MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 06 Desember 2017 11:20
Masyarakat Harus Bijak Memilih Pemimpin
PENCAPAIAN: Gubernur Kaltara, Dr. H. Irianto Lambrie menerima piagam penghargaan pencapaian IDI Tahun 2017 dari Mendagri Tjahjo Kumolo di Balairung Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Selasa (5/12). Humas Provinsi Kaltara

PROKAL.CO, JAKARTA – Selasa (5/12) kemarin, Kaltara kembali meraih penghargaan dari pemerintah pusat. Provinsi termuda ini dianggap memenuhi indeks demokrasi yang baik. Yang berorientasi pada kemajuan demokrasi keseluruhan.

Gubernur Kaltara, Dr.H. Irianto Lambrie mengatakan, untuk mencapai penghargaan ini bukanlah hal yang mudah. Dengan ini Kaltara juga sudah bisa membuktikan, sistem demokrasi saat ini sudah dapat berjalan dengan baik.

Lebih lanjut gubernur menjelaskan, indeks demokrasi yang dimaksud ini merupakan indikator kemajuan demokrasi, yang bersifat universal dan global. Pencapaian tersebut hasil dari kerja keras, solidaritas, kekompakan, kebersamaan dan kesungguhan pengabdian dari semua pihak.

Dengan adanya penghargaan ini juga menjadi tantangan berat bagi Kaltara untuk bisa lebih baik lagi. Oleh karenanya, Irianto meminta kepada seluruh masyarakat, utamanya jajaran pemerintahan dan juga aparat terkait tetap menjaga dan memeliharanya. Bahkan harus lebih ditingkatkan lagi. Sebab nantinya akan berpengaruh pada hasil pencapaian di Kaltara.

“Kita harus tingkatkan indeks demokrasi di Kaltara, dengan memantapkan kebebasan sipil. Serta tetap menjaga iklim kondusif, yang aman damai dan dengan semangat persaudaraan,” kata Irianto.

Hal tersebut juga dikarenakan,  kesadaran dan partisipasi politik merupakan salah satu aspek penting dari demokrasi. Setiap keputusan politik atau kebijakan yang dibuat dan dilaksanakan oleh pemerintah, akan sangat memengaruhi kehidupan masyarakat.

“Oleh karena itu, keputusan untuk memilih pemimpin sangatlah penting. Saya berpesan jangan memilih pemimpin yang hanya pandai membuat retorika semu dan janji manis. Jangan tergoda hanya oleh kepentingan instan dan politik uang, yang pada akhirnya menghasilkan pemimpin berkarakter buruk, berorientasi kepentingan jangka pendek, nepotisme berlebihan,” tegas Irianto.

“Pemimpin harus memiliki pengetahuan, pengalaman dan kapasitas yang profesional. Manusia memang tidak ada yang sempurna, pilihlah yang rekam jejak kebaikannya lebih banyak daripada keburukannya,” tambah Irianto.

Dalam kesempatan ini, Irianto juga mengajak para tokoh di daerah, untuk ‘mendidik’ masyarakat, agar cerdas dalam memilih pemimpin, sehingga tidak keliru.

Untuk diketahui, 10 daerah mendapat penghargaan dalam peluncuran Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tahun 2016. Masing-masing provinsi tersebut dianggap berhasil mewujudkan demokrasi dalam bidang pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat.

"Pemerintah menyusun Indeks Demokrasi Indonesia yang menjadi instrumen mengukur secara objektif dan empiris kondisi demokrasi pada tingkat provinsi. Indeks dibangun atas perkembangan sosial politik yang berciri khas Indonesia," ujar Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo dalam sambutannya saat menyerahkan penghargaan capaian IDI di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Selasa (5/12).

Sebanyak 10 provinsi yang meraih penghargaan ini, sebut Tjahjo,  terbagi dalam empat kategori. Pertama, penghargaan diberikan kepada tiga daerah dengan kategori kebebasan sipil tertinggi. Ketiga daerah tersebut, yakni Sulawesi Utara, Bali dan Kaltara.

Kemudian, satu daerah yang meraih penghargaan untuk kategori lembaga demokrasi terbaik adalah Bengkulu. Selain itu, ada dua provinsi yang memperoleh penghargaan dalam kategori indeks demokrasi di atas 10 poin. Daerah tersebut, yakni Maluku dan Maluku Utara.

Kemudian, ada empat daerah yang meraih penghargaan untuk capaian indeks demokrasi tertinggi di tingkat nasional. Keempat daerah tersebut, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur dan Sumatera Selatan.

IDI ini merupakan hasil penilaian terhadap kondisi demokrasi tingkat provinsi seluruh Indonesia. Assessment terhadap kondisi demokrasi ini telah dilakukan sejak 2009.

Aspek-aspek yang diukur dalam indeks tersebut yakni kebebasan sipil, hak-hak politik dan lembaga demokrasi yang terbagi dalam sejumlah variabel. Sedangkan, indikator dari ketiga aspek tersebut, yakni peristiwa atau kejadian, atau aturan yang mencerminkan kondisi demokrasi.

Penelitian dilakukan dengan tinjauan berita media massa, review dokumen, focus group discussion (FGD) dan wawancara mendalam terhadap sejumlah informan. (*/nri)


BACA JUGA

Senin, 15 Oktober 2018 13:30

Jajal Tanjakan Gang-Gang

TARAKAN - Puluhan goweser dari berbagai komunitas sepeda di Bumi Paguntaka,Sabtu (13/10) ikut ambil…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:36

Kampanye, DPRD Harus Cuti

LARANGAN penggunaan fasilitas negara dalam berkampanye wajib dipatuhi para anggota dewan perwakilan…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:35

APBD-P 2018 Menunggu Pembahasan

TARAKAN - Pembahasan draf Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS)…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:33

Pengungsi Sulteng Banyak Mengaku Warga Kaltara

PALU- Setelah melakukan penyisiran terhadap warga Kaltara di beberapa titik lokasi bencana gempa dan…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:30

Bantuan Parpol Kaltara Masih Tetap

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Utara kembali menyalurkan bantuan keuangan (bankeu) kepada sejumlah parpol…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:29

Bertahan di Indekos, Ikut Menjarah demi Bertahan Hidup

Gempa seketika mengguncang Palu. Seluruh warga berhamburan menyelamatkan diri, Jumat 28 September petang.…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:50

Siswa Sayat Tangan Bukan karena Minuman

TARAKAN – Produk minuman Torpedo sudah dievaluasi Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:48

DLH Berharap Peran RT dan Lurah

TARAKAN - Maraknya pembuangan sampah sembarangan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab,…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:43

Kesulitan Dapatkan Pendanaan

TARAKAN – Peran pelatih di dunia olahraga, tugas pokok utamanya ialah sistem kepelatihan yang…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:38

Terpukul Kehilangan Oscar, Penggantinya Belum Pasti

TARAKAN – Saat ini kerisauan para pelatih tinju Kaltara masih dirasakan, pasca satu atletnya yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .