MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 16 Desember 2017 08:16
Museum Berbayar, Pengunjung Tetap Banyak

Jadi Salah Satu Destinasi Wisata Unggulan

RAMAI DIKUNJUNGI: Salah satu mesin ketik peninggalan sejarah yang menyita perhatian pengunjung di Museum Perang Dunia II dan Perminyakan Tarakan. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Museum Perang Dunia II dan Museum Perminyakan Kota Tarakan, saat ini menjadi salah satu ikon wisata yang sering dikunjungi masyarakat dan wisatawan dari luar. Pengunjung dari berbagai kalangan, baik anak-anak hingga orang dewasa dikenakan tarif masuk.

Kepala Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Museum, Titik Sudarwati, mengatakan penarikan retribusi kepada para pengunjung telah dilakukan mulai sekitar dua pekan yang lalu dan memang sesuai dengan perda yang ada.

“Perdanya sudah ada, dan kami sudah lakukan penarikannya. Ini semua juga untuk menjaga dan merawat museum,” katanya.

Antusias dari masyarakat juga cukup bagus dan banyak yang berkunjung. Tetapi memang pengunjung lebih fluktuatif, mulai dari anak-anak maupun orang dewasa. Untuk pengunjung anak-anak memang lebih banyak kepada kunjungan.

“Kalau wisatawan luar juga cukup banyak,” ungkapnya.

Dikatakannya, memang pengunjung lebih banyak mengunjungi Museum Perang Dunia II, walau begitu selisihnya dengan pengunjung Museum Perminyakan sangat kecil. Museum sendiri menarik minat karena benda yang ada 90 persen orisinal atau asli.

“Walaupun tidak seratus persen, tetapi itu aslinya lebih banyak. Jadi memang semuanya menarik,” ujarnya.

Dijelaskannya, benda peninggalan sejarah yang ada di dalam Museum Perang Dunia II, tidak hanya hibah dari masyarakat Kota Tarakan, melainkan ada juga dari warga Negara Australia, yang pada masa penjajahan berperang di Tarakan.

“Ada juga dosen ahli sejarah di Australia itu menyumbang peta-peta Tarakan, mungkin karena mereka riset tentang Tarakan jadi dapat petanya,” terang Titik.

Berbeda pula dengan Museum Perminyakan Kota Tarakan, benda peninggalan sejarah dihibahkan dari PT Pertamina EP Asset 5 Field dan PT Medco E&P Tarakan.

“Kalau sumber perminyakan 100 persen hibah dari Pertamina dan Medco,” ujar wanita berhijab ini.

Titik melanjutkan, ada 107 benda peninggalan sejarah dari dua museum ini. Jika ada masyarakat yang menemukan benda peninggalan sejarah, mungkin dapat melaporkan ke pemerintah kota untuk diteliti keasliannya. Ia juga berharap ke depannya akan ada penambahan benda-benda bersejarah untuk kedua museum ini.

“Pemkot tidak membeli, hanya hibah dari masyarakat. Kalau ada barang peninggalan diteliti dulu keasliannya, kalau asli nanti kebijakan dari kepala daerah bagaimana. Sementara ini Pertamina-Medco masih bekerja sama terus,” lanjutnya.

Tarif retribusi yang dikenakan bagi anak-anak sebesar Rp 2.000, dewasa Rp 5.000, dan wisatawan Rp 15.000. dari kunjungan itu  disediakan dua orang tour guide, menjadi memudahkan pengunjung memperlajari isi museum.

Irgi (13) dan Zakki (13), murid SMP Budi Utomo Boarding School Tarakan yang ditemui di museum mengaku datang untuk melihat peninggalan sejarah. Keduanya tertarik dengan benda peninggalan sejarah berupa mesin ketik zaman dahulu.

“Tertarik sama mesin ketik zaman dahulu, keren aja dilihatnya. Karena tidak pernah gunakan mesin ketik seperti itu,” kata Irgi.

Dikatakannya, untuk masuk dalam museum memang menjadi keinginannya tersendiri, dan harus membayar Rp 2.000 agar dapat melihat keseluruhan isi museum. Tetapi ke depannya, diharapkan agar museum digratiskan untuk anak-anak, karena menurutnya memberatkan.

“Memang murah sih, tetapi lebih baik kalau gratis untuk anak-anak,” tutup Irgi. (*/Y88/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:50

Wali Kota dan Wawali Diminta Mundur

PALU - Ratusan masyarakat Palu menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD)…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:48

UMK Akan Dibahas Awal November

TARAKAN - Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, upah akan selalu…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:44

Baliho Tak Sesuai Aturan Bisa Memicu Konflik

TARAKAN – Ramai ditemui baliho calon legislatif yang tidak sesuai aturan, tidak hanya merusak…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:35

Rasa Sedikit Asam dan Lebih Segar

Letak dan kondisinya sangat cocok dengan habitat lebah kelulut. Dinas Lingkungam Hidup (DLH) Tarakan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:08

Pemuda Wajib Kontrol Hoaks

TARAKAN - Tahun depan Indonesia kembali akan menggelar pemilu serentak. Jauh sebelum berlangsungnya…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:06

Parkir di Gorong-Gorong, Truk Terperosok

TARAKAN - Jumat (19/10) sekira pukul 09.00 WITA, sebuah truk di Jalan Kamboja RT 43, Kelurahan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:01

Legitnya Khas Bandung dari Olahan Ikan Tenggiri

BEBERAPA makanan nusantara yang menggunakan bahan utama dari ikan tenggiri. Di antaranya batagor, siomay,…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:58

Siomay

Siomay ini disajikan bersama dengan bahan lainnya seperti kol, kentang, pare, telur, tahu bakso, yang…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:57

Batagor

Bakso tahu goreng alias batagor, yang di atasnya disiram dengan bumbu saus kacang. Dilengkapi dengan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:55

Mi Yamin

Sekilas menu yang satu ini mirip dengan mi ayam. Di atasnya diberi taburan potongan ayam, yang disajikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .