MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 06 Desember 2017 10:54
Petani Merica Butuh Pemerintah
MENGELUH: Para petani hanya bisa pasrah pendapatannya merosot karena harga merica turun tajam. PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Sejak tujuh bulan lalu harga merica turun drastis dari Rp 150 per kilogram menjadi Rp 50 ribu per kg.

Kondisi ini membuat petani rempah tersebut panik. Sebab, selain harga yang turun drastis, pasar juga sulit didapatkan saat ini. Sehingga uluran tangan pemerintah sangat diharapkan, minimal mencarikan pasar.

Salah seorang petani merica di km 2 Tanjung Selor, Ribut (55) mengatakan, dirinya menanam merica berharap bisa memperbaiki taraf hidupnya, karena keuntungannya sangat menjanji.

Sebab sekali panen pendapatan bisa mencapai sekira Rp 150 juta dengan luas lahan sekira enam hektare.

”Setahun dua kali panen, setiap sepuluh hari petik,” sebutnya, seraya mengatakan, untuk keuntungan bisa sampai puluhan juta.

“Tapi sekarang pendapatan merosot hanya Rp 30 juta sekali panen,” ungkapnya.

Bahkan segala upaya sudah dilakukan untuk menghidupkan kembalikan usahanya, mulai dari mencari pasar hingga ke Berau.

“Saya juga sudah melapor ke Disperindagkop Bulungan agar ada solusi untuk petani merica, salah satunya mencari pasar. Tapi tak ada hasilnya juga,” katanya.

Sebab, yang dicari saat ini lada hitam. Tapi merica hitam yang berkualitas baik.

“Jadi sekarang saya bingung, apalagi penghasilan saya saat ini hanya dari hasil menjual merica,” sebutnya.

Sementara dari pihak Disperindagkop hanya menyarankan membuat koperasi. “Bagaimana mau buat koperasi, modal saja tidak ada,” keluhnya.

Karenanya, pria yang sudah menggeluti usaha merica sejak empat tahun lalu ini sangat berharap kepada lintas sektor,  paling tidak bisa membantu pemasaran agar petani bisa terbantu.

“Atau nanti diolah terlebih dulu baru di pasarkan, sehingga harganya juga akan jauh lebih tinggi,” ujarnya.

Hal tersebut juga dibenarkan Bisnis Distributor Merica di Tanjung Selor, Edwin kepada Radar Kaltara. Menurutnya, anjloknya harga merica tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di negara lain.

“Seperti empat negara penghasil merica di dunia lainnya, Vietnam, Sri Langka, India dan Brazil juga anjlok,” ungkapnya.

Hal ini terjadi, kata dia, ketersediaan merica melimpah, sementara permintaan pasar menurun.

“Jadi itu yang menjadi penyebab turunnya harga merica saat ini,” jelasnya.

Bahkan, di daerah Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, merica hanya dihargai Rp 45 ribu per kg.

“Itupun dilihat lagi dari kualitasnya, kalau tidak bagus maka tidak akan sampai harga segitu,” jelasnya.

Kualitas, jelasnya, dapat dilihat dari warna, aroma, rasa, ukuran, dan kadar air.

“Jadi itu yang bisa dilihat pengepul merica,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan,  Muhammad Iqbal tidak ingin berkomentar lebih jauh soal harga merica, karena merupakan kewenangan Disperindagkop.

 “Saya tidak bisa berkomentar banyak, bukan kewenangan kami,” ujarnya.

Tapi dirinya mendukung bila masyarakat mengembangkan merica. Sebab saat ini petani merica di Bulungan masih sedikit.

“Jadi kalau ada petani yang menanam merica saya sangat mendukung,” pungkasnya.(*/pij/ana)


BACA JUGA

Senin, 15 Oktober 2018 21:50

Bupati Tak Taat Bisa Disanksi

TANJUNG SELOR - Persoalan batas wilayah Kabupaten Tana Tiding (KTT) dan Malinau hingga kini belum tuntas…

Senin, 15 Oktober 2018 21:48

Rekomendasi Dievaluasi Kemenhub

TANJUNG SELOR – Aturan rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), perihal pengantian…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:26

Formasi Dokter Minim Pendaftar

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mendapatkan kuota Calon Pegawai Negeri Sipil…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:24

Pendatang ke Kaltara Akan Diperiksa

TANJUNG SELOR - Mencegah dan mengawasi narapidana (napi) asal Sulteng yang kabur, akibat musibah yang…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:22

Belanja Dikurangi, PAD Bertambah

TANJUNG SELOR – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Provinsi Kaltara sudah ditetapkan.…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:19

Tarakan Segera Terima DAK Nonfi sik

TANJUNG SELOR - Dinas Kesehatan lima kabupaten/kota diharapkan dapat lebih proaktif untuk mamanfaatkan…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:17

Layanan Administrasi Kependudukan Satu Pintu

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Kependudukan…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:14

Masa Diperpanjang, Cakupan Masih Rendah

TANJUNG SELOR – Masa Pemberian imunisasi vaksin (measles) dan campak Jerman (rubella) atau vaksin…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:12

Alat Tangkap Usang, Hasil Seadanya

TANJUNG SELOR – Para nelayan di wilayah Ancam, Desa Ardi Mulyo, Bulungan hingga kini masih menggunakan…

Minggu, 14 Oktober 2018 20:59

Satu Pengedar Sabu Tertangkap di Jalan Poros Km 2

TANJUNG SELOR – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Bulungan kembali membekuk seorang pelaku penyalahgunaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .