MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 26 Desember 2017 11:50
Gorong dari Zaman Belanda Butuh Perhatian
MENYEMPIT: Kondisi sedimentasi di gorong yang berlokasi RT 5 Kelurahan Kampung Enam membutuhkan solusi. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Masyarakat  RT 5 berharap adanya perhatian pemerintah terhadap kondisi  saluran air atau gorong-gorong air yang berada di depan SD 6, Kelurahan Kampung Empat.

Kondisinya saat ini tidak lagi mampu mengalirkan air secara maksimal terutama pada waktu hujan turun. Hal itu diungkapkan Ketua RT 5 Kelurahan Kampung Empat, Sukatmanto saat ditemui Radar Tarakan, Senin (25/12).

Disebutkan Sukatmanto, gorong-gorong tersebut memiliki panjang sekitar 4 meter dengan diameter sekitar 0,5 meter. Gorong tersebut sebetulnya sudah ada sejak masa penjajahan Belanda. Hingga kini diakui Sukatmanto, gorong-gorong tersebut sangat berguna untuk mengalirkan air dari beberapa wilayah RT 5, RT 6, dan RT 12.

Hanya saja, sejak beberapa tahun terakhir atau sekitar 2011 lalu, gorong-gorong tersebut tidak lagi mampu mengalirkan air secara opatimal, sehingga rentan sekali ketika hujan turun dan mengakibatkan aliran air meluap ke jalan. “ Dan akhirnya terjadi banjir,” ujarnya.

Ketika terjadi banjir, tentu saja hal tersebut sangat mengganggu aktivitas warga. Pasalnya tidak sedikit masyarakat yang lalu-lalang di Kelurahan Kampung Empat yang notabene banyak terdapat beberapa fasilitas masyarakat seperti SD 006, SMP  Negeri 3, dan Masjid Baitul Izza Islamic Center.

“Dulu bahkan pernah meluap hingga ke depan rumah saya. Apabila terjadi banjir, kegiatan anak-anak sekolah untuk bersekolah menjadi terganggu,” keluh Sukatmanto.

Ia telah menyampaikan keluhan warga tersebut ke tingkat kelurahan. Selain itu hal tersebut sering kali disampaikan pada pertemuan bersama pihak-pihak terkait seperti pada pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan pertemuan lainnya.  Dan di dalam proposal yang diajukan, pihaknya meminta segera diberikannya perbaikan pada gorong-gorong tersebut  yang juga merupakan keinginan masyarakat.

 “Tidak perlu banyak hal yang diusulkan. Cukup satu hal yang menjadi prioritas dan diusulkan dengan harapan segera terealisasi, karena bukan hanya pada sekitar 68 KK (kepala keluarga) yang ada di RT 5, namun ini juga menyangkut kepentingan orang banyak yang lalu lalang,” tuturnya.

Hanya saja hingga kini harapan masyarakat belum dapat terealisasi, meski pihak terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Tarakan diakuinya sudah pernah meninjau lokasi dan mengambil gambar foto juga pada lingkungan RT yang mayoritas bekerja sebagai pegawai swasta.

Selain gorong-gorong, perhatian juga dapat diberikan pada pohon-pohon yang bukan saja berada di RT 5, namun sepanjang jalan raya di Kelurahan Kampung empat dari arah SMP Negeri 3 Tarakan menuju Masjid Baitul Izza Islamic Center. Dahan pohon saat ini tidak sedikit yang mengarah ke jalan raya dan hal tersebut mengganggu kenyamanan para pengguna jalan yang melintas. Apalagi Bus Rapid Transit (BRT)  yang dipergunakan oleh anak-anak sekolah sering lalu-lalang melintas  dan sering terkena dedahanan pohon. 

“Kami mengapresiasi karena beberapa waktu yang lalu pernah dilakukan pemangkasan dahan pohon yang menjorok ke jalan raya. Hanya saja belum maksimal secara menyeluruh dan diharapkan segera ada pemangkasan dahan,” tuturnya

Perlu juga perhatian sedikitnya 3 titik yang belum mendapat penerangan jalan. Untuk masalah jalan, saat ini kondisinya secara umum cukup baik. Masalah kebersihan memang sangat menjadi perhatian seluruh warga. Setiap 1 bulan  sekali, masyarakat secara bergotong-royong melakukan kegiatan kerja bakti bersama, yaitu tepatnya pada akhir bulan.

“Tingkat kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap bersih sangat baik,” pungkasnya.  (*/jhn/zia)


BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 10:56

Tunggu Hasil, Sanksi Menanti

TARAKAN – Persoalan dua kepala dinas (kadis) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, yang…

Selasa, 20 Februari 2018 10:49

Berani Laporkan Penjualan di Atas HET!

TARAKAN – Meski sebagian wilayah Bumi Paguntaka sudah dipasangi jaringan gas (jargas), namun keberadaan…

Selasa, 20 Februari 2018 10:47

Tergerak dari Keluh Kesah Ibu-Ibu di Selawatan

Manajemen dan kru Radar Tarakan yang dipimpin Direktur Utama Anny Susilowati pun akhirnya berkesempatan…

Selasa, 20 Februari 2018 10:44

Tampung Bom dengan Bungker Darurat

TARAKAN – Seiring bergantinya tahun, penemuan bom Perang Dunia ke II semakin banyak ditemukan…

Selasa, 20 Februari 2018 10:43

UNBK Digelar Semi Online

TARAKAN - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) akan dilaksanakan…

Selasa, 20 Februari 2018 10:42

Simpan Sabu di Kantong Pop Ice, AS Dibekuk

TARAKAN – Aksi AS, pelaku diduga pengedar sabu-sabu akhirnya digagalkan Satreskoba Polres Tarakan.…

Selasa, 20 Februari 2018 09:30

Sepuluh Warga Ini 'Diangkut' ke Hotel, Kok Bisa?

TARAKAN - Sejumlah warga asal Sorong Papua 'diangkut' petugas Polsek Tarakan Timur, Senin (19/2) ke…

Senin, 19 Februari 2018 10:46

Dua Kadis Pamer Simbol Empat

TARAKAN - Di tengah masa kampanye Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan 2018, beredar foto…

Senin, 19 Februari 2018 10:44
Misi Sulit Setiap Sakit

Di Daerah Ini, Usahakan Jangan Sakit, Ini Alasannya....

Visi Kementerian Kesehatan yang mengharapkan masyarakat Indonesia sehat mandiri dan berkeadilan faktanya…

Senin, 19 Februari 2018 10:41
Dokter Bertugas di Perbatasan

Biaya Kuliah Tak Sebanding dengan Penghasilan

BIAYA yang dikeluarkan untuk menjadi dokter sangat besar. Menempuh pendidikan bertahun-tahun, lantas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .