MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 05 Desember 2017 11:15
Perkuat Jaringan Bisnis, Buka Cabang di Sabah, Malaysia

Grobak Kopi Wakili Indonesia Go Internasional

BERBINCANG: Amir (kiri) bersama rekannya saat berbincang-bincang dengan Menteri Perindustrian Malaysia saat mengikuti pameran di Sabah, Malaysia. AMIR UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, Khusus warga Nunukan, pasti sudah tidak asing lagi dengan Grobak Kopi. Kini, kiprahnya sudah go internasional dengan menjadi salah satu wakil Indonesia dalam Festival Kopi Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. Bagaimana ceritanya, ikuti liputannya.

RIKO ADITYA

BERAWAL dari hubungan baiknya dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu, Amir sang pemilik usaha Grobak Kopi dari Kabupaten Nunukan, berhak mewakili Indonesia di Sabah, Malaysia, mengikuti Festival Kopi.

Amir mengaku kedekatannya dengan KJRI berawal dari sejumlah even pameran besar di Indonesia. Karena sering ketemu orang KJRI, akhirnya semua informasi di Kota Kinabalu terkait festival kopi cepat tersampaikan kepadanya.

“Di bidang bisnis, Malaysia dan Kaltara sangat dekat. Banyak bisnis besar di mana kita sering bekerja sama dengan mereka, baik dari pihak Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kaltara, maupun dengan Society Empowerment and Economic Development Of Sabah (SEEDS) Malaysia,” kata Amir.

“Berkat hal itu juga, Grobak Kopi bisa mewakili Indonesia, sekaligus membawa nama Nunukan sebagai daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, yang tentunya juga Grobak Kopi bagian dari Kadin Nunukan,” tambah Amir mengaku.

Di festival kopi itu, Amir memamerkan produk yang paling laris dari Grobak Kopi, yakni energi coffee bolong sanrego. Produk atau kopi olahan itu diketahui dapat memberikan kesehatan tubuh dan menambah stamina. Di Malaysia, produk unggulan ini juga menjadi daya tarik penikmat kopi. Tak sedikit penikmat kopi yang tergiur dengan kenikmatan dan khasiatnya.

Dalam kesempatan itu pula, dirinya menyempatkan memperkuat jaringan bisnis yang ada di Nunukan untuk nantinya juga go internasional seperti Grobak Kopi miliknya. Jadi, bukan hanya kopi saja, hasil produk lain dipastikan juga akan mampu bersaing dan mengikuti festival kuliner lainnya yang nantinya kembali akan diadakan.

Banyak memberikan peran besar untuk Nunukan di festival kopi, sayang, dirinya masih menggunakan dana pribadi untuk transportasi dan akomodasi selama di Kota Kinabalu. Padahal Grobak Kopi mewakili Indonesia, khususnya Kabupaten Nunukan. Beruntung, stan pameran di festival ditanggung KJRI, serta transportasi dan hotel dirinya tinggal ke lokasi festival.

Meski begitu, perjuangan selama tiga hari mulai dari Jumat (1/12) hingga Minggu (3/12) lalu terbayarkan dengan persiapan Grobak Kopi untuk membuka cabang di Sabah, Malaysia. Hal itu tentunya dipicu dengan banyaknya peminat kopi, apalagi dengan unggulan produknya energy coffee bolong sanrego yang mampu memikat peminat kopi di Malaysia.

“Pasar di Sabah, Malaysia masih terbuka lebar. Kami sangat diapresiasi oleh pengusaha kopi di Malaysia, bersyukur kami bisa ikut di acara ini, karena ketemu dengan pengusaha-pengusaha besar kopi,” tutur Amir.

Secara pribadi, dirinya pun mengucapkan banyak terima kasih kepada Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Perindustrian, serta Sekertaris Dinas UKM Nunukan, beserta jajarannya.

“Merekalah yang mengantarkan saya hingga kepada eksistensi Grobak Kopi. Selain itu, saya juga berterima kasih kepada KJRI Kota Kinabalu. Mereka semua sangat luar biasa. Dukungannya dalam mempromosikan bisnis Indonesia di Sabah, Malaysia sangat luar biasa. Sekali lagi terima kasih banyak,” tambahnya.

Dalam festival kopi itu, KJRI dikatakan Amir memang menggandeng tiga merek kopi untuk mewakili Indonesia. Yakni Grobak Kopi dari Nunukan, Kopi Kapal Api dari Jakarta dan Madbotte Coffe dari Solo.

Amir melanjutkan, produk kopi Indonesia saat ini menempati peringkat keempat tertinggi atau 6.6 persen di seluruh dunia dengan jumlah 660 ribu ton pertahunnya. Indonesia juga menjadi negara Asia Tenggara yang menempati rangking 10 besar dengan rasa kopi terbaik di dunia. 

“Saya hanya berharap pada kesempatan mendatang perdagangan kopi antara dua wilayah menjadi lebih besar, apalagi dengan didukungnya pelabuhan di Sabah, Malaysia,” harapnya mengakhiri. (***/eza)


BACA JUGA

Senin, 12 November 2018 13:52

Pernah Bertugas sebagai Koordinator Eksekutor Pidana Mati

Bertugas di daerah perbatasan merupakan hal baru bagi AKBP Teguh…

Senin, 12 November 2018 13:39

Pemasangan Harus Sesuai Aturan

NUNUKAN – Alat peraga kampanye (APK) harus dipasang sesuai dengan…

Senin, 12 November 2018 13:38

Pastikan Pengesahaan APBD 2019 Tak Terlambat

NUNUKAN – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan Serfianus mengaku, pengesahan Anggaran…

Senin, 12 November 2018 13:37

Ogah CDOB Dijadikan Komoditas Elite

SEBATIK – Masyarakat Sebatik meminta para elite politik tak lagi…

Senin, 12 November 2018 13:36

Rumah Ditinggal, si Jago Merah Mengamuk

SEBATIK – Baru berselang sehari setelah insiden kebakaran di Desa…

Senin, 12 November 2018 09:25

Kebakaran Sebabkan Kerugian hingga Rp 1 M

NUNUKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan melahap enam…

Senin, 12 November 2018 09:21

BBM Langka, Penjual Bentol Marak

NUNUKAN – Harapan masyarakat agar pengecer bahan bakar minyak (BBM)…

Senin, 12 November 2018 08:31

Dikirimkan 21 Narapidana, Lapas Semakin Over

NUNUKAN – Kendati telah kelebihan kapasitas, Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas…

Senin, 12 November 2018 08:29

Pengecer Jadi Kambing Hitam

NUNUKAN – Warga Nunukan sempat mengalami kelangkaan bahan bakar minyak…

Senin, 12 November 2018 08:26

Hanyutkan Replika Perahu ke Laut Sebagai Bentuk Rasa Syukur

Warga Nunukan, khususnya suku Tidung yang tinggal di pesisir Kelurahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .