MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 06 Desember 2017 11:01
Warga Pertanyakan Status Pembebasan Lahan
ALIRAN AIR: Sejak pembangunan gorong-gorong di Karang Anyar Pantai, aliran air sungai terlihat lancar. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Tarakan — Dalam menciptakan suasana nyaman bagi masyarakat, pemerintah turut melakukan berbagai program pembangunan infrastruktur.  Termasuk pembangunan gorong-gorong maupun jembatan di beberapa titik kawasan rawan banjir. Namun, seringkali pengerjaan pembangunan tersebut menyisahkan tanda tanya bagi masyarakat.

Seperti yang diungkapkan Ketua RT 10 Karang Anyar Pantai, Sugeng Prihatin. Sebelumnya, kawasan pemukiman wilayahnya seringkali terjadi banjir saat hujan deras tiba. Namun, saat ini sudah tidak lagi. Terlebih dengan adanya pembangunan perbaikan jembatan dan  pelebaran sungai.

Namun, dengan adanya pengerjaan proyek pembangunan tersebut, beberapa lahan warga turut masuk dalam pelebaran sungai namun sampai saat ini belum ada penjelasan secara pasti dari pemerintah.

"Kan di sini ada rencana pelebaran sungai, lahan warga yang tinggal di pinggir sungai masuk dalam pelebaran sungai itu, tapi sampai sekarang belum ada pembahasan secara pastinya terkait ganti rugi. Padahal masyarakat juga butuh kepastian," ujarnya.

Diakuinya, pembebasan lahan warga terkait pelebaran sungai yang sudah sejak 2015 lalu diinformasikan oleh Pemerintah Kota Tarakan. Sayangnya, hingga saat ini hal itu belum ada titik terang, hal itu pun turut menjadi kegelisahan sendiri bagi Sugeng maupun warganya.

"Kalau tidak ada pembebasan lahan ya tolong diinformasikan lagi kepada kita, karena kita juga takut kalau sewaktu-waktu hal itu terjadi, paling tidak sudah ada tempat untuk tinggal," ungkapnya.

Dirinya menambahkan, jika rencana pelebaran sungai tidak jadi dilakukan, Sugeng pun berharap agar pemerintah melakukan penambahan tinggi siring sungai. Sebab, jika hujan deras melanda air sering kali naik.

"Paling tidak siring di sungai itu ditinggikan lagi saja, tidak dibongkar. Karena kalau sudah hujan deras airnya bisa naik," tutupnya kepada Radar Tarakan. (ega/udn)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:08

Pemuda Wajib Kontrol Hoaks

TARAKAN - Tahun depan Indonesia kembali akan menggelar pemilu serentak. Jauh sebelum berlangsungnya…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:06

Parkir di Gorong-Gorong, Truk Terperosok

TARAKAN - Jumat (19/10) sekira pukul 09.00 WITA, sebuah truk di Jalan Kamboja RT 43, Kelurahan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:01

Legitnya Khas Bandung dari Olahan Ikan Tenggiri

BEBERAPA makanan nusantara yang menggunakan bahan utama dari ikan tenggiri. Di antaranya batagor, siomay,…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:58

Siomay

Siomay ini disajikan bersama dengan bahan lainnya seperti kol, kentang, pare, telur, tahu bakso, yang…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:57

Batagor

Bakso tahu goreng alias batagor, yang di atasnya disiram dengan bumbu saus kacang. Dilengkapi dengan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:55

Mi Yamin

Sekilas menu yang satu ini mirip dengan mi ayam. Di atasnya diberi taburan potongan ayam, yang disajikan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:54

Nasi Kalong

BAHAN: 250 gram beras, cuci bersih. 25 gram havermut. 2 buah kluwek, ambil isinya dan haluskan. 1 sendok…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:43

Jalan Diswadaya Warga Kembali Rusak

TARAKAN – Terlepas dari permasalahan banjir, jalan rusak menjadi keluhan utama warga RT 6, Kelurahan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:39

Ada Toilet, Tak Ada Air

TARAKAN - Ditempatkannya satu toilet portabel di Taman Berkampung membuat pengunjung sedikit terbantukan.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:35

Eksepsi Oknum Polisi Terlibat Sabu Ditolak Hakim

TARAKAN – Usai mengajukan eksepsi dalam sidang sebelumnya, oknum polisi berinisial SS hanya bisa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .