MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 09 Desember 2017 10:50
X-Ray Masih Sulit Deteksi Barang Tersembunyi
DIPERIKSA: Barang bawaan penumpang di Pelabuhan Tunon Taka wajib melalui x-ray untuk mengantisipasi barang berbahaya dan narkoba. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pengungkapan narkoba yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan, Rabu (16/12) lalu sempat menjadi tontonan masyarakat di Polsek Kota Nunukan. Sebab, barang yang berasal dari Tawau, Malaysia itu terbilang cukup banyak.

Kapolres Nunukan AKBP Jefri Yuniardi, SIK melalui Kasubbag Humas Iptu M. Karyadi mengakui, pengungkapan narkoba sempat menjadi tontonan warga, karena ada barang seperti karpet dengan ukuran yang cukup besar dibawa ke Polsek Nunukan.

“Barang itu dari Sebatik, kemungkinan tidak lewat x-ray, apalagi jika barang tersebut sangat besar, tentu tidak dapat masuk ke dalam x-ray,” kata M. Karyadi kepada Radar Nunukan, Kamis (8/12).

Menurutnya, selama ini barang yang masuk dari Tawau, Malaysia masih sangat mudah. Sehingga narkoba sangat mudah lolos dari pemeriksaan petugas. Apalagi jika barang tergolong besar yang membuat petugas harus memeriksanya secara manual.

Lanjut dia, jika petugas Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan masih melakukan pemeriksaan barang dengan cara yang seperti saat ini, tentu narkoba masih ada yang dapat lolos dari Tawau, Malaysia. Sehingga, mesin x-ray perlu disesuaikan dengan barang penumpang yang memang kerap membawa barang dalam jumlah banyak dan besar.

“Mesin x-ray ukurannya kecil, jika sudah ada barang milik penumpang ukuran besar tentu tidak dapat masuk ke dalam x-ray,” ujarnya.

Ia menambahkan, barang yang datang dari Tawau, Malaysia belum tentu diperiksa melalui x-ray. Apalagi ketika masuk melalui jalur ilegal, tentu sulit untuk diperiksa. Barang milik Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tidak ada yang berukuran kecil, barang tersebut pun harus dibongkar dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk petugas memeriksanya.

“Polisi saja tidak sanggup melakukan pemeriksaan barang penumpang yang cukup banyak, untuk itu mesin x-ray harus dapat mendeteksi barang-barang yang berukuran besar,” tambahnya.

Sementara, Kepala Seksi (Kasi) Penindakan dan Penyidikan, Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan, Mahjun mengatakan, mesin x-ray di Pelabuhan Tunon Taka ada dua unit dengan ukuran standar. Sedangkan, untuk mesin x-ray yang berukuran besar telah diusulkan untuk melengkapi x-ray yang ada di Pelabuhan Tunon Taka, namun hingga kini belum terealisasi.

“Saat masih menjabat pak Max, telah diminta mesin x-ray kargo, namun belum ada hingga saat ini,” kata Mahjun kepada media ini kemarin.

Menurutnya, tim dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Kalimantan Bagian Timur beberapa kali melakukan peninjauan di lokasi yang akan dipasang mesin x-ray kargo. Tetapi masih terkendala terkait fasilitas di Pelabuhan Tunon Taka, karena saat ini Pelabuhan Tunon Taka sedang dilakukan pembenahan.

Lanjut dia, jika mesin x-ray kargo telah dipasang, maka barang dengan ukuran besar seperti kontainer dapat diperiksa dengan mudah. Saat ini barang yang berukuran besar, jika tidak dapat masuk ke dalam x-ray harus dibuka dan dimasukkan ke dalam x-ray satu persatu.

“Terkait barang yang diamankan Polres Nunukan, segera akan dilakukan rilis bersama Bea Cukai Nunukan, segera akan kami informasikan kembali,” pungkasnya. (nal/eza)

loading...
BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:02
Dugaan Beras Selundupan dari Vietnam

Keuntungan Sudah Dibagi-bagi?

NUNUKAN – Beras Vietnam yang diangkut kapal MV Dong Thien Phu Golden masuk ke Sebatik diduga ada…

Rabu, 25 April 2018 11:08

Listrik Padam, UNBK SMP Terganggu

NUNUKAN – Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional Berbasik Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah…

Rabu, 25 April 2018 11:07

Harga Rumput Laut Anjlok

NUNUKAN – Sempat berada di harga Rp 20 ribu per kilogram, kini harga rumput laut kering anjlok…

Selasa, 24 April 2018 12:40

Bea Cukai Pasang Badan

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut 2.900 ton beras asal Vietnam dengan tujuan…

Selasa, 24 April 2018 11:12

Tunjangan Khusus Guru Tak Diberikan

NUNUKAN - Sejumlah guru di Kecamatan Krayan kembali mengadukan nasib mereka di Dewan Perwakilan Rakyat…

Senin, 23 April 2018 12:23

Pos Imigrasi ‘Diserbu’ Warga

NUNUKAN – Pelayanan Imigrasi Kelas II Nunukan yang dilakukan di Pos Imigrasi Sungai Pancang Sebatik…

Senin, 23 April 2018 12:22

PR Kedua Negara Perbatasan

NUNUKAN – Permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI), penyelundupan barang haram hingga teroris…

Minggu, 22 April 2018 12:12

Kapal Berbendera Vietnam Dipaksa Sandar di Pelabuhan Tunon Taka

NUNUKAN - Kapal asal Vietnam dipaksa bersandar di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Kapal yang memiliki…

Sabtu, 21 April 2018 10:26

Warga Harus Segera Pindah

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dalam waktu dekat, akan segera membersihkan area…

Sabtu, 21 April 2018 10:14

Persoalan Lawas, Dideportasi Bukan TKI Resmi

NUNUKAN – Bekerja di luar negeri masih menjadi magnet tersendiri bagi para Warga Negara Indonesia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .