MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 11 Desember 2017 10:56
Rawan Perampokan, Nelayan Takut Melaut
TAKUT MELAUT: Nelayan asal Sebatik dibuat was-was saat turun melaut akibat makin maraknya aksi perampokan. Baru-baru ini, nelayan Sebatik menjadi korban perampokan. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Nelayan di Pulau Sebatik semakin was-was saat turun melaut. Aksi perampok bersenjata api menjadi penyebabnya dan membuat nelayan tidak tenang, bahkan terpaksa tidak melaut guna menghindari aksi perampokan.

Salah seorang nelayan di Pulau Sebatik, Suardi mengatakan, Senin (4/12) lalu terjadi perampokan dan korbannya adalah nelayan Sebatik. Sejumlah barang milik nelayan dirampas para perampok. Jika hal ini terus terjadi, para nelayan lainnya akan takut menangkap ikan di laut. “Ada teman saya yang baru lagi dirampok di sekitar Perairan Pulau Burung, Bulungan,” kata Suardi kepada Radar Nunukan, Minggu (10/12).

Menurutnya, sejak 2016 lalu para perampok ini kembali melakukan aksinya, padahal sebelumnya telah aman dan tidak pernah terjadi perampokan terhadap nelayan Sebatik. Ia pun menilai, persoalan itu harus ada tindakan cepat yang dilakukan pemerintah dan aparat yang berwajib untuk mengatasi nelayan yang takut melaut akibat maraknya aski perampokan.

Lanjut dia, sebelum 2016 lalu, nelayan tidak pernah takut pergi melaut, namun setelah terjadi aksi perampokan berkali-kali. Nelayan mulai ada yang tidak ingin menangkap ikan, karena merasa keamanan para nelayan sudah tidak terjamin.

Saat melakukan aksinya, perampok mengambil seluruh barang nelayan yang dapat dijual, seperti mesin perahu dan alat komunikasi nelayan. “Perampok ini hanya mengambil mesin perahu, belum ada yang sampai ditembak,” ujarnya.

Sejak pertama terjadi perampokan pada 2016 lalu, nelayan mulai was-was dan telah menyiapkan alat jika dirampok. Bahkan jika ingin keluar menangkap ikan tidak berani berlama-lama di laut, terkadang hanya satu sampai tiga hari. Padahal sebelumnya, nelayan bisa satu hingga dua pekan baru kembali ke daratan.

“Para perampok ini bebas saja melakukan aksinya, para nelayan sudah tidak bisa bertahan dengan kondisi seperti ini. Karena jika dirampok tentu mengalami kerugian yang cukup besar,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Perikanan Nunukan, Drs. H. Sabaruddin membenarkan, jika para nelayan di Pulau Sebatik ada yang dirampok baru-baru ini. Perampokan itu terjadi 4 Desember lalu, ada tiga orang nelayan yang menjadi korban. Mesin dan alat komunikasi diambil perampok. “Saat ini sangat rawan dengan perampokan, kasihan para nelayan di Pulau Sebatik ini,” kata Sabaruddin.

Ia mengungkapkan, perampokan kerap terjadi terhadap para nelayan di Sebatik, karena dipengaruhi dengan kondisi ekonomi yang sulit. Sehingga, sebagian masyarakat memilih melakukan apa saja untuk mendapatkan uang. Rela mengorbankan nyawa seseorang, asalkan mendapatkan keuntungan pribadi.

Ia menyampaikan, para nelayan yang ingin melaut lebih baik melaporkan ke aparat dengan menggunakan alat pendeteksi atau global positioning system (GPS), agar dapat mudah diketahui keberadaan para nelayan tersebut.

“Selain telepon seluler, harus membawa handy talky (HT), agar mudah untuk berkomunikasi dengan aparat keamanan laut,” pesannya singkat. (nal/eza)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:56

Berbulan-bulan di Hutan, Aliran Sungai Navigasi Utama

Hutan Kalimantan menyimpan sejuta kekayaan. Salah satunya kayu gaharu. Menjadi buruan meski harus bertaruh…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:52

Dua Parpol Ditegur Bawaslu

NUNUKAN -Dua partai politik (parpol) peserta pemilu 2019 ditegur Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan.…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:52

Kades Dilema, Antara Mundur atau Tidak

NUNUKAN – Kepala Desa (Kades) yang ingin mencalonkan diri sebagai calon anggota Dewan Perwakilan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:43

3.000 Orang Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih

NUNUKAN – Berdasarkan aturan yang berlaku, saat pemilihan umum (pemilu) 2019, setiap pemilih harus…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:04

Oknum ASN Cabul Diberhentikan

NUNUKAN - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan akhirnya mengambil…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:03

RTH Direncanakan di Jalan Lingkar

NUNUKAN – Jalan lingkar yang selama ini hanya menjadi jalur transportasi darat dari dan menuju…

Senin, 20 Agustus 2018 17:26

Berjam-jam Menunggu demi Tumpangan

Enam anggota Komunitas Gerakan Batas Negara (GBN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sedang menjalankan…

Senin, 20 Agustus 2018 16:58

Daerah Tak Cicipi Untung

Aktivitas impor barang di Perbatasan Indonesia Nunukan dan Tawau Malaysia memang sudah bukan hal baru.…

Senin, 20 Agustus 2018 16:56

TAKUT KAH?? Satpol PP Tak Tindak Pengecer BBM

NUNUKAN – Pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) belum dilakukan penindakan, karena hingga saat ini…

Senin, 20 Agustus 2018 16:31

Pemkab Segera Lakukan Konsultasi

NUNUKAN – Keberadaan penangkaran buaya tampaknya menjadi hal prioritas di Kelurahan Tanjung Harapan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .