MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 05 Desember 2017 11:39
Janin Malang Berjenis Kelamin Perempuan

Polres Masih Lakukan Penyelidikan

IST.

PROKAL.CO, TARAKAN –  Penemuan jasad janin yang sempat menghebohkan warga Sabtu (2/12) Kelurahan Juata Kerikil, kini masih dalam penyelidikan. Dari hasil autopsi janin malang itu berjenis kelamin perempuan.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone M.H.R Supit melalui Perwira Urusan Subbag Humas Ipda Denny Mardiyanto menjelaskan pengembangan kasus tersebut akan terus dilakukan seputar saksi yang pertama menemukan dan warga sekitar lokasi kejadian.

"Sudah ada beberapa saksi yang kami mintai keterangan. Di antaranya ada pelajar dan mahasiswa juga, yang pertama kali menemukan atau ada di lokasi kejadian sewaktu bayi ditemukan,” ujarnya, saat dikonfirmasi Minggu (03/12).

Pria yang akrab disapa Denny menuturkan, terkait berapa saksi, masih belum bisa diketahui dengan jelas karena kasusnya masih dalam penyelidikan. “Ya, termasuk saksi dari warga sekitar yang tinggal dekat dengan lokasi penemuan bayi. Siapa tahu ada mereka yang melihat orang yang mencurigakan dekat dengan sungai, dan dicurigai seperti hendak membuang sesuatu atau semacamnya,” beber Denny.

Lebih lanjut Denny menjelaskan, Unit Jatanras Satreskrim Polres Tarakan juga saat ini masih berada di sekitar lokasi kejadian untuk menanyakan langsung warga di lapangan, selain beberapa di antaranya dipanggil ke Polres Tarakan untuk penyelidikan.

“Pengembangan ini, belum mengarah kepada siapa pelakunya. Selain itu, kami juga mengembangkan barang bukti yang ada di TKP, jaket yang diduga untuk membungkus bayi, pencarian juga di lokasi untuk mencari kemungkinan ada bukti lain,” ungkap Ipda Denny.

Untuk memastikan bagaimana meninggalnya bayi malang yang diduga belum berusia 9 bulan di dalam kandungan tersebut, Deny menuturkan pihaknya sudah melakukan autopsi korban oleh dokter forensik RSUD Tarakan.

“Setelah kami ke lokasi, janin langsung kami bawa bawa ke RSUD Tarakan untuk dilakukan visum. Kan lebih cepat dilakukan lebih baik, untuk mengetahui penyebab kematian bayi dan berapa lama bayi tersebut sudah meninggal. Semoga hasilnya nanti bisa memperjelas perkara ini lah, tapi kita belum tahu kapan bisa kita terima hasilnya, minimal 3 hari lagi,” katanya.

Hingga kemarin, bayi masih berada di kamar mayat RSUD Tarakan. Disinggung soal kapan akan dikuburkan, Deny menuturkan masih berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Tarakan. “Tidak mesti menunggu penyelidikan selesai atau menunggu siapa ibu bayi tersebut. Nanti akan kita koordinasikan juga dengan pimpinan,” ungkapnya.

Terkait kasus penemuan jasad janin di bawah jembatan pinggir sungai di wilayah Kelurahan Juata Kerikil, sampai saat ini belum diketahui pelakunya. Namun, diduga kuat pelaku merupakan ibu kandung sang janin malang itu.

Di sisi lain, berdasarkan pandangan psikologis, pada kasus pembuangan janin yang kembali terjadi di Tarakan ini, Psikolog, Fanny Sumajouw, turut angkat bicara.  Dia melihat kemungkinan besar kondisi psikis sang ibu mengalami gangguan kepribadian. Namun, hal ini belum dapat dikatakan sebagai gangguan jiwa.

“Kalau gangguan kepribadian sudah pasti. Karena orang yang berpikiran waras, akan berpikir 100 bahkan 1.000 kali untuk membuang darah dagingnya sendiri,” ujarnya.

Gangguan kepribadian ini, berkaitan erat dengan gangguan perilaku, gangguan cara berpikir, terutama gangguan emosional. Pada kondisi psikologis pelaku pembuangan ada gangguan, masalah atau penyimpangan.

“Banyak faktor yang menyebabkan seseorang ibu tega membuang janin atau darah dagingnya sendiri. Faktor penyebabnya ini sangat erat kaitannya dengan tekanan psikis yang dialami. Yang pasti anak atau darah dagingnya ini tidak dikehendaki kelahirannya atau keberadaannya,” ungkap pemilik Yayasan Bening Hati ini.

Selain itu, faktor lain yang turut menjadi pendorong seorang ibu tega membuang janinnya, ketidaksiapan mental dalam menghadapi kelahiran seorang anak atau pertanggungjawaban dari suami, atau orang yang menghamili. Sehingga si pelaku enggan membiarkan janin tersebut tumbuh dan lahir ke dunia.

“Dengan kata lain, anak yang dilahirkan nantinya dianggap sebagai beban berat dalam kehidupan si pelaku,” tambahnya.

Untuk itu, dalam hal ini perlu adanya kedewasaan dalam menyikapi sesuatu yang dianggap sebagai masalah, sehingga dapat terhindar dari perilaku yang merugikan bahkan sampai merujuk pada tindak kriminalitas. (ega/*/sep/nri)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 10:49

Korban Salah Catat Bermunculan

TARAKAN – Ternyata tak hanya Lukas Yusuf, saja yang syok akan tagihan airnya yang melonjak senilai…

Jumat, 23 Februari 2018 10:45

Oleng Kiri, Terperosok ke Selokan

TARAKAN – Warga yang tinggal di daerah Jalan Kusuma Bangsa tepatnya di dekat gedung Polisi Militer…

Jumat, 23 Februari 2018 10:43

Besar di Tarakan, Tahu Seluk-beluk Perkembangan Kota

Tiga di antara empat pasangan calon (paslon) Pilwali Tarakan sudah berdiskusi langsung dengan kru dan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:41

Menebus Dosa Proyek Raksasa

BEGITU banyak pertanyaan tentang siapa Robert Lai dan siapa Meiling yang sering saya sebut dalam tulisan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:40

Bila Negatif, Penyelidikan Dihentikan

TARAKAN – Meski Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis hasil lab atas makanan,…

Jumat, 23 Februari 2018 10:38

Anggaran Kurang-Kontur Tanah Jadi Penyebab

TARAKAN — Dari 5.000 sambungan jaringan gas (jargas) yang menjadi target Perusahaan Gas Negara…

Jumat, 23 Februari 2018 10:37

Butuh Perbaikan Jalan Akses ke Masjid

TARAKAN – Ketua RT 10, Kelurahan Selumit, Gunawan mengatakan, semenisasi jalan lingkungan layak…

Jumat, 23 Februari 2018 10:36

Jalan di Tarakan yang Rawan Kecelakaan

TARAKAN – Minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) menjadi salah satu penyebab seringnya terjadi kecelakaan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:43

Pura-Pura Antar Teman

TARAKAN - Dalam 21 adegan rekonstruksi pada Rabu (21/2), terungkap bahwa Abdul Rajak (48) berhasil lolos…

Kamis, 22 Februari 2018 10:41

Dinkes Bingung Penyebab Keracunan

TARAKAN – Sungguh sangat mengejutkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .