MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 06 Desember 2017 11:01
Warga Pertanyakan Status Pembebasan Lahan
ALIRAN AIR: Sejak pembangunan gorong-gorong di Karang Anyar Pantai, aliran air sungai terlihat lancar. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Tarakan — Dalam menciptakan suasana nyaman bagi masyarakat, pemerintah turut melakukan berbagai program pembangunan infrastruktur.  Termasuk pembangunan gorong-gorong maupun jembatan di beberapa titik kawasan rawan banjir. Namun, seringkali pengerjaan pembangunan tersebut menyisahkan tanda tanya bagi masyarakat.

Seperti yang diungkapkan Ketua RT 10 Karang Anyar Pantai, Sugeng Prihatin. Sebelumnya, kawasan pemukiman wilayahnya seringkali terjadi banjir saat hujan deras tiba. Namun, saat ini sudah tidak lagi. Terlebih dengan adanya pembangunan perbaikan jembatan dan  pelebaran sungai.

Namun, dengan adanya pengerjaan proyek pembangunan tersebut, beberapa lahan warga turut masuk dalam pelebaran sungai namun sampai saat ini belum ada penjelasan secara pasti dari pemerintah.

"Kan di sini ada rencana pelebaran sungai, lahan warga yang tinggal di pinggir sungai masuk dalam pelebaran sungai itu, tapi sampai sekarang belum ada pembahasan secara pastinya terkait ganti rugi. Padahal masyarakat juga butuh kepastian," ujarnya.

Diakuinya, pembebasan lahan warga terkait pelebaran sungai yang sudah sejak 2015 lalu diinformasikan oleh Pemerintah Kota Tarakan. Sayangnya, hingga saat ini hal itu belum ada titik terang, hal itu pun turut menjadi kegelisahan sendiri bagi Sugeng maupun warganya.

"Kalau tidak ada pembebasan lahan ya tolong diinformasikan lagi kepada kita, karena kita juga takut kalau sewaktu-waktu hal itu terjadi, paling tidak sudah ada tempat untuk tinggal," ungkapnya.

Dirinya menambahkan, jika rencana pelebaran sungai tidak jadi dilakukan, Sugeng pun berharap agar pemerintah melakukan penambahan tinggi siring sungai. Sebab, jika hujan deras melanda air sering kali naik.

"Paling tidak siring di sungai itu ditinggikan lagi saja, tidak dibongkar. Karena kalau sudah hujan deras airnya bisa naik," tutupnya kepada Radar Tarakan. (ega/udn)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 21:15

Stok Air Tersisa untuk Tiga Hari

TARAKAN - Kondisi air bersih di Bumi Paguntaka kian krisis. Komposisi air di tiga embung sudah semakin…

Kamis, 19 Juli 2018 21:12

Transportasi Online Dianggap Ilegal

TARAKAN – Kemarin, aksi damai kembali dilakukan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI)…

Kamis, 19 Juli 2018 11:34

Ratusan Sopir Angkot Demo Tolak Grab

TARAKAN - Ratusan sopirĀ  angkot yang tergabung dalam SPTI dan sopir angkutan konvensional lainnya, Kamis…

Kamis, 19 Juli 2018 11:21

Presiden Jokowi Belum Dipastikan Datang

TARAKAN – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi)…

Kamis, 19 Juli 2018 11:19

200 Pelanggan Alami Gangguan Token Listrik

TARAKAN – Tak hanya merasakan pemadaman listrik saja, masyarakat Tarakan juga sempat tidak bisa…

Kamis, 19 Juli 2018 11:17

Tiga Daerah Raih WDP

TARAKAN -  Tiga dari lima kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara mendapat opini Wajar Dengan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:16

Tak Penuhi Kuota, Selektif Pilih Bacaleg

TARAKAN – Bertambahnya jumlah daerah pemilihan (dapil) di Bumi Paguntaka membuat para legislator…

Kamis, 19 Juli 2018 09:56

Lapas Penuh, Hak Tahanan Tak Terpenuhi

TARAKAN - Kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas) cukup memprihatinkan. Tak hanya kapasitasnya, namun…

Kamis, 19 Juli 2018 09:48

Drainase Minim, Percepat Kerusakan Jalan

TARAKAN – Ketua RT 63, Kelurahan Karang Anyar, Maria Renius mengatakan, belum lama ini beberapa…

Rabu, 18 Juli 2018 23:06

Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TARAKAN – Mengatasi lonjakan harga kebutuhan pokok di Bumi Paguntaka, terutama menjelang pelaksanaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .