MANAGED BY:
JUMAT
18 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 12 Desember 2017 10:07
Orang Tua Tolak Dirawat karena Tak Punya Biaya

Melihat Umairah, Bayi Penyempitan Usus

TERBARING LEMAH: Umairah penderita penyempitan usus saat dirawat di RSD dr Soemarno Sostroadmojo Tanjung Selor. FITRIANI/ RADAR KALTARA

PROKAL.CO, Memasuki usia dua bulan biasanya bayi sudah bertambah kuat menopang kepalanya meski masih terhuyung, dan bisa mengangkat kepalanya setinggi 45 derajat pada saat ditengkurapkan atau ditegakkan badannya. Namun hal itu belum bisa dirasakan Umairah, bayi berusia dua bulan karena mengalami penyempitan usus sehingga bayi malang tersebut hanya bisa terbaring lemah di salah satu ruang perawatan Rumah Sakit dr. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor.

FITRIANI, Tanjung Selor

MALANG memang nasibnya, baru berusia dua bulan Umairah sudah harus dirawat di rumah sakit karena penyempitan usus sehingga bayi tersebut susah untuk buang air besar.

Bayi kelahiran, Bulungan 12 Oktober 2017 ini sudah mengalami sesak napas sejak usia dua minggu, namun orang tuanya tidak mengetahui jika sesak napas dan hanya mengira hal itu lazim untuk bayi. Saat diperiksakan ke praktik dokter perusahaan tempat sang ayah bekerja saat usia satu bulan, dokter sudah menyatakan bahwa penyakit Umairah sudah parah dan diminta untuk dirawat lebih intens di rumah sakit.

“Saat usia kandungan saya sekitar tujuh bulan memang sering sakit di perut bawah, hampir tiap hari, tapi tidak pernah diperiksakan. Mungkin itu salah satu penyebabnya,” ujar Masni (27), ibu Umairah kepada Radar Kaltara, Senin (11/12).

Namun karena keterbatasan biaya sang ibu, belum membawa anaknya. Selang beberapa pekan, anak keduanya itu sudah tidak buang air besar selama empat hari, sehingga warga Desa Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur itu membawa ke salah satu praktik dokter di Tanjung Selor.

Dokter yang memeriksa anak dari pasangan Dewangga dan Masni ini langsung merujuk dan membawa langsung ke rumah sakit karena penyakit yang diderita sudah lumayan parah. Setelah mendapatkan pemeriksaan dokter menyatakan bahwa ada penyempitan usus. Hal inilah yang menyebabkan bayi tersebut sulit untuk buang air besar.

“Dokter yang rawat tanya kenapa perutnya besar, saya jawab karena susah buang air besar,” jelasnya.

Sehingga dilakukan rontgen dan disarankan operasi. “Ususnya mau dipotong terus disambung kembali karena sekarang sudah mengecil makanya susah buang air besar,” ucapnya.

Sambil meneteskan air mata, dirinya menceritakan bahwa awal membawa anaknya pada tanggal 4 Desember lalu, tidak berniat untuk merawat inap anak perempuannya itu karena tidak memiliki biaya.

“Saya minta pulang saja karena tidak punya uang,” tuturnya sembari mengusap air matanya.

Karena tidak memiliki biaya, dokter menyarankan membuat surat keterangan tidak mampu (SKTM) agar bisa dibantu biaya perawatannya. Namun pembuatan SKTM terkendala kartu keluarga (KK), sebab dirinya baru pindah dari Malaysia ke Bulungan sekitar tujuh bulan lalu dan belum memiliki KK Bulungan, yang ada hanya KK Pinrang, Sulawesi Selatan.

“Tidakada KK sama KTP, yang ada KK Pinrang saja, kemarin baru disuruh kirim ke sini nanti diuruskan,” tuturnya.

Diakuinya, saat ini belum ada bantuan dari pemerintah atau pihak manapun, sehingga biaya perawatan anaknya masih ditanggung oleh mertuanya.

 “Di UGD sempat semalam, sekarang masih pasien umum diurus sama neneknya,” sebutnya.

Dikatakannya, sejak pukul 09.00 Wita hingga siang kemarin belum bisa buang air besar. “biasanya dibantu kasi masuk cairan baru bisa buang air besar,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak Perusahaan tempat ayahnya bekerja, PT Prima Bahagia Permai, Mangapul Simanjuntak mengaku akan men-cover biaya perawatan Umairah dan saat ini masih proses pembuatan BPJS.

“Ada miskomunikasi saja, kami tidak tahu kalau Umairah dirawat di sini, makanya baru ke sini. Tapi biaya perawatannya diusahakan akan ditanggung perusahaan,” pungkasnya.(***/ana)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 12:07

Ditugaskan di Krayan, 1 CPNS Mundur

TANJUNG SELOR - Satu dari 444 peserta seleksi calon pegawai…

Rabu, 16 Januari 2019 12:05

Jembatan Meranti Terancam Jadi ‘Pajangan’ Lagi

TANJUNG SELOR - Pembangunan jalan penghubung Jembatan Meranti menuju Buluh…

Rabu, 16 Januari 2019 12:04

Pemilik Miras Hanya Diberi Sanksi Tipiring

MALINAU – Dua ibu rumah tangga (IRT), yakni De dan…

Rabu, 16 Januari 2019 12:03

2018, Empat Penderita HIV/AIDS Meninggal

TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan mencatat empat penderita…

Rabu, 16 Januari 2019 10:33

Butuh 7 Menit, Musnahkan Sabu 11 Kg

TANJUNG SELOR - Direktorat Reserse Narkoba (Dirnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda)…

Selasa, 15 Januari 2019 13:56

6.060 WP di Kaltara Belum Taat

TANJUNG SELOR – Dari total 9.413 yang menyampaikan Surat Pemberitahuan…

Selasa, 15 Januari 2019 13:54

TBS Malinau Dijual ke Nunukan

MALINAU  - Petani kelapa sawit di Kabupaten Malinau belakangan ini…

Selasa, 15 Januari 2019 13:52

Terminal Tipe A Tunggu Restu Kemenhub

TANJUNG SELOR - Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara)…

Selasa, 15 Januari 2019 13:49

Terapkan Metode Cara Membaca Wartawan

Membaca sebuah buku hingga saat ini masih menjadi kebiasaan yang…

Selasa, 15 Januari 2019 13:43

Sekprov: Jangan Jadikan Kaltara Batu Lompatan

TANJUNG SELOR - Sejak terbentuknya Kalimantan Utara (Kaltara), sudah tiga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*