MANAGED BY:
MINGGU
21 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 11 Desember 2017 09:25
Harga Rumput Laut Membaik
BERGAIRAH: Harga rumput laut yang semakin naik membuat pembudi daya bersemangat meningkatkan produksinya.

PROKAL.CO, NUNUKAN – Harga komoditas unggulan Nunukan, yakni rumput laut terus mengalami tren positif. Sempat stabil di harga Rp 16 ribu perkilogram untuk rumput laut kering, kini harga rumput laut mencapai nilai tertingginya, Rp 19 ribu kilogram.

Tingginya harga rumput laut di akhir 2017 ini kian menambah gairah sektor kelautan dan mampu meningkatkan perekonomian terus bergerak positif, mengingat banyaknya masyarakat Nunukan dan Sebatik menggantungkan hidupnya di sektor ini.

Salah satu faktor tingginya harga rumput laut Nunukan, karena berkurangnya produksi rumput laut di daerah lain. Itu diungkapkan salah seorang pembudi daya rumput laut asal Kecamatan Sebatik Barat, Nawar. Harga rumput laut saat ini cukup sehat, pembudi daya rumput laut semakin bergairah dengan harga rumput laut yang semakin naik.

“Harga rumput laut mulai dari Rp 18 ribu hingga 19 ribu ada yang membeli, bahkan bisa saja sampai Rp 20 ribu,” kata Nawar kepada Radar Nunukan, Minggu (10/12).

Menurutnya, harga rumput laut mampu tembus hingga Rp 20 ribu, karena dipengaruhi dengan permintaan yang cukup tinggi akibat daerah lain mengalami penurunan produksi. Sehingga, pembudi daya rumput laut di Kabupaten Nunukan mendapat keuntungan.

Jelang akhir tahun, lanjutnya, para pembeli rumput laut semakin sering membeli hasil produksi rumput laut asal Kabupaten Nunukan ini. Pembeli rumput laut pun mampu meraih untung hingga Rp 500.

“Pembeli rumput laut ini ada yang bekerja sama dengan perusahaan, ada juga yang langsung mengambil keuntungan. Misalkan harga di perusahaan Rp 19 ribu, maka dibeli di Nunukan sekitar Rp 18.500,” ujarnya.

Ia menambahkan, rumput laut yang ada di Kabupaten Nunukan hanya dibawa ke Makassar dan Surabaya. Namun, dengan harga yang dapat mencapai Rp 20 ribu, belum dapat dipastikan bertahan. Karena jika daerah lain kembali melakukan produksi, maka harga tidak dapat bertahan dan akan mengalami perubahan.

“Keuntungannya pembudi daya rumput laut di Nunukan, karena tidak memiliki musim cuaca. Sehingga, kapan saja bisa memproduksi rumput laut,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Perikanan Nunukan, Drs. H. Sabaruddin mengatakan, harga rumput laut saat ini mencapai Rp 18 ribu, namun produksi rumput laut di Kabupaten Nunukan saat ini mengalami penurunan. Karena faktor cuaca yang tidak bersahabat dalam beberapa pekan terakhir. “Jika kondisi cuaca tidak bagus, maka jenis rumput laut kurang baik,” kata Sabaruddin.

Menurutnya, jika sering hujan seperti akhir tahun ini, maka air laut dan hujan bercampur dan tidak baik untuk kualitas rumput laut. Meski produksi berkurang, namun harga rumput laut tetap naik dan harus menjaga kualitas rumput laut.

Ia menambahkan, untuk produksi rumput laut di Kabupaten Nunukan mencapai 2.000 ton dalam sebulan. “Hasilnya dibawa ke Sulawesi dan Jawa. Saat ini sudah ada transportasi laut yang dapat langsung ke Surabaya dan Makassar, jadi tidak sulit lagi membawa hasil produksi pembudi daya rumput laut dari Nunukan,” jelasnya. (nal/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:48

Dilengkapi Ruang Menyusui dan Kios, Dirancang Modern

Tak lama lagi, masyarakat Nunukan bakal menikmati fasilitas bangunan pasar yang baru. Tak hanya itu,…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:42

Enam Daerah ‘Disuntik’ SOA Barang

NUNUKAN – Subsidi Ongkos Angkut (SOA) barang Sembilan Bahan Pokok (Sembako) tahun ini dianggarkan…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:18

Perlakuan Khusus bagi Sebatik

NUNUKAN – Sembilan bahan pokok (sembako) dari Tawau, Malaysia tak dapat lagi masuk ke Nunukan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:16

Jalan ke RSUD Dianggarkan Rp 8 Miliar

NUNUKAN - Hampir empat tahun, akses menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan masih memprihatinkan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:15

Ditawari Kerja hingga Mau Pulkam Gratis

Pemerintah Malaysia tiap pekan memulangkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah. Setelah dideportasi,…

Kamis, 18 Januari 2018 10:57

Tak Gersang Semangat dan Prestasi

Sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Nunukan, umumnya dibangun dengan mewah dan bertingkat.  Namun…

Kamis, 18 Januari 2018 10:54

Saksi Kasus Budiman Sakit

NUNUKAN – Sidang perkara dugaan korupsi pengadaan tanah yang rencananya kembali digelar Rabu (17/1),…

Kamis, 18 Januari 2018 10:50

Lima Kasus Pencurian Belum Terungkap

NUNUKAN – Setidaknya ada lima kasus pencurian yang hingga kini belum terungkap di tangan Kepolisian…

Kamis, 18 Januari 2018 10:33

Lahan Bermasalah, Rehab PPI Lanjut Terus

NUNUKAN – Rehab Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara terus…

Kamis, 18 Januari 2018 10:32

ADD 2018 Terjun Bebas

NUNUKAN - Persoalan desa tampaknya terus berlanjut di 2018 ini. Setelah Alokasi Dana Desa (ADD) tahap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .