MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 12 Desember 2017 10:02
Rekanan Minta Kepastian Pembayaran

Pemkab Miliki Utang hingga Rp 40 Miliar

UTANG: Beberapa proyek fisik yang tuntas dikerjakan namun masih menjadi utang Pemkab Nunukan di 2017 ini. Tampak salah satu kegiatan fisik yang dilakukan Pemkab Nunukan tahun ini. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Puncak kesabaran kontraktor atau rekanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan akhirnya tak dapat terbendung. Akibat bosan menunggu dan dijanjikan terkait pembayaran proyek yang dikerjakan segera dicairkan, puluhan rekanan dari berbagai wilayah mendatangi kantor Bupati Nunukan, Senin (11/12).

“Kami ini hanya mau memperjelas saja. Apakah pekerjaan yang sudah kami selesaikan dilunasi tahun ini juga. Makanya kami ke kantor Bupati ini,” kata Adi, seorang rekanan yang mengaku telah enam bulan menanti pencairan kegiatan fisik yang dilakukannya saat ditemui media ini.

Sebab, lanjutnya, kondisi keuangan yang kembali defisit menyulitkan untuk mendapatkan dana segar dalam proses pembayaran sejumlah kegiatan proyek. Ia mengungkapkan, persoalan defisit memang sudah menjadi momok yang menakutkan. Khususnya, bagi sejumlah rekanan kegiatan fisik. Sebab, hal ini sudah terjadi setahun lalu sejak terjadinya defisit.

“Makanya, kalau memang ingin dilunasi, kami meminta agar secepatnya. Jangan sampai setelah Natal baru dicairkan. Kasihan teman-teman yang ingin merayakan hari raya mereka,” ungkapnya.

Arif menambahkan, pihaknya telah beberapa kali mempertanyakan mengenai keterlambatan pembayaran ini. Sebelum pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Perubahan (ABPD-P) 2017, kejelasan pembayaran utang pemkab ini sudah pernah diminta. Bahkan, melalui anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Namun, nyatanya sampai saat ini belum terbayar juga.

“Harusnya, kepala daerah itu bertanggung jawab dengan situasi seperti ini. Apapun itu, hak kontraktor wajib diberikan. Apalagi tugas dan tanggung jawabnya sudah diselesaikan,” ujarnya. “Kami tidak mau tahu uangnya dapat dari mana. Yang jelas, pekerjaan selesai kami minta dibayar. Karena, dari pembayaran itu juga banyak yang menunggunya. Bukan hanya saya selaku kontraktornya,” sambungnya.

Terpisah, Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan, Serfianus S. IP membenarkan adanya utang Pemkab Nunukan senilai Rp 40 miliar kepada pihak rekanan. Agar tidak menjadi persoalan, pihaknya menyampaikan alasan keterlambatan pembayaran itu. “Kami sudah jelaskan bahwa, kondisi keuangan belum stabil. Karena anggaran ini sangat berharap dengan dana transfer dari pusat,” jelasnya saat dikonfirmasi di lokasi peresmian PLTD Sei Bilal kemarin.  

Serfianus mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan anggota DPRD Nunukan mengenai persoalan ini. Akhirnya, anggota legislatif memahami dan meminta agar pelunasan segera dilakukan. Bahkan, jika kondisi keuangan tidak memungkinkan dibayar akhir 2017, dapat diupayakan dilunasi di awal 2018. Sebagaimana yang selama ini dilakukan.

“Kami upaya pembayaran ini diambil dari APBD 2018. Kami sudah sepakat dengan legislatif. Kami masih menunggu beberapa hari ini. Ketika belum ada transfer dari pusat, maka hal ini menjadi utang pemerintah daerah,” ungkapnya.

Makanya, lanjutnya, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tidak berani memasukkannya ke Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) karena persoalannya pemerintah masih berharap ada dana transfer di akhir tahun ini. Sehingga masih dapat membayar utang yang dipertanyakan puluhan rekanan tersebut. “Nah, kalau itu belum tentu akan kami usulkan di APBD 2018,” tegasnya.

Diungkapkan, hingga saat ini pihaknya juga belum mengetahui berapa besaran dana transfer yang akan diterima Pemkab Nunukan. “Jadi, solusinya seperti itu. Jika ada dana transfer akhir tahun ini, maka akan kami prioritaskan membayar utang ke pihak kontraktor itu,” pungkasnya. (oya/eza)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 10:25

Pasien Terima Obat Kedaluwarsa

NUNUKAN – Telah ditemukan obat-obatan dari salah satu Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) di Sebatik…

Jumat, 23 Februari 2018 10:23

Mantan TKI Ditemukan Meninggal Dunia

NUNUKAN – Masyarakat di sekitar Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Jalan Ujang Dewa, Kelurahan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:19

Perkuat Pengawasan, TNI Tambah Koramil

NUNUKAN – Untuk menjaga situasi dan keamanan wilayah perbatasan khusus di Kabupaten Nunukan, Komando…

Kamis, 22 Februari 2018 12:41

Sosok Mayat Ditemukan Depan Kantor Imigrasi

NUNUKAN - Sosok mayat tiba-tiba ditemukan di depan Kantor Imigrasi Kelas II B Nunukan. Jalan Ujang Dewa, …

Kamis, 22 Februari 2018 10:37

Dugaan Pungli PTSL Bakal Ditelusuri ORI

NUNUKAN – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) akan menindaklanjuti…

Kamis, 22 Februari 2018 10:09

Masak Air Ditinggal, Rumah Jadi Arang

NUNUKAN – Amukan si jago merah melalap satu rumah warga di Jalan Cut Nyak Dien, Gang Bukit Indah,…

Kamis, 22 Februari 2018 10:08

Sekolah Tanpa Kursi dan Meja Direspons

NUNUKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan mendistribusikan bantuan ke Sekolah…

Kamis, 22 Februari 2018 10:07

Desak Perusahaan Berkantor di Nunukan

NUNUKAN – Upaya Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan agar perusahaan besar berkantor…

Rabu, 21 Februari 2018 11:13

Memprihatinkan, ke Sekolah Memakai Perahu

Berada di daerah pelosok memang segalanya masih serba tertinggal. Begitu pula dengan kondisi pendidikan.…

Rabu, 21 Februari 2018 10:54

NAH KENAPA INI..??? Kejari SP3 Kasus Rumjab Bupati

NUNUKAN - Hilangnya rumah jabatan (rujab) Bupati Nunukan sampai saat ini penuh misteri. Entah, pembongkaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .