MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 20 Desember 2017 21:19
Tim SAR Temukan Pakaian Amat
DIDUGA BAJU KORBAN: Tim SAR kembali menemukan pakaian yang diduga milik korban saat memukat ikan. FOTO: BASARNAS UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Amat, seorang nelayan yang hilang di Sungai Sebaung, Kecamatan Sembakung, Jumat (8/12) lalu, dipastikan diterkam buaya muara yang diketahui di lokasi hilangnya korban merupakan habitat buaya.

Itu dibuktikan dengan sejumlah temuan tim SAR berupa pakaian korban dan potongan tubuh. Temuan itu memperkuat dugaan jika Amat dimangsa buaya. Alhasil, tim SAR yang berkoordinasi dengan keluarga korban akhirnya menyepakati ditutupnya operasi pencarian korban.

“Ya, berkat beberapa faktor di antaranya temuan tanda-tanda korban serta waktu operasi yang sudah di luar batas mancapai kurang lebih 10 hari dan hasil koordinasi kami dengan keluarga sudah sepakat penghentian pencarian, maka operasi kami tutup,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Wilayah Kerja Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra), Octavianto kepada Radar Nunukan ketika diwawancarai kemarin.

Octa mengatakan, temuan berupa pakaian yang sudah dalam keadaan sobek yang ditemukan unsur SAR, sudah dipastikan milik korban karena dibuktikan oleh sepupu korban bernama Rusli dan Bobi. Keduanya mengaku bahwa korban saat pamit pergi memancing, memang menggunakan baju berwarna merah seperti yang ditemukan unsur SAR.

Keluarga korban yang diwakili sepupu korban telah mengikhlaskan kejadian yang menimpa saudaranya tersebut. “Berhubung keluarganya sedang pulang kampung, jadi sudah sepakat melalui sepupunya korban untuk penghentian operasi ini. Mereka juga sudah mengikhlaskan,” ungkap Octa.

Dalam operasi hari ketiga yang dilakukan unsur SAR, kondisi daerah Lokasi Kejadian Perkara (LKP) korban memang terbilang merupakan area habitat buaya muara. Unsur SAR beberapa kali bertemu dengan buaya berukuran besar di sekitar LKP dengan jarak 1 kilometer dari posisi buaya.

Keadaan itu semakin memastikan korban benar-benar telah dimangsa binatang buas tersebut. “Memang terlihat di sekitar LKP itu habitatnya (buaya, Red.). Ada lebih dari 3 buaya yang tim lihat, bahkan meski berjarak 1 kilometer dari posisi perahu tim, mendengar suara mesin, buaya tersebut langsung masuk ke dalam air dan mulai mendekati perahu,” beber Octa.

Sebelumnya, korban yang merupakan nelayan pukat ini dilaporkan hilang saat sedang mencari ikan bersama empat perahu lainnya, Sabtu (9/12) lalu. Korban ini pun tak kunjung pulang ke rumahnya. Padahal sejumlah rekannya sudah terlebih dulu pulang.

Lantaran tak kunjung pulang, pihak keluarga dan rekan-rekannya akhirnya mencari hingga ke lokasi korban memukat ikan. Ironisnya mereka hanya menemukan perahunya saja. Selain itu, ikan hasil memukat korban juga ditemukan sudah membusuk, belum lagi jaring pukat terlihat sudah robek.

Penemuan tersebut pun langsung dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Wilayah Kerja Kaltimra dan langsung ditindak lanjut dengan melakukan operasi SAR di LKP hilangnya korban. (raw/eza)

 


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 17:12

Baku Tembak dengan KKSB, Anggota Brimob Asal Nunukan Gugur di Papua

NUNUKAN – Muhammad Aldy, Putra Kabupaten Nunukan berprofesi sebagai salah…

Rabu, 20 Maret 2019 10:55

SKPT Tidak Dimanfaatkan Masyarakat

NUNUKAN – Permasalahan nelayan di Sebatik tak pernah berhenti. Walaupun…

Rabu, 20 Maret 2019 10:46

25 Maret, Terbang Perdana ke Krayan

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) penumpang tujuan Nunukan-Long Bawan,…

Rabu, 20 Maret 2019 10:43

Terlambat, Bupati Tegur ASN di Acara Musrenbang

NUNUKAN – Sikap dan tingkah laku aparatur sipil negara (ASN)…

Rabu, 20 Maret 2019 10:41

Data KPM Tak Menjadi Dasar Penyaluran LPG 3 Kg

NUNUKAN – Meskipun diklaim tak langka, keberadaan Liquefied Petroleum Gas…

Rabu, 20 Maret 2019 10:38

Persediaan Air Bersih PDAM Menipis

NUNUKAN – Persediaan air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum…

Selasa, 19 Maret 2019 11:02

Proyek Dihentikan, Dermaga Terancam Mangkrak?

NUNUKAN – Rute penyeberangan kapal feri ke dermaga feri Semaja,…

Selasa, 19 Maret 2019 11:00

Minta Segera Lunasi Utang Petani

NUNUKAN – Harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit masih…

Selasa, 19 Maret 2019 10:44

Terkendala SDM, Banyak Warga Tak Membayar Retribusi

NUNUKAN – Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nunukan belum maksimal…

Selasa, 19 Maret 2019 10:43

Administrasi Nelayan Ribet Banget, Begini Reaksi Nelayan

NUNUKAN – Para nelayan di Sebatik mengeluhkan proses administrasi atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*