MANAGED BY:
SELASA
24 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 18 Desember 2017 15:10
Pernah Gempa, Potensi Akan Berulang
FOTO: ILUSTRASI/DOKUMEN RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,  

 TARAKAN – Gempa bumi yang terjadi di Bandung Jawa Barat dan sekitarnya tak berpengaruh pada kondisi di Tarakan. Namun, tak menutup kemungkinan juga akan terjadi hal yang sama. Sebab, Bumi Paguntaka sebelumnya sudah pernah mengalami gempa pada akhir 2015 lalu.

 Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kota Balikpapan, Mujianto mengatakan, gempa bumi setiap saat dapat terjadi di mana saja. Apalagi di tempat-tempat yang sebelumnya pernah terjadi gempa. Dalam artian sumber gempa bumi berada pada tempat pertemuan lempeng baik samudera ataupun benua serta di daerah patahan atau sesar aktif.

“Jadi kesimpulannya kita tetap waspada, di mana tempat kita berada yang sejarahnya pernah terjadi gempa bumi,” jelasnya saat dihubungi Radar Tarakan.

Apalagi Desember 2015 lalu, Tarakan mengalami hal yang sama dengan kekuatan 6,1 skala richter. Hal ini karena memang sebelumnya sudah pernah terjadi gempa bumi. Tentu tidak menutup kemungkinan tempat-tempat yang pernah terjadi gempa akan mengalami hal yang sama, dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang. Maka dari itu mengenai bencana seperti gempa bumi ini terus diwaspadai.

“Gempa itu tempatnya di situ-situ saja, tapi memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa terjadi lagi. Seperti di Aceh butuh waktu sampai 250 tahun baru terjadi tsunami lagi,” jelasnya.

Sedangkan potensi bencana gempa bumi dan tsunami mulai dari Pantai Banjarmasin sampai Semporna, daerah Kaki Gunung Kinabalu Malaysia. Sepanjang pantai itu dapat dikatakan garis merah dalam artian potensi tsunami, yang bisa disebabkan gempa lokal maupun tsunami kiriman dari daerah Sulawesi dan Filipina.

“Jadi kalau hubungan dari daerah Jawa dan Kalimantan itu jauh bedanya, satu berada di Samudera Hindia, dan satunya di Pasifik. Kalau Kalimantan dampak gempa dari Sulawesi dan Filipina,” terangnya.

Sebelumnya dijelaskan oleh Mujianto, wilayah potensi yang tinggi tingkat kerawanan gempa bumi adalah daerah yang dilalui jalur Sirkum Pasifik dan Samudera Hindia.

Di mana daerah tersebut merupakan tempat pertemuan antara lempeng samudera dan lempeng benua yang disebut subduction (penunjaman) dari Aceh sampai Papua, dan Maluku sampai Sangihe Talaud (Sulawesi Utara) ke Filipina. “Untuk di Kaltara sendiri beda jalur gempa buminya. Jadi wilayah Kalimantan, khususnya Kaltim dan Kaltara masuk wilayah Pasifik Subduction (penunjaman) Filipina atau  bisa dari sesar aktif Palu-Koro,” tuturnya.

Alat pendeteksi tsunami saat ini baru terpasang di Pantai Sumatera, Jawa dan Bali. Dan rencana awal memang akan terpasang di seluruh pantai yang berpotensi tsunami yang merupakan dampak dari gempa bumi berkekuatan 7,0 SR.

“Kalau alatnya itu bukan dari BMKG, tapi dari instansi pemerintah lainnya,” katanya.

Sedangkan untuk informasi dini gempa bumi dan tsunami, BMKG sudah memasang perangkatnya di Kaltara, tepatnya di Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan dan juga di Nunukan. Alat itu merupakan digital video broadcasting (DVB), seperangkat komputer dan antena parabola untuk menyampaikan informasi dini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

“Penyampaian informasi dini ke BPBD setempat dan pejabat pengambil keputusan di daerah,” tutupnya. (*/one/nri)

 

 


BACA JUGA

Senin, 23 Juli 2018 10:00

Pengendara Masih Sering Melawan Satu Arah

TANA TIDUNG - Sejak penerapan jalur satu arah di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Perintis dan Jalan Amantawa…

Senin, 23 Juli 2018 09:58

Dua Parpol Tak Daftarkan Bacalegnya di KPU KTT

TANA TIDUNG - Di pertaruhan calon anggota legislatif DPRD Kabupaten Tana Tidung 2019 tidak diikuti dua…

Jumat, 20 Juli 2018 11:39

Empat Kali Dapat Predikat WDP

TARAKAN –Tana Tidung menjadi salah satu kabupaten di Kaltara yang mendapat predikat opini Wajar…

Jumat, 20 Juli 2018 11:38

Bangga Bisa Wakili Kaltara di Ajang OSN

TANA TIDUNG - Fitha Nurauwaliyah, murid kelas 6 Sekolah Dasar Negeri 013 Kabupaten Tana Tidung  berhasil…

Jumat, 20 Juli 2018 11:36

Wifi Gratis Sudah Bisa Dinikmati Warga

TANA TIDUNG - Warga Kabupaten Tana Tidung (KTT) akhirnya bisa menikmati layanan WiFi (internet) yang…

Kamis, 19 Juli 2018 10:00

Pendaftaran Ditutup, KPU Kebut Verifikasi Berkas

TANA TIDUNG - Pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) ke Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tana Tidung…

Kamis, 19 Juli 2018 09:59

Banyak Dikeluhkan, Panggil Pemilik APMS

TANA TIDUNG – Menanggapi sejumlah keluhan warga Kabupaten Tana Tidung (KTT) terkait kelangkaan…

Kamis, 28 Juni 2018 14:07

Warga Resah, Elpiji Subsidi Langka

TANA TIDUNG - Gas elpiji (LPG) ukuran 3 kg dalam beberapa hari terakhir ini di Kecamatan Sesayap,Kabupaten…

Kamis, 28 Juni 2018 13:53

Pemeliharaan Mesin, Listrik Dipadamkan

TANA TIDUNG - Sejak Selasa (26/6) masyarakat Kabupaten Tana Tidung kembali mengalami pemadaman bergilir.…

Sabtu, 09 Juni 2018 11:03

H-6 Mulai Meningkat, H-3 Bakal Melonjak

TANA TIDUNG — Enam hari (H-6) jelang Idul Fitri 1439 Hijriah, Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Tana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .