Malinau Kota, Malinau Utara, Malinau Barat, Malinau Selatan Hilir dan Mentarang.

Terkait dana atau pembiayaan acara ini, paparnya, para Lansia tidak sepeser pun mengeluarkan dana dari kantongnya, karena semuanya bersumber dari kantong anak-anak para Lansia. Selain itu, adat tambahan dari donator, yaitu dari Ping Yansen.

“Terima kasih yang tulus dan dalam dari kami Lansia Ina, Ama, kakek, nenek sekalian atas perhatian, kepedulian, cinta kasih yang membahagiakan kami pada sore hari ini dan terkhusus terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Ping Yansen,” ucapnya.

Mewakili panitia dan para Lansia, dirinya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Malinau yang berkenan hadir. Ia juga berterima kasih kepada Badan Jemaat GKII Tanjung Lapang dan juga kepada panitia yang telah bekerja keras dan sungguh-sungguh mempersiapkan perayaan Natal dalam waktu yang relatif singkat, yaitu kurang lebih sebulan.

“khusus kami sampaikan kepada teman-teman, saudara-saudaraku yang terkasih para Lansia yang sudah datang dan hadir untuk ber-Natal bersama, walaupun dari tempat yang jauh. Kita lihat antusias mereka luar biasa,” ucapnya lagi.

Ia pun menyemangati sesama para Lansia, menurutnya, menjadi tua itu pasti akan dialami setiap orang. Menjadi tua itu wajar dan alamiah. Walaupun kemampuan fisik atau hidup lahiriah semakin merosot dimakan usia, tapi harus tetap bersemangat menjalani kehidupan ini. Karena, lanjutnya, hidup batiniah, hidup kerohanian atau spiritualitas tidak terbatas oleh usia. Dia akan terus berkembang sampai berapapun usia, tapi dengan syarat harus merawatnya dengan baik seperti kala merawat anak-anak.

“Tetaplah berbuah, artinya menjadi Lansia yang produktif, menjadi panutan bagi anak cucu kita, hingga kita bisa mewariskan kasih sayang, integritas dan perbuatan yang baik serta iman yang kokoh dan kuat kepada anak cucu kita,” ujarnya penuh semangat.

Sebelum menutup laporan ini Ia pun mengutip salah satu ayat sebagai doa dan permohonan. “Janganlah membuang aku pada masa tuaku. Janganlah meninggalkan aku apabila kekuatan ku habis, juga sampai masa tuaku dan putih rambutku ya Allah, janganlah meninggalkan aku supaya aku memberitakan kuasa-Mu kepada  angkatan ini, keperkasaan-Mu kepada semua orang yang akan datang,” kutipnya.

Sementara itu, Ping Yansen yang hadir sebagai Penasehat Organisasi Wanita Kabupaten Malinau dalam sambutannya mengungkapkan rasa suka cita dan apresiasi dirinya kepada seluruh Lansia se-Kabupaten Malinau.

“Syalom..” ujar Ping Yansen menyampaikan salam mengawali sambutan.

Tentunya, menurutnya, Lansia yang datang ke acara Natal ini dengan hati yang bersuka cita dan penuh bahagia. Karena Lansia merupakan orang-orang yang telah diberkati Tuhan di masa hidup selama di dunia ini, sehingga dapat merayakan Natal secara bersama-sama.

Dijelaskan ibu dari empat anak ini, perayaan ini bermula dari diskusi kecil dirinya bersama Dolvina Damus untuk merayakan Hari Natal bersama para Lansia atas pertimbangan bahwa para Lansia ini terkadang mungkin sedikit terlupakan dalam perayaan Natal. Biasanya, lanjutnya, seperti sekolah minggu, Perkauan, Perkarya, pemuda yang luar biasa merayakan Natal, tapi Lansia hanya ada beberapa saja gereja yang merayakannya. Oleh sebab itu, muncul pemikiran pihaknya untuk melaksanakan Natal bersama para Lansia.

“Kami sebagai anak menghormati Bapak Ibu sebagai orangtua kami yang menjadi inspirator kami dalam kami menjalani kehidupan ini. Kalau kami bisa mengangkat tangan setinggi-tingginya menghormati Bapak Ibu sekalian, karena Bapak Ibulah orangtua kami yang menjadi teladan kami, yang memberi didikan kepada kami hingga pada saat ini,” ucap Ping Yansen sambil tangan menghormat kepada para Lansia.

Hari ini, lanjutnya lagi, bisa melihat anak-anak para Lansia yang sudah berhasil dan sukses di dalam bidang apa saja, baik di pemerintah, politik, pelayanan keagamaan dan di bidang apa saja yang telah berhasil. Tentu, tegas wanita yang murah senyum ini, ini hasil dari didikan oleh para orangtua. Sub tema pada hari ini memberikan semangat untuk kita bersama, secara khusus kita sebagai anak-anak dari orang-orang tua yang terus peduli kepada orang-orangtua kita dalam hal apa saja. Karena orang-orangtua kita inilah yang membentuk kita, yang melahirkan kita dan seterusnya untuk kita hormati dan kita hargai sampai Tuhan berkehendak untuk memanggil kita sekalian.

Terkait sub tema perayaan Natal bersama Lansia ini jelas dia, juga memberikan semangat untuk para sebagai Lansia, sekalipun usia sudah lanjut, tapi tetaplah seorang anak Tuhan yang terus berbuah memberi keteladanan yang baik kepada anak cucunya dalam semua sikap, perilaku, tutur kata, bahkan kesetiaan untuk mengikuti Tuhan.

Kepada seluruh anak-anak, ia selaku Penasihat Oraganisasi Wanita mengharapkan, agar anak terus menyayangi, peduli dan memperhatikan orangtuanya serta menyayangi mereka lebih daripada apa pun, seperti sayang kepada Tuhan.

“Hari ini kita bersama para orangtua kita untuk pertama kalinya kita merayakan perayaan Natal ini, dan kami harap Natal bersama Lansia ini bisa berlanjut di tahun-tahun yang akan datang. Kita terus memuliakan Tuhan selama ada waktu kita memuliakan Tuhan. Selamat Hari Natal tahun 2017 dan selamat menyongsong Tahun Baru 1 Januari 2018,” ucapnya mengakhiri sambutan.

Acara terus berlanjut dengan penyampaian sambutan dari Bupati Malinau Yansen TP, kemudian pelaksanaan ibadah. Yang pertama litorgus, pujian, penyalaan lilin utama, doa pembukaan, penyalaan lilin “Malam Kudus” yang dinyalakan Bupati Malinau, Pdt. Lasung Yusef, MCM selaku pengkhotbah dan perwakilan para Lansia dari lima kecamatan. Setelah itu, pembacaan firman Tuhan, persembahan pujian dari lima kecamatan, persembahan syukur, doa syafaat, pujian bersama, renungan Natal, pujian dan doa penutup dan penyampaian yel-yel selamat Natal dan tahun Baru.

Sebelum berakhir, juga ada pujian dari anak-anak para Lansia yaitu bernyanyi dan membacakan puisi untuk para orangtua sebagai tanda bakti anak kepada mereka. Setelah itu, Bupati dan istri serta anak-anak dari beberapa Lansia memberikan sekuntum bunga sebagai tanda kasih sayang. Para Lansia yang menerima terharu sambil memeluk dan mencium anak-anaknya.

Usai pelaksanaan Natal bersama Lansia, Bupati Malinau Yansen TP saat diwawancarai mengatakan, tema Natal secara nasional tahun ini yang diberlakukan di seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan sudah menyebar ke seluruh masyarakat. Hal itu menimbulkan antusiasme dari orang-orangtua termasuk para Lansia di Kabupaten Malinau.

“Saya kira, saya menyaksikan luar biasa euforia orang-orangtua yang berumur di atas 50 tahun sampai 100 tahun yang ada di sini merupakan satu hal yang sangat luar biasa menurut saya dan saya sambut dengan kegembiraan dengan suka cita dan dengan semangat,” ungkapnya.

Melihat semangat para orangtua Ini, lanjutnya, menjadi sebuah motivasi ke depan yang justru menjadi pemicu anak-anaknya untuk lebih bersemangat lagi.

Bupati berharap acara ini terus berlanjut dan dilaksanakan kembali pada tahun depan. Karena, kata Bupati, tujuannya tidak lain di samping memberi sebuah semangat suka cita di saat orang-orangtua hidup dalam kesendirian karena biasanya aktivitas saat berusia lanjut sudah agak terbatas geraknya sehingga lebih hidup dengan sendiri.

Tapi, dengan kebersamaan yang telah disaksikan pada perayaan Natal ini, ada suka cita, ada kegembiraan mereka, seolah mereka kembali kepada masa lalu mereka. Hal ini menurutnya sangat luar biasa dan ia berharap hal ini memberi motivasi besar kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Saat ditanya kenapa dirinya sempat terahru dengan meneteskan air mata, ia pu menegaskan bahawa situasi perayaan Natal bersama Lansia ini merupakan hal yang baru dan tidak terduga olehnya dengan menyaksikan semangat para Lansia hadir.

“Saya pikir tadi acaranya bisa-bisa saja. Tapi ternyata luar biasa semangatnya sehingga saya terkenang dengan orangtua sendiri. Jadi saya terkenang dengan orangtua sendiri dan teringat juga pada hari ini Hari Ibu, jadi membuat saya menjadi impresif sekali dengan acara ini sehingga menyentuh batin. Akhirnya saya juga merasa terharu melihat suasana ini,” ungkapnya kepada pewarta.

Menurutnya, semangat para Lansia ini merupakan sebuah pemantik semangat untuk bagaimana semakin menggairahkan masyarakat Malinau untuk membangun Kabupaten Malinau ini.

Bupati pun berpesan kepada anak-anak yang masih memiliki orangtua agar selalu menjaga dan menyayangi mereka, karena satu hal yang harus disadari bahwa tanpa orangtua, tanpa ibu dan ayah, anak-anak tidak ada.

“Dalam artian bahwa kita dilahirkan oleh mereka. Dan tanpa mereka mendidik, membesarkan dan membina kita, tentu kita tidak akan menjadi orang. Nah oleh sebab itu, tentu rasa syukur itu harus menjadi sebuah sikap hidup kita kepada orangtua. Bentuknya adalah, jangan sampai kita merasa terbebani menjaga dan memelihara orangtua yang sudah agak terbatas geraknya,” pesannya.

Ia mengajak agar para anak memberi cinta kasih kepada orangtua seperti orangtua juga luar biasa cinta kasihnya kepada anak. Karena, kalau membandingkan antara cinta kasih orangtua kepada anaknya pada saat lahir dan dibesarkan dengan cinta kasih anak kepada oramgtua saat tua sangat jauh berbeda.

Jadi, saya kira, tidak sebandinglah rasanya duka cita kita saat ini menjaga orangtua kita yang juga sudah agak terbeban karena kondisi kesehatan, dengan kasih orangtua kita kepada kita sampai kita besar saat ini. Oleh sebab itu, dalam suasana Hari Ibu dan dalam suasana Natal Lansia ini, saya harapkan mari kita bangkitkan semangat kita untuk menebar kasih kepada orangtua kita, menjaga dan memelihara mereka itu sebagai bentuk pengabdian kita pada orangtua,” ajaknya.

Usai acara, satu persatu para Lansia pulang menuju rumahnya dengan jemputan mobil dari desa dan keluarga. Di pertengahan acara, hujan lebat mengguyur gereja, namun para Lansia ini tetap semangat mengikuti jalannya acara sampai selesai. Tak seperti biasanya dalam perayaan Natal bersama para orang muda, harum wangi-wangian dari parfum sangat semerbak sekali. Namun, di acara Natal para Lansia ini, kita akan mencium aroma yang juga menyegarkan. Tentu bukan parfum, tapi aroma minyak kayu putih untuk menghangatkan badan para orangtua yang sedah mulai tak tahan dengan angin malam, karena cuaca hujan dan selesai pada pukul 19.30 Wita. (ags/puu)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 12:06

Busak Baku Melambangkan Kebersamaan dan Keharmonisan

Setiap tari-tarian tradisional memiliki filosofi tersendiri, sama halnya dengan tarian Busak Baku yang…

Jumat, 20 Juli 2018 11:43

Ubah yang Biasa Menjadi Luar Biasa

MALINAU – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si kembali mengingatkan kepada para Aparatur Sipil Negara…

Jumat, 20 Juli 2018 11:42

Satpol PP Bina 7 RT di Desa Malinau Kota

MALINAU - Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Malinau melakukan…

Jumat, 20 Juli 2018 11:42

10 Purna Praja IPDN Ditugaskan di Malinau

MALINAU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau kembali mendapatkan kuota penempatan Purna Praja Institut…

Jumat, 20 Juli 2018 11:40

25.112 Jiwa Jadi Sasaran Vaksin MR

MALINAU-Sasaran program pemberian vaksin campak rubella di wilayah Kabupaten Malinau di tahun 2018 ini…

Kamis, 19 Juli 2018 11:00

RT Bersih Punya Makna Luas

MALINAU – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si menegaskan, RT Bersih bukan sekadar ucapan atau penyebutan…

Kamis, 19 Juli 2018 10:58

42 Kelompok Tani dapat Alsintan

MALINAU – Dinas Pertanian Kabupaten Malinau kembali menyerahkan alat mesin pertanian (Alsintan)…

Kamis, 19 Juli 2018 10:55

2019, Jalan Malinau-Long Midang-Krayan Akan Dioperasikan

MALINAU – Tahun 2019 mendatang, pembangunan jalan dari Malinau-Long Bawan-Long Midang (Krayan/Nunukan)…

Kamis, 19 Juli 2018 10:53

Kampanye MR, Libatkan Lintas Sektoral

MALINAU-Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Malinau melakukan…

Rabu, 18 Juli 2018 11:28

ASN Dituntut Kreatif Berkarya

MALINAU – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, Selasa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .