MANAGED BY:
MINGGU
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 12 Desember 2017 10:02
Rekanan Minta Kepastian Pembayaran

Pemkab Miliki Utang hingga Rp 40 Miliar

UTANG: Beberapa proyek fisik yang tuntas dikerjakan namun masih menjadi utang Pemkab Nunukan di 2017 ini. Tampak salah satu kegiatan fisik yang dilakukan Pemkab Nunukan tahun ini. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Puncak kesabaran kontraktor atau rekanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan akhirnya tak dapat terbendung. Akibat bosan menunggu dan dijanjikan terkait pembayaran proyek yang dikerjakan segera dicairkan, puluhan rekanan dari berbagai wilayah mendatangi kantor Bupati Nunukan, Senin (11/12).

“Kami ini hanya mau memperjelas saja. Apakah pekerjaan yang sudah kami selesaikan dilunasi tahun ini juga. Makanya kami ke kantor Bupati ini,” kata Adi, seorang rekanan yang mengaku telah enam bulan menanti pencairan kegiatan fisik yang dilakukannya saat ditemui media ini.

Sebab, lanjutnya, kondisi keuangan yang kembali defisit menyulitkan untuk mendapatkan dana segar dalam proses pembayaran sejumlah kegiatan proyek. Ia mengungkapkan, persoalan defisit memang sudah menjadi momok yang menakutkan. Khususnya, bagi sejumlah rekanan kegiatan fisik. Sebab, hal ini sudah terjadi setahun lalu sejak terjadinya defisit.

“Makanya, kalau memang ingin dilunasi, kami meminta agar secepatnya. Jangan sampai setelah Natal baru dicairkan. Kasihan teman-teman yang ingin merayakan hari raya mereka,” ungkapnya.

Arif menambahkan, pihaknya telah beberapa kali mempertanyakan mengenai keterlambatan pembayaran ini. Sebelum pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Perubahan (ABPD-P) 2017, kejelasan pembayaran utang pemkab ini sudah pernah diminta. Bahkan, melalui anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Namun, nyatanya sampai saat ini belum terbayar juga.

“Harusnya, kepala daerah itu bertanggung jawab dengan situasi seperti ini. Apapun itu, hak kontraktor wajib diberikan. Apalagi tugas dan tanggung jawabnya sudah diselesaikan,” ujarnya. “Kami tidak mau tahu uangnya dapat dari mana. Yang jelas, pekerjaan selesai kami minta dibayar. Karena, dari pembayaran itu juga banyak yang menunggunya. Bukan hanya saya selaku kontraktornya,” sambungnya.

Terpisah, Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan, Serfianus S. IP membenarkan adanya utang Pemkab Nunukan senilai Rp 40 miliar kepada pihak rekanan. Agar tidak menjadi persoalan, pihaknya menyampaikan alasan keterlambatan pembayaran itu. “Kami sudah jelaskan bahwa, kondisi keuangan belum stabil. Karena anggaran ini sangat berharap dengan dana transfer dari pusat,” jelasnya saat dikonfirmasi di lokasi peresmian PLTD Sei Bilal kemarin.  

Serfianus mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan anggota DPRD Nunukan mengenai persoalan ini. Akhirnya, anggota legislatif memahami dan meminta agar pelunasan segera dilakukan. Bahkan, jika kondisi keuangan tidak memungkinkan dibayar akhir 2017, dapat diupayakan dilunasi di awal 2018. Sebagaimana yang selama ini dilakukan.

“Kami upaya pembayaran ini diambil dari APBD 2018. Kami sudah sepakat dengan legislatif. Kami masih menunggu beberapa hari ini. Ketika belum ada transfer dari pusat, maka hal ini menjadi utang pemerintah daerah,” ungkapnya.

Makanya, lanjutnya, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tidak berani memasukkannya ke Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) karena persoalannya pemerintah masih berharap ada dana transfer di akhir tahun ini. Sehingga masih dapat membayar utang yang dipertanyakan puluhan rekanan tersebut. “Nah, kalau itu belum tentu akan kami usulkan di APBD 2018,” tegasnya.

Diungkapkan, hingga saat ini pihaknya juga belum mengetahui berapa besaran dana transfer yang akan diterima Pemkab Nunukan. “Jadi, solusinya seperti itu. Jika ada dana transfer akhir tahun ini, maka akan kami prioritaskan membayar utang ke pihak kontraktor itu,” pungkasnya. (oya/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Mei 2018 08:46

Warga di Sini Jadi Incaran Buaya dan Ular Sembakung

NUNUKAN – Warga di Desa Tepian, Kecamatan Sembakung membutuhkan perhatian dari pemerintah. Sebab…

Sabtu, 19 Mei 2018 08:44

Layanan Belum Memenuhi Keinginan Masyarakat

NUNUKAN – Sistem birokrasi dalam tubuh pemerintah, masih banyak yang dikeluhkan oleh masyarakat.…

Jumat, 18 Mei 2018 12:38

Defisit, Pembangunan Sulit Terlaksana

NUNUKAN - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Nunukan…

Jumat, 18 Mei 2018 12:13

Pengecer Gas Melon Ilegal Segera Ditangani Tim Satgas

NUNUKAN – Persoalan gas melon 3 kilogram (kg) di wilayah perbatasan belum berakhir. Sampai saat…

Jumat, 18 Mei 2018 12:08

Calon Anggota Legislatif Dilarang Kampanye

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan telah menyampaikan larangan kampanye melalui…

Jumat, 18 Mei 2018 12:06

Pencuri Handphone di Jok Motor Dibekuk

NUNUKAN – Salah seorang pelaku pencurian sejumlah handphone yang diletakkan di kantong serta jok…

Jumat, 18 Mei 2018 12:04

Terjadi Gangguan, Maskapai Ini Gagal Terbang Perdana

NUNUKAN – Maskapai Aviastar yang ditetapkan sebagai pememang lelang Subsidi Ongkos Angkut (SOA)…

Kamis, 17 Mei 2018 11:17

Temukan Barang Terlarang di Lapas

NUNUKAN – Tak ingin kejadian kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Depok, beberapa waktu…

Rabu, 16 Mei 2018 11:38

ANJING LIAR MENGGILA..!! Korban Gigitan Bertambah, Penindakan Stagnan

NUNUKAN — Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Nunukan dr. Ika Bihandayani tak menampik…

Rabu, 16 Mei 2018 11:24

Stok Blangko Cukup, Server Gangguan

NUNUKAN — Pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP kembali terganggu. Server…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .