MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 18 Desember 2017 15:20
Memukat Ikan, Satu Nelayan Tak Kunjung Pulang

Hanya Ditemukan Kapal dan Ikan Hasil Tangkapan Korban

OPERASI SAR: Sejumlah unsur SAR saat menuju lokasi kejadian untuk memastikan keberadaan perahu korban yang ditemukan rekan-rekannya. FOTO: BASARNAS UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Seorang nelayan dikabarkan hilang di Sungai Sebaung, Kecamatan Sembakung saat sedang mencari ikan bersama empat perahu nelayan lainnya, Sabtu (9/12) lalu. Keberadaannya pun hingga kini belum diketahui, hanya perahu yang ditumpanginya ditemukan di lokasi terakhir korban beraktivitas menangkap ikan.

Korban bernama Amat ini baru diketahui hilang setelah tak kunjung pulang, sedangkan rekannya yang lain sesama nelayan telah kembali ke daratan. Keluarga dan rekannya pun akhirnya mencari korban hingga ke lokasi Amat memukat ikan. Ironisnya, mereka hanya menemukan perahunya saja.

Penemuan tersebut pun langsung dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Wilayah Kerja Kalimantan Timur (Kaltim) Kalimantan Utara (Kaltara). Melalui Kepala Seksi (Kasi) Operasi dan Siaga Octavianto yang dikonfirmasi media ini pun membenarkan pelaporan itu.

“Ya, kami terima laporannya Sabtu (16/12) sore. Setelah itu, kami langsung berkoordinasi dengan personel di Nunukan dan dilanjutkan koordinasi instansi terkait di Nunukan untuk mencari tahu data dan posisi korban terakhir terlihat,” ungkap Octa kepada Radar Nunukan, Minggu (17/12).

Pasca berkoordinasi dengan potensi Search and Rescue (SAR) setempat, unsur SAR langsung terjun ke Lokasi Kejadian Perkara (LKP) di mana posisi ditemukannya perahu korban. Di LKP, personel sempat kesulitan karena melihat banyak cabang sungai-sungai berukuran sempit. Selain itu, tidak ada saksi mata yang melihat korban terakhir kali. Pencarian yang dilakukan Minggu (17/12) pun masih terbilang nihil.

“Ya, masih nihil dikarenakan tidak ada satupun saksi mata sebagai petunjuk keberadaan korban. Karena posisi waktu sudah mendekati malam dan mempertimbangkan keselamatan tim dan unsur SAR, operasi akan kembali dilaksanakan besok (hari ini, Red.),” kata Octa.

Octa mengungkapkan, dari hasil laporan sementara memang terduga korban Amat, diketahui pergi memukat di Sungai Sebaung, bersama tiga perahu lainnya yang juga rekan korban. Setiba di lokasi, mereka berpencar untuk mencari ikan. Lama melaut pun biasanya memakan waktu tiga hingga empat hari.

Pada Rabu (13/12) lalu, satu persatu rekan korban kembali pulang ke Nunukan, meski tidak bersamaan. Hingga Jumat (15/12) satu perahu yang merupakan milik korban tak kunjung kembali ke Nunukan.

“Saat itulah rekan korban ini merasa curiga dan kembali ke lokasi untuk mencari keberadaan korban. Namun, mereka hanya menemukan perahunya saja. Insiden ini pun akhirnya sampai ke kami,” tutur Octa.

“Jadi laporan langsung kami tindak lanjuti. Operasi hari ini masih nihil,” tambah Octa.

Terpisah, Iwan yang merupakan teman korban saat dikonfirmasi wartawan koran ini mengakui, Amat memang diketahui belum pulang setelah pergi melaut bersama tiga rekannya. Kata Iwan, ketika sejumlah rekannya mendapatkan perahunya di lokasi. Ikan hasil memukat korban sudah membusuk. Belum lagi jaring pukat terlihat sudah sobek. Tak ingin berpikiran yang tidak-tidak, Iwan hanya berharap Amat segera ditemukan.

“Tidak disangka juga musibah terjadi. Mudah-mudahan saja cepat ketemu saudara kami,” harap Iwan singkat. (raw/eza)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:02
Dugaan Beras Selundupan dari Vietnam

Keuntungan Sudah Dibagi-bagi?

NUNUKAN – Beras Vietnam yang diangkut kapal MV Dong Thien Phu Golden masuk ke Sebatik diduga ada…

Rabu, 25 April 2018 11:08

Listrik Padam, UNBK SMP Terganggu

NUNUKAN – Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional Berbasik Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah…

Rabu, 25 April 2018 11:07

Harga Rumput Laut Anjlok

NUNUKAN – Sempat berada di harga Rp 20 ribu per kilogram, kini harga rumput laut kering anjlok…

Selasa, 24 April 2018 12:40

Bea Cukai Pasang Badan

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut 2.900 ton beras asal Vietnam dengan tujuan…

Selasa, 24 April 2018 11:12

Tunjangan Khusus Guru Tak Diberikan

NUNUKAN - Sejumlah guru di Kecamatan Krayan kembali mengadukan nasib mereka di Dewan Perwakilan Rakyat…

Senin, 23 April 2018 12:23

Pos Imigrasi ‘Diserbu’ Warga

NUNUKAN – Pelayanan Imigrasi Kelas II Nunukan yang dilakukan di Pos Imigrasi Sungai Pancang Sebatik…

Senin, 23 April 2018 12:22

PR Kedua Negara Perbatasan

NUNUKAN – Permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI), penyelundupan barang haram hingga teroris…

Minggu, 22 April 2018 12:12

Kapal Berbendera Vietnam Dipaksa Sandar di Pelabuhan Tunon Taka

NUNUKAN - Kapal asal Vietnam dipaksa bersandar di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Kapal yang memiliki…

Sabtu, 21 April 2018 10:26

Warga Harus Segera Pindah

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dalam waktu dekat, akan segera membersihkan area…

Sabtu, 21 April 2018 10:14

Persoalan Lawas, Dideportasi Bukan TKI Resmi

NUNUKAN – Bekerja di luar negeri masih menjadi magnet tersendiri bagi para Warga Negara Indonesia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .