MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 05 Desember 2017 11:24
Pemkab Lelang 73 Kendaraan Tua
ASET PEMKAB: Dinilai sudah tidak ekonomis lagi, puluhan kendaraan akan dilelang tahun 2018. FITRIANI/ RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Setelah lelang kendaraan beberapa bulan lalu, Pemkab Bulungan kembali melakukan hal yang sama terhadap 73 kendaraan roda dua maupun roda empat, termasuk alat berat.

Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Muhammad Islam mengatakan, puluhan kendaraan yang akan dilelang merupakan kendaraan yang sudah tidak ekonomis karena biaya operasional lebih besar daripada manfaatnya.

“Roda empat ada 43 unit, alat berat seperti excavator, dump truck dan lainnya sebanyak 20 unit, roda dua 8 unit dan 2 unit body speedboat,” sebutnya kepada Radar Kaltara, Senin (4/12).

Kendaraan tersebut, kata dia, semuanya dalam keadaan kondisi rusak berat sehingga yang bernilai hanya besinya.

“Karena barang pengadaan dari tahun 1995 hingga 2007,” ujarnya.

Diakuinya, seperti lelang sebelumnya beberapa kendaraan yang akan dilelang kali ini juga tak memiliki surat lengkap seperti STNK dan BPKB.

 “Surat-suratnya tidak ditemukan akibat perpindahan kantor, karena aset-aset yang dilelang ini sebelumnya berada di SKPD,” tuturnya.

Tapi lelang akan disesuaikan dengan kondisi kendaraannya, seperti kendaraan yang memiliki surat-surat lengkap dan yang tidak harganya berbeda karena untuk pengurusan surat-surat akan dibebankan kepada pemenang lelang nanti.

“Kita akan menjelaskan kepada peserta lelang bahwa kendaraan yang tidak memiliki STNK dan BPKB akan menjadi tanggung jawab pemenang,” sebutnya.

Untuk metode yang digunakan sama seperti lelang sebelumnya yakni konvensional. Peserta lelang menuliskan nominal penawarannya pada surat penawaran yang diberikan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tarakan.

“Kemarin pakai metode ini sudah bagus, kalau lisan nanti bisa tegang-tegangan seperti yang sudah terjadi di Nunukan. Kita mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Diakuinya saat ini sudah dalam proses penilaian oleh KPKNL, pihaknya hanya menunggu hasil penilaian tersebut. Karena tahun 2017 tersisa hanya beberapa pekan lagi sehingga kemungkinan lelang akan dilaksanakan awal Januari 2018.

“Desember tidak bisa, kemungkinan awal tahun depan baru dilaksanakan lelang ini,” tuturnya.

Sementara itu, Pejabat Lelang, M. Rudi Hidayat mengatakan pelelangan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara atau Daerah.

“Saat ini sudah proses penilaian, penilaian harus selesai selama 14 hari. Lelang ini juga harus terbuka atau transparan kepada masyarakat, siapapun bisa memiliki sepanjang dia bisa menawar setinggi-tingginya,” jelasnya.

Penilaian dilakukan dengan melihat harga pasar, pertimbangan fisik dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan lainnya untuk menetapkan nilai wajarnya suatu barang.

“Lelang ini juga harus didasari SK (Surat Keputusan) Bupati Bulungan, tanpa itu kami tidak berani melakukan lelang,” ujarnya.

Diakuinya, sebagian barang yang akan dilelang sudah tidak bisa berjalan sehingga yang masih berada di OPD masing-masing tidak akan dipindahkan karena jika dilakukan pemindahan tentu membutuhkan tenaga dan biaya yang lumayan besar.

“Di pengumuman kita jelaskan lokasi barang dan akan disiapkan oleh OPD sehingga peserta lelang bisa mengecek aset itu di lokasinya,” ucapnya.

Terkait biaya yang harus dikeluarkan pemenang lelang yakni biaya lelang sebesar 2 persen dari harga lelang aset. Uang jaminan, dan kendaraan yang dimenangkan harus dilunasi selama lima hari kerja, jika tidak maka uang jaminan akan hangus dan masuk ke kas daerah.

“Selain itu biaya materai untuk kutipan risalah yang akan diberikan, biaya pajak yang tertunggak, STNK dan BPKB juga diurus oleh pemenang lelang,” sebutnya.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bulungan M. Syafril menambahkan, masih banyak masyarakat yang tidak paham terkait lelang aset ini, terkadang ada pemikiran bahwa yang memegang aset  bisa mengambil, padahal aturan saat ini berbeda.

“Saya harap masyarakat tidak salah persepsi terhadap lelang ini,” tegasnya.

Karena, kata dia, masyarakat umum juga dapat ikut dan jika misalnya kendaraan yang ditaksir dimenangkan orang lain tidak boleh marah karena sudah konsekuensinya.

“Penawaran lebih tinggi 10 perak itu yang menang. Dan dari ASN juga boleh asal dibeli secara sah dengan cara mengikuti lelang, tidak ada masalah,” pungkasnya.(lee/ana)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:50

Kursi Kepala Bappeda Tak Diminati

TANJUNG SELOR - Pendaftaran dua jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:49

Pekan Depan KUA-PPAS Dibahas

TANJUNG SELOR - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara), Marten Sablon…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:48

Nilai Ekspor SDA Akan Ditingkatkan

TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara melalui Biro Perekonomian akan memproyeksikan jumlah produksi…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:47

DPRD Minta Hasil Uji Beras Segera Dibeberkan

TANJUNG SELOR – Belum dibeberkannya hasil uji sampel dugaan beras plastik dari inspeksi mendadak…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:46

KPU Belum Terima Laporan Masyarakat

TANJUNG SELOR – Hampir 10 hari pasca ditetapkannya bakal calon legislatif (bacaleg) sebagai daftar…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:24

Bravo...!!! Polda Berhasil Ungkap Jaringan Perampok Tambak

TANJUNG SELOR - Jajaran Kepolisian Polda Kaltara berhasil mengungkap pelaku perampokan di wilayah Kaltara,…

Senin, 20 Agustus 2018 20:48

KNKT Rekomendasikan Mesin Tempel Diganti

TANJUNG SELOR - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merekomendasikan kapal yang mengangkut…

Senin, 20 Agustus 2018 20:43

Bandara Jadi Terhambat, Pemilik Lahan Bantah Tak Miliki Sertifikat

TANJUNG SELOR – Permasalahan pembebasan lahan masyarakat yang bersinggungan dengan proyek perpanjangan…

Senin, 20 Agustus 2018 17:18

Tambang Emas Ilegal Sekatak Masih Beroperasi

TANJUNG SELOR - Masalah pertambangan emas ilegal di Kecamatan Sekatak yang hingga kini masih beroperasi…

Senin, 20 Agustus 2018 17:17

Libatkan Akademisi Kembangankan Sektor Pertanian

TANJUNG SELOR - Sebagai upaya membuat dan menciptakan petani yang memiliki wawasan dan intelektual yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .