MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 13 Desember 2017 10:59
Lima Jasad Menyusul Dipindahkan, Satu Belum Ditemukan

TPU Muslimin di Ambang Bencana Hebat

DIPINDAHKAN: Satu jasad yang sudah berusia 24 tahun yang berbalut kain mori berlumpur dipindahkan. Secara gotong royong masyarakat mengangkat dan memindahkan ke lokasi pemakaman baru, jauh dari lokasi rawan longsor. RURY JAMIANTO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Longsor menerjang sejumlah kawasan, Minggu 3 Desember lalu. Sekira pukul 05.30 Wita, tak lama setelah sebagian warga menunaikan salat Subuh. Perasaan Suryadi (44) bercampur aduk. Bergegas ia meninggalkan masjid menuju rumahnya di Gang 45, RT 32 Sebengkok, Tarakan Tengah. Air demikian deras tumpah dari langit. Tak lama berkubik-kubik tanah bergerak dari area makam tepat di samping rumahnya. Warga yang berada di bawah perbukitan di kawasan itu bak diteror.

RURY JAMIANTO, Tarakan

TEMPAT Pemakaman Umum (TPU) Muslimin untuk kesekian kalinya longsor. Sumardi Daeng Mabela (58), Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat menyebut akibat kejadian itu, tiga makam bergeser. Jasad di dalamnya terbawa material longsor berupa lumpur.

“Potensi longsornya makin dekat (mengancam),” kata Sumardi.

Pemakaman di Tarakan seperti diungkap Kepala Seksi Kawasan Permukiman dan Pemakaman pada Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Tarakan Marjuki, umumnya berada di daerah perbukitan. Setidaknya ada 32 lokasi makam yang ada di bawah pengawasan DPKPP, empat di antaranya merupakan makam Nasrani, sementara sisanya makam muslim.

“Jarang ada yang tempatnya datar seperti di Kelurahan Pantai Amal, terlebih tanah pemakaman ini merupakan tanah yang diwakafkan warga  jadi tidak heran lokasinya berada di perbukitan,” kata Marjuki.

Warga di RT 32, Sebengkok akhirnya memutuskan memindahkan lima jasad lagi, Minggu (10/12). Berdasarkan pantauan Radar Tarakan, masyarakat hingga petugas pemakaman bekerja bahu-membahu merapikan makam yang ambrol itu.

Ketika ditemukan anggota atau potongan jasad, masyarakat dengan berhati-hati mengambilnya untuk dipindahkan ke tempat baru yang jaraknya kurang lebih 300 meter dari lokasi pembongkaran.

“Sementara hanya merapikan makam dan memindahkan jasad yang terlihat akibat longsor. Sedangkan untuk tindakan selanjutnya, kami berharap ada bantuan dari pemerintah segera untuk perbaikan area makam ini,” ungkap Safaruddin (52).

Kepala TPU Muslimin itu mengatakan hampir dua pekan air terus menggerus pemakaman yang berada di tepian perbukitan. Pembongkaran makam yang telah berusia puluhan tahun dilakukan agar menghindari dampak longsor susulan. Setelah dilakukan pembongkaran satu per satu jasad yang tinggal kerangka berbalut kain mori pun diangkat dari liangnya.

“Kuburan ini sudah lama. Kurang lebih 50 tahunan. Saya juga sempat melakukan pendataan untuk jumlah kuburan lama maupun baru itu kurang lebih ada 40 ribu jasad dimakamkan di tempat ini,” jelasnya.

Prosesi pemindahan lima makam tidaklah gampang. Membutuhkan waktu kurang lebih dua hari, yang dilakukan sejak pukul 07.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita.

“Satu makam sudah hilang. Yaitu kerangka jasad bayi akibat longsor dan jasadnya hilang  belum ditemukan. Karena kan sudah lama dan bentuknya tulang belulang sehingga sulit untuk ditemukan. Jadi, makam yang sangat rawan ini satu per satu dipindahkan sesuai kemauan dari pihak keluarga,” bebernya.

Ketua RT Sumardi menimpali longsor pada tepian pemakaman itu membuat warga tak nyenyak tidur. Bahkan sebuah tembok penahan yang dibangun warga di tepi pemakaman hancur diterjang longsor. “Ini sudah yang ketiga kalinya. Namun, ini longsor yang paling parah,” ucapnya.

Tercatat dua rumah mengalami kerusakan parah di lokasi itu. “Rumah yang terkena longsor ini masih dalam perbaikan, dan dilakukannya pembuangan lumpur,” bebernya.

Sumardi pun berharap pemerintah dapat memberikan bantuan perbaikan di pemakaman tertua ini. “Pembuatan jalan di pemakaman ini hanya berasal dari swadaya masyarakat. Ada yang mengumpul semen, pasir dan lainnya. Sehingga, setidaknya adalah bantuan dari pemerintah untuk bisa memberikan bantuan,” jelasnya.

Sumardi menambahkan ada delapan kepala keluarga (KK) terancam longsor area pemakaman. Rumah Saleh (41) hancur. Tepat di ruang tengah. Sebelum kejadian, ia tak menduga akan terjadi bencana hebat. Kejadian berlangsung begitu cepat.

“Jadi tanah itu langsung turun dari atas, kena tandon air yang terisi penuh, langsung menghantam ruang tengah, pokoknya seketika jebol semua. Siringan (kayu) sebelah rumah saya juga langsung patah,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Tak ada upaya lain kecuali mengevakuasi keluarga ke rumah kerabat terdekat. Rumah semi permanen itu rencananya tak lagi ditinggali untuk sementara. Beberapa barang berharga seperti perabot sudah dipindahkan. “Dua kali sudah rumah saya kena longsor, waktunya juga sama, akhir tahun, yang kena itu dapur saya, jadi saya perbaiki sendiri juga,” tambahnya.

Saleh yang sudah sejak 1977 bermukim di kawasan itu menyebut kerugian akibat longsor diperkirakan puluhan juta rupiah.

Untuk itu, ayah tiga anak ini mengharapkan pemerintah bertindak cepat. Upaya lain yang dilakukan warga dengan memperbanyak pohon penahan longsor seperti pinang di sekitar pemakaman. Jalur longsor itu diperkirakan membentang sepanjang 50 meter. Tanah di lokasi longsor masih labil.

“Air, di dalam tanah. Air membawa longsor. Padahal itu ada pohonnya. Apalagi kalau gundul betul. Rumah Pak Kimpul ditolong pohon jeruk. Ini belum selesai. Ini berisiko. Makanya dijaga,” kata Sumardi.

Warga menginginkan segera dibangun siring penahan di ketinggian sekira 20 meter di tepi pemakaman. “Ini kejadian yang ke sekian kalinya. Yang sebelumnya hanya dua rumah yang rusak. Sekarang tiga. Yang terancam makin banyak,” kata Sumardi lagi. (*/lim)


BACA JUGA

Senin, 15 Oktober 2018 13:30

Jajal Tanjakan Gang-Gang

TARAKAN - Puluhan goweser dari berbagai komunitas sepeda di Bumi Paguntaka,Sabtu (13/10) ikut ambil…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:36

Kampanye, DPRD Harus Cuti

LARANGAN penggunaan fasilitas negara dalam berkampanye wajib dipatuhi para anggota dewan perwakilan…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:35

APBD-P 2018 Menunggu Pembahasan

TARAKAN - Pembahasan draf Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS)…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:33

Pengungsi Sulteng Banyak Mengaku Warga Kaltara

PALU- Setelah melakukan penyisiran terhadap warga Kaltara di beberapa titik lokasi bencana gempa dan…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:30

Bantuan Parpol Kaltara Masih Tetap

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Utara kembali menyalurkan bantuan keuangan (bankeu) kepada sejumlah parpol…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:29

Bertahan di Indekos, Ikut Menjarah demi Bertahan Hidup

Gempa seketika mengguncang Palu. Seluruh warga berhamburan menyelamatkan diri, Jumat 28 September petang.…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:50

Siswa Sayat Tangan Bukan karena Minuman

TARAKAN – Produk minuman Torpedo sudah dievaluasi Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:48

DLH Berharap Peran RT dan Lurah

TARAKAN - Maraknya pembuangan sampah sembarangan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab,…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:43

Kesulitan Dapatkan Pendanaan

TARAKAN – Peran pelatih di dunia olahraga, tugas pokok utamanya ialah sistem kepelatihan yang…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:38

Terpukul Kehilangan Oscar, Penggantinya Belum Pasti

TARAKAN – Saat ini kerisauan para pelatih tinju Kaltara masih dirasakan, pasca satu atletnya yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .