MANAGED BY:
JUMAT
18 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 13 Desember 2017 11:02
Sempat Ricuh, PH Enggan Dampingi Terdakwa
PERDANA: MN terdakwa pembunuhan saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Tarakan. SEPTIAN ASMADI/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Kasus pembunuhan yang terjadi pada Sabtu (24/7) lalu di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Karang Anyar dan melibatkan pria berinisial MN sebagai terdakwa, kini memasuki sidang perdana. MN yang sedianya mendengarkan dakwaan tidak dapat terlaksana lantaran penasihat hukum (PH) yang ditunjuk oleh majelis hakim menolak mendampingi terdakwa.

Berdasarkan pantauan Radar Tarakan, sekitar pukul 11.00 Wita persidangan yang diketuai oleh Majelis Hakim, Christo E.N Sitorus sempat memanas. Lantaran puluhan keluarga korban yang ikut menonton jalannya sidang, turut melemparkan beberapa botol kaca ke arah terdakwa. Namun, bukannya malah mengenai terdakwa alhasil botol tersebut pecah di meja Majelis Hakim.

Bukan hanya itu, puluhan personel dari Polres Tarakan tampak mengawal terdakwa hingga keluar masuk ruang persidangan. Parahnya lagi, saat terdakwa akan memasuki mobil Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan, salah seorang keluarga korban sempat memukul terdakwa dan akhirnya bisa dilerai aparat yang melakukan penjagaan.

Selain itu, sidang juga sempat diskors selama 10 menit, dengan tujuan memanggil PH agar bisa mendampingi terdakwa. Akan tetapi tiga dari PH yang ditunjuk untuk mendampingi terdakwa, enggan hadir dan menolak masuk ke ruang sidang.

“Padahal sidang ini tidak main-main karena ancaman hukumannya mati atau seumur hidup jadi harus didampingi PH. Menurut laporan panitera pengganti (PP) tadi, PH tidak bersedia. Jadi dakwaan tidak bisa dibacakan karena terdakwa tidak didampingi PH,” ungkap Ketua Majelis Christo, saat di persidangan, Selasa (12/12).

Meski demikian, PN Tarakan akan menyurati Pengurus Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Kongres Advokat Indonesia (KAI) yang ada di Tarakan serta Pos Bantuan Hukum (Posbakum) yang ada di PN Tarakan, karena tidak ada PH yang mau mendampingi terdakwa.

“Sebenarnya ini melanggar kode etik dan bisa dicabut kartunya (kartu pengacara). Terdakwa kan, meskipun dianggap bersalah harus tetap didampingi karena ada asas praduga tidak bersalah,” harapnya.

Alhasil, persidangan akhirnya ditunda hingga Selasa (19/12) pekan depan dan masih dengan agenda mendengarkan dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU).

Ditemui usai sidang, pria yang kerap disapa Christo sekaligus Humas PN Tarakan ini menjelaskan, setelah pihaknya mengirimkan penetapan kepada 13 PH yang ada di Posbakum masih tetap diacuhkan, maka akan menyurati pengurus Peradi dan KAI di Samarinda, Kaltim atau di Jakarta.

“Seharusnya menyidangkan perkara harus adil. Berikan hak terdakwa untuk didampingi kuasa hukum dan kalau jaksa mau menuntut kan itu ending-nya nanti. Yang pasti haknya terdakwa untuk didampingi PH dan kewajiban hakim untuk menunjuk PH dan ini wajib,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, setelah menunjuk PH kembali, nantinya diserahkan kembali kepada hak terdakwa lagi apakah mau menggunakan PH yang sudah ditunjuk Majelis Hakim atau tidak. “Hak di tangan terdakwa, kan tidak mungkin kita panggil PH di Samarinda atau dari Kaltim. Sedangkan kita punya kerja sama dengan Posbakum,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sidang dengan terdakwa MN ini terjerat kasus penikaman yang berujung kematian dengan korban MI (21) di pinggir Jalan Wijaya Kusuma tidak jauh dari Restoran B21, Perumnas, Kelurahan Karang Anyar sehari sebelum Hari Raya Idulfitri pada Juni lalu. (*/sep/lim)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 12:16

Tarakan Jorok, Adipura Lepas, TPA Over

TARAKAN – Kota Tarakan, satu dari empat kota lain di…

Rabu, 16 Januari 2019 12:14

Kasus Calon Anggota DPD Ditutup, ASN Dilanjutkan

TARAKAN - Sebanyak 3 anggota calon DPD RI dapil Kalimantan…

Rabu, 16 Januari 2019 12:12

Giliran Jasa Pengiriman Terdampak

TARAKAN – Tidak hanya tiket pesawat yang naik puluhan persen.…

Rabu, 16 Januari 2019 12:10

10-20 Perda Setiap Tahun

PRODUK hukum berupa peraturan daerah (perda) yang dibahas bersama, eksekutif…

Rabu, 16 Januari 2019 11:38

Sering Ancam Tetangga, AD Dijebloskan ke Penjara

TARAKAN – Akibat sering melakukan pemerasan dan pengancaman menggunakan pisau…

Rabu, 16 Januari 2019 11:32

Pompa Rusak, Bukit Tak Teraliri

TARAKAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam hingga…

Rabu, 16 Januari 2019 11:28

Berharap Miliki Drainase Lebar

TARAKAN - Kondisi jalan yang berada di RT 54 Kelurahan…

Rabu, 16 Januari 2019 11:18

Disangka Bom, Tim Gegana Amankan Tas Hitam

TARAKAN - Rabu pagi (16/1) sekitar pukul 07.00 WITA, Warga…

Selasa, 15 Januari 2019 19:20

Yos Sudarso Gugur Bersama Tiga KRI dengan Heroik

TARAKAN – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) XIII Laksamana…

Selasa, 15 Januari 2019 14:04

Tiket Pesawat Mahal, Beralih ke Jalur Laut

TARAKAN - Kenaikan harga tiket pesawat membawa dampak luas kepada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*