MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 13 Desember 2017 10:37
2025 Kebutuhan Baru Terpenuhi
PENGEMBANGAN: Agar kebutuhan air bersih di Kota Tarakan terpenuhi, PDAM akan melakukan pengembangan jaringan. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Tarakan – Ketergantungan masyarakat Kota Tarakan terhadap ketersediaan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), diprediksi mencapai 99,54 persen. Akan tetapi, hal ini belum dapat terpenuhi, sebab hingga kini ketersediaan air di PDAM Kota Tarakan baru mencapai 60 persen.

Kepala PDAM Kota Tarakan, Usman Asegaf mengatakan bahwa di 2018 mendatang, PDAM akan melayani masyarakat hingga 70 persen. Nah, pada 2019 nanti, akan naik lagi menjadi 80 dan 90 persen pada tahun 2020. Jika secara bertahap dilakukan, pemenuhan air PDAM di Kota Tarakan akan terpenuhi pada 2025 mendatang.

Dijelaskan Usman, di Kecamatan Tarakan Timur masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan jaringan pipa PDAM. Hal tersebut berarti, masyarakat yang berada di Tarakan Timur kebanyakan membutuhkan air dari PDAM.

“Tapi tidak semua juga, karena daerah Mamburungan sebagiannya sudah mendapat sambungan pipa PDAM. Hanya di bagian Gunung Salak saja yang belum tersambung pipa,” tuturnya.

Untuk diketahui, tinggi Gunung Salak hingga kini sekitar 40 hingga 50 meter. Hal inilah yang menjadi kendala PDAM. Pasalnya, tekanan air PDAM belum mencukupi untuk melewati gunung tersebut.

“Inilah bedanya daerah kita, air dari dataran disambungkan ke gunung sedangkan kalau di daerah lain itu air dari gunung disalurkan ke dataran,” jelasnya.

Nah, melihat kondisi tersebut, pihak PDAM membutuhkan pompa air yang cukup. Selain itu, terobosan lain yang telah disiapkan PDAM Kota Tarakan, ialah dengan membangun reservoir, yakni tangki penampungan air yang ditempatkan di atas bukit, sehingga dapat mengalirkan air ke masing-masing permukiman warga daerah Mamburungan, Karungan hingga Tanjung Pasir.

“Jadi selama ini, masyarakat di sana hanya bisa mengandalkan penampungan air hujan dan air yang dibor dari dalam tanah saja,” katanya.

Untuk diketahui, dalam melakukan pembangunan reservoir yang berkapasitas 500 ribu meter kubik, dapat menghabiskan dana sekitar Rp 7 hingga 8 miliar. Namun, hal ini termasuk pembangunan jangka panjang, karena sanggup bertahan hingga 30 tahun ke depan.

Akan tetapi, yang menjadi persoalan dalam melakukan pembangunan reservoir ini ialah permasalahan lahan. Sebab, rata-rata bukti di Kota Tarakan ini telah dikuasai oleh masyarakat.

“Meskipun dana sudah tersedia bermiliar-miliar tapi kalau lahannya masih bermasalah tentunya dana itu tidak bisa digunakan. Dan dana ini akan dikembalikan lagi,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, pada 2018 mendatang, sambil menunggu pembangunan reservoir tersebut, PDAM menyiapkan booster pump yang berfungsi untuk mendorong air untuk melalui kawasan perbukitan. Akan tetapi, dari ketersediaan booster pump tersebut, PDAM akan terkendala oleh biaya listrik.

Booster pump ini membutuhkan tenaga listrik yang cukup besar. Sehingga biaya listrik yang dibutuhkan PDAM nantinya juga akan membengkak,” bebernya.

Meski begitu, keberadaan booster pump ini bukanlah sebuah hal yang baru di Kota Tarakan. Usman menjelaskan bahwa alat tersebut sudah  banyak di Kota Tarakan, akan tetapi yang digunakan hanya ditempatkan di kawasan dataran, dan belum ditempatkan di kawasan perbukitan.

Mengingat kondisi pipa yang dimiliki PDAM saat ini, booster pump yang dibutuhkan mendacapai kekuatan 7 hingga 10 bar. Jika kekuatannya lebih dari 10 bar, pipa PDAM dikhawatirkan akan pecah karena tekanan yang kuat. Namun, jika berada di bawah 7 bar, maka diprediksi tidak akan mampu melalui kawasan perbukitan.

Untuk itu, terkait masalah pendanaan pembangunan booster pump dan reservoir tersebut, Usman mengakui harus menggunakan 3 anggaran, seperti APBN, APBD Kota dan APBD Provinsi. Sebab, jika hanya mengandalkan dana APBD Kota, ia memastikan tidak akan mencukupi. (*/yed/udn)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 10:43

Pura-Pura Antar Teman

TARAKAN - Dalam 21 adegan rekonstruksi pada Rabu (21/2), terungkap bahwa Abdul Rajak (48) berhasil lolos…

Kamis, 22 Februari 2018 10:41

Dinkes Bingung Penyebab Keracunan

TARAKAN – Sungguh sangat mengejutkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis…

Kamis, 22 Februari 2018 10:38

Utusan Sekolah yang Obsesi Mempelajari Kehidupan Masyarakat

Tuntas, dua dari empat pasangan calon (paslon) Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan dapat…

Kamis, 22 Februari 2018 10:34

Cuti Setahun, Siti Kukuh Dampingi Suami

TARAKAN - Tercatat sebagai satu-satunya aparatur sipil negara (ASN) yang mengajukan cuti selama masa…

Kamis, 22 Februari 2018 10:30

Rp 70 M untuk Bangun Balai POM

Tarakan - Guna meningkatkan pengawasan dan perlindungan bagi masyarakat terhadap obat dan makanan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:28

Dua Kali Longsor, Penanganan Masih Sementara

TARAKAN - Musibah longsor kembali terjadi di Tarakan, tepatnya di RT 4 Kelurahan Pamusian. Longsor yang…

Kamis, 22 Februari 2018 10:27

Tak Banyak Usulan, Infrastruktur Masih Baik

TARAKAN - Ketua RT 9, Kelurahan Pamusian, Eddy Suyono mengatakan, infrastruktur di wilayahnya dapat…

Rabu, 21 Februari 2018 11:18

Gubernur Anggap Dua ASN Melecehkan UU

TARAKAN – Beredarnya foto dua kepala dinas (kadis) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan,…

Rabu, 21 Februari 2018 11:15

Turut Awasi Institusi Masing-Masing

TARAKAN – Memberantas tindak pidana narkotika di Kaltara, memang menjadi pekerjaan yang hingga…

Rabu, 21 Februari 2018 11:12

Lima Kelurahan Belum Terpasang Jargas

TARAKAN - Sebagai salah satu kota yang memiliki sumber daya minyak dan gas (migas), menjadikan Bumi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .