MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 23 Desember 2017 11:39
Data Tak Valid, Bantuan Miskin Tak Tepat Sasaran
PESISIR: Dinsos Nunukan belum memiliki data valid terkait warga miskin. Alhasil, bantuan yang diberikan tak jarang tak tepat sasaran. Tampak dari atas wilayah pesisir Nunukan yang menyumbang data miskin terbanyak. FOTO: RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Validasi dan verifikasi warga penduduk miskin menjadi tugas utama Dinas Sosial (Dinsos) Nunukan di awal 2018 mendatang. Sebab, data yang digunakan untuk memberikan bantuan ke warga miskin tak tepat sasaran.

Kepala Dinsos Nunukan dr. Andi Akhmad M. Kes membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, untuk program penanggulangan fakir miskis di Nunukan memang sudah seharusnya dilakukan perbaikan data. Karena, selama ini banyak bantuan pemerintah yang diberikan bukan yang berhak atau tak tepat sasaran.

“Data 2011 diperbarui 2015 lalu. Nah, data 2015 ini yang digunakan sampai sekarang. Makanya tidak tepat sasaran. Karena sudah dua tahun. Banyak, data yang sudah tidak sesuai,” ungkap dr. Andi Akhmad kepada media ini.

Seperti yang terjadi di Pulau Sebatik yang menerima perluasan keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) 2018. Setelah diverifikasi datanya dari petugas pendamping Kementerian Sosial (Kemensos) yang bertugas di Nunukan, sebanyak 50 persen penerima bantuan sudah tidak memenuhi kriteria. “Karena, data lama yang dipakai. Yang dulunya miskin kini sudah berpenghasilan,” bebernya.

Ia mengakui akibat data yang sudah tidak valid ini banyak menimbulkan persoalan di masyarakat. Khususnya mereka yang merasa lebih berhak mendapatkan bantuan justru diberikan ke yang tidak layak. Seperti, bantuan beras sejahtera (rastra) yang sebelumnya bernama beras miskin (raskin). Banyak yang tidak tepat sasaran. “Banyak warga yang termasuk kategori mampu dapat rastra, sedangkan yang tidak mampu tidak dapat,” ujarnya.

Olehnya itu, adanya mekanisme pemuktahiran mandiri (MPM) ini, diharapkan data warga miskin dilakukan secara mandiri oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Karena, selama ini pemuktahiran data dilakukan pemerintah pusat. “Orang miskin yang belum terdaftar boleh mendaftarkan dirinya atau didaftarkan oleh orang lain. Kalau yang bersangkutan tidak sempat,” jelasnya.

Dikatakan, mekanisme untuk MPM terbilang cukup panjang. Karena dilakukan secara bertahap. Pertama, pendaftaran di tingkat desa dan kelurahan. Lalu, basis data yang lama ini diverifikasi ke kelurahan dan desa. Ketika lengkap, baru dikirim ke tingkat kecamatan. Dari kecamatan ini akan dirilis data miskin yang bakal diverifikasi pihak indenpen.

“Jadi, bukan lagi ketua RT. Nanti petugas-petugas dari Dinas Sosial yang telah mengikuti pelatihan akan terlibat dalam proses verifikasi. Jadi, warga yang tergolong mampu tapi ikut mendaftar dengan sendirinya dikeluarkan dari data,” jelasnya.

Dengan proses seperti itu, diharapkan agar data yang dimiliki murni warga miskin. Sebab, yang digunakan selama ini banyak salahnya. Ada yang warga miskin dikeluarkan sementara, yang tidak layak justru dimasukkan.

“Setelah data ini lengkap dan sesuai akan dikirim ke Kementerian Sosial. Target penyelesaian itu sampai September 2018 mendatang. Jadi, Oktober sudah data baru digunakan,” pungkasnya. (oya/eza)

 


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 14:19

Fokus CPNS, Rekrut P3K Belum Pasti

NUNUKAN – Pegawai honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan yang berusia di…

Selasa, 25 September 2018 14:14

Kampanye Harus Ikuti Aturan

NUNUKAN – Sebanyak 16 partai politik (parpol) yang mengikuti pemilihan umum (pemilu) di Nunukan,…

Selasa, 25 September 2018 14:06

Terdakwa Kecelakaan Speedboat Didakwa Empat Pasal

NUNUKAN – Dua terdakwa perkara kecelakaan speedboat pengangkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal…

Selasa, 25 September 2018 14:04

Dua Pelaku Jambret Jadi Tersangka

NUNUKAN – Dua pelaku penjambretan handphone berinisial PY (19) dan SK (19), yang terjadi di depan…

Senin, 24 September 2018 13:50

Unggas Masih Dilarang Masuk

NUNUKAN – Flu burung yang menyerang ribuan unggas di Sabah, Malaysia membuat Balai Karantina Pertanian…

Senin, 24 September 2018 13:43

Penjemput Jemaah Haji Padati PLBL Liem Hie Djung

NUNUKAN – Tak berbeda jauh dengan tahun lalu, jemaah haji yang baru tiba di Pelabuhan Lintas Batas…

Senin, 24 September 2018 13:39

Gangguan Jaringan Internet Hal yang Wajar

NUNUKAN – Gangguan jaringan internet yang sering bermasalah, dianggap hal yang wajar terjadi di…

Senin, 24 September 2018 13:37

Data Pemilih yang Masih Bermasalah Segera Diselesaikan

Dengan berubahnya Data Pemilih Tetap (DPT) pasca dilakukan penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan…

Senin, 24 September 2018 13:27

Dipergoki Orang Tua, RL Langsung Dibui

AKSI bejat RL (inisial), pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur harus berakhir di jeruji besi.…

Senin, 24 September 2018 13:19

Aksi Jambret Terekam CCTV

NUNUKAN – Aksi penjambretan terjadi di depan Rumah Makan (RM) Arema, Jalan TVRI, Kelurahan Nunukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .