MANAGED BY:
MINGGU
21 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 16 Desember 2017 07:49
DERITA !!! Dana Transfer Triwulan Empat Tak Cair

ADD, Utang PL dan Uang Transportasi Guru PAUD Mandek

RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Harapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan mendapat suntikan anggaran dari dana transfer di akhir 2017 ini harus pupus. Sebab, dana transfer untuk triwulan keempat dipastikan tak dapat dicairkan.

Tak ayal, sejumlah kegiatan yang berharap dari dana transfer ini juga harus musnah. Masyarakat yang dijanjikan mendapatkan haknya ini juga harus ekstra bersabar lagi. Seperti Alokasi Dana Desa (ADD), rekanan proyek penunjukkan langsung (PL) dan tunjangan transportasi bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan, Muhammad Nasir membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, dari hasil koodinasi dengan salah seorang pejabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), untuk dana transfer di 2017 ini hanya mampu disalurkan hingga triwulan ketiga saja. Sementara, triwulan keempat sudah tidak mampu, akibat target pendapatan tidak tercapai.

“Jadi, jika pemerintah berniat untuk membayar utangnya, maka harus mencari upaya lain. Tidak bisa berharap dengan dana transfer itu lagi,” kata Muhammad Nasir saat dihubungi.

Menurutnya, dengan kondisi seperti ini Pemkab Nunukan harus berhati-hati mengambil sebuah kebijakan. Khususnya untuk mengatasi utang yang terlanjur dimiliki. Sebab, jika salah mengambil keputusan maka dapat berdampak besar. Utamanya, perputaran ekonomi masyarakat. “Tidak bisa diharap. Kecuali pemerintah memiliki solusi lain. Jadi, sama dengan 2016, uang transportasi itu hangus dan tak bisa digunakan lagi,” jelasnya.

Demikian pula dengan sejumlah kegiatan-kegiatan yang dilakukan sepanjang 2017 yang belum terbayar. Sudah tidak bisa berharap dari dana transfer lagi. Apalagi harapan rekanan proyek PL yang pernah mendatangi kantor Bupati Nunukan beberapa waktu lalu. “Jadi, jika pemerintah daerah ingin membayar utang itu, harus mencari alternatif lain,” ungkapnya.

Sementara untuk insentif bagi guru PAUD senilai Rp 500 ribu perbulan dari dana Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), dananya telah disalurkan ke kabupaten/kota. Namun, informasi dari para guru, hanya terbayar enam bulan saja.

“Saya sudah tanyakan dengan Gubernur. Dan beliau sudah menjawab berdasarkan keterangan dari bagian keuangan provinsi, bahwa untuk bantuan keuangan yang peruntukkan insentif guru PAUD sudah disalurkan semua ke kabupaten,” bebernya.

Sehingga, jika masih ada yang belum dicairkan maka menjadi tanggung jawab Pemkab Nunukan. Karena, dananya telah diserahkan ke daerah. Jika memang demikian, pihaknya dalam waktu dekat memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan untuk mendapatkan informasi pasti.

“Karena, kalau insentif guru PAUD ini yang belum diberikan semua untuk satu tahun, maka ini yang harus dipermasalahkan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Nunukan, H. Asmar, SE sebelumnya sudah pernah menyampaikan hal yang sama. Ia mengakui jika dana transfer dari dana perimbangan yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai saat ini belum diterima. Sehingga, dapat dipastikan utang senilai Rp 40 miliar untuk ratusan paket kegiatan proyek PL yang sempat dipertanyakan pihak rekanan, baru dapat dilunasi menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Nunukan 2018 mendatang.

“Ya, tidak ada jalan lain. Tunggu APBD 2018 saja. Karena, kalau saat ini uang benar-benar tidak ada,” katanya mengakhiri. (oya/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:48

Dilengkapi Ruang Menyusui dan Kios, Dirancang Modern

Tak lama lagi, masyarakat Nunukan bakal menikmati fasilitas bangunan pasar yang baru. Tak hanya itu,…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:42

Enam Daerah ‘Disuntik’ SOA Barang

NUNUKAN – Subsidi Ongkos Angkut (SOA) barang Sembilan Bahan Pokok (Sembako) tahun ini dianggarkan…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:18

Perlakuan Khusus bagi Sebatik

NUNUKAN – Sembilan bahan pokok (sembako) dari Tawau, Malaysia tak dapat lagi masuk ke Nunukan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:16

Jalan ke RSUD Dianggarkan Rp 8 Miliar

NUNUKAN - Hampir empat tahun, akses menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan masih memprihatinkan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:15

Ditawari Kerja hingga Mau Pulkam Gratis

Pemerintah Malaysia tiap pekan memulangkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah. Setelah dideportasi,…

Kamis, 18 Januari 2018 10:57

Tak Gersang Semangat dan Prestasi

Sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Nunukan, umumnya dibangun dengan mewah dan bertingkat.  Namun…

Kamis, 18 Januari 2018 10:54

Saksi Kasus Budiman Sakit

NUNUKAN – Sidang perkara dugaan korupsi pengadaan tanah yang rencananya kembali digelar Rabu (17/1),…

Kamis, 18 Januari 2018 10:50

Lima Kasus Pencurian Belum Terungkap

NUNUKAN – Setidaknya ada lima kasus pencurian yang hingga kini belum terungkap di tangan Kepolisian…

Kamis, 18 Januari 2018 10:33

Lahan Bermasalah, Rehab PPI Lanjut Terus

NUNUKAN – Rehab Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara terus…

Kamis, 18 Januari 2018 10:32

ADD 2018 Terjun Bebas

NUNUKAN - Persoalan desa tampaknya terus berlanjut di 2018 ini. Setelah Alokasi Dana Desa (ADD) tahap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .