MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Rabu, 06 Desember 2017 10:54
Petani Merica Butuh Pemerintah
MENGELUH: Para petani hanya bisa pasrah pendapatannya merosot karena harga merica turun tajam. PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Sejak tujuh bulan lalu harga merica turun drastis dari Rp 150 per kilogram menjadi Rp 50 ribu per kg.

Kondisi ini membuat petani rempah tersebut panik. Sebab, selain harga yang turun drastis, pasar juga sulit didapatkan saat ini. Sehingga uluran tangan pemerintah sangat diharapkan, minimal mencarikan pasar.

Salah seorang petani merica di km 2 Tanjung Selor, Ribut (55) mengatakan, dirinya menanam merica berharap bisa memperbaiki taraf hidupnya, karena keuntungannya sangat menjanji.

Sebab sekali panen pendapatan bisa mencapai sekira Rp 150 juta dengan luas lahan sekira enam hektare.

”Setahun dua kali panen, setiap sepuluh hari petik,” sebutnya, seraya mengatakan, untuk keuntungan bisa sampai puluhan juta.

“Tapi sekarang pendapatan merosot hanya Rp 30 juta sekali panen,” ungkapnya.

Bahkan segala upaya sudah dilakukan untuk menghidupkan kembalikan usahanya, mulai dari mencari pasar hingga ke Berau.

“Saya juga sudah melapor ke Disperindagkop Bulungan agar ada solusi untuk petani merica, salah satunya mencari pasar. Tapi tak ada hasilnya juga,” katanya.

Sebab, yang dicari saat ini lada hitam. Tapi merica hitam yang berkualitas baik.

“Jadi sekarang saya bingung, apalagi penghasilan saya saat ini hanya dari hasil menjual merica,” sebutnya.

Sementara dari pihak Disperindagkop hanya menyarankan membuat koperasi. “Bagaimana mau buat koperasi, modal saja tidak ada,” keluhnya.

Karenanya, pria yang sudah menggeluti usaha merica sejak empat tahun lalu ini sangat berharap kepada lintas sektor,  paling tidak bisa membantu pemasaran agar petani bisa terbantu.

“Atau nanti diolah terlebih dulu baru di pasarkan, sehingga harganya juga akan jauh lebih tinggi,” ujarnya.

Hal tersebut juga dibenarkan Bisnis Distributor Merica di Tanjung Selor, Edwin kepada Radar Kaltara. Menurutnya, anjloknya harga merica tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di negara lain.

“Seperti empat negara penghasil merica di dunia lainnya, Vietnam, Sri Langka, India dan Brazil juga anjlok,” ungkapnya.

Hal ini terjadi, kata dia, ketersediaan merica melimpah, sementara permintaan pasar menurun.

“Jadi itu yang menjadi penyebab turunnya harga merica saat ini,” jelasnya.

Bahkan, di daerah Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, merica hanya dihargai Rp 45 ribu per kg.

“Itupun dilihat lagi dari kualitasnya, kalau tidak bagus maka tidak akan sampai harga segitu,” jelasnya.

Kualitas, jelasnya, dapat dilihat dari warna, aroma, rasa, ukuran, dan kadar air.

“Jadi itu yang bisa dilihat pengepul merica,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan,  Muhammad Iqbal tidak ingin berkomentar lebih jauh soal harga merica, karena merupakan kewenangan Disperindagkop.

 “Saya tidak bisa berkomentar banyak, bukan kewenangan kami,” ujarnya.

Tapi dirinya mendukung bila masyarakat mengembangkan merica. Sebab saat ini petani merica di Bulungan masih sedikit.

“Jadi kalau ada petani yang menanam merica saya sangat mendukung,” pungkasnya.(*/pij/ana)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 07:59

Kapolri Butuh 500 Rumah untuk Polda

TANJUNG SELOR – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memastikan eks gedung DPRD Kabupaten Bulungan…

Sabtu, 16 Desember 2017 07:57

Dua Alternatif untuk Perumahan Polda

MENYIKAPI permintaan perumahan Polda Kaltara, Gubernur Kaltara H. Irianto Lambrie menyiapkan dua alternatif…

Sabtu, 16 Desember 2017 07:55

Usulan 28 BTS Belum Direspons Pusat

TANJUNG SELOR – Usulan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Bulungan agar 28 Base Transceiver…

Sabtu, 16 Desember 2017 07:52

Bupati: Bukan Tak Peduli, tapi Moratorium

TANJUNG SELOR – Meski sangat mendukung pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Tanjung Selor,…

Jumat, 15 Desember 2017 11:34

2018, DOB Hanya Jalan di Tempat

TANJUNG SELOR – Rencana percepatan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Tanjung Selor dipastikan…

Jumat, 15 Desember 2017 11:32

Pedagang Mamin Kedaluwarsa Hanya Ditegur

TANJUNG SELOR – Pengawasan produk makanan dan minuman (mamin) kedaluwarsa dilakukan Polres bersama…

Jumat, 15 Desember 2017 11:30

Peminat Daging Beku Minim

TANJUNG SELOR – Upaya pemerintah untuk menurunkan harga daging segar dengan mengimpor daging beku…

Jumat, 15 Desember 2017 11:27

Pemkab Akan Bentuk Tim Inventarisir

TANJUNG SELOR - Bupati Bulungan H.Sudjati akan mengambil strategi agar upaya revisi Peraturan Daerah…

Jumat, 15 Desember 2017 11:23

Bulungan Jadi Sampel Survei Indeks Kerukunan

TANJUNG SELOR – Kementerian Agama (Kemenag) RI menjadikan Kabupaten Bulungan sebagai sampel survei…

Kamis, 14 Desember 2017 13:28

Hanya 424 Orang Dinyatakan Lulus

TANJUNG SELOR – Setelah melewati proses yang cukup panjang, akhirnya hasil seleksi calon pegawai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .