MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 18 Desember 2017 15:10
Pernah Gempa, Potensi Akan Berulang
FOTO: ILUSTRASI/DOKUMEN RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,  

 TARAKAN – Gempa bumi yang terjadi di Bandung Jawa Barat dan sekitarnya tak berpengaruh pada kondisi di Tarakan. Namun, tak menutup kemungkinan juga akan terjadi hal yang sama. Sebab, Bumi Paguntaka sebelumnya sudah pernah mengalami gempa pada akhir 2015 lalu.

 Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kota Balikpapan, Mujianto mengatakan, gempa bumi setiap saat dapat terjadi di mana saja. Apalagi di tempat-tempat yang sebelumnya pernah terjadi gempa. Dalam artian sumber gempa bumi berada pada tempat pertemuan lempeng baik samudera ataupun benua serta di daerah patahan atau sesar aktif.

“Jadi kesimpulannya kita tetap waspada, di mana tempat kita berada yang sejarahnya pernah terjadi gempa bumi,” jelasnya saat dihubungi Radar Tarakan.

Apalagi Desember 2015 lalu, Tarakan mengalami hal yang sama dengan kekuatan 6,1 skala richter. Hal ini karena memang sebelumnya sudah pernah terjadi gempa bumi. Tentu tidak menutup kemungkinan tempat-tempat yang pernah terjadi gempa akan mengalami hal yang sama, dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang. Maka dari itu mengenai bencana seperti gempa bumi ini terus diwaspadai.

“Gempa itu tempatnya di situ-situ saja, tapi memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa terjadi lagi. Seperti di Aceh butuh waktu sampai 250 tahun baru terjadi tsunami lagi,” jelasnya.

Sedangkan potensi bencana gempa bumi dan tsunami mulai dari Pantai Banjarmasin sampai Semporna, daerah Kaki Gunung Kinabalu Malaysia. Sepanjang pantai itu dapat dikatakan garis merah dalam artian potensi tsunami, yang bisa disebabkan gempa lokal maupun tsunami kiriman dari daerah Sulawesi dan Filipina.

“Jadi kalau hubungan dari daerah Jawa dan Kalimantan itu jauh bedanya, satu berada di Samudera Hindia, dan satunya di Pasifik. Kalau Kalimantan dampak gempa dari Sulawesi dan Filipina,” terangnya.

Sebelumnya dijelaskan oleh Mujianto, wilayah potensi yang tinggi tingkat kerawanan gempa bumi adalah daerah yang dilalui jalur Sirkum Pasifik dan Samudera Hindia.

Di mana daerah tersebut merupakan tempat pertemuan antara lempeng samudera dan lempeng benua yang disebut subduction (penunjaman) dari Aceh sampai Papua, dan Maluku sampai Sangihe Talaud (Sulawesi Utara) ke Filipina. “Untuk di Kaltara sendiri beda jalur gempa buminya. Jadi wilayah Kalimantan, khususnya Kaltim dan Kaltara masuk wilayah Pasifik Subduction (penunjaman) Filipina atau  bisa dari sesar aktif Palu-Koro,” tuturnya.

Alat pendeteksi tsunami saat ini baru terpasang di Pantai Sumatera, Jawa dan Bali. Dan rencana awal memang akan terpasang di seluruh pantai yang berpotensi tsunami yang merupakan dampak dari gempa bumi berkekuatan 7,0 SR.

“Kalau alatnya itu bukan dari BMKG, tapi dari instansi pemerintah lainnya,” katanya.

Sedangkan untuk informasi dini gempa bumi dan tsunami, BMKG sudah memasang perangkatnya di Kaltara, tepatnya di Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan dan juga di Nunukan. Alat itu merupakan digital video broadcasting (DVB), seperangkat komputer dan antena parabola untuk menyampaikan informasi dini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

“Penyampaian informasi dini ke BPBD setempat dan pejabat pengambil keputusan di daerah,” tutupnya. (*/one/nri)

 

 


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 13:16

Manfaatkan Turap Jadi Lokasi Kuliner

TANA TIDUNG - Pembangunan siring atau turap yang masih berproses di Kecamatan Sesayap Hilir dimanfaatkan…

Senin, 22 Oktober 2018 13:13

Bisnis Pangkas Rambut Jadi Tren

TANA TIDUNG – Seiring perkembangan model potongan gaya rambut, bisnis pangkas rambut di Tana Tidung…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:37

Layani Jeriken, APMS Disidak

TANA TIDUNG - Maraknya pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar menggunakan jeriken…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:53

Pesta Siaga Ajarkan Kemandirian

TANA TIDUNG -  Membuktikan eksistensinya dalam melaksanakan pembinaan gerakan kepramukaan, Kwartir…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:25

Sempat ‘Banjir’, Speedboat Kembali Sepi Penumpang

TANA TIDUNG - Penutupan pendaftaran CPNS 2018, Selasa (16/10) kemaren berdampak pada sepinya penumpang…

Rabu, 17 Oktober 2018 15:06

Hari Terakhir , Didominasi Pelamar Formasi Teknis

TANA TIDUNG – Total 1.554 pendaftar  yang tercatat di hari terakhir pengumpulan berkas…

Rabu, 17 Oktober 2018 15:05

Zakat Profesi Menurun, 2 Toko Dhuafa Tutup

TANA TIDUNG –  Dua dari empat Toko Dhuafa Baznas Kabupaten Tana Tidung (KTT) yang tersebar…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:06

Didominasi Pelamar CPNS, Berkah Bagi Motoris

TANA TIDUNG -  Kedatangan penumpang speedboat di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Tana Tidung  terus…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:04

Langgar Aturan APK, Siap Disanksi

TANA TIDUNG - Sejumlah calon legislatif (caleg) Kabupaten Tana Tidung (KTT) di berbagai daerah pemilihan…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:01

Pesimis Kuota Dokter Spesialis Terpenuhi

TANA TIDUNG - Formasi dokter spesialis kurang diminati oleh pendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .