MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 13 Desember 2017 11:06
Tarakan Black Out Lagi
SEJUTA MASALAH: Petugas PT PLN ULK Tarakan saat menunjukkan feeder 10 mengalami gangguan arus lebih, yang mengakibatkan black out di seluruh Kota Tarakan, Selasa (12/12). JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Pemadaman listrik lagi-lagi terjadi di Bumi Paguntaka. Kurang lebih satu jam aktivitas masyarakat terganggu akibat pemadaman. Padahal sebelumnya masyarakat diyakinkan tidak ada pemadaman dimulai dari 1 Desember oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Khusus (ULK) Tarakan.

Salah seorang warga Kelurahan Sebengkok, Tini Suryanti mengeluhkan adanya pemadaman ini. Sebab saat ini pekerjaan rumah tangganya semua bergantung pada listrik yang ada. Mulai dari memasak hingga membersihkan rumah.

“Padahal setahu saya, PLN sudah janji tidak ada pemadaman lagi. Sampai kapan keadaan Tarakan seperti ini,” keluh Tini sapaan akrabnya.

Dia berharap PT PLN ULK Tarakan bisa merealisasikan janjinya untuk tidak ada pemadaman lagi. Karena hal ini sudah sering kali dilakukan dengan alasan yang selalu sama. Kondisi ini juga kata Tini sangat merugikan masyarakat, sebab saat ini seluruh aktivitas hampir semua menggunakan listrik.

“Saya berharap komitmen PLN sebelumnya bisa dipegang, jangan jadi pemberi harapan palsu alias (PHP). Katanya sudah tidak ada pemadaman, tapi sekarang (kemarin) padam lagi,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan warga Kelurahan Selumit Pantai, Apriani yang menganggap pemadaman kali ini tidak mencerminkan janji PT PLN ULK Tarakan, di mana pada November lalu menjanjikan tidak padam lagi pada Desember.

“Ini nyatanya padam lagi lebih dari satu jam, beberapa hari yang lalu juga padam dengan alasan kondensat, pemadaman kali ini saya tidak tahu apa lagi alasannya,” keluhnya.

Sementara itu, saat dihubungi media ini, Manajer PT PLN ULK Tarakan To

Manajer PT PLN ULK Tarakan, Totok Suharto mengatakan, black out terjadi sekitar pukul 08.30 Wita, penyebabnya adanya gangguan instantaneous yang terjadi pada feeder 10. Hal ini memang termasuk gangguan force majeure.

“Bahasa teknisnya itu, gangguan instantaneous (relay waktu) ini terjadi karena adanya tiga fase yang tergabung menjadi satu. Sehingga menyebabkan terjadinya arus lebih yang terbaca oleh relay feeder 10,” bebernya.

Dalam relay feeder 10 tercatat ada arus lebih yang mencapai 4,1 kiloampere (KA), karena arus lebih ini mengakibatkan secara otomatis mesin pembangkit listrik yang ada akan padam bersamaan.

“Saat ini sudah ada tim yang melakukan pemeriksaan terhadap feeder 10 untuk mencari tahu penyebab terjadinya gangguan arus lebih tadi. Gangguan tersebut terjadi antara fase kabel yang ada di feeder 10 terkena pohon yang disebabkan pohon tumbang dan lainnya. Saat  petugas menelusuri gangguan di feeder 10 ternyata tidak menemukan gangguan tersebut,” tuturnya.

Untuk melakukan pemulihan terhadap black out yang terjadi kemarin (12/12), pihaknya sudah berusaha melakukan normalisasi secepat mungkin. Dengan secara bertahap menghidupkan kembali mesin pembangkit listrik yang sebelumnya padam.

“Tidak sampai satu jam listrik sudah mengalir normal lagi, hanya sebentar saja padamnya, ini merupakan force majeure, yang sudah mengganggu kegiatan masyarakat Kota Tarakan,” pungkasnya. (jnr/nri)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 12:48

Lebih Banyak Menghabiskan Hari-Harinya di Rumah Sakit

Adam Al Fatah anak sulung pasangan Siti (28) dan Hery (38), harus merasakan sakit yang sudah dideritanya…

Selasa, 23 Januari 2018 12:47

Dana Suvenir Balon Capai Rp 100 Juta

TARAKAN – Memasuki masa kampanye Pilwali Tarakan para pengusaha jasa pembuatan spanduk, baliho…

Selasa, 23 Januari 2018 12:45

Enam Kelurahan Rawan Kecurangan

TARAKAN - Kecurangan pada proses pemilihan umum (Pemilu), menjadi atensi khusus yang harus disikapi…

Selasa, 23 Januari 2018 12:36

Tak Cukup Bukti, Laporan Dihentikan

TARAKAN - Gugatan pasangan Sabirin Sanyong dan Tajuddin Tuwo (Santun) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU),…

Selasa, 23 Januari 2018 12:29

Hanura Terancam Jadi Penonton

TARAKAN - Konflik yang terjadi di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) belum…

Selasa, 23 Januari 2018 12:27

Tegaskan Imunisasi Dihalalkan MUI

TARAKAN – Target 92 persen pemberian imunisasi kepada anak-anak hingga saat ini oleh Dinas Kesehatan…

Selasa, 23 Januari 2018 12:23

Drainase Tersumbat Pasir dan Sampah

TARAKAN – Pada umumnya permasalahan di setiap lingkungan rukun tetangga (RT) hampir sama. Jika…

Senin, 22 Januari 2018 14:22

Balon-Tim Sukses Harus Melek UU

PERSOALAN biaya kampanye memang rentan mengarah ke arah black campaign. Belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya,…

Senin, 22 Januari 2018 14:19

Arief Jadi Wali Kota Selama 130 Hari

TARAKAN – Sang petahana Sofian Raga yang memutuskan untuk ingin melanjutkan kerjanya, pada Pilwali…

Senin, 22 Januari 2018 14:07

Andalkan Sumbangan Sukarela Masyarakat-Gereja

KEBERADAAN maskapai Mission Aviation Fellowship (MAF), seolah menjadi penolong bagi masyarakat pedalaman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .