MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 20 Desember 2017 22:50
Undangan dan Suvenir Pernikahan Jadi Abu

Paling Rawan Permukiman di Pesisir

BERKOBAR: Kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 Wita di Jalan Kusuma Bangsa, RT 01, Gunung Lingkas kemarin (19/12). Api tersebut menghanguskan sebagian dari rumah milik warga. FOTO: IFRANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, SELASA (19/12) malam menjadi kisah yang tak terlupakan bagi Arif (27), Nurul (19) dan orang tuanya. Rumah tempat mereka berlindung selama 15 tahun terakhir hangus dilalap si jago merah sekira pukul 01.30 Wita. Rumah di Gang Tengkawang, Jalan Kusuma Bangsa, RT 01, Gunung Lingkas, Kecamatan Tarakan Timur hanya tersisa dindingnya.

Arif menduga pemicu kebakaran karena hubungan arus pendek (korsleting). Berdasarkan apa yang dilihat adiknya Nurul, kebakaran mulai terjadi sesaat listrik di kawasan itu menyala. Beberapa jam sebelumnya diketahui listrik di kawasan itu padam. Nurul melihat letusan kecil di salah satu terminal steker, tepat di ruang makan.

“Kejadiannya jam 12-an lewat. Pertamanya mati lampu. Dan saat menyala langsung seperti ada bunyi ledakan. Dan setelah adek saya ini cek ternyata api sudah menyebar ke atas plafon,” kata Arif.

Sayangnya saat Arif tiba di rumahnya sekira pukul 00.45 Wita, dirinya tak dapat berbuat banyak. Api sudah membesar dan melalap semua barang yang ada di dalam rumah. Akibatnya, dapur dan ruang makan di rumahnya hangus.

Yang bisa diselamatkan hanya sejumlah uang dan perhiasan. Ibu dan adiknya, Nurul berhasil selamat dari musibah itu. “Nggak ada yang bisa diselamatkan lagi. Tiga unit televisi, kulkas, sertifikat tanah, ijazah, uang habis terbakar,” jelasnya.

Sementara itu, menurut pengakuan Nurul, terminal steker yang diduga menjadi biang kebakaran itu menghubungkan sejumlah peralatan listrik. “Di situ kan ada kabel untuk menghubungkan TV, kulkas,” lanjut Nurul.

Nurul dan ibunya masih mengalami trauma atas kejadian tersebut. Bagaimana tidak, selain menghabiskan harta benda dan rumahnya, pernikahan Nurul pun terancam ditunda.

Selain itu, yang membuat Nurul sedih menyangkut persiapan pernikahannya dengan Sultan (21) pada 10 Januari 2018 mendatang. Beberapa persiapan seperti 700 undangan, suvenir dalam seserahan turut terbakar. Padahal persiapan pernikahan itu hampir rampung, termasuk menyewa Gedung Wisma Patra, tempat dilangsungkannya resepsi.

“Kami akan berunding lagi dengan pihak keluarga mencari jalan terbaik,” kata Nurul dengan wajah sedih.

Ditemui terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Pemadam Kebakaran (PMK) Tarakan, Sem Rura mengungkapkan  kurang lebih 40 personel dikerahkan memadamkan api di RT 01 Kelurahan Gunung Lingkas. Pihaknya juga menurunkan dua unit mobil fire dan tiga mobil tangki. “Kami baru bisa memadamkan api itu kurang lebih satu jam. Karena, selain aksesnya yang sulit juga sempat terkendala karena listrik yang belum padam. Sehingga, harus menunggu kurang lebih 15 menit listrik mati baru kita lanjutkan untuk memadamkan api,” jelasnya.

Usai memadamkan api, petugas PMK pun kembali beristirahat. Kurang lebih satu jam, lagi-lagi laporan kebakaran kembali diterima pihaknya. Kali ini terjadi di RT 18, Kelurahan Kampung Satu/Skip, Tarakan Tengah.

“Di lokasi kebakaran yang kedua ini, kurang lebih 15-20 personel langsung dikerahkan. Dengan menurunkan satu mobil fire dan dua mobil tangki,” bebernya.

Di lokasi kedua, dikatakan Sem Rura berbeda dengan lokasi pertama. Di lokasi kedua, hanya ada satu rumah. “Yang terbakar ini rumah kayu, meski apinya dipadamkan namun tak ada satu pun barang yang dapat diselamatkan,” katanya lagi.

Kasus kebakaran dalam periode Desember 2017 mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Periode Desember 2017, terjadi 30 kebakaran, sementara di periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 50 peristiwa kebakaran.

“Untuk Desember 2017 itu 30 kasus, di antaranya kebakaran rumah 12 kali, kebakaran lahan 17 kali dan kebakaran mobil satu kali. Dan kami menganggap bahwa trennya tahun ini menurun. Bisa diasumsikan kesadaran warga akan bahaya kebakaran semakin meningkat,” jelasnya.

Adapun kasus kebakaran yang paling dominan pada bulan Februari dengan 10 kasus, di antaranya kebakaran rumah sekali dan kebakaran lahan sebanyak 9 kali.

“Lokasi rawan terjadi kebakaran itu, ada di daerah pesisir. Selain padat juga aliran listriknya saling terhubung satu sama lain. Seperti di Kelurahan Selumit Pantai, Kelurahan Karang Rejo dan Kelurahan Karang Anyar,” pungkasnya. (eru/lim)

 

 

 

 

 

 

 

 


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:10
Terkait 2.900 Ton Beras Vietnam via Sebatik

NAH KAN..!! Kemendag Sebut Selundupan

JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri pada Kementerian Perdagangan Oke Nurwan…

Rabu, 25 April 2018 11:59

AH PAYAH..!! Angka Kemiskinan Meningkat

TARAKAN - Populasi penduduk di Kaltara sedang mengalami pertumbuhan masif. Baru-baru ini Badan Pusat…

Rabu, 25 April 2018 11:57

Tak Sabar Ingin Bertemu dengan Pelajar Papua Barat

Indonesia Student & Youth Forum (ISYF) kembali menggelar Forum Pelajar Indonesia ke-10 (FOR X) dengan…

Rabu, 25 April 2018 11:55

GAWAT BAH..!! Penderita TBC Terus Bertambah

MESKI tidak menjadi kasus terbesar di Kalimantan Utara, namun penularan penyakit tuberkulosis (TBC)…

Rabu, 25 April 2018 11:53

Pusaka Tegaskan Tidak Ikut Aksi Penolakan FPI

ORGANISASI masyarakat (ormas) Pusaka Tarakan menegaskan tidak ikut ambil bagian dalam aksi damai penolakan…

Rabu, 25 April 2018 11:48

Antre Cetak E-KTP, Jaringan Malah Lelet

TARAKAN - Antrean panjang terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan dikarenakan…

Rabu, 25 April 2018 11:41

AC RSUD Bocor-Bocor Tak Kunjung Diperbaiki

TARAKAN - Penanganan plafon yang bocor di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan belum juga terealisasi.…

Rabu, 25 April 2018 11:32

Anggaran Menipis, Dishub Terpaksa Mengutang

TARAKAN - Traffic light yang berada di simpang Ladang, Pamusian, Tarakan Tengah, sudah dua hari tidak…

Rabu, 25 April 2018 11:30

Trayek Harus Dikurangi

TARAKAN - Bus rapid transit (BRT) yang telah beroperasi di Tarakan sejak 2017 lalu, memang masih harus…

Rabu, 25 April 2018 11:28

2022 Tak Terima Uang Tunai

Tarakan- Direncanakan bulan April ini, Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) mulai diimplementasikan secara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .