MANAGED BY:
MINGGU
21 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 14 Desember 2017 13:02
Dua ASN Diperiksa Polisi

Kasus Pencemaran Nama Baik RM Arema

DIPERIKSA: Terlihat aktivitas penggilingan daging sedang diperiksa Tim Pembinaan Pemkab Nunukan untuk memastikan jika proses produksinya bersih. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Meskipun telah berbenah dan menuruti saran dari Tim Pembinaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, laporan polisi atas dugaan pencemaran nama baik yang dilayangkan pemilik Rumah Makan (Arema) terus berlanjut.

Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan, H. Hanafiah, SE membenarkan hal tersebut. Ia menyebutkan, hingga saat ini sudah dua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan anggota tim dipanggil penyidik Polres Nunukan. Yakni, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahann Pangan (DPKP) Nunukan, Cholid Mohammad dan Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan, Yance Tambaru. “Mereka dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi saja,” kata H. Hanafiah, SE kepada media ini kemarin.

Pejabat yang juga sebagai ketua tim pembinaan Pemkab Nunukan ini mengatakan, dirinya juga telah dipanggil. Hanya saja, karena adanya kesibukan pekerjaan akhirnya sampai saat ini masih tertunda. Kendati demikian, dirinya sudah berkoordinasi dengan penyidik Polres Nunukan untuk menentukan waktu yang tepat guna memberikan keterangan.

“Nanti ada waktu baru bisa memberikan keterangan. Senin pekan lalu saya dipanggil. Tapi agenda kegiatan padat sampai Kamis. Nah, ketika Jumat, penyidik yang belum siap. Makanya sampai sekarang belum lagi,” ungkapnya.

Dikatakan, dirinya sebenarnya masih bingung terhadap laporan yang dilayangkan pemilik RM Arema ke pihaknya. Sebab, dasar laporan yang disampaikan itu adanya dugaan pencemaran nama baik. Sementara, pihaknya selama melakukan tugas dan fungsinya hanya melakukan pembinaan. Tidak pernah melakukan seperti yang dituduhkan.

“Inilah yang membuat rancu juga. Laporannya pencemaran nama baik. Padahal yang kami lakukan pembinaan saja,” ujarnya.

Dijelaskan, jika pihak RM Arema merasa ada kerugian materil dalam proses pembinaan yang dilakukan, maka dapat tuntutan perdata. Bukan tuntutan pidana. Karena, pemerintah dalam menjalankan tugas dan fungsinya tidak bisa dilaporkan ke pidana.

“Tapi, karena termasuk laporan masayarkat, maka kami mengerti tugas polisi sebagai aparat hukum. Jadi, tetap harus ditindak lanjuti setiap laporan masyarakat itu,” jelasnya.

Lalu, lanjutnya, jika memang merasa ada kesalahan dari pihak tim, kenapa pengusaha ini mengikuti semua saran dan masukan yang diberikan. Khususnya terhadap tempat usaha penggilingan daging yang dimilikinya. Bahkan, mereka sendiri yang meminta agar tim kembali melakukan pemeriksaan ulang. “Artinya, mereka ini menerima pembinaan yang dilakukan. Jadi, tidak ada masalah lagi,”ujarnya.  

Terpisah, Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi, SIK melalui Kasubbag Humas Polres Nunukan Iptu M. Karyadi SH mengaku belum bisa memberikan keterangan jelas mengenai kasus laporan ini. Karena, sampai saat ini masih dalam tahap pemeriksaan.

“Sampai saat ini prosesnya memang terus berjalan. Sejumlah saksi dan keterangan yang dibutuhkan sedang dihimpun pihak penyidik,” katanya kepada media ini.

Kendati demikian, laporan yang disampaikan pihak pengusaha RM Arema hanya sebatas laporan biasa saja. Artinya, kepolisian dalam menyikapi laporan itu memiliki pertimbangan untuk diproses lebih lanjut. “Kalau memang bisa diselesaikan secara kekeluargaan, kenapa harus sampai di pengadilan. Polisi itu sebagai penengah juga. Tidak hanya sebagai penegak hukum semata. Tapi, ada upaya untuk mendinginkan suasana yang panas,” jelas Karyadi singkat. (oya/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:48

Dilengkapi Ruang Menyusui dan Kios, Dirancang Modern

Tak lama lagi, masyarakat Nunukan bakal menikmati fasilitas bangunan pasar yang baru. Tak hanya itu,…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:42

Enam Daerah ‘Disuntik’ SOA Barang

NUNUKAN – Subsidi Ongkos Angkut (SOA) barang Sembilan Bahan Pokok (Sembako) tahun ini dianggarkan…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:18

Perlakuan Khusus bagi Sebatik

NUNUKAN – Sembilan bahan pokok (sembako) dari Tawau, Malaysia tak dapat lagi masuk ke Nunukan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:16

Jalan ke RSUD Dianggarkan Rp 8 Miliar

NUNUKAN - Hampir empat tahun, akses menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan masih memprihatinkan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:15

Ditawari Kerja hingga Mau Pulkam Gratis

Pemerintah Malaysia tiap pekan memulangkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah. Setelah dideportasi,…

Kamis, 18 Januari 2018 10:57

Tak Gersang Semangat dan Prestasi

Sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Nunukan, umumnya dibangun dengan mewah dan bertingkat.  Namun…

Kamis, 18 Januari 2018 10:54

Saksi Kasus Budiman Sakit

NUNUKAN – Sidang perkara dugaan korupsi pengadaan tanah yang rencananya kembali digelar Rabu (17/1),…

Kamis, 18 Januari 2018 10:50

Lima Kasus Pencurian Belum Terungkap

NUNUKAN – Setidaknya ada lima kasus pencurian yang hingga kini belum terungkap di tangan Kepolisian…

Kamis, 18 Januari 2018 10:33

Lahan Bermasalah, Rehab PPI Lanjut Terus

NUNUKAN – Rehab Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara terus…

Kamis, 18 Januari 2018 10:32

ADD 2018 Terjun Bebas

NUNUKAN - Persoalan desa tampaknya terus berlanjut di 2018 ini. Setelah Alokasi Dana Desa (ADD) tahap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .