MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 05 Desember 2017 11:16
Jelang Diresmikan, Penghuni Kios Belum Jelas

Pemanfaatan Pasar Tradisional Terpadu

SIAP: Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu di Jamaker kini memasuki tahap finishing. Sayangnya, sampai saat ini penghuni lapak dan kios belum diketahui. Sebab, Disdag Nunukan rencananya akan membahasnya kembali. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kabar tak sedap muncul menjelang diresmikannya Pasar Tradisional Terpadu di Jamaker, Kelurahan Nunukan Barat. Pada tahap finishing pembangunan saat ini, siapa pedagang yang berhak mendapatkan kios dan lapak jualan di gedung itu masih belum jelas.

Berbagai isu menyeruak di kalangan pedagang pun tak dapat terbendung. Apalagi, keberadaan pasar ini dianggap bakal menjadi pusat perbelanjaan terbesar di Pulau Nunukan. Sehingga, banyak pedagang berebut mendapatkan tempat di pasar itu. Meskipun berbagai macam cara dilakukan. “Sudah banyak yang lobi-lobi tempat itu. Lobi ke dinas terkait. Infonya begitu,” kata seorang warga yang berdomisili di sekitar bangunan tersebut.

Ia mengatakan, kabar ini sudah banyak dibicarakan pedagang. Begitu juga dengan pembongkaran bangunan di sekitarnya. Karena, pembangunan pasar di 2018 itu rencananya kembali dilanjutkan. “Kalau mau lebih jelas, silakan tanyakan ke dinas terkaitnya. Yang jelas, ada kabar pembagian tempat itu sarat dengan kepentingan. Siapa yang dekat pemerintah dia yang dapat,” ujar pria yang juga sebagai pedagang kala ditemui.

Akhirnya, sejumlah isu pun bermunculan. Seperti kabar tentang adanya titipan tempat yang dapat diselesaikan hanya dengan uang pelicin. Lalu, ada juga kabar jika kios dan lapak memang disiapkan untuk oknum tertentu lantaran bagian dari tim sukses kepala daerah tertentu.

Tak ayal, isu negatif yang berkembang itu menjadi tantangan Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani persoalan pasar itu pun wajib turun tangan.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan, Andy Ariyanto, SE dengan tegas membantah isu itu. Ia mengaku pembagian lapak dan kios di Pasar Tradisional Terpadu tersebut sejak awal telah diwanti-wanti Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid agar dilakukan secara teliti.

“Saya jamin, staf saya di bidang sarana dan prasarana itu sudah paham dan mengerti sikap tegas saya. Insya Allah, kalau saya masih di situ (Disdag. Red.) tidak ada pakai bayar-bayar. Kami ini tetap sesuai dengan arahan pimpinan dan keputusan rapat,” tegas Andy saat dihubungi kemarin.

Andy mengatakan, meskipun pihaknya telah memiliki data tentang penghuni eks kebakaran Pasar Liem Hie Djung, pihaknya belum dapat memastikan apakah data itu yang digunakan atau tidak. Sehingga diperlukan pembahasan yang akhirnya dapat dijadikan rujukan bagi kepala daerah untuk memutuskan.

“Inilah yang ingin dibahas bersama dengan Asisten II. (Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Red). Tapi, tinggal menunggu waktu yang tepat saja,” ujarnya kepada media ini kemarin.

Ia mengatakan, penetapan penghuni kios ini patut diambil akibat simpang siurnya siapa penghuni yang berhak mendapatkan kios dan lapak di bangunan yang menghabiskan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 6 miliar ini. “Makanya, kami meminta ada pembahasan dulu untuk penentuan tempat ini. Jangan sampai di kemudian hari kami yang disalahkan,” ungkapnya.

Menurutnya, proses penempatan pedagang ini memang paling rumit. Sebab, petugas wajib meneliti siapa calon penghuninya. Jangan sampai orang-orang yang sejak awal memiliki masalah di tempat lain justru kembali diberikan hak untuk menempatinya. “Kan, banyak terjadi seperti itu. Makanya hal itu yang ingin kami hindari,” ujarnya.

Kendati demikian, apa yang dilakukan pemerintah daerah, khususnya dalam pembangunan pasar ini hanya untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang. Sehingga, pihaknya wajib mengikuti setiap aturan yang telah ditentukan.

“Kami dari dinas tidak pernah berniat memungut biaya sepersen pun kepada pedagang untuk mendapatkan tempat di pasar itu. Baik untuk kios ataupun lapak,” pungkasnya. (oya/eza)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:56

Berbulan-bulan di Hutan, Aliran Sungai Navigasi Utama

Hutan Kalimantan menyimpan sejuta kekayaan. Salah satunya kayu gaharu. Menjadi buruan meski harus bertaruh…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:52

Dua Parpol Ditegur Bawaslu

NUNUKAN -Dua partai politik (parpol) peserta pemilu 2019 ditegur Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan.…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:52

Kades Dilema, Antara Mundur atau Tidak

NUNUKAN – Kepala Desa (Kades) yang ingin mencalonkan diri sebagai calon anggota Dewan Perwakilan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:43

3.000 Orang Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih

NUNUKAN – Berdasarkan aturan yang berlaku, saat pemilihan umum (pemilu) 2019, setiap pemilih harus…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:04

Oknum ASN Cabul Diberhentikan

NUNUKAN - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan akhirnya mengambil…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:03

RTH Direncanakan di Jalan Lingkar

NUNUKAN – Jalan lingkar yang selama ini hanya menjadi jalur transportasi darat dari dan menuju…

Senin, 20 Agustus 2018 17:26

Berjam-jam Menunggu demi Tumpangan

Enam anggota Komunitas Gerakan Batas Negara (GBN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sedang menjalankan…

Senin, 20 Agustus 2018 16:58

Daerah Tak Cicipi Untung

Aktivitas impor barang di Perbatasan Indonesia Nunukan dan Tawau Malaysia memang sudah bukan hal baru.…

Senin, 20 Agustus 2018 16:56

TAKUT KAH?? Satpol PP Tak Tindak Pengecer BBM

NUNUKAN – Pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) belum dilakukan penindakan, karena hingga saat ini…

Senin, 20 Agustus 2018 16:31

Pemkab Segera Lakukan Konsultasi

NUNUKAN – Keberadaan penangkaran buaya tampaknya menjadi hal prioritas di Kelurahan Tanjung Harapan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .