MANAGED BY:
MINGGU
21 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 16 Desember 2017 08:16
Museum Berbayar, Pengunjung Tetap Banyak

Jadi Salah Satu Destinasi Wisata Unggulan

RAMAI DIKUNJUNGI: Salah satu mesin ketik peninggalan sejarah yang menyita perhatian pengunjung di Museum Perang Dunia II dan Perminyakan Tarakan. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Museum Perang Dunia II dan Museum Perminyakan Kota Tarakan, saat ini menjadi salah satu ikon wisata yang sering dikunjungi masyarakat dan wisatawan dari luar. Pengunjung dari berbagai kalangan, baik anak-anak hingga orang dewasa dikenakan tarif masuk.

Kepala Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Museum, Titik Sudarwati, mengatakan penarikan retribusi kepada para pengunjung telah dilakukan mulai sekitar dua pekan yang lalu dan memang sesuai dengan perda yang ada.

“Perdanya sudah ada, dan kami sudah lakukan penarikannya. Ini semua juga untuk menjaga dan merawat museum,” katanya.

Antusias dari masyarakat juga cukup bagus dan banyak yang berkunjung. Tetapi memang pengunjung lebih fluktuatif, mulai dari anak-anak maupun orang dewasa. Untuk pengunjung anak-anak memang lebih banyak kepada kunjungan.

“Kalau wisatawan luar juga cukup banyak,” ungkapnya.

Dikatakannya, memang pengunjung lebih banyak mengunjungi Museum Perang Dunia II, walau begitu selisihnya dengan pengunjung Museum Perminyakan sangat kecil. Museum sendiri menarik minat karena benda yang ada 90 persen orisinal atau asli.

“Walaupun tidak seratus persen, tetapi itu aslinya lebih banyak. Jadi memang semuanya menarik,” ujarnya.

Dijelaskannya, benda peninggalan sejarah yang ada di dalam Museum Perang Dunia II, tidak hanya hibah dari masyarakat Kota Tarakan, melainkan ada juga dari warga Negara Australia, yang pada masa penjajahan berperang di Tarakan.

“Ada juga dosen ahli sejarah di Australia itu menyumbang peta-peta Tarakan, mungkin karena mereka riset tentang Tarakan jadi dapat petanya,” terang Titik.

Berbeda pula dengan Museum Perminyakan Kota Tarakan, benda peninggalan sejarah dihibahkan dari PT Pertamina EP Asset 5 Field dan PT Medco E&P Tarakan.

“Kalau sumber perminyakan 100 persen hibah dari Pertamina dan Medco,” ujar wanita berhijab ini.

Titik melanjutkan, ada 107 benda peninggalan sejarah dari dua museum ini. Jika ada masyarakat yang menemukan benda peninggalan sejarah, mungkin dapat melaporkan ke pemerintah kota untuk diteliti keasliannya. Ia juga berharap ke depannya akan ada penambahan benda-benda bersejarah untuk kedua museum ini.

“Pemkot tidak membeli, hanya hibah dari masyarakat. Kalau ada barang peninggalan diteliti dulu keasliannya, kalau asli nanti kebijakan dari kepala daerah bagaimana. Sementara ini Pertamina-Medco masih bekerja sama terus,” lanjutnya.

Tarif retribusi yang dikenakan bagi anak-anak sebesar Rp 2.000, dewasa Rp 5.000, dan wisatawan Rp 15.000. dari kunjungan itu  disediakan dua orang tour guide, menjadi memudahkan pengunjung memperlajari isi museum.

Irgi (13) dan Zakki (13), murid SMP Budi Utomo Boarding School Tarakan yang ditemui di museum mengaku datang untuk melihat peninggalan sejarah. Keduanya tertarik dengan benda peninggalan sejarah berupa mesin ketik zaman dahulu.

“Tertarik sama mesin ketik zaman dahulu, keren aja dilihatnya. Karena tidak pernah gunakan mesin ketik seperti itu,” kata Irgi.

Dikatakannya, untuk masuk dalam museum memang menjadi keinginannya tersendiri, dan harus membayar Rp 2.000 agar dapat melihat keseluruhan isi museum. Tetapi ke depannya, diharapkan agar museum digratiskan untuk anak-anak, karena menurutnya memberatkan.

“Memang murah sih, tetapi lebih baik kalau gratis untuk anak-anak,” tutup Irgi. (*/Y88/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:54

Polisi Kantongi Akun Provokator

TARAKAN – Tahapan kampanye Pilwali Tarakan memang masih beberapa bulan lagi. Namun gegap-gempita…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:52

Pemilih Sudah Meninggal Masih Terdaftar

TARAKAN – Tahapan penyusunan daftar pemilih dan daftar pemilih tetap (DPT), merupakan hal yang…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:50

Nelayan Masih Pakai Pukat Hela

TARAKAN – Per Januari ini larangan penggunaan alat tangkap pukat hela (trawls) atau cantrang resmi…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:36

Transaksi Non Tunai Segera Diterapkan

TARAKAN - Bank Indonesia (BI) akhirnya segera merealisasikan pilot project gerakan non tunai (GNT) di…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:33

Perbaikan Dermaga ‘Menelan’ Ratusan Juta

TARAKAN - Perbaikan Pelabuhan Tengkayu I SDF Tarakan, yang rusak akibat ditabrak tongkang kini memasuki…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:31

Fokus Bayar Utang, Tidak Bangun Sekolah Baru

TARAKAN- Di tahun anjing tanah kali ini, hanya bisa membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:30

Perbaikan Jembatan Diprioritaskan

TARAKAN – Ketua RT 11, Kelurahan Juata Laut, Hamzah mengatakan, banyak infrastruktur yang perlu…

Sabtu, 20 Januari 2018 10:16

Duh...Lagi-Lagi Listrik Padam Lagi

TARAKAN - Listrik oh listrik. Lagi dan lagi, warga kembali merasakan pemadaman listrik mendadak di beberapa…

Kamis, 18 Januari 2018 11:02

Panwaslu Sudah Panggil KPU

TARAKAN - Pasca ditolaknya pendaftaran yang dilakukan Sabirin-Tajuddin Tuwo (Santun), karena dianggap…

Kamis, 18 Januari 2018 11:01

Usai Bongkar Barang, Kapal Tenggelam

TANA TIDUNG – Kemarin (17/1) pukul 17.00 wita, warga disekitar Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .