MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 20 Desember 2017 21:19
Tim SAR Temukan Pakaian Amat
DIDUGA BAJU KORBAN: Tim SAR kembali menemukan pakaian yang diduga milik korban saat memukat ikan. FOTO: BASARNAS UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Amat, seorang nelayan yang hilang di Sungai Sebaung, Kecamatan Sembakung, Jumat (8/12) lalu, dipastikan diterkam buaya muara yang diketahui di lokasi hilangnya korban merupakan habitat buaya.

Itu dibuktikan dengan sejumlah temuan tim SAR berupa pakaian korban dan potongan tubuh. Temuan itu memperkuat dugaan jika Amat dimangsa buaya. Alhasil, tim SAR yang berkoordinasi dengan keluarga korban akhirnya menyepakati ditutupnya operasi pencarian korban.

“Ya, berkat beberapa faktor di antaranya temuan tanda-tanda korban serta waktu operasi yang sudah di luar batas mancapai kurang lebih 10 hari dan hasil koordinasi kami dengan keluarga sudah sepakat penghentian pencarian, maka operasi kami tutup,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Wilayah Kerja Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra), Octavianto kepada Radar Nunukan ketika diwawancarai kemarin.

Octa mengatakan, temuan berupa pakaian yang sudah dalam keadaan sobek yang ditemukan unsur SAR, sudah dipastikan milik korban karena dibuktikan oleh sepupu korban bernama Rusli dan Bobi. Keduanya mengaku bahwa korban saat pamit pergi memancing, memang menggunakan baju berwarna merah seperti yang ditemukan unsur SAR.

Keluarga korban yang diwakili sepupu korban telah mengikhlaskan kejadian yang menimpa saudaranya tersebut. “Berhubung keluarganya sedang pulang kampung, jadi sudah sepakat melalui sepupunya korban untuk penghentian operasi ini. Mereka juga sudah mengikhlaskan,” ungkap Octa.

Dalam operasi hari ketiga yang dilakukan unsur SAR, kondisi daerah Lokasi Kejadian Perkara (LKP) korban memang terbilang merupakan area habitat buaya muara. Unsur SAR beberapa kali bertemu dengan buaya berukuran besar di sekitar LKP dengan jarak 1 kilometer dari posisi buaya.

Keadaan itu semakin memastikan korban benar-benar telah dimangsa binatang buas tersebut. “Memang terlihat di sekitar LKP itu habitatnya (buaya, Red.). Ada lebih dari 3 buaya yang tim lihat, bahkan meski berjarak 1 kilometer dari posisi perahu tim, mendengar suara mesin, buaya tersebut langsung masuk ke dalam air dan mulai mendekati perahu,” beber Octa.

Sebelumnya, korban yang merupakan nelayan pukat ini dilaporkan hilang saat sedang mencari ikan bersama empat perahu lainnya, Sabtu (9/12) lalu. Korban ini pun tak kunjung pulang ke rumahnya. Padahal sejumlah rekannya sudah terlebih dulu pulang.

Lantaran tak kunjung pulang, pihak keluarga dan rekan-rekannya akhirnya mencari hingga ke lokasi korban memukat ikan. Ironisnya mereka hanya menemukan perahunya saja. Selain itu, ikan hasil memukat korban juga ditemukan sudah membusuk, belum lagi jaring pukat terlihat sudah robek.

Penemuan tersebut pun langsung dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Wilayah Kerja Kaltimra dan langsung ditindak lanjut dengan melakukan operasi SAR di LKP hilangnya korban. (raw/eza)

 


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 13:51

Netralitas ASN di Politik Pengaruhi Birokrasi

NUNUKAN – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan Serfianus mengaku telah mendapat laporan mengenai…

Senin, 22 Oktober 2018 13:48

BB Miras Dilimpahkan ke Kejari

NUNUKAN - Ribuan barang bukti minuman keras (miras) dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan.…

Senin, 22 Oktober 2018 10:35

Dua ASN Belum Penuhi Panggilan

NUNUKAN - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Nunukan akhirnya memanggil empat aparatur sipil negara…

Senin, 22 Oktober 2018 10:34

Pawai Tematik, Ada Tuna Sebesar Minibus

NUNUKAN – Setidaknya ada ribuan warga yang ikut memeriahkan pawai tematik yang dilakukan Dinas…

Senin, 22 Oktober 2018 10:06

Gara-Gara Kasus Ini, Kepala UPP Sebatik Ikut Jadi Tersangka

NUNUKAN – Kasus dugaan pungli di kantor Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Sei…

Senin, 22 Oktober 2018 09:55

Honorer Berpolitik Akan Dipantau

NUNUKAN – Tak hanya aparatur sipil negara (ASN), pegawai honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:38

Pengusaha Elektronik Keluhkan Kenaikan Dolar

NUNUKAN – Melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika yang kini menyentuh Rp 15.145 per USD 1 cukup…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:37

Jalan Lingkar Sebatik Tunggu Perbaikan

NUNUKAN – Jalan lingkar Pulau Sebatik yang menghubungkan dua Kecamatan Sebatik Tengah dan Sebatik…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:10

Daging Alana Ilegal Masih Sulit Dibendung

NUNUKAN – Daging kerbau jenis alana yang beredar di Nunukan, masih banyak yang didatangkan secara…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:21

Polisi Beri Dua Penyidik ke BNNK

NUNUKAN – Polres Nunukan akhirnya memberikan dua orang penyidik ke Badan Narkotika Nasional (BNN)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .