MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 13 Desember 2017 11:04
Polisi Pastikan Murni Bunuh Diri
MASIH MUDA: Jenazah almarhum Sebastian di kamar mayat RSUD Tarakan untuk divisum sebelum dibawa ke Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, tadi malam. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Polisi memastikan meninggalnya Sebastian Selle (31) yang ditemukan gantung diri Senin (11/12) malam, murni bunuh diri. Hal itu berdasarkan hasil visum yang dirilis oleh Polres Tarakan kemarin.

Kapolres Tarakan AKBP DearystoneM.H.R Supit melalui Perwira Subbag Humas Ipda Denny Mardiyanto menjelaskan, hasil visum yang sudah diterima pada Selasa (12/12) tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ditubuh Sebastian.

“Selain itu keluarga korban juga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban, jadi kami hanya melakukan visum saja,” ungkap Denny sapaan akrabnya, Selasa (12/12).

Dari hasil pemeriksaan polisi kepada keluarga korban, disimpulkan korban diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri lantaran depresi. “Kami sudah minta keterangan keluarga korban, tapi secara garis besar korban ini mengalami stres dan depresi,” jelasnya.

Untuk diketahui, Bastian yang merupakan warga Jalan Gajah Mada, RT 01 Kelurahan Karang Anyar Pantai ini, pertama kali diketahui tidak bernyawa sudah dalam posisi tergantung di kamar tidur sekira pukul 19.00, Senin (11/12) malam oleh istrinya, Angel.

Saat dimintai keterangan oleh polisi, Angel mengaku baru saja pulang setelah beberapa jam keluar rumah. Saat tiba di rumahnya, ternyata  pintu depan sudah terkunci dan saat Angel memanggil suaminya tidak ada jawaban.

Karena tidak ada jawaban, akhirnya ia menghubungi salah seorang teman suaminya, Wilfredus Waja untuk menanyakan keberadaan Sebastian. Saat Wilfredus tiba, langsung mendobrak pintu rumah dan begitu pintu berhasil didobrak, ternyata suaminya sudah dalam kondisi tergantung di samping lemari

 

INTOVERT LEVEL AKUT BISA BERAKHIR BUNUH DIRI

Menyikapi kasus gantung diri yang dialami Sebastian, warga  RT 1 Kelurahan Karang Anyar Pantai, Senin (11/12) lalu, Psikolog Fanny Sumajouw, PSi  mengungkapkan pada dasarnya orang yang nekat melakukan gantung diri terjadi karena beberapa sebab.

Menurut pemberitaan sebelumnya, almarhum Sebastian yang ditemukan tewas tergantung dengan tali terikat di leher memang terkenal tertutup di kalangan rekan kerjanya. Sikap tertutup menurut Fanny, sapaan akrabnya, masuk dalam tipe kepribadian manusia.

“Ada kategori tertutup atau dikenal introvert dan  terbuka atau ekstrovert. Introvert adalah tipe kepribadian tertutup yang tidak banyak melibatkan diri dalam suatu interaksi sosial atau melakukan komunikasi dengan orang banyak,” ungkap Fanny kepada Radar Tarakan, Selasa (12/12).

Lebih lanjut dijelaskan Fanny, seseorang yang bersikap introvert lebih banyak berdiam diri dan tidak mudah memulai atau membangun suatu percakapan. Sebaliknya ekstrovert kebalikan dari mereka yang memiliki sikap introvert. Mengulas lebih dalam, tipe ekstrovert memiliki tipikal pembicara orang yang suka didengar ketika dia berbagi cerita dan selalu menghidupkan suasana dengan cerita-cerita sangat terbuka dan blak-blakan.

“Makanya kalau orang introvert sering disebut sebagai follower (pengikut) sedangkan si ekstrovert adalah leader (pemimpin). Karena memang adanya seperti itulah kondisi mereka,” ungkap Fanny lagi.

Pada kasus Sebastian yang melakukan tindakan bunuh diri ini, sudah diungkapkan bahwa korban adalah tipikal orang yang sangat tertutup dan jarang mau membicarakan masalahnya. Sehingga tidak banyak orang tahu bahwa dia sedang berada dalam masalah yang seperti apa. Lanjut Fanny, pada kasus ini,  Sebastian yang diketahui introvert memiliki kecenderungan untuk menutup diri dari segala hal.

“Bisa jadi dia paling anti berbagi apalagi kalau masalahnya itu dianggap aib, hal yang memalukan, hal yang membuat tidak nyaman bahkan hal-hal yang memalukan dan makin membuat diri mereka terpuruk,” ulas Fanny.

Bisa juga ada sesuatu yang dipendam dari waktu ke waktu sampai berlarut-larut dan berharapan dengan masalah, yang sedang dilandanya akan menguap atau hilang dengan sendirinya.

Melihat kondisi ini, Fanny menyebutnya jika seseorang memiliki cara berpikir atau cara pandang seperti ini memiliki cara pandang yang salah. Karena bisa mengakibatkan seseorang mengalami stres. Akibatnya dari stressor (sumber stres)  yang satu akan ditimpa dengan stressor kedua hingga ketiga dan seterusnya. Dan ketika semua masalah tidak dapat lagi terbendung, maka di saat-saat yang tak terduga akan muncul ke permukaan seperti bom waktu.

 “Bisa meledak dan sering kali uncontrol. Perilaku uncontrol inilah yang terjadi pada Sebastian, korban bunuh diri  ini,” ujar Fanny.

Lebih dalam Fanny kembali mengulas, mayoritas orang-orang introvert ini memang orang-orang yang cenderung low defence mechanism artinya memiliki pertahanan diri yang lemah. Sehingga mudah stres, di ambang depresi dan mengambil jalannya sendiri tanpa memikirkan akibatnya.

Lantas apakah orang pendiam itu sudah pasti introvert?  Fanny menjelaskan, orang yang pendiam belum tentu masuk kategori introvert.  Tapi,  orang yang memiliki kepribadian introvert, sudah pasti pendiam. “Karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya,  mereka bukan tipikal orang yang bisa membangun komunikasi lebih dulu. Sehingga kalau tidak diajak bicara, tidak akan pernah buka suara,” tegasnya.

Berkaca pada  kasus Sebastian, penyebab orang mengambil jalan pintas (dalam hal ini nekat gantung diri), sudah tentu disebabkan oleh banyak faktor, lanjut Fanny.  “Sebabnya bisa meliputi apa saja. Faktor ekonomi bisa, faktor keluarga bisa, namun faktor trauma bisa jadi yang paling mendominasi,” ungkapnya.

Apalagi sikap introvert yang berada pada level sampai akut.  Diakui Fanny, level kasus tersebut  juga bisa terjadi. Rata-rata karena faktor genetik dan terkondisi dengan keadaan semasa kecil serta pola asuh orang tua.

“Stres yang terbentuk dari didikan orang tua. Pengalaman masa lalu yang buruk dan trauma. Intinya juga dari didikan. Banyak sebab, apapun situasi dan kondisi yang tidak bikin anak nyaman kan bisa memicu stres dan trauma,” ungkapnya seraya menambahkan pada kasus Sebastian, bisa jadi masuk kategori depresi berat karena sampai bunuh diri dikarenakan faktor pertanahanan diri yang tidak kuat dan stabil.

“Benar-benar low percaya diri dan irasional. Orang yang gak bisa berpikir rasional itu sudah masuk dalam kategori introvert akut,” pungkas Fanny. (*/sep/zia/nri)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:10
Terkait 2.900 Ton Beras Vietnam via Sebatik

NAH KAN..!! Kemendag Sebut Selundupan

JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri pada Kementerian Perdagangan Oke Nurwan…

Rabu, 25 April 2018 11:59

AH PAYAH..!! Angka Kemiskinan Meningkat

TARAKAN - Populasi penduduk di Kaltara sedang mengalami pertumbuhan masif. Baru-baru ini Badan Pusat…

Rabu, 25 April 2018 11:57

Tak Sabar Ingin Bertemu dengan Pelajar Papua Barat

Indonesia Student & Youth Forum (ISYF) kembali menggelar Forum Pelajar Indonesia ke-10 (FOR X) dengan…

Rabu, 25 April 2018 11:55

GAWAT BAH..!! Penderita TBC Terus Bertambah

MESKI tidak menjadi kasus terbesar di Kalimantan Utara, namun penularan penyakit tuberkulosis (TBC)…

Rabu, 25 April 2018 11:53

Pusaka Tegaskan Tidak Ikut Aksi Penolakan FPI

ORGANISASI masyarakat (ormas) Pusaka Tarakan menegaskan tidak ikut ambil bagian dalam aksi damai penolakan…

Rabu, 25 April 2018 11:48

Antre Cetak E-KTP, Jaringan Malah Lelet

TARAKAN - Antrean panjang terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan dikarenakan…

Rabu, 25 April 2018 11:41

AC RSUD Bocor-Bocor Tak Kunjung Diperbaiki

TARAKAN - Penanganan plafon yang bocor di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan belum juga terealisasi.…

Rabu, 25 April 2018 11:32

Anggaran Menipis, Dishub Terpaksa Mengutang

TARAKAN - Traffic light yang berada di simpang Ladang, Pamusian, Tarakan Tengah, sudah dua hari tidak…

Rabu, 25 April 2018 11:30

Trayek Harus Dikurangi

TARAKAN - Bus rapid transit (BRT) yang telah beroperasi di Tarakan sejak 2017 lalu, memang masih harus…

Rabu, 25 April 2018 11:28

2022 Tak Terima Uang Tunai

Tarakan- Direncanakan bulan April ini, Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) mulai diimplementasikan secara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .