MANAGED BY:
SENIN
16 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 23 Desember 2017 11:39
Data Tak Valid, Bantuan Miskin Tak Tepat Sasaran
PESISIR: Dinsos Nunukan belum memiliki data valid terkait warga miskin. Alhasil, bantuan yang diberikan tak jarang tak tepat sasaran. Tampak dari atas wilayah pesisir Nunukan yang menyumbang data miskin terbanyak. FOTO: RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Validasi dan verifikasi warga penduduk miskin menjadi tugas utama Dinas Sosial (Dinsos) Nunukan di awal 2018 mendatang. Sebab, data yang digunakan untuk memberikan bantuan ke warga miskin tak tepat sasaran.

Kepala Dinsos Nunukan dr. Andi Akhmad M. Kes membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, untuk program penanggulangan fakir miskis di Nunukan memang sudah seharusnya dilakukan perbaikan data. Karena, selama ini banyak bantuan pemerintah yang diberikan bukan yang berhak atau tak tepat sasaran.

“Data 2011 diperbarui 2015 lalu. Nah, data 2015 ini yang digunakan sampai sekarang. Makanya tidak tepat sasaran. Karena sudah dua tahun. Banyak, data yang sudah tidak sesuai,” ungkap dr. Andi Akhmad kepada media ini.

Seperti yang terjadi di Pulau Sebatik yang menerima perluasan keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) 2018. Setelah diverifikasi datanya dari petugas pendamping Kementerian Sosial (Kemensos) yang bertugas di Nunukan, sebanyak 50 persen penerima bantuan sudah tidak memenuhi kriteria. “Karena, data lama yang dipakai. Yang dulunya miskin kini sudah berpenghasilan,” bebernya.

Ia mengakui akibat data yang sudah tidak valid ini banyak menimbulkan persoalan di masyarakat. Khususnya mereka yang merasa lebih berhak mendapatkan bantuan justru diberikan ke yang tidak layak. Seperti, bantuan beras sejahtera (rastra) yang sebelumnya bernama beras miskin (raskin). Banyak yang tidak tepat sasaran. “Banyak warga yang termasuk kategori mampu dapat rastra, sedangkan yang tidak mampu tidak dapat,” ujarnya.

Olehnya itu, adanya mekanisme pemuktahiran mandiri (MPM) ini, diharapkan data warga miskin dilakukan secara mandiri oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Karena, selama ini pemuktahiran data dilakukan pemerintah pusat. “Orang miskin yang belum terdaftar boleh mendaftarkan dirinya atau didaftarkan oleh orang lain. Kalau yang bersangkutan tidak sempat,” jelasnya.

Dikatakan, mekanisme untuk MPM terbilang cukup panjang. Karena dilakukan secara bertahap. Pertama, pendaftaran di tingkat desa dan kelurahan. Lalu, basis data yang lama ini diverifikasi ke kelurahan dan desa. Ketika lengkap, baru dikirim ke tingkat kecamatan. Dari kecamatan ini akan dirilis data miskin yang bakal diverifikasi pihak indenpen.

“Jadi, bukan lagi ketua RT. Nanti petugas-petugas dari Dinas Sosial yang telah mengikuti pelatihan akan terlibat dalam proses verifikasi. Jadi, warga yang tergolong mampu tapi ikut mendaftar dengan sendirinya dikeluarkan dari data,” jelasnya.

Dengan proses seperti itu, diharapkan agar data yang dimiliki murni warga miskin. Sebab, yang digunakan selama ini banyak salahnya. Ada yang warga miskin dikeluarkan sementara, yang tidak layak justru dimasukkan.

“Setelah data ini lengkap dan sesuai akan dikirim ke Kementerian Sosial. Target penyelesaian itu sampai September 2018 mendatang. Jadi, Oktober sudah data baru digunakan,” pungkasnya. (oya/eza)

 


BACA JUGA

Senin, 16 Juli 2018 16:03

Pemerintah Rencana Siapkan Bangunan Baru

NUNUKAN – Pembagian lapak jualan di Pasar Tradisional Terpadu Liem Hie Djung, tidak semua diterima…

Senin, 16 Juli 2018 16:02

AC Isi Kotak Permen dengan Sabu

NUNUKAN – Salah seorang pria paruh baya diamankan pihak kepolisian setelah diketahui memiliki…

Senin, 16 Juli 2018 16:01

Soroti Kinerja Aparat

NUNUKAN – Selain menyoroti kondisi listrik di Kabupaten Nunukan, Aliansi Mahasiswa Pembela Rakyat…

Senin, 16 Juli 2018 09:00

Nakhoda Laka Speedboat DPO Sabu

NUNUKAN – Nakhoda kecelakaan laut speeboat di perairan Sebatik beberapa waktu lalu yakni Olong…

Senin, 16 Juli 2018 08:58

ANJING BIKIN RESAH..!! Satpol PP Terkendala Alat Tangkap

NUNUKAN – Keluhan masyarakat mengenai keberadaan anjing liar yang menggangu pengguna jalan tampaknya…

Minggu, 15 Juli 2018 15:25

Tak Tertolong karena Tidak Ada Biaya Operasi

M. Raffa, balita tanpa lubang anus yang lahir pada Kamis (5/7) lalu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)…

Minggu, 15 Juli 2018 15:24

Diduga Bawa Barang Ini, Satu Kapal Ditahan

NUNUKAN – Salah satu kapal bermuatan sembilan bahan pokok (sembako) yang diduga ilegal, diamankan…

Minggu, 15 Juli 2018 15:15

Pedagang Enggan Menempati Kios

NUNUKAN – Para pedagang yang mendapatkan tempat di pasar Tradisional Terpadu Liem Hie Djung, tidak…

Minggu, 15 Juli 2018 15:14

Fasilitas Pemerintah Kurang Dimanfaatkan

NUNUKAN – Jalur ilegal yang sering digunakan masyarakat masuk maupun keluar ke Tawau, Malaysia…

Minggu, 15 Juli 2018 15:13

Abaikan Sementara Penindakan Hukum

NUNUKAN – Ketidaktahuan masyarakat terhadap dampak narkotika dan obat berbahaya (Narkoba) menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .