MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 06 Desember 2017 10:54
Petani Merica Butuh Pemerintah
MENGELUH: Para petani hanya bisa pasrah pendapatannya merosot karena harga merica turun tajam. PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Sejak tujuh bulan lalu harga merica turun drastis dari Rp 150 per kilogram menjadi Rp 50 ribu per kg.

Kondisi ini membuat petani rempah tersebut panik. Sebab, selain harga yang turun drastis, pasar juga sulit didapatkan saat ini. Sehingga uluran tangan pemerintah sangat diharapkan, minimal mencarikan pasar.

Salah seorang petani merica di km 2 Tanjung Selor, Ribut (55) mengatakan, dirinya menanam merica berharap bisa memperbaiki taraf hidupnya, karena keuntungannya sangat menjanji.

Sebab sekali panen pendapatan bisa mencapai sekira Rp 150 juta dengan luas lahan sekira enam hektare.

”Setahun dua kali panen, setiap sepuluh hari petik,” sebutnya, seraya mengatakan, untuk keuntungan bisa sampai puluhan juta.

“Tapi sekarang pendapatan merosot hanya Rp 30 juta sekali panen,” ungkapnya.

Bahkan segala upaya sudah dilakukan untuk menghidupkan kembalikan usahanya, mulai dari mencari pasar hingga ke Berau.

“Saya juga sudah melapor ke Disperindagkop Bulungan agar ada solusi untuk petani merica, salah satunya mencari pasar. Tapi tak ada hasilnya juga,” katanya.

Sebab, yang dicari saat ini lada hitam. Tapi merica hitam yang berkualitas baik.

“Jadi sekarang saya bingung, apalagi penghasilan saya saat ini hanya dari hasil menjual merica,” sebutnya.

Sementara dari pihak Disperindagkop hanya menyarankan membuat koperasi. “Bagaimana mau buat koperasi, modal saja tidak ada,” keluhnya.

Karenanya, pria yang sudah menggeluti usaha merica sejak empat tahun lalu ini sangat berharap kepada lintas sektor,  paling tidak bisa membantu pemasaran agar petani bisa terbantu.

“Atau nanti diolah terlebih dulu baru di pasarkan, sehingga harganya juga akan jauh lebih tinggi,” ujarnya.

Hal tersebut juga dibenarkan Bisnis Distributor Merica di Tanjung Selor, Edwin kepada Radar Kaltara. Menurutnya, anjloknya harga merica tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di negara lain.

“Seperti empat negara penghasil merica di dunia lainnya, Vietnam, Sri Langka, India dan Brazil juga anjlok,” ungkapnya.

Hal ini terjadi, kata dia, ketersediaan merica melimpah, sementara permintaan pasar menurun.

“Jadi itu yang menjadi penyebab turunnya harga merica saat ini,” jelasnya.

Bahkan, di daerah Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, merica hanya dihargai Rp 45 ribu per kg.

“Itupun dilihat lagi dari kualitasnya, kalau tidak bagus maka tidak akan sampai harga segitu,” jelasnya.

Kualitas, jelasnya, dapat dilihat dari warna, aroma, rasa, ukuran, dan kadar air.

“Jadi itu yang bisa dilihat pengepul merica,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan,  Muhammad Iqbal tidak ingin berkomentar lebih jauh soal harga merica, karena merupakan kewenangan Disperindagkop.

 “Saya tidak bisa berkomentar banyak, bukan kewenangan kami,” ujarnya.

Tapi dirinya mendukung bila masyarakat mengembangkan merica. Sebab saat ini petani merica di Bulungan masih sedikit.

“Jadi kalau ada petani yang menanam merica saya sangat mendukung,” pungkasnya.(*/pij/ana)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 11:11

Korsleting Listrik, Satu Rumah Nyaris Terbakar

TANJUNG SELOR – Sebuah rumah di Jalan Perdamaian, nomor 49 RT 36 RW 06 Kelurahan Tanjung Selor…

Kamis, 19 Juli 2018 11:10

Disdikbud Usulkan DAK Rp 126 Miliar

TANJUNG SELOR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan berjuang ke pusat untuk menjalankan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:09

Jembatan Meranti Akan Difungsikan Tahun Depan

TANJUNG SELOR – Direncanakan 2019 mendatang,Jembatan Meranti yang selama ini hanya menjadi salah…

Kamis, 19 Juli 2018 11:07

Harga TBS Kembali Turun

TANJUNG SELOR – Harga Tandan Buah Segar (TBS) tiga bulan terakhir di Provinsi Kalimantan Utara…

Kamis, 19 Juli 2018 11:06

Supringgo Dituntut 15 Tahun Penjara

TANJUNG SELOR – Terdakwa kasus pembununahan AM (17), yakni Supringgo alias Pak Prenggo (73) kembali…

Kamis, 19 Juli 2018 09:55

Tinta Kosong, 264 Suket Diterbitkan

TANJUNG SELOR - Sejak salah satu material percetakan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satuan Lalu Lintas…

Rabu, 18 Juli 2018 19:50

Tahun Politik, Polisi ‘Patroli’ di Medsos

TANJUNG SELOR – Memasuki tahun politik, berbagai informasi hoaks ataupun ujaran kebencian dan…

Rabu, 18 Juli 2018 19:49

Satu Parpol Absen di Pesta Demokrasi

TANJUNG SELOR – Pendaftaran bakal calon legislatif (caleg) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara)…

Rabu, 18 Juli 2018 11:37

Satu Rumah Hangus, karena Lampu Tembok

TANJUNG SELOR – Satu unit rumah milik pasangan suami istri Asibel Udau dan Meri Longet, warga…

Rabu, 18 Juli 2018 11:37

Pemkot Tarakan Belum Taati Instruksi Gubernur

TANJUNG SELOR – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengingatkan Pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .