MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 13 Desember 2017 11:02
Sempat Ricuh, PH Enggan Dampingi Terdakwa
PERDANA: MN terdakwa pembunuhan saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Tarakan. SEPTIAN ASMADI/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Kasus pembunuhan yang terjadi pada Sabtu (24/7) lalu di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Karang Anyar dan melibatkan pria berinisial MN sebagai terdakwa, kini memasuki sidang perdana. MN yang sedianya mendengarkan dakwaan tidak dapat terlaksana lantaran penasihat hukum (PH) yang ditunjuk oleh majelis hakim menolak mendampingi terdakwa.

Berdasarkan pantauan Radar Tarakan, sekitar pukul 11.00 Wita persidangan yang diketuai oleh Majelis Hakim, Christo E.N Sitorus sempat memanas. Lantaran puluhan keluarga korban yang ikut menonton jalannya sidang, turut melemparkan beberapa botol kaca ke arah terdakwa. Namun, bukannya malah mengenai terdakwa alhasil botol tersebut pecah di meja Majelis Hakim.

Bukan hanya itu, puluhan personel dari Polres Tarakan tampak mengawal terdakwa hingga keluar masuk ruang persidangan. Parahnya lagi, saat terdakwa akan memasuki mobil Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan, salah seorang keluarga korban sempat memukul terdakwa dan akhirnya bisa dilerai aparat yang melakukan penjagaan.

Selain itu, sidang juga sempat diskors selama 10 menit, dengan tujuan memanggil PH agar bisa mendampingi terdakwa. Akan tetapi tiga dari PH yang ditunjuk untuk mendampingi terdakwa, enggan hadir dan menolak masuk ke ruang sidang.

“Padahal sidang ini tidak main-main karena ancaman hukumannya mati atau seumur hidup jadi harus didampingi PH. Menurut laporan panitera pengganti (PP) tadi, PH tidak bersedia. Jadi dakwaan tidak bisa dibacakan karena terdakwa tidak didampingi PH,” ungkap Ketua Majelis Christo, saat di persidangan, Selasa (12/12).

Meski demikian, PN Tarakan akan menyurati Pengurus Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Kongres Advokat Indonesia (KAI) yang ada di Tarakan serta Pos Bantuan Hukum (Posbakum) yang ada di PN Tarakan, karena tidak ada PH yang mau mendampingi terdakwa.

“Sebenarnya ini melanggar kode etik dan bisa dicabut kartunya (kartu pengacara). Terdakwa kan, meskipun dianggap bersalah harus tetap didampingi karena ada asas praduga tidak bersalah,” harapnya.

Alhasil, persidangan akhirnya ditunda hingga Selasa (19/12) pekan depan dan masih dengan agenda mendengarkan dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU).

Ditemui usai sidang, pria yang kerap disapa Christo sekaligus Humas PN Tarakan ini menjelaskan, setelah pihaknya mengirimkan penetapan kepada 13 PH yang ada di Posbakum masih tetap diacuhkan, maka akan menyurati pengurus Peradi dan KAI di Samarinda, Kaltim atau di Jakarta.

“Seharusnya menyidangkan perkara harus adil. Berikan hak terdakwa untuk didampingi kuasa hukum dan kalau jaksa mau menuntut kan itu ending-nya nanti. Yang pasti haknya terdakwa untuk didampingi PH dan kewajiban hakim untuk menunjuk PH dan ini wajib,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, setelah menunjuk PH kembali, nantinya diserahkan kembali kepada hak terdakwa lagi apakah mau menggunakan PH yang sudah ditunjuk Majelis Hakim atau tidak. “Hak di tangan terdakwa, kan tidak mungkin kita panggil PH di Samarinda atau dari Kaltim. Sedangkan kita punya kerja sama dengan Posbakum,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sidang dengan terdakwa MN ini terjerat kasus penikaman yang berujung kematian dengan korban MI (21) di pinggir Jalan Wijaya Kusuma tidak jauh dari Restoran B21, Perumnas, Kelurahan Karang Anyar sehari sebelum Hari Raya Idulfitri pada Juni lalu. (*/sep/lim)


BACA JUGA

Senin, 15 Oktober 2018 13:30

Jajal Tanjakan Gang-Gang

TARAKAN - Puluhan goweser dari berbagai komunitas sepeda di Bumi Paguntaka,Sabtu (13/10) ikut ambil…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:36

Kampanye, DPRD Harus Cuti

LARANGAN penggunaan fasilitas negara dalam berkampanye wajib dipatuhi para anggota dewan perwakilan…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:35

APBD-P 2018 Menunggu Pembahasan

TARAKAN - Pembahasan draf Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS)…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:33

Pengungsi Sulteng Banyak Mengaku Warga Kaltara

PALU- Setelah melakukan penyisiran terhadap warga Kaltara di beberapa titik lokasi bencana gempa dan…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:30

Bantuan Parpol Kaltara Masih Tetap

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Utara kembali menyalurkan bantuan keuangan (bankeu) kepada sejumlah parpol…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:29

Bertahan di Indekos, Ikut Menjarah demi Bertahan Hidup

Gempa seketika mengguncang Palu. Seluruh warga berhamburan menyelamatkan diri, Jumat 28 September petang.…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:50

Siswa Sayat Tangan Bukan karena Minuman

TARAKAN – Produk minuman Torpedo sudah dievaluasi Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:48

DLH Berharap Peran RT dan Lurah

TARAKAN - Maraknya pembuangan sampah sembarangan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab,…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:43

Kesulitan Dapatkan Pendanaan

TARAKAN – Peran pelatih di dunia olahraga, tugas pokok utamanya ialah sistem kepelatihan yang…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:38

Terpukul Kehilangan Oscar, Penggantinya Belum Pasti

TARAKAN – Saat ini kerisauan para pelatih tinju Kaltara masih dirasakan, pasca satu atletnya yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .