MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 16 Desember 2017 08:16
Museum Berbayar, Pengunjung Tetap Banyak

Jadi Salah Satu Destinasi Wisata Unggulan

RAMAI DIKUNJUNGI: Salah satu mesin ketik peninggalan sejarah yang menyita perhatian pengunjung di Museum Perang Dunia II dan Perminyakan Tarakan. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Museum Perang Dunia II dan Museum Perminyakan Kota Tarakan, saat ini menjadi salah satu ikon wisata yang sering dikunjungi masyarakat dan wisatawan dari luar. Pengunjung dari berbagai kalangan, baik anak-anak hingga orang dewasa dikenakan tarif masuk.

Kepala Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Museum, Titik Sudarwati, mengatakan penarikan retribusi kepada para pengunjung telah dilakukan mulai sekitar dua pekan yang lalu dan memang sesuai dengan perda yang ada.

“Perdanya sudah ada, dan kami sudah lakukan penarikannya. Ini semua juga untuk menjaga dan merawat museum,” katanya.

Antusias dari masyarakat juga cukup bagus dan banyak yang berkunjung. Tetapi memang pengunjung lebih fluktuatif, mulai dari anak-anak maupun orang dewasa. Untuk pengunjung anak-anak memang lebih banyak kepada kunjungan.

“Kalau wisatawan luar juga cukup banyak,” ungkapnya.

Dikatakannya, memang pengunjung lebih banyak mengunjungi Museum Perang Dunia II, walau begitu selisihnya dengan pengunjung Museum Perminyakan sangat kecil. Museum sendiri menarik minat karena benda yang ada 90 persen orisinal atau asli.

“Walaupun tidak seratus persen, tetapi itu aslinya lebih banyak. Jadi memang semuanya menarik,” ujarnya.

Dijelaskannya, benda peninggalan sejarah yang ada di dalam Museum Perang Dunia II, tidak hanya hibah dari masyarakat Kota Tarakan, melainkan ada juga dari warga Negara Australia, yang pada masa penjajahan berperang di Tarakan.

“Ada juga dosen ahli sejarah di Australia itu menyumbang peta-peta Tarakan, mungkin karena mereka riset tentang Tarakan jadi dapat petanya,” terang Titik.

Berbeda pula dengan Museum Perminyakan Kota Tarakan, benda peninggalan sejarah dihibahkan dari PT Pertamina EP Asset 5 Field dan PT Medco E&P Tarakan.

“Kalau sumber perminyakan 100 persen hibah dari Pertamina dan Medco,” ujar wanita berhijab ini.

Titik melanjutkan, ada 107 benda peninggalan sejarah dari dua museum ini. Jika ada masyarakat yang menemukan benda peninggalan sejarah, mungkin dapat melaporkan ke pemerintah kota untuk diteliti keasliannya. Ia juga berharap ke depannya akan ada penambahan benda-benda bersejarah untuk kedua museum ini.

“Pemkot tidak membeli, hanya hibah dari masyarakat. Kalau ada barang peninggalan diteliti dulu keasliannya, kalau asli nanti kebijakan dari kepala daerah bagaimana. Sementara ini Pertamina-Medco masih bekerja sama terus,” lanjutnya.

Tarif retribusi yang dikenakan bagi anak-anak sebesar Rp 2.000, dewasa Rp 5.000, dan wisatawan Rp 15.000. dari kunjungan itu  disediakan dua orang tour guide, menjadi memudahkan pengunjung memperlajari isi museum.

Irgi (13) dan Zakki (13), murid SMP Budi Utomo Boarding School Tarakan yang ditemui di museum mengaku datang untuk melihat peninggalan sejarah. Keduanya tertarik dengan benda peninggalan sejarah berupa mesin ketik zaman dahulu.

“Tertarik sama mesin ketik zaman dahulu, keren aja dilihatnya. Karena tidak pernah gunakan mesin ketik seperti itu,” kata Irgi.

Dikatakannya, untuk masuk dalam museum memang menjadi keinginannya tersendiri, dan harus membayar Rp 2.000 agar dapat melihat keseluruhan isi museum. Tetapi ke depannya, diharapkan agar museum digratiskan untuk anak-anak, karena menurutnya memberatkan.

“Memang murah sih, tetapi lebih baik kalau gratis untuk anak-anak,” tutup Irgi. (*/Y88/lim)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 12:08

Deadline Ganti Rugi Belum Pasti

TARAKAN – Gangguan sistem jaringan yang sempat dirasakan kurang lebih 200 pelanggan karena tidak…

Jumat, 20 Juli 2018 12:05

Lakukan Perbaikan Optimis Raih WTP

TARAKAN – Wali Kota Tarakan Sofian Raga berharap laporan keuangan selanjutnya bisa mendapatkan…

Jumat, 20 Juli 2018 12:04

Kesbangpol Belum Lakukan Verifikasi

TARAKAN – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tarakan, Agus Sutanto menegaskan…

Jumat, 20 Juli 2018 11:29

Sisihkan APBD untuk Lansia

Tarakan—Angka harapan hidup masyarakat Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Hal itu seiiring…

Jumat, 20 Juli 2018 11:28

Penutup Gorong-Gorong Rusak

TARAKAN – Rutin mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang diadakan setiap…

Jumat, 20 Juli 2018 11:26

JR Otak Curanmor di Tiga Lokasi

TARAKAN – Selain sebagai pelaku pencurian 38 aki tower milik Telkomsel dan XL, JR yang sebelumnya…

Jumat, 20 Juli 2018 11:23

Usai Menegur, Kepala MS Berdarah

TARAKAN – Niat hanya menegur tetangganya, RA, yang menambatkan kapalnya tidak di lokasi semestinya,…

Kamis, 19 Juli 2018 21:15

Stok Air Tersisa untuk Tiga Hari

TARAKAN - Kondisi air bersih di Bumi Paguntaka kian krisis. Komposisi air di tiga embung sudah semakin…

Kamis, 19 Juli 2018 21:12

Transportasi Online Dianggap Ilegal

TARAKAN – Kemarin, aksi damai kembali dilakukan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI)…

Kamis, 19 Juli 2018 11:34

Ratusan Sopir Angkot Demo Tolak Grab

TARAKAN - Ratusan sopirĀ  angkot yang tergabung dalam SPTI dan sopir angkutan konvensional lainnya, Kamis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .