MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 11 Desember 2017 10:56
Rawan Perampokan, Nelayan Takut Melaut
TAKUT MELAUT: Nelayan asal Sebatik dibuat was-was saat turun melaut akibat makin maraknya aksi perampokan. Baru-baru ini, nelayan Sebatik menjadi korban perampokan. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Nelayan di Pulau Sebatik semakin was-was saat turun melaut. Aksi perampok bersenjata api menjadi penyebabnya dan membuat nelayan tidak tenang, bahkan terpaksa tidak melaut guna menghindari aksi perampokan.

Salah seorang nelayan di Pulau Sebatik, Suardi mengatakan, Senin (4/12) lalu terjadi perampokan dan korbannya adalah nelayan Sebatik. Sejumlah barang milik nelayan dirampas para perampok. Jika hal ini terus terjadi, para nelayan lainnya akan takut menangkap ikan di laut. “Ada teman saya yang baru lagi dirampok di sekitar Perairan Pulau Burung, Bulungan,” kata Suardi kepada Radar Nunukan, Minggu (10/12).

Menurutnya, sejak 2016 lalu para perampok ini kembali melakukan aksinya, padahal sebelumnya telah aman dan tidak pernah terjadi perampokan terhadap nelayan Sebatik. Ia pun menilai, persoalan itu harus ada tindakan cepat yang dilakukan pemerintah dan aparat yang berwajib untuk mengatasi nelayan yang takut melaut akibat maraknya aski perampokan.

Lanjut dia, sebelum 2016 lalu, nelayan tidak pernah takut pergi melaut, namun setelah terjadi aksi perampokan berkali-kali. Nelayan mulai ada yang tidak ingin menangkap ikan, karena merasa keamanan para nelayan sudah tidak terjamin.

Saat melakukan aksinya, perampok mengambil seluruh barang nelayan yang dapat dijual, seperti mesin perahu dan alat komunikasi nelayan. “Perampok ini hanya mengambil mesin perahu, belum ada yang sampai ditembak,” ujarnya.

Sejak pertama terjadi perampokan pada 2016 lalu, nelayan mulai was-was dan telah menyiapkan alat jika dirampok. Bahkan jika ingin keluar menangkap ikan tidak berani berlama-lama di laut, terkadang hanya satu sampai tiga hari. Padahal sebelumnya, nelayan bisa satu hingga dua pekan baru kembali ke daratan.

“Para perampok ini bebas saja melakukan aksinya, para nelayan sudah tidak bisa bertahan dengan kondisi seperti ini. Karena jika dirampok tentu mengalami kerugian yang cukup besar,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Perikanan Nunukan, Drs. H. Sabaruddin membenarkan, jika para nelayan di Pulau Sebatik ada yang dirampok baru-baru ini. Perampokan itu terjadi 4 Desember lalu, ada tiga orang nelayan yang menjadi korban. Mesin dan alat komunikasi diambil perampok. “Saat ini sangat rawan dengan perampokan, kasihan para nelayan di Pulau Sebatik ini,” kata Sabaruddin.

Ia mengungkapkan, perampokan kerap terjadi terhadap para nelayan di Sebatik, karena dipengaruhi dengan kondisi ekonomi yang sulit. Sehingga, sebagian masyarakat memilih melakukan apa saja untuk mendapatkan uang. Rela mengorbankan nyawa seseorang, asalkan mendapatkan keuntungan pribadi.

Ia menyampaikan, para nelayan yang ingin melaut lebih baik melaporkan ke aparat dengan menggunakan alat pendeteksi atau global positioning system (GPS), agar dapat mudah diketahui keberadaan para nelayan tersebut.

“Selain telepon seluler, harus membawa handy talky (HT), agar mudah untuk berkomunikasi dengan aparat keamanan laut,” pesannya singkat. (nal/eza)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:02
Dugaan Beras Selundupan dari Vietnam

Keuntungan Sudah Dibagi-bagi?

NUNUKAN – Beras Vietnam yang diangkut kapal MV Dong Thien Phu Golden masuk ke Sebatik diduga ada…

Rabu, 25 April 2018 11:08

Listrik Padam, UNBK SMP Terganggu

NUNUKAN – Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional Berbasik Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah…

Rabu, 25 April 2018 11:07

Harga Rumput Laut Anjlok

NUNUKAN – Sempat berada di harga Rp 20 ribu per kilogram, kini harga rumput laut kering anjlok…

Selasa, 24 April 2018 12:40

Bea Cukai Pasang Badan

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut 2.900 ton beras asal Vietnam dengan tujuan…

Selasa, 24 April 2018 11:12

Tunjangan Khusus Guru Tak Diberikan

NUNUKAN - Sejumlah guru di Kecamatan Krayan kembali mengadukan nasib mereka di Dewan Perwakilan Rakyat…

Senin, 23 April 2018 12:23

Pos Imigrasi ‘Diserbu’ Warga

NUNUKAN – Pelayanan Imigrasi Kelas II Nunukan yang dilakukan di Pos Imigrasi Sungai Pancang Sebatik…

Senin, 23 April 2018 12:22

PR Kedua Negara Perbatasan

NUNUKAN – Permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI), penyelundupan barang haram hingga teroris…

Minggu, 22 April 2018 12:12

Kapal Berbendera Vietnam Dipaksa Sandar di Pelabuhan Tunon Taka

NUNUKAN - Kapal asal Vietnam dipaksa bersandar di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Kapal yang memiliki…

Sabtu, 21 April 2018 10:26

Warga Harus Segera Pindah

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dalam waktu dekat, akan segera membersihkan area…

Sabtu, 21 April 2018 10:14

Persoalan Lawas, Dideportasi Bukan TKI Resmi

NUNUKAN – Bekerja di luar negeri masih menjadi magnet tersendiri bagi para Warga Negara Indonesia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .