MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 14 Desember 2017 13:02
Dua ASN Diperiksa Polisi

Kasus Pencemaran Nama Baik RM Arema

DIPERIKSA: Terlihat aktivitas penggilingan daging sedang diperiksa Tim Pembinaan Pemkab Nunukan untuk memastikan jika proses produksinya bersih. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Meskipun telah berbenah dan menuruti saran dari Tim Pembinaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, laporan polisi atas dugaan pencemaran nama baik yang dilayangkan pemilik Rumah Makan (Arema) terus berlanjut.

Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan, H. Hanafiah, SE membenarkan hal tersebut. Ia menyebutkan, hingga saat ini sudah dua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan anggota tim dipanggil penyidik Polres Nunukan. Yakni, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahann Pangan (DPKP) Nunukan, Cholid Mohammad dan Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan, Yance Tambaru. “Mereka dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi saja,” kata H. Hanafiah, SE kepada media ini kemarin.

Pejabat yang juga sebagai ketua tim pembinaan Pemkab Nunukan ini mengatakan, dirinya juga telah dipanggil. Hanya saja, karena adanya kesibukan pekerjaan akhirnya sampai saat ini masih tertunda. Kendati demikian, dirinya sudah berkoordinasi dengan penyidik Polres Nunukan untuk menentukan waktu yang tepat guna memberikan keterangan.

“Nanti ada waktu baru bisa memberikan keterangan. Senin pekan lalu saya dipanggil. Tapi agenda kegiatan padat sampai Kamis. Nah, ketika Jumat, penyidik yang belum siap. Makanya sampai sekarang belum lagi,” ungkapnya.

Dikatakan, dirinya sebenarnya masih bingung terhadap laporan yang dilayangkan pemilik RM Arema ke pihaknya. Sebab, dasar laporan yang disampaikan itu adanya dugaan pencemaran nama baik. Sementara, pihaknya selama melakukan tugas dan fungsinya hanya melakukan pembinaan. Tidak pernah melakukan seperti yang dituduhkan.

“Inilah yang membuat rancu juga. Laporannya pencemaran nama baik. Padahal yang kami lakukan pembinaan saja,” ujarnya.

Dijelaskan, jika pihak RM Arema merasa ada kerugian materil dalam proses pembinaan yang dilakukan, maka dapat tuntutan perdata. Bukan tuntutan pidana. Karena, pemerintah dalam menjalankan tugas dan fungsinya tidak bisa dilaporkan ke pidana.

“Tapi, karena termasuk laporan masayarkat, maka kami mengerti tugas polisi sebagai aparat hukum. Jadi, tetap harus ditindak lanjuti setiap laporan masyarakat itu,” jelasnya.

Lalu, lanjutnya, jika memang merasa ada kesalahan dari pihak tim, kenapa pengusaha ini mengikuti semua saran dan masukan yang diberikan. Khususnya terhadap tempat usaha penggilingan daging yang dimilikinya. Bahkan, mereka sendiri yang meminta agar tim kembali melakukan pemeriksaan ulang. “Artinya, mereka ini menerima pembinaan yang dilakukan. Jadi, tidak ada masalah lagi,”ujarnya.  

Terpisah, Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi, SIK melalui Kasubbag Humas Polres Nunukan Iptu M. Karyadi SH mengaku belum bisa memberikan keterangan jelas mengenai kasus laporan ini. Karena, sampai saat ini masih dalam tahap pemeriksaan.

“Sampai saat ini prosesnya memang terus berjalan. Sejumlah saksi dan keterangan yang dibutuhkan sedang dihimpun pihak penyidik,” katanya kepada media ini.

Kendati demikian, laporan yang disampaikan pihak pengusaha RM Arema hanya sebatas laporan biasa saja. Artinya, kepolisian dalam menyikapi laporan itu memiliki pertimbangan untuk diproses lebih lanjut. “Kalau memang bisa diselesaikan secara kekeluargaan, kenapa harus sampai di pengadilan. Polisi itu sebagai penengah juga. Tidak hanya sebagai penegak hukum semata. Tapi, ada upaya untuk mendinginkan suasana yang panas,” jelas Karyadi singkat. (oya/eza)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:02
Dugaan Beras Selundupan dari Vietnam

Keuntungan Sudah Dibagi-bagi?

NUNUKAN – Beras Vietnam yang diangkut kapal MV Dong Thien Phu Golden masuk ke Sebatik diduga ada…

Rabu, 25 April 2018 11:08

Listrik Padam, UNBK SMP Terganggu

NUNUKAN – Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional Berbasik Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah…

Rabu, 25 April 2018 11:07

Harga Rumput Laut Anjlok

NUNUKAN – Sempat berada di harga Rp 20 ribu per kilogram, kini harga rumput laut kering anjlok…

Selasa, 24 April 2018 12:40

Bea Cukai Pasang Badan

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut 2.900 ton beras asal Vietnam dengan tujuan…

Selasa, 24 April 2018 11:12

Tunjangan Khusus Guru Tak Diberikan

NUNUKAN - Sejumlah guru di Kecamatan Krayan kembali mengadukan nasib mereka di Dewan Perwakilan Rakyat…

Senin, 23 April 2018 12:23

Pos Imigrasi ‘Diserbu’ Warga

NUNUKAN – Pelayanan Imigrasi Kelas II Nunukan yang dilakukan di Pos Imigrasi Sungai Pancang Sebatik…

Senin, 23 April 2018 12:22

PR Kedua Negara Perbatasan

NUNUKAN – Permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI), penyelundupan barang haram hingga teroris…

Minggu, 22 April 2018 12:12

Kapal Berbendera Vietnam Dipaksa Sandar di Pelabuhan Tunon Taka

NUNUKAN - Kapal asal Vietnam dipaksa bersandar di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Kapal yang memiliki…

Sabtu, 21 April 2018 10:26

Warga Harus Segera Pindah

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dalam waktu dekat, akan segera membersihkan area…

Sabtu, 21 April 2018 10:14

Persoalan Lawas, Dideportasi Bukan TKI Resmi

NUNUKAN – Bekerja di luar negeri masih menjadi magnet tersendiri bagi para Warga Negara Indonesia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .