MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 14 Desember 2017 13:02
Dua ASN Diperiksa Polisi

Kasus Pencemaran Nama Baik RM Arema

DIPERIKSA: Terlihat aktivitas penggilingan daging sedang diperiksa Tim Pembinaan Pemkab Nunukan untuk memastikan jika proses produksinya bersih. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Meskipun telah berbenah dan menuruti saran dari Tim Pembinaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, laporan polisi atas dugaan pencemaran nama baik yang dilayangkan pemilik Rumah Makan (Arema) terus berlanjut.

Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan, H. Hanafiah, SE membenarkan hal tersebut. Ia menyebutkan, hingga saat ini sudah dua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan anggota tim dipanggil penyidik Polres Nunukan. Yakni, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahann Pangan (DPKP) Nunukan, Cholid Mohammad dan Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan, Yance Tambaru. “Mereka dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi saja,” kata H. Hanafiah, SE kepada media ini kemarin.

Pejabat yang juga sebagai ketua tim pembinaan Pemkab Nunukan ini mengatakan, dirinya juga telah dipanggil. Hanya saja, karena adanya kesibukan pekerjaan akhirnya sampai saat ini masih tertunda. Kendati demikian, dirinya sudah berkoordinasi dengan penyidik Polres Nunukan untuk menentukan waktu yang tepat guna memberikan keterangan.

“Nanti ada waktu baru bisa memberikan keterangan. Senin pekan lalu saya dipanggil. Tapi agenda kegiatan padat sampai Kamis. Nah, ketika Jumat, penyidik yang belum siap. Makanya sampai sekarang belum lagi,” ungkapnya.

Dikatakan, dirinya sebenarnya masih bingung terhadap laporan yang dilayangkan pemilik RM Arema ke pihaknya. Sebab, dasar laporan yang disampaikan itu adanya dugaan pencemaran nama baik. Sementara, pihaknya selama melakukan tugas dan fungsinya hanya melakukan pembinaan. Tidak pernah melakukan seperti yang dituduhkan.

“Inilah yang membuat rancu juga. Laporannya pencemaran nama baik. Padahal yang kami lakukan pembinaan saja,” ujarnya.

Dijelaskan, jika pihak RM Arema merasa ada kerugian materil dalam proses pembinaan yang dilakukan, maka dapat tuntutan perdata. Bukan tuntutan pidana. Karena, pemerintah dalam menjalankan tugas dan fungsinya tidak bisa dilaporkan ke pidana.

“Tapi, karena termasuk laporan masayarkat, maka kami mengerti tugas polisi sebagai aparat hukum. Jadi, tetap harus ditindak lanjuti setiap laporan masyarakat itu,” jelasnya.

Lalu, lanjutnya, jika memang merasa ada kesalahan dari pihak tim, kenapa pengusaha ini mengikuti semua saran dan masukan yang diberikan. Khususnya terhadap tempat usaha penggilingan daging yang dimilikinya. Bahkan, mereka sendiri yang meminta agar tim kembali melakukan pemeriksaan ulang. “Artinya, mereka ini menerima pembinaan yang dilakukan. Jadi, tidak ada masalah lagi,”ujarnya.  

Terpisah, Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi, SIK melalui Kasubbag Humas Polres Nunukan Iptu M. Karyadi SH mengaku belum bisa memberikan keterangan jelas mengenai kasus laporan ini. Karena, sampai saat ini masih dalam tahap pemeriksaan.

“Sampai saat ini prosesnya memang terus berjalan. Sejumlah saksi dan keterangan yang dibutuhkan sedang dihimpun pihak penyidik,” katanya kepada media ini.

Kendati demikian, laporan yang disampaikan pihak pengusaha RM Arema hanya sebatas laporan biasa saja. Artinya, kepolisian dalam menyikapi laporan itu memiliki pertimbangan untuk diproses lebih lanjut. “Kalau memang bisa diselesaikan secara kekeluargaan, kenapa harus sampai di pengadilan. Polisi itu sebagai penengah juga. Tidak hanya sebagai penegak hukum semata. Tapi, ada upaya untuk mendinginkan suasana yang panas,” jelas Karyadi singkat. (oya/eza)


BACA JUGA

Minggu, 14 Oktober 2018 23:38

Karena Ini, Pedagang Lintas Batas Gelisah

NUNUKAN – Penangkapan oleh lintas instansi terhadap produk asal Malaysia di perbatasan Nunukan…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:09

Empat Kurir Sabu Dituntut 18 Tahun

NUNUKAN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan kembali menuntut empat orang…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:07

Krisis Keuangan Masih Jadi PR

NUNUKAN – Usia Kabupaten Nunukan telah menginjak angka 19 tahun, sejak berdiri 1999 silam. Kini…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:05

Bawaslu Selesaikan Sengketa KPU - PSI

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan menyelesaikan sengketa Partai Solidaritas Indonesia…

Minggu, 14 Oktober 2018 21:06

Kurir Sabu di Nunukan Dibekuk

NUNUKAN – Kurir narkotika golongan satu jenis sabu sekaligus terduga perompak tertangkap tim FQR…

Kamis, 11 Oktober 2018 14:30

BBM Satu Harga Terkendala Biaya Angkutan

NUNUKAN – Hampir sebulan, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berada di Kecamatan Seimanggaris…

Kamis, 11 Oktober 2018 14:13

Ada yang Selipkan di BH sampai Simpan di Jok Sepeda Anak

NUNUKAN – Pihak Kepolisian Resor (Polres) Nunukan dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan…

Rabu, 10 Oktober 2018 14:20

Satu Parpol Terancam Batal Ikut Pemilu

NUNUKAN – Partai politik (parpol) yang terlambat melaporkan dana kampanye ke Komisi Pemilihan…

Rabu, 10 Oktober 2018 14:19

Jatuh ke Laut, Ahmad Ditemukan Tewas

NUNUKAN – Seorang warga Tanjung, Kelurahan Nunukan Barat, ditemukan sudah tak bernyawa setelah…

Rabu, 10 Oktober 2018 14:11

Seorang Ibu Rela Jadi Kurir Sabu

NUNUKAN – Salah seorang wanita paruh baya terpaksa diamankan pihak kepolisian lantaran ketahuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .