MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 05 Desember 2017 11:39
Janin Malang Berjenis Kelamin Perempuan

Polres Masih Lakukan Penyelidikan

IST.

PROKAL.CO, TARAKAN –  Penemuan jasad janin yang sempat menghebohkan warga Sabtu (2/12) Kelurahan Juata Kerikil, kini masih dalam penyelidikan. Dari hasil autopsi janin malang itu berjenis kelamin perempuan.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone M.H.R Supit melalui Perwira Urusan Subbag Humas Ipda Denny Mardiyanto menjelaskan pengembangan kasus tersebut akan terus dilakukan seputar saksi yang pertama menemukan dan warga sekitar lokasi kejadian.

"Sudah ada beberapa saksi yang kami mintai keterangan. Di antaranya ada pelajar dan mahasiswa juga, yang pertama kali menemukan atau ada di lokasi kejadian sewaktu bayi ditemukan,” ujarnya, saat dikonfirmasi Minggu (03/12).

Pria yang akrab disapa Denny menuturkan, terkait berapa saksi, masih belum bisa diketahui dengan jelas karena kasusnya masih dalam penyelidikan. “Ya, termasuk saksi dari warga sekitar yang tinggal dekat dengan lokasi penemuan bayi. Siapa tahu ada mereka yang melihat orang yang mencurigakan dekat dengan sungai, dan dicurigai seperti hendak membuang sesuatu atau semacamnya,” beber Denny.

Lebih lanjut Denny menjelaskan, Unit Jatanras Satreskrim Polres Tarakan juga saat ini masih berada di sekitar lokasi kejadian untuk menanyakan langsung warga di lapangan, selain beberapa di antaranya dipanggil ke Polres Tarakan untuk penyelidikan.

“Pengembangan ini, belum mengarah kepada siapa pelakunya. Selain itu, kami juga mengembangkan barang bukti yang ada di TKP, jaket yang diduga untuk membungkus bayi, pencarian juga di lokasi untuk mencari kemungkinan ada bukti lain,” ungkap Ipda Denny.

Untuk memastikan bagaimana meninggalnya bayi malang yang diduga belum berusia 9 bulan di dalam kandungan tersebut, Deny menuturkan pihaknya sudah melakukan autopsi korban oleh dokter forensik RSUD Tarakan.

“Setelah kami ke lokasi, janin langsung kami bawa bawa ke RSUD Tarakan untuk dilakukan visum. Kan lebih cepat dilakukan lebih baik, untuk mengetahui penyebab kematian bayi dan berapa lama bayi tersebut sudah meninggal. Semoga hasilnya nanti bisa memperjelas perkara ini lah, tapi kita belum tahu kapan bisa kita terima hasilnya, minimal 3 hari lagi,” katanya.

Hingga kemarin, bayi masih berada di kamar mayat RSUD Tarakan. Disinggung soal kapan akan dikuburkan, Deny menuturkan masih berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Tarakan. “Tidak mesti menunggu penyelidikan selesai atau menunggu siapa ibu bayi tersebut. Nanti akan kita koordinasikan juga dengan pimpinan,” ungkapnya.

Terkait kasus penemuan jasad janin di bawah jembatan pinggir sungai di wilayah Kelurahan Juata Kerikil, sampai saat ini belum diketahui pelakunya. Namun, diduga kuat pelaku merupakan ibu kandung sang janin malang itu.

Di sisi lain, berdasarkan pandangan psikologis, pada kasus pembuangan janin yang kembali terjadi di Tarakan ini, Psikolog, Fanny Sumajouw, turut angkat bicara.  Dia melihat kemungkinan besar kondisi psikis sang ibu mengalami gangguan kepribadian. Namun, hal ini belum dapat dikatakan sebagai gangguan jiwa.

“Kalau gangguan kepribadian sudah pasti. Karena orang yang berpikiran waras, akan berpikir 100 bahkan 1.000 kali untuk membuang darah dagingnya sendiri,” ujarnya.

Gangguan kepribadian ini, berkaitan erat dengan gangguan perilaku, gangguan cara berpikir, terutama gangguan emosional. Pada kondisi psikologis pelaku pembuangan ada gangguan, masalah atau penyimpangan.

“Banyak faktor yang menyebabkan seseorang ibu tega membuang janin atau darah dagingnya sendiri. Faktor penyebabnya ini sangat erat kaitannya dengan tekanan psikis yang dialami. Yang pasti anak atau darah dagingnya ini tidak dikehendaki kelahirannya atau keberadaannya,” ungkap pemilik Yayasan Bening Hati ini.

Selain itu, faktor lain yang turut menjadi pendorong seorang ibu tega membuang janinnya, ketidaksiapan mental dalam menghadapi kelahiran seorang anak atau pertanggungjawaban dari suami, atau orang yang menghamili. Sehingga si pelaku enggan membiarkan janin tersebut tumbuh dan lahir ke dunia.

“Dengan kata lain, anak yang dilahirkan nantinya dianggap sebagai beban berat dalam kehidupan si pelaku,” tambahnya.

Untuk itu, dalam hal ini perlu adanya kedewasaan dalam menyikapi sesuatu yang dianggap sebagai masalah, sehingga dapat terhindar dari perilaku yang merugikan bahkan sampai merujuk pada tindak kriminalitas. (ega/*/sep/nri)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:54

Kuota Angkutan Online Se-Kaltara 191 Unit

TARAKAN- Pengoperasian kendaraan online atau angkutan sewa khusus belum dibuka, kendati diketahui kuota…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:12

Optimis PAD Sampai Target

TARAKAN - Meski jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) saat ini baru mencapai 30 persen, namun pihak pemerintah…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:09

Inginkan Wilayah Pesisir Diperhatikan

TARAKAN—Hingga 2018, wilayah RT 2 Kelurahan Karang Anyar Pantai, belum mendapat bantuan perbaikan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:00

Predikat SAKIP Tarakan Masih C

TARAKAN - Predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang diperoleh Bumi Paguntaka…

Selasa, 21 Agustus 2018 14:28

Dua Pelaku Penerima Sabu 1 Kg Berhasil Dibekuk di Makassar

  TARAKAN - Polres Tarakan bekerja sama dengan Polda Sulsel, Kamis (16/8) berhasil membekuk dua…

Senin, 20 Agustus 2018 23:59

RASAKAN..!! Kapal Illegal Fishing Ditenggelamkan

TARAKAN – Penenggelaman kapal ikan asing (KIA) yang melakukan illegal fishing digelar serentak…

Senin, 20 Agustus 2018 23:43

SUDAH TAK WAJAR..!! Harga Ayam Potong di Tarakan

TARAKAN – Harga daging ayam di sejumlah pasar masih saja berpolemik. Berkaca dari Hari Raya Idulfitri…

Senin, 20 Agustus 2018 17:32

Sabu Dikirim via Kargo

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Bandara Internasional Juwata…

Senin, 20 Agustus 2018 17:30

Jaringan Tiga Kabupaten Blackout

TARAKAN - Ruang baterai Site Telkom Mamburungan Minggu (19/8) malam hangus terbakar. Belum diketahui…

Senin, 20 Agustus 2018 17:23

Dilanda Suhu Panas, Jamaah Lebih Banyak di Hotel

SUHU panas di Kota Makkah yang mencapai 46 derajat celcius membuat para jamaah calon haji diimbau untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .