MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 12 Desember 2017 10:02
Rekanan Minta Kepastian Pembayaran

Pemkab Miliki Utang hingga Rp 40 Miliar

UTANG: Beberapa proyek fisik yang tuntas dikerjakan namun masih menjadi utang Pemkab Nunukan di 2017 ini. Tampak salah satu kegiatan fisik yang dilakukan Pemkab Nunukan tahun ini. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Puncak kesabaran kontraktor atau rekanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan akhirnya tak dapat terbendung. Akibat bosan menunggu dan dijanjikan terkait pembayaran proyek yang dikerjakan segera dicairkan, puluhan rekanan dari berbagai wilayah mendatangi kantor Bupati Nunukan, Senin (11/12).

“Kami ini hanya mau memperjelas saja. Apakah pekerjaan yang sudah kami selesaikan dilunasi tahun ini juga. Makanya kami ke kantor Bupati ini,” kata Adi, seorang rekanan yang mengaku telah enam bulan menanti pencairan kegiatan fisik yang dilakukannya saat ditemui media ini.

Sebab, lanjutnya, kondisi keuangan yang kembali defisit menyulitkan untuk mendapatkan dana segar dalam proses pembayaran sejumlah kegiatan proyek. Ia mengungkapkan, persoalan defisit memang sudah menjadi momok yang menakutkan. Khususnya, bagi sejumlah rekanan kegiatan fisik. Sebab, hal ini sudah terjadi setahun lalu sejak terjadinya defisit.

“Makanya, kalau memang ingin dilunasi, kami meminta agar secepatnya. Jangan sampai setelah Natal baru dicairkan. Kasihan teman-teman yang ingin merayakan hari raya mereka,” ungkapnya.

Arif menambahkan, pihaknya telah beberapa kali mempertanyakan mengenai keterlambatan pembayaran ini. Sebelum pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Perubahan (ABPD-P) 2017, kejelasan pembayaran utang pemkab ini sudah pernah diminta. Bahkan, melalui anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Namun, nyatanya sampai saat ini belum terbayar juga.

“Harusnya, kepala daerah itu bertanggung jawab dengan situasi seperti ini. Apapun itu, hak kontraktor wajib diberikan. Apalagi tugas dan tanggung jawabnya sudah diselesaikan,” ujarnya. “Kami tidak mau tahu uangnya dapat dari mana. Yang jelas, pekerjaan selesai kami minta dibayar. Karena, dari pembayaran itu juga banyak yang menunggunya. Bukan hanya saya selaku kontraktornya,” sambungnya.

Terpisah, Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan, Serfianus S. IP membenarkan adanya utang Pemkab Nunukan senilai Rp 40 miliar kepada pihak rekanan. Agar tidak menjadi persoalan, pihaknya menyampaikan alasan keterlambatan pembayaran itu. “Kami sudah jelaskan bahwa, kondisi keuangan belum stabil. Karena anggaran ini sangat berharap dengan dana transfer dari pusat,” jelasnya saat dikonfirmasi di lokasi peresmian PLTD Sei Bilal kemarin.  

Serfianus mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan anggota DPRD Nunukan mengenai persoalan ini. Akhirnya, anggota legislatif memahami dan meminta agar pelunasan segera dilakukan. Bahkan, jika kondisi keuangan tidak memungkinkan dibayar akhir 2017, dapat diupayakan dilunasi di awal 2018. Sebagaimana yang selama ini dilakukan.

“Kami upaya pembayaran ini diambil dari APBD 2018. Kami sudah sepakat dengan legislatif. Kami masih menunggu beberapa hari ini. Ketika belum ada transfer dari pusat, maka hal ini menjadi utang pemerintah daerah,” ungkapnya.

Makanya, lanjutnya, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tidak berani memasukkannya ke Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) karena persoalannya pemerintah masih berharap ada dana transfer di akhir tahun ini. Sehingga masih dapat membayar utang yang dipertanyakan puluhan rekanan tersebut. “Nah, kalau itu belum tentu akan kami usulkan di APBD 2018,” tegasnya.

Diungkapkan, hingga saat ini pihaknya juga belum mengetahui berapa besaran dana transfer yang akan diterima Pemkab Nunukan. “Jadi, solusinya seperti itu. Jika ada dana transfer akhir tahun ini, maka akan kami prioritaskan membayar utang ke pihak kontraktor itu,” pungkasnya. (oya/eza)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:56

Berbulan-bulan di Hutan, Aliran Sungai Navigasi Utama

Hutan Kalimantan menyimpan sejuta kekayaan. Salah satunya kayu gaharu. Menjadi buruan meski harus bertaruh…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:52

Dua Parpol Ditegur Bawaslu

NUNUKAN -Dua partai politik (parpol) peserta pemilu 2019 ditegur Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan.…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:52

Kades Dilema, Antara Mundur atau Tidak

NUNUKAN – Kepala Desa (Kades) yang ingin mencalonkan diri sebagai calon anggota Dewan Perwakilan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:43

3.000 Orang Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih

NUNUKAN – Berdasarkan aturan yang berlaku, saat pemilihan umum (pemilu) 2019, setiap pemilih harus…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:04

Oknum ASN Cabul Diberhentikan

NUNUKAN - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan akhirnya mengambil…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:03

RTH Direncanakan di Jalan Lingkar

NUNUKAN – Jalan lingkar yang selama ini hanya menjadi jalur transportasi darat dari dan menuju…

Senin, 20 Agustus 2018 17:26

Berjam-jam Menunggu demi Tumpangan

Enam anggota Komunitas Gerakan Batas Negara (GBN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sedang menjalankan…

Senin, 20 Agustus 2018 16:58

Daerah Tak Cicipi Untung

Aktivitas impor barang di Perbatasan Indonesia Nunukan dan Tawau Malaysia memang sudah bukan hal baru.…

Senin, 20 Agustus 2018 16:56

TAKUT KAH?? Satpol PP Tak Tindak Pengecer BBM

NUNUKAN – Pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) belum dilakukan penindakan, karena hingga saat ini…

Senin, 20 Agustus 2018 16:31

Pemkab Segera Lakukan Konsultasi

NUNUKAN – Keberadaan penangkaran buaya tampaknya menjadi hal prioritas di Kelurahan Tanjung Harapan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .