MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 06 Desember 2017 11:08
Sungai di Malinau Kembali Tercemar
SUNGAI PENUH LIMBAH: Salah satu foto yang menunjukkan kondisi air sungai di Malinau pada hari Jumat (1/12) pagi yang diduga akibat pembuangan limbah PT KPUC. DOKOMEN WARGA MALINAU

PROKAL.CO, MALINAU – Air sungai di Malinau kembali berwarna abu-abu. Hal itu terjadi, diduga akibat dari pembuangan limbah tambang tanpa melalui pengolahan terlebih dulu, yang dilakukan oleh PT Kayan Putra Utama Coal (KPUC). Hal tersebut berujung pada pemberian ultimatum dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Malinau.

Pembuangan limbah oleh salah satu perusahaan tambang yang beraktifitas di Kecamatan Malinau Selatan ini, terjadi di lokasi yang diberi kode TP 4 dan TP 7.

DLH Malinau yang curiga terhadap perubahan air sungai kemudian menurunkan tim untuk melakukan pemantauan di lokasi yang diduga pembuangan limbah oleh perusahaan. Pada Kamis (30/11) lalu beberapa staf DLH Malinau melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa lokasi penampungan limbah. Akhirnya tim DLH mendapati adanya pembuangan limbah secara sengaja oleh perusahaan.

Saat dihubungi,  Kepala DLH Malinau, Frent Tomi Lukas mengungkapkan, pihaknya telah mengirimkan surat teguran keras kepada KPUC karena tindakan pencemaran sungai itu. Namun, Tomi tidak bisa memperlihatkan surat tersebut kepada media, karena pemberitahuan bukan kewenangannya.

“Sudah kami beri teguran keras,” ujarnya melalui pesan singkat dari telepon selulernya, pada Selasa (5/12).

Setelah kejadian pembuangan limbah tersebut DLH, langsung bergerak melakukan sidak yang berujung pada di berikan teguran keras kepada KPUC.

“Sebelum-sebelumnya, perbuatan ini telah dilakukan oleh perusahaan tambang. Namun, seringnya DLH Malinau melakukan sidak di lokasi tambang, membuat intensitas pembuangan limbah berkurang,” ungkapnya melalui pesan singkat.

Saat dukonfirmasi,   Legal Eksternal PT KPUC Malinau Bambang mengakui hingga kini dia,  belum mengetahui soal adanya teguran keras dari DLH Malinau. Ia meminta kepada media, untuk menanyakan kepada pimpinan di lokasi pertambangan.

“Saya ini bertugas di lokasi pengangkutan saja (Desa Batu Lidung, Kecamatan Malinau Kota). Kalau di lokasi pertambangan saya tidak tau mereka melakukan apa. Silakan hubungi manager atau kepala tekhnik tambang di sana,” singkatnya. (ewy)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 12:16

Tarakan Jorok, Adipura Lepas, TPA Over

TARAKAN – Kota Tarakan, satu dari empat kota lain di…

Rabu, 16 Januari 2019 12:14

Kasus Calon Anggota DPD Ditutup, ASN Dilanjutkan

TARAKAN - Sebanyak 3 anggota calon DPD RI dapil Kalimantan…

Rabu, 16 Januari 2019 12:12

Giliran Jasa Pengiriman Terdampak

TARAKAN – Tidak hanya tiket pesawat yang naik puluhan persen.…

Rabu, 16 Januari 2019 12:10

10-20 Perda Setiap Tahun

PRODUK hukum berupa peraturan daerah (perda) yang dibahas bersama, eksekutif…

Rabu, 16 Januari 2019 11:38

Sering Ancam Tetangga, AD Dijebloskan ke Penjara

TARAKAN – Akibat sering melakukan pemerasan dan pengancaman menggunakan pisau…

Rabu, 16 Januari 2019 11:32

Pompa Rusak, Bukit Tak Teraliri

TARAKAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam hingga…

Rabu, 16 Januari 2019 11:28

Berharap Miliki Drainase Lebar

TARAKAN - Kondisi jalan yang berada di RT 54 Kelurahan…

Rabu, 16 Januari 2019 11:18

Disangka Bom, Tim Gegana Amankan Tas Hitam

TARAKAN - Rabu pagi (16/1) sekitar pukul 07.00 WITA, Warga…

Selasa, 15 Januari 2019 19:20

Yos Sudarso Gugur Bersama Tiga KRI dengan Heroik

TARAKAN – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) XIII Laksamana…

Selasa, 15 Januari 2019 14:04

Tiket Pesawat Mahal, Beralih ke Jalur Laut

TARAKAN - Kenaikan harga tiket pesawat membawa dampak luas kepada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*