MANAGED BY:
MINGGU
21 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 09 Desember 2017 10:50
X-Ray Masih Sulit Deteksi Barang Tersembunyi
DIPERIKSA: Barang bawaan penumpang di Pelabuhan Tunon Taka wajib melalui x-ray untuk mengantisipasi barang berbahaya dan narkoba. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pengungkapan narkoba yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan, Rabu (16/12) lalu sempat menjadi tontonan masyarakat di Polsek Kota Nunukan. Sebab, barang yang berasal dari Tawau, Malaysia itu terbilang cukup banyak.

Kapolres Nunukan AKBP Jefri Yuniardi, SIK melalui Kasubbag Humas Iptu M. Karyadi mengakui, pengungkapan narkoba sempat menjadi tontonan warga, karena ada barang seperti karpet dengan ukuran yang cukup besar dibawa ke Polsek Nunukan.

“Barang itu dari Sebatik, kemungkinan tidak lewat x-ray, apalagi jika barang tersebut sangat besar, tentu tidak dapat masuk ke dalam x-ray,” kata M. Karyadi kepada Radar Nunukan, Kamis (8/12).

Menurutnya, selama ini barang yang masuk dari Tawau, Malaysia masih sangat mudah. Sehingga narkoba sangat mudah lolos dari pemeriksaan petugas. Apalagi jika barang tergolong besar yang membuat petugas harus memeriksanya secara manual.

Lanjut dia, jika petugas Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan masih melakukan pemeriksaan barang dengan cara yang seperti saat ini, tentu narkoba masih ada yang dapat lolos dari Tawau, Malaysia. Sehingga, mesin x-ray perlu disesuaikan dengan barang penumpang yang memang kerap membawa barang dalam jumlah banyak dan besar.

“Mesin x-ray ukurannya kecil, jika sudah ada barang milik penumpang ukuran besar tentu tidak dapat masuk ke dalam x-ray,” ujarnya.

Ia menambahkan, barang yang datang dari Tawau, Malaysia belum tentu diperiksa melalui x-ray. Apalagi ketika masuk melalui jalur ilegal, tentu sulit untuk diperiksa. Barang milik Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tidak ada yang berukuran kecil, barang tersebut pun harus dibongkar dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk petugas memeriksanya.

“Polisi saja tidak sanggup melakukan pemeriksaan barang penumpang yang cukup banyak, untuk itu mesin x-ray harus dapat mendeteksi barang-barang yang berukuran besar,” tambahnya.

Sementara, Kepala Seksi (Kasi) Penindakan dan Penyidikan, Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan, Mahjun mengatakan, mesin x-ray di Pelabuhan Tunon Taka ada dua unit dengan ukuran standar. Sedangkan, untuk mesin x-ray yang berukuran besar telah diusulkan untuk melengkapi x-ray yang ada di Pelabuhan Tunon Taka, namun hingga kini belum terealisasi.

“Saat masih menjabat pak Max, telah diminta mesin x-ray kargo, namun belum ada hingga saat ini,” kata Mahjun kepada media ini kemarin.

Menurutnya, tim dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Kalimantan Bagian Timur beberapa kali melakukan peninjauan di lokasi yang akan dipasang mesin x-ray kargo. Tetapi masih terkendala terkait fasilitas di Pelabuhan Tunon Taka, karena saat ini Pelabuhan Tunon Taka sedang dilakukan pembenahan.

Lanjut dia, jika mesin x-ray kargo telah dipasang, maka barang dengan ukuran besar seperti kontainer dapat diperiksa dengan mudah. Saat ini barang yang berukuran besar, jika tidak dapat masuk ke dalam x-ray harus dibuka dan dimasukkan ke dalam x-ray satu persatu.

“Terkait barang yang diamankan Polres Nunukan, segera akan dilakukan rilis bersama Bea Cukai Nunukan, segera akan kami informasikan kembali,” pungkasnya. (nal/eza)

loading...
BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:48

Dilengkapi Ruang Menyusui dan Kios, Dirancang Modern

Tak lama lagi, masyarakat Nunukan bakal menikmati fasilitas bangunan pasar yang baru. Tak hanya itu,…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:42

Enam Daerah ‘Disuntik’ SOA Barang

NUNUKAN – Subsidi Ongkos Angkut (SOA) barang Sembilan Bahan Pokok (Sembako) tahun ini dianggarkan…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:18

Perlakuan Khusus bagi Sebatik

NUNUKAN – Sembilan bahan pokok (sembako) dari Tawau, Malaysia tak dapat lagi masuk ke Nunukan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:16

Jalan ke RSUD Dianggarkan Rp 8 Miliar

NUNUKAN - Hampir empat tahun, akses menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan masih memprihatinkan.…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:15

Ditawari Kerja hingga Mau Pulkam Gratis

Pemerintah Malaysia tiap pekan memulangkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah. Setelah dideportasi,…

Kamis, 18 Januari 2018 10:57

Tak Gersang Semangat dan Prestasi

Sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Nunukan, umumnya dibangun dengan mewah dan bertingkat.  Namun…

Kamis, 18 Januari 2018 10:54

Saksi Kasus Budiman Sakit

NUNUKAN – Sidang perkara dugaan korupsi pengadaan tanah yang rencananya kembali digelar Rabu (17/1),…

Kamis, 18 Januari 2018 10:50

Lima Kasus Pencurian Belum Terungkap

NUNUKAN – Setidaknya ada lima kasus pencurian yang hingga kini belum terungkap di tangan Kepolisian…

Kamis, 18 Januari 2018 10:33

Lahan Bermasalah, Rehab PPI Lanjut Terus

NUNUKAN – Rehab Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara terus…

Kamis, 18 Januari 2018 10:32

ADD 2018 Terjun Bebas

NUNUKAN - Persoalan desa tampaknya terus berlanjut di 2018 ini. Setelah Alokasi Dana Desa (ADD) tahap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .