MANAGED BY:
MINGGU
21 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 11 Desember 2017 10:56
Rawan Perampokan, Nelayan Takut Melaut
TAKUT MELAUT: Nelayan asal Sebatik dibuat was-was saat turun melaut akibat makin maraknya aksi perampokan. Baru-baru ini, nelayan Sebatik menjadi korban perampokan. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Nelayan di Pulau Sebatik semakin was-was saat turun melaut. Aksi perampok bersenjata api menjadi penyebabnya dan membuat nelayan tidak tenang, bahkan terpaksa tidak melaut guna menghindari aksi perampokan.

Salah seorang nelayan di Pulau Sebatik, Suardi mengatakan, Senin (4/12) lalu terjadi perampokan dan korbannya adalah nelayan Sebatik. Sejumlah barang milik nelayan dirampas para perampok. Jika hal ini terus terjadi, para nelayan lainnya akan takut menangkap ikan di laut. “Ada teman saya yang baru lagi dirampok di sekitar Perairan Pulau Burung, Bulungan,” kata Suardi kepada Radar Nunukan, Minggu (10/12).

Menurutnya, sejak 2016 lalu para perampok ini kembali melakukan aksinya, padahal sebelumnya telah aman dan tidak pernah terjadi perampokan terhadap nelayan Sebatik. Ia pun menilai, persoalan itu harus ada tindakan cepat yang dilakukan pemerintah dan aparat yang berwajib untuk mengatasi nelayan yang takut melaut akibat maraknya aski perampokan.

Lanjut dia, sebelum 2016 lalu, nelayan tidak pernah takut pergi melaut, namun setelah terjadi aksi perampokan berkali-kali. Nelayan mulai ada yang tidak ingin menangkap ikan, karena merasa keamanan para nelayan sudah tidak terjamin.

Saat melakukan aksinya, perampok mengambil seluruh barang nelayan yang dapat dijual, seperti mesin perahu dan alat komunikasi nelayan. “Perampok ini hanya mengambil mesin perahu, belum ada yang sampai ditembak,” ujarnya.

Sejak pertama terjadi perampokan pada 2016 lalu, nelayan mulai was-was dan telah menyiapkan alat jika dirampok. Bahkan jika ingin keluar menangkap ikan tidak berani berlama-lama di laut, terkadang hanya satu sampai tiga hari. Padahal sebelumnya, nelayan bisa satu hingga dua pekan baru kembali ke daratan.

“Para perampok ini bebas saja melakukan aksinya, para nelayan sudah tidak bisa bertahan dengan kondisi seperti ini. Karena jika dirampok tentu mengalami kerugian yang cukup besar,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Perikanan Nunukan, Drs. H. Sabaruddin membenarkan, jika para nelayan di Pulau Sebatik ada yang dirampok baru-baru ini. Perampokan itu terjadi 4 Desember lalu, ada tiga orang nelayan yang menjadi korban. Mesin dan alat komunikasi diambil perampok. “Saat ini sangat rawan dengan perampokan, kasihan para nelayan di Pulau Sebatik ini,” kata Sabaruddin.

Ia mengungkapkan, perampokan kerap terjadi terhadap para nelayan di Sebatik, karena dipengaruhi dengan kondisi ekonomi yang sulit. Sehingga, sebagian masyarakat memilih melakukan apa saja untuk mendapatkan uang. Rela mengorbankan nyawa seseorang, asalkan mendapatkan keuntungan pribadi.

Ia menyampaikan, para nelayan yang ingin melaut lebih baik melaporkan ke aparat dengan menggunakan alat pendeteksi atau global positioning system (GPS), agar dapat mudah diketahui keberadaan para nelayan tersebut.

“Selain telepon seluler, harus membawa handy talky (HT), agar mudah untuk berkomunikasi dengan aparat keamanan laut,” pesannya singkat. (nal/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:48

Dilengkapi Ruang Menyusui dan Kios, Dirancang Modern

Tak lama lagi, masyarakat Nunukan bakal menikmati fasilitas bangunan pasar yang baru. Tak hanya itu,…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:42

Enam Daerah ‘Disuntik’ SOA Barang

NUNUKAN – Subsidi Ongkos Angkut (SOA) barang Sembilan Bahan Pokok (Sembako) tahun ini dianggarkan…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:18

Perlakuan Khusus bagi Sebatik

NUNUKAN – Sembilan bahan pokok (sembako) dari Tawau, Malaysia tak dapat lagi masuk ke Nunukan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:16

Jalan ke RSUD Dianggarkan Rp 8 Miliar

NUNUKAN - Hampir empat tahun, akses menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan masih memprihatinkan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:15

Ditawari Kerja hingga Mau Pulkam Gratis

Pemerintah Malaysia tiap pekan memulangkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah. Setelah dideportasi,…

Kamis, 18 Januari 2018 10:57

Tak Gersang Semangat dan Prestasi

Sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Nunukan, umumnya dibangun dengan mewah dan bertingkat.  Namun…

Kamis, 18 Januari 2018 10:54

Saksi Kasus Budiman Sakit

NUNUKAN – Sidang perkara dugaan korupsi pengadaan tanah yang rencananya kembali digelar Rabu (17/1),…

Kamis, 18 Januari 2018 10:50

Lima Kasus Pencurian Belum Terungkap

NUNUKAN – Setidaknya ada lima kasus pencurian yang hingga kini belum terungkap di tangan Kepolisian…

Kamis, 18 Januari 2018 10:33

Lahan Bermasalah, Rehab PPI Lanjut Terus

NUNUKAN – Rehab Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara terus…

Kamis, 18 Januari 2018 10:32

ADD 2018 Terjun Bebas

NUNUKAN - Persoalan desa tampaknya terus berlanjut di 2018 ini. Setelah Alokasi Dana Desa (ADD) tahap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .