MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 05 Desember 2017 11:16
Jelang Diresmikan, Penghuni Kios Belum Jelas

Pemanfaatan Pasar Tradisional Terpadu

SIAP: Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu di Jamaker kini memasuki tahap finishing. Sayangnya, sampai saat ini penghuni lapak dan kios belum diketahui. Sebab, Disdag Nunukan rencananya akan membahasnya kembali. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kabar tak sedap muncul menjelang diresmikannya Pasar Tradisional Terpadu di Jamaker, Kelurahan Nunukan Barat. Pada tahap finishing pembangunan saat ini, siapa pedagang yang berhak mendapatkan kios dan lapak jualan di gedung itu masih belum jelas.

Berbagai isu menyeruak di kalangan pedagang pun tak dapat terbendung. Apalagi, keberadaan pasar ini dianggap bakal menjadi pusat perbelanjaan terbesar di Pulau Nunukan. Sehingga, banyak pedagang berebut mendapatkan tempat di pasar itu. Meskipun berbagai macam cara dilakukan. “Sudah banyak yang lobi-lobi tempat itu. Lobi ke dinas terkait. Infonya begitu,” kata seorang warga yang berdomisili di sekitar bangunan tersebut.

Ia mengatakan, kabar ini sudah banyak dibicarakan pedagang. Begitu juga dengan pembongkaran bangunan di sekitarnya. Karena, pembangunan pasar di 2018 itu rencananya kembali dilanjutkan. “Kalau mau lebih jelas, silakan tanyakan ke dinas terkaitnya. Yang jelas, ada kabar pembagian tempat itu sarat dengan kepentingan. Siapa yang dekat pemerintah dia yang dapat,” ujar pria yang juga sebagai pedagang kala ditemui.

Akhirnya, sejumlah isu pun bermunculan. Seperti kabar tentang adanya titipan tempat yang dapat diselesaikan hanya dengan uang pelicin. Lalu, ada juga kabar jika kios dan lapak memang disiapkan untuk oknum tertentu lantaran bagian dari tim sukses kepala daerah tertentu.

Tak ayal, isu negatif yang berkembang itu menjadi tantangan Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani persoalan pasar itu pun wajib turun tangan.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan, Andy Ariyanto, SE dengan tegas membantah isu itu. Ia mengaku pembagian lapak dan kios di Pasar Tradisional Terpadu tersebut sejak awal telah diwanti-wanti Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid agar dilakukan secara teliti.

“Saya jamin, staf saya di bidang sarana dan prasarana itu sudah paham dan mengerti sikap tegas saya. Insya Allah, kalau saya masih di situ (Disdag. Red.) tidak ada pakai bayar-bayar. Kami ini tetap sesuai dengan arahan pimpinan dan keputusan rapat,” tegas Andy saat dihubungi kemarin.

Andy mengatakan, meskipun pihaknya telah memiliki data tentang penghuni eks kebakaran Pasar Liem Hie Djung, pihaknya belum dapat memastikan apakah data itu yang digunakan atau tidak. Sehingga diperlukan pembahasan yang akhirnya dapat dijadikan rujukan bagi kepala daerah untuk memutuskan.

“Inilah yang ingin dibahas bersama dengan Asisten II. (Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Red). Tapi, tinggal menunggu waktu yang tepat saja,” ujarnya kepada media ini kemarin.

Ia mengatakan, penetapan penghuni kios ini patut diambil akibat simpang siurnya siapa penghuni yang berhak mendapatkan kios dan lapak di bangunan yang menghabiskan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 6 miliar ini. “Makanya, kami meminta ada pembahasan dulu untuk penentuan tempat ini. Jangan sampai di kemudian hari kami yang disalahkan,” ungkapnya.

Menurutnya, proses penempatan pedagang ini memang paling rumit. Sebab, petugas wajib meneliti siapa calon penghuninya. Jangan sampai orang-orang yang sejak awal memiliki masalah di tempat lain justru kembali diberikan hak untuk menempatinya. “Kan, banyak terjadi seperti itu. Makanya hal itu yang ingin kami hindari,” ujarnya.

Kendati demikian, apa yang dilakukan pemerintah daerah, khususnya dalam pembangunan pasar ini hanya untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang. Sehingga, pihaknya wajib mengikuti setiap aturan yang telah ditentukan.

“Kami dari dinas tidak pernah berniat memungut biaya sepersen pun kepada pedagang untuk mendapatkan tempat di pasar itu. Baik untuk kios ataupun lapak,” pungkasnya. (oya/eza)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 11:48

Kebakaran di Desa Atap Dipicu Korsleting

NUNUKAN – Para korban insiden kebakaran di Desa Atap Kecamatan…

Senin, 12 November 2018 13:52

Pernah Bertugas sebagai Koordinator Eksekutor Pidana Mati

Bertugas di daerah perbatasan merupakan hal baru bagi AKBP Teguh…

Senin, 12 November 2018 13:39

Pemasangan Harus Sesuai Aturan

NUNUKAN – Alat peraga kampanye (APK) harus dipasang sesuai dengan…

Senin, 12 November 2018 13:38

Pastikan Pengesahaan APBD 2019 Tak Terlambat

NUNUKAN – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan Serfianus mengaku, pengesahan Anggaran…

Senin, 12 November 2018 13:37

Ogah CDOB Dijadikan Komoditas Elite

SEBATIK – Masyarakat Sebatik meminta para elite politik tak lagi…

Senin, 12 November 2018 13:36

Rumah Ditinggal, si Jago Merah Mengamuk

SEBATIK – Baru berselang sehari setelah insiden kebakaran di Desa…

Senin, 12 November 2018 09:25

Kebakaran Sebabkan Kerugian hingga Rp 1 M

NUNUKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan melahap enam…

Senin, 12 November 2018 09:21

BBM Langka, Penjual Bentol Marak

NUNUKAN – Harapan masyarakat agar pengecer bahan bakar minyak (BBM)…

Senin, 12 November 2018 08:31

Dikirimkan 21 Narapidana, Lapas Semakin Over

NUNUKAN – Kendati telah kelebihan kapasitas, Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas…

Senin, 12 November 2018 08:29

Pengecer Jadi Kambing Hitam

NUNUKAN – Warga Nunukan sempat mengalami kelangkaan bahan bakar minyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .