MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 18 Desember 2017 15:20
Memukat Ikan, Satu Nelayan Tak Kunjung Pulang

Hanya Ditemukan Kapal dan Ikan Hasil Tangkapan Korban

OPERASI SAR: Sejumlah unsur SAR saat menuju lokasi kejadian untuk memastikan keberadaan perahu korban yang ditemukan rekan-rekannya. FOTO: BASARNAS UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Seorang nelayan dikabarkan hilang di Sungai Sebaung, Kecamatan Sembakung saat sedang mencari ikan bersama empat perahu nelayan lainnya, Sabtu (9/12) lalu. Keberadaannya pun hingga kini belum diketahui, hanya perahu yang ditumpanginya ditemukan di lokasi terakhir korban beraktivitas menangkap ikan.

Korban bernama Amat ini baru diketahui hilang setelah tak kunjung pulang, sedangkan rekannya yang lain sesama nelayan telah kembali ke daratan. Keluarga dan rekannya pun akhirnya mencari korban hingga ke lokasi Amat memukat ikan. Ironisnya, mereka hanya menemukan perahunya saja.

Penemuan tersebut pun langsung dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Wilayah Kerja Kalimantan Timur (Kaltim) Kalimantan Utara (Kaltara). Melalui Kepala Seksi (Kasi) Operasi dan Siaga Octavianto yang dikonfirmasi media ini pun membenarkan pelaporan itu.

“Ya, kami terima laporannya Sabtu (16/12) sore. Setelah itu, kami langsung berkoordinasi dengan personel di Nunukan dan dilanjutkan koordinasi instansi terkait di Nunukan untuk mencari tahu data dan posisi korban terakhir terlihat,” ungkap Octa kepada Radar Nunukan, Minggu (17/12).

Pasca berkoordinasi dengan potensi Search and Rescue (SAR) setempat, unsur SAR langsung terjun ke Lokasi Kejadian Perkara (LKP) di mana posisi ditemukannya perahu korban. Di LKP, personel sempat kesulitan karena melihat banyak cabang sungai-sungai berukuran sempit. Selain itu, tidak ada saksi mata yang melihat korban terakhir kali. Pencarian yang dilakukan Minggu (17/12) pun masih terbilang nihil.

“Ya, masih nihil dikarenakan tidak ada satupun saksi mata sebagai petunjuk keberadaan korban. Karena posisi waktu sudah mendekati malam dan mempertimbangkan keselamatan tim dan unsur SAR, operasi akan kembali dilaksanakan besok (hari ini, Red.),” kata Octa.

Octa mengungkapkan, dari hasil laporan sementara memang terduga korban Amat, diketahui pergi memukat di Sungai Sebaung, bersama tiga perahu lainnya yang juga rekan korban. Setiba di lokasi, mereka berpencar untuk mencari ikan. Lama melaut pun biasanya memakan waktu tiga hingga empat hari.

Pada Rabu (13/12) lalu, satu persatu rekan korban kembali pulang ke Nunukan, meski tidak bersamaan. Hingga Jumat (15/12) satu perahu yang merupakan milik korban tak kunjung kembali ke Nunukan.

“Saat itulah rekan korban ini merasa curiga dan kembali ke lokasi untuk mencari keberadaan korban. Namun, mereka hanya menemukan perahunya saja. Insiden ini pun akhirnya sampai ke kami,” tutur Octa.

“Jadi laporan langsung kami tindak lanjuti. Operasi hari ini masih nihil,” tambah Octa.

Terpisah, Iwan yang merupakan teman korban saat dikonfirmasi wartawan koran ini mengakui, Amat memang diketahui belum pulang setelah pergi melaut bersama tiga rekannya. Kata Iwan, ketika sejumlah rekannya mendapatkan perahunya di lokasi. Ikan hasil memukat korban sudah membusuk. Belum lagi jaring pukat terlihat sudah sobek. Tak ingin berpikiran yang tidak-tidak, Iwan hanya berharap Amat segera ditemukan.

“Tidak disangka juga musibah terjadi. Mudah-mudahan saja cepat ketemu saudara kami,” harap Iwan singkat. (raw/eza)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 12:54

Menang PTUN, Tiga Pejabat Dilantik

NUNUKAN – Tiga aparatur sipil negara (ASN) yang memenangkan gugatan terhadap Bupati Nunukan, Hj.…

Selasa, 23 Januari 2018 12:52

ASN Dilarang Komentar di Facebook

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura yang baru saja melantik empat aparatur sipil negara (ASN)…

Selasa, 23 Januari 2018 12:30

Pemanfaatan Air Masih Sebatas Desa Lapri

EMBUNG Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara mulai dapat dimanfaatkan warga. Saat ini sebanyak 170 rumah…

Selasa, 23 Januari 2018 12:09

APBD Lambat, SOA Terdampak

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Penumpang 2018 hingga saat ini belum juga berjalan. Padahal, aktivitas…

Selasa, 23 Januari 2018 12:08

12 Tahun Jembatan Tak Tersentuh Perbaikan

NUNUKAN - Dermaga Inhutani dan Sungai Bolong merupakan dermaga vital bagi petani dan pedagang. Sebab,…

Selasa, 23 Januari 2018 12:06

Aktifkan Pos Kamling, Tempatkan Personel Ronda Malam

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan turun tangan menangani maraknya aksi pencurian akhir-akhir…

Selasa, 23 Januari 2018 11:58

Beras ‘Tetangga’ Makin Langka

MESKIPUN harga beras asal Tawau, Malaysia tak semahal beras dalam negeri, masyarakat Nunukan tetap bertahan…

Senin, 22 Januari 2018 14:13

Rp 250 Miliar untuk PLTMG Mansapa

NUNUKAN – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Kelurahan Mansapa, Kecamatan…

Senin, 22 Januari 2018 14:02

Jangan Curhat di Medsos, Tapi Laporkan!

NUNUKAN – Ada banyak faktor yang melatarbelakangi sejumlah aksi kriminalitas akhir-akhir ini.…

Senin, 22 Januari 2018 13:11

Kapal Sembako Harap-Harap Cemas

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dan pemilik kapal sembilan bahan pokok (sembako)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .