MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 13 Desember 2017 11:02
Sempat Ricuh, PH Enggan Dampingi Terdakwa
PERDANA: MN terdakwa pembunuhan saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Tarakan. SEPTIAN ASMADI/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Kasus pembunuhan yang terjadi pada Sabtu (24/7) lalu di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Karang Anyar dan melibatkan pria berinisial MN sebagai terdakwa, kini memasuki sidang perdana. MN yang sedianya mendengarkan dakwaan tidak dapat terlaksana lantaran penasihat hukum (PH) yang ditunjuk oleh majelis hakim menolak mendampingi terdakwa.

Berdasarkan pantauan Radar Tarakan, sekitar pukul 11.00 Wita persidangan yang diketuai oleh Majelis Hakim, Christo E.N Sitorus sempat memanas. Lantaran puluhan keluarga korban yang ikut menonton jalannya sidang, turut melemparkan beberapa botol kaca ke arah terdakwa. Namun, bukannya malah mengenai terdakwa alhasil botol tersebut pecah di meja Majelis Hakim.

Bukan hanya itu, puluhan personel dari Polres Tarakan tampak mengawal terdakwa hingga keluar masuk ruang persidangan. Parahnya lagi, saat terdakwa akan memasuki mobil Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan, salah seorang keluarga korban sempat memukul terdakwa dan akhirnya bisa dilerai aparat yang melakukan penjagaan.

Selain itu, sidang juga sempat diskors selama 10 menit, dengan tujuan memanggil PH agar bisa mendampingi terdakwa. Akan tetapi tiga dari PH yang ditunjuk untuk mendampingi terdakwa, enggan hadir dan menolak masuk ke ruang sidang.

“Padahal sidang ini tidak main-main karena ancaman hukumannya mati atau seumur hidup jadi harus didampingi PH. Menurut laporan panitera pengganti (PP) tadi, PH tidak bersedia. Jadi dakwaan tidak bisa dibacakan karena terdakwa tidak didampingi PH,” ungkap Ketua Majelis Christo, saat di persidangan, Selasa (12/12).

Meski demikian, PN Tarakan akan menyurati Pengurus Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Kongres Advokat Indonesia (KAI) yang ada di Tarakan serta Pos Bantuan Hukum (Posbakum) yang ada di PN Tarakan, karena tidak ada PH yang mau mendampingi terdakwa.

“Sebenarnya ini melanggar kode etik dan bisa dicabut kartunya (kartu pengacara). Terdakwa kan, meskipun dianggap bersalah harus tetap didampingi karena ada asas praduga tidak bersalah,” harapnya.

Alhasil, persidangan akhirnya ditunda hingga Selasa (19/12) pekan depan dan masih dengan agenda mendengarkan dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU).

Ditemui usai sidang, pria yang kerap disapa Christo sekaligus Humas PN Tarakan ini menjelaskan, setelah pihaknya mengirimkan penetapan kepada 13 PH yang ada di Posbakum masih tetap diacuhkan, maka akan menyurati pengurus Peradi dan KAI di Samarinda, Kaltim atau di Jakarta.

“Seharusnya menyidangkan perkara harus adil. Berikan hak terdakwa untuk didampingi kuasa hukum dan kalau jaksa mau menuntut kan itu ending-nya nanti. Yang pasti haknya terdakwa untuk didampingi PH dan kewajiban hakim untuk menunjuk PH dan ini wajib,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, setelah menunjuk PH kembali, nantinya diserahkan kembali kepada hak terdakwa lagi apakah mau menggunakan PH yang sudah ditunjuk Majelis Hakim atau tidak. “Hak di tangan terdakwa, kan tidak mungkin kita panggil PH di Samarinda atau dari Kaltim. Sedangkan kita punya kerja sama dengan Posbakum,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sidang dengan terdakwa MN ini terjerat kasus penikaman yang berujung kematian dengan korban MI (21) di pinggir Jalan Wijaya Kusuma tidak jauh dari Restoran B21, Perumnas, Kelurahan Karang Anyar sehari sebelum Hari Raya Idulfitri pada Juni lalu. (*/sep/lim)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:10
Terkait 2.900 Ton Beras Vietnam via Sebatik

NAH KAN..!! Kemendag Sebut Selundupan

JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri pada Kementerian Perdagangan Oke Nurwan…

Rabu, 25 April 2018 11:59

AH PAYAH..!! Angka Kemiskinan Meningkat

TARAKAN - Populasi penduduk di Kaltara sedang mengalami pertumbuhan masif. Baru-baru ini Badan Pusat…

Rabu, 25 April 2018 11:57

Tak Sabar Ingin Bertemu dengan Pelajar Papua Barat

Indonesia Student & Youth Forum (ISYF) kembali menggelar Forum Pelajar Indonesia ke-10 (FOR X) dengan…

Rabu, 25 April 2018 11:55

GAWAT BAH..!! Penderita TBC Terus Bertambah

MESKI tidak menjadi kasus terbesar di Kalimantan Utara, namun penularan penyakit tuberkulosis (TBC)…

Rabu, 25 April 2018 11:53

Pusaka Tegaskan Tidak Ikut Aksi Penolakan FPI

ORGANISASI masyarakat (ormas) Pusaka Tarakan menegaskan tidak ikut ambil bagian dalam aksi damai penolakan…

Rabu, 25 April 2018 11:48

Antre Cetak E-KTP, Jaringan Malah Lelet

TARAKAN - Antrean panjang terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan dikarenakan…

Rabu, 25 April 2018 11:41

AC RSUD Bocor-Bocor Tak Kunjung Diperbaiki

TARAKAN - Penanganan plafon yang bocor di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan belum juga terealisasi.…

Rabu, 25 April 2018 11:32

Anggaran Menipis, Dishub Terpaksa Mengutang

TARAKAN - Traffic light yang berada di simpang Ladang, Pamusian, Tarakan Tengah, sudah dua hari tidak…

Rabu, 25 April 2018 11:30

Trayek Harus Dikurangi

TARAKAN - Bus rapid transit (BRT) yang telah beroperasi di Tarakan sejak 2017 lalu, memang masih harus…

Rabu, 25 April 2018 11:28

2022 Tak Terima Uang Tunai

Tarakan- Direncanakan bulan April ini, Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) mulai diimplementasikan secara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .