MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 16 Desember 2017 08:16
Museum Berbayar, Pengunjung Tetap Banyak

Jadi Salah Satu Destinasi Wisata Unggulan

RAMAI DIKUNJUNGI: Salah satu mesin ketik peninggalan sejarah yang menyita perhatian pengunjung di Museum Perang Dunia II dan Perminyakan Tarakan. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Museum Perang Dunia II dan Museum Perminyakan Kota Tarakan, saat ini menjadi salah satu ikon wisata yang sering dikunjungi masyarakat dan wisatawan dari luar. Pengunjung dari berbagai kalangan, baik anak-anak hingga orang dewasa dikenakan tarif masuk.

Kepala Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Museum, Titik Sudarwati, mengatakan penarikan retribusi kepada para pengunjung telah dilakukan mulai sekitar dua pekan yang lalu dan memang sesuai dengan perda yang ada.

“Perdanya sudah ada, dan kami sudah lakukan penarikannya. Ini semua juga untuk menjaga dan merawat museum,” katanya.

Antusias dari masyarakat juga cukup bagus dan banyak yang berkunjung. Tetapi memang pengunjung lebih fluktuatif, mulai dari anak-anak maupun orang dewasa. Untuk pengunjung anak-anak memang lebih banyak kepada kunjungan.

“Kalau wisatawan luar juga cukup banyak,” ungkapnya.

Dikatakannya, memang pengunjung lebih banyak mengunjungi Museum Perang Dunia II, walau begitu selisihnya dengan pengunjung Museum Perminyakan sangat kecil. Museum sendiri menarik minat karena benda yang ada 90 persen orisinal atau asli.

“Walaupun tidak seratus persen, tetapi itu aslinya lebih banyak. Jadi memang semuanya menarik,” ujarnya.

Dijelaskannya, benda peninggalan sejarah yang ada di dalam Museum Perang Dunia II, tidak hanya hibah dari masyarakat Kota Tarakan, melainkan ada juga dari warga Negara Australia, yang pada masa penjajahan berperang di Tarakan.

“Ada juga dosen ahli sejarah di Australia itu menyumbang peta-peta Tarakan, mungkin karena mereka riset tentang Tarakan jadi dapat petanya,” terang Titik.

Berbeda pula dengan Museum Perminyakan Kota Tarakan, benda peninggalan sejarah dihibahkan dari PT Pertamina EP Asset 5 Field dan PT Medco E&P Tarakan.

“Kalau sumber perminyakan 100 persen hibah dari Pertamina dan Medco,” ujar wanita berhijab ini.

Titik melanjutkan, ada 107 benda peninggalan sejarah dari dua museum ini. Jika ada masyarakat yang menemukan benda peninggalan sejarah, mungkin dapat melaporkan ke pemerintah kota untuk diteliti keasliannya. Ia juga berharap ke depannya akan ada penambahan benda-benda bersejarah untuk kedua museum ini.

“Pemkot tidak membeli, hanya hibah dari masyarakat. Kalau ada barang peninggalan diteliti dulu keasliannya, kalau asli nanti kebijakan dari kepala daerah bagaimana. Sementara ini Pertamina-Medco masih bekerja sama terus,” lanjutnya.

Tarif retribusi yang dikenakan bagi anak-anak sebesar Rp 2.000, dewasa Rp 5.000, dan wisatawan Rp 15.000. dari kunjungan itu  disediakan dua orang tour guide, menjadi memudahkan pengunjung memperlajari isi museum.

Irgi (13) dan Zakki (13), murid SMP Budi Utomo Boarding School Tarakan yang ditemui di museum mengaku datang untuk melihat peninggalan sejarah. Keduanya tertarik dengan benda peninggalan sejarah berupa mesin ketik zaman dahulu.

“Tertarik sama mesin ketik zaman dahulu, keren aja dilihatnya. Karena tidak pernah gunakan mesin ketik seperti itu,” kata Irgi.

Dikatakannya, untuk masuk dalam museum memang menjadi keinginannya tersendiri, dan harus membayar Rp 2.000 agar dapat melihat keseluruhan isi museum. Tetapi ke depannya, diharapkan agar museum digratiskan untuk anak-anak, karena menurutnya memberatkan.

“Memang murah sih, tetapi lebih baik kalau gratis untuk anak-anak,” tutup Irgi. (*/Y88/lim)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:10
Terkait 2.900 Ton Beras Vietnam via Sebatik

NAH KAN..!! Kemendag Sebut Selundupan

JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri pada Kementerian Perdagangan Oke Nurwan…

Rabu, 25 April 2018 11:59

AH PAYAH..!! Angka Kemiskinan Meningkat

TARAKAN - Populasi penduduk di Kaltara sedang mengalami pertumbuhan masif. Baru-baru ini Badan Pusat…

Rabu, 25 April 2018 11:57

Tak Sabar Ingin Bertemu dengan Pelajar Papua Barat

Indonesia Student & Youth Forum (ISYF) kembali menggelar Forum Pelajar Indonesia ke-10 (FOR X) dengan…

Rabu, 25 April 2018 11:55

GAWAT BAH..!! Penderita TBC Terus Bertambah

MESKI tidak menjadi kasus terbesar di Kalimantan Utara, namun penularan penyakit tuberkulosis (TBC)…

Rabu, 25 April 2018 11:53

Pusaka Tegaskan Tidak Ikut Aksi Penolakan FPI

ORGANISASI masyarakat (ormas) Pusaka Tarakan menegaskan tidak ikut ambil bagian dalam aksi damai penolakan…

Rabu, 25 April 2018 11:48

Antre Cetak E-KTP, Jaringan Malah Lelet

TARAKAN - Antrean panjang terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan dikarenakan…

Rabu, 25 April 2018 11:41

AC RSUD Bocor-Bocor Tak Kunjung Diperbaiki

TARAKAN - Penanganan plafon yang bocor di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan belum juga terealisasi.…

Rabu, 25 April 2018 11:32

Anggaran Menipis, Dishub Terpaksa Mengutang

TARAKAN - Traffic light yang berada di simpang Ladang, Pamusian, Tarakan Tengah, sudah dua hari tidak…

Rabu, 25 April 2018 11:30

Trayek Harus Dikurangi

TARAKAN - Bus rapid transit (BRT) yang telah beroperasi di Tarakan sejak 2017 lalu, memang masih harus…

Rabu, 25 April 2018 11:28

2022 Tak Terima Uang Tunai

Tarakan- Direncanakan bulan April ini, Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) mulai diimplementasikan secara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .