MANAGED BY:
MINGGU
21 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 13 Desember 2017 11:02
Sempat Ricuh, PH Enggan Dampingi Terdakwa
PERDANA: MN terdakwa pembunuhan saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Tarakan. SEPTIAN ASMADI/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Kasus pembunuhan yang terjadi pada Sabtu (24/7) lalu di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Karang Anyar dan melibatkan pria berinisial MN sebagai terdakwa, kini memasuki sidang perdana. MN yang sedianya mendengarkan dakwaan tidak dapat terlaksana lantaran penasihat hukum (PH) yang ditunjuk oleh majelis hakim menolak mendampingi terdakwa.

Berdasarkan pantauan Radar Tarakan, sekitar pukul 11.00 Wita persidangan yang diketuai oleh Majelis Hakim, Christo E.N Sitorus sempat memanas. Lantaran puluhan keluarga korban yang ikut menonton jalannya sidang, turut melemparkan beberapa botol kaca ke arah terdakwa. Namun, bukannya malah mengenai terdakwa alhasil botol tersebut pecah di meja Majelis Hakim.

Bukan hanya itu, puluhan personel dari Polres Tarakan tampak mengawal terdakwa hingga keluar masuk ruang persidangan. Parahnya lagi, saat terdakwa akan memasuki mobil Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan, salah seorang keluarga korban sempat memukul terdakwa dan akhirnya bisa dilerai aparat yang melakukan penjagaan.

Selain itu, sidang juga sempat diskors selama 10 menit, dengan tujuan memanggil PH agar bisa mendampingi terdakwa. Akan tetapi tiga dari PH yang ditunjuk untuk mendampingi terdakwa, enggan hadir dan menolak masuk ke ruang sidang.

“Padahal sidang ini tidak main-main karena ancaman hukumannya mati atau seumur hidup jadi harus didampingi PH. Menurut laporan panitera pengganti (PP) tadi, PH tidak bersedia. Jadi dakwaan tidak bisa dibacakan karena terdakwa tidak didampingi PH,” ungkap Ketua Majelis Christo, saat di persidangan, Selasa (12/12).

Meski demikian, PN Tarakan akan menyurati Pengurus Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Kongres Advokat Indonesia (KAI) yang ada di Tarakan serta Pos Bantuan Hukum (Posbakum) yang ada di PN Tarakan, karena tidak ada PH yang mau mendampingi terdakwa.

“Sebenarnya ini melanggar kode etik dan bisa dicabut kartunya (kartu pengacara). Terdakwa kan, meskipun dianggap bersalah harus tetap didampingi karena ada asas praduga tidak bersalah,” harapnya.

Alhasil, persidangan akhirnya ditunda hingga Selasa (19/12) pekan depan dan masih dengan agenda mendengarkan dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU).

Ditemui usai sidang, pria yang kerap disapa Christo sekaligus Humas PN Tarakan ini menjelaskan, setelah pihaknya mengirimkan penetapan kepada 13 PH yang ada di Posbakum masih tetap diacuhkan, maka akan menyurati pengurus Peradi dan KAI di Samarinda, Kaltim atau di Jakarta.

“Seharusnya menyidangkan perkara harus adil. Berikan hak terdakwa untuk didampingi kuasa hukum dan kalau jaksa mau menuntut kan itu ending-nya nanti. Yang pasti haknya terdakwa untuk didampingi PH dan kewajiban hakim untuk menunjuk PH dan ini wajib,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, setelah menunjuk PH kembali, nantinya diserahkan kembali kepada hak terdakwa lagi apakah mau menggunakan PH yang sudah ditunjuk Majelis Hakim atau tidak. “Hak di tangan terdakwa, kan tidak mungkin kita panggil PH di Samarinda atau dari Kaltim. Sedangkan kita punya kerja sama dengan Posbakum,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sidang dengan terdakwa MN ini terjerat kasus penikaman yang berujung kematian dengan korban MI (21) di pinggir Jalan Wijaya Kusuma tidak jauh dari Restoran B21, Perumnas, Kelurahan Karang Anyar sehari sebelum Hari Raya Idulfitri pada Juni lalu. (*/sep/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:54

Polisi Kantongi Akun Provokator

TARAKAN – Tahapan kampanye Pilwali Tarakan memang masih beberapa bulan lagi. Namun gegap-gempita…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:52

Pemilih Sudah Meninggal Masih Terdaftar

TARAKAN – Tahapan penyusunan daftar pemilih dan daftar pemilih tetap (DPT), merupakan hal yang…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:50

Nelayan Masih Pakai Pukat Hela

TARAKAN – Per Januari ini larangan penggunaan alat tangkap pukat hela (trawls) atau cantrang resmi…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:36

Transaksi Non Tunai Segera Diterapkan

TARAKAN - Bank Indonesia (BI) akhirnya segera merealisasikan pilot project gerakan non tunai (GNT) di…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:33

Perbaikan Dermaga ‘Menelan’ Ratusan Juta

TARAKAN - Perbaikan Pelabuhan Tengkayu I SDF Tarakan, yang rusak akibat ditabrak tongkang kini memasuki…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:31

Fokus Bayar Utang, Tidak Bangun Sekolah Baru

TARAKAN- Di tahun anjing tanah kali ini, hanya bisa membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:30

Perbaikan Jembatan Diprioritaskan

TARAKAN – Ketua RT 11, Kelurahan Juata Laut, Hamzah mengatakan, banyak infrastruktur yang perlu…

Sabtu, 20 Januari 2018 10:16

Duh...Lagi-Lagi Listrik Padam Lagi

TARAKAN - Listrik oh listrik. Lagi dan lagi, warga kembali merasakan pemadaman listrik mendadak di beberapa…

Kamis, 18 Januari 2018 11:02

Panwaslu Sudah Panggil KPU

TARAKAN - Pasca ditolaknya pendaftaran yang dilakukan Sabirin-Tajuddin Tuwo (Santun), karena dianggap…

Kamis, 18 Januari 2018 11:01

Usai Bongkar Barang, Kapal Tenggelam

TANA TIDUNG – Kemarin (17/1) pukul 17.00 wita, warga disekitar Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .