MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 13 Desember 2017 11:02
Sempat Ricuh, PH Enggan Dampingi Terdakwa
PERDANA: MN terdakwa pembunuhan saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Tarakan. SEPTIAN ASMADI/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Kasus pembunuhan yang terjadi pada Sabtu (24/7) lalu di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Karang Anyar dan melibatkan pria berinisial MN sebagai terdakwa, kini memasuki sidang perdana. MN yang sedianya mendengarkan dakwaan tidak dapat terlaksana lantaran penasihat hukum (PH) yang ditunjuk oleh majelis hakim menolak mendampingi terdakwa.

Berdasarkan pantauan Radar Tarakan, sekitar pukul 11.00 Wita persidangan yang diketuai oleh Majelis Hakim, Christo E.N Sitorus sempat memanas. Lantaran puluhan keluarga korban yang ikut menonton jalannya sidang, turut melemparkan beberapa botol kaca ke arah terdakwa. Namun, bukannya malah mengenai terdakwa alhasil botol tersebut pecah di meja Majelis Hakim.

Bukan hanya itu, puluhan personel dari Polres Tarakan tampak mengawal terdakwa hingga keluar masuk ruang persidangan. Parahnya lagi, saat terdakwa akan memasuki mobil Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan, salah seorang keluarga korban sempat memukul terdakwa dan akhirnya bisa dilerai aparat yang melakukan penjagaan.

Selain itu, sidang juga sempat diskors selama 10 menit, dengan tujuan memanggil PH agar bisa mendampingi terdakwa. Akan tetapi tiga dari PH yang ditunjuk untuk mendampingi terdakwa, enggan hadir dan menolak masuk ke ruang sidang.

“Padahal sidang ini tidak main-main karena ancaman hukumannya mati atau seumur hidup jadi harus didampingi PH. Menurut laporan panitera pengganti (PP) tadi, PH tidak bersedia. Jadi dakwaan tidak bisa dibacakan karena terdakwa tidak didampingi PH,” ungkap Ketua Majelis Christo, saat di persidangan, Selasa (12/12).

Meski demikian, PN Tarakan akan menyurati Pengurus Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Kongres Advokat Indonesia (KAI) yang ada di Tarakan serta Pos Bantuan Hukum (Posbakum) yang ada di PN Tarakan, karena tidak ada PH yang mau mendampingi terdakwa.

“Sebenarnya ini melanggar kode etik dan bisa dicabut kartunya (kartu pengacara). Terdakwa kan, meskipun dianggap bersalah harus tetap didampingi karena ada asas praduga tidak bersalah,” harapnya.

Alhasil, persidangan akhirnya ditunda hingga Selasa (19/12) pekan depan dan masih dengan agenda mendengarkan dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU).

Ditemui usai sidang, pria yang kerap disapa Christo sekaligus Humas PN Tarakan ini menjelaskan, setelah pihaknya mengirimkan penetapan kepada 13 PH yang ada di Posbakum masih tetap diacuhkan, maka akan menyurati pengurus Peradi dan KAI di Samarinda, Kaltim atau di Jakarta.

“Seharusnya menyidangkan perkara harus adil. Berikan hak terdakwa untuk didampingi kuasa hukum dan kalau jaksa mau menuntut kan itu ending-nya nanti. Yang pasti haknya terdakwa untuk didampingi PH dan kewajiban hakim untuk menunjuk PH dan ini wajib,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, setelah menunjuk PH kembali, nantinya diserahkan kembali kepada hak terdakwa lagi apakah mau menggunakan PH yang sudah ditunjuk Majelis Hakim atau tidak. “Hak di tangan terdakwa, kan tidak mungkin kita panggil PH di Samarinda atau dari Kaltim. Sedangkan kita punya kerja sama dengan Posbakum,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sidang dengan terdakwa MN ini terjerat kasus penikaman yang berujung kematian dengan korban MI (21) di pinggir Jalan Wijaya Kusuma tidak jauh dari Restoran B21, Perumnas, Kelurahan Karang Anyar sehari sebelum Hari Raya Idulfitri pada Juni lalu. (*/sep/lim)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 12:08

Deadline Ganti Rugi Belum Pasti

TARAKAN – Gangguan sistem jaringan yang sempat dirasakan kurang lebih 200 pelanggan karena tidak…

Jumat, 20 Juli 2018 12:05

Lakukan Perbaikan Optimis Raih WTP

TARAKAN – Wali Kota Tarakan Sofian Raga berharap laporan keuangan selanjutnya bisa mendapatkan…

Jumat, 20 Juli 2018 12:04

Kesbangpol Belum Lakukan Verifikasi

TARAKAN – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tarakan, Agus Sutanto menegaskan…

Jumat, 20 Juli 2018 11:29

Sisihkan APBD untuk Lansia

Tarakan—Angka harapan hidup masyarakat Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Hal itu seiiring…

Jumat, 20 Juli 2018 11:28

Penutup Gorong-Gorong Rusak

TARAKAN – Rutin mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang diadakan setiap…

Jumat, 20 Juli 2018 11:26

JR Otak Curanmor di Tiga Lokasi

TARAKAN – Selain sebagai pelaku pencurian 38 aki tower milik Telkomsel dan XL, JR yang sebelumnya…

Jumat, 20 Juli 2018 11:23

Usai Menegur, Kepala MS Berdarah

TARAKAN – Niat hanya menegur tetangganya, RA, yang menambatkan kapalnya tidak di lokasi semestinya,…

Kamis, 19 Juli 2018 21:15

Stok Air Tersisa untuk Tiga Hari

TARAKAN - Kondisi air bersih di Bumi Paguntaka kian krisis. Komposisi air di tiga embung sudah semakin…

Kamis, 19 Juli 2018 21:12

Transportasi Online Dianggap Ilegal

TARAKAN – Kemarin, aksi damai kembali dilakukan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI)…

Kamis, 19 Juli 2018 11:34

Ratusan Sopir Angkot Demo Tolak Grab

TARAKAN - Ratusan sopirĀ  angkot yang tergabung dalam SPTI dan sopir angkutan konvensional lainnya, Kamis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .