MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 27 November 2017 12:56
Lahan akan Dibebaskan, Warga Pilih Bertahan
HARUS PINDAH: Sedikitnya ada 120 KK yang diminta untuk meninggalkan permukiman mereka karena lahan yang mereka tempati. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Persoalan pembebasan lahan oleh Lantamal XIII masih menjadi kisruh untuk warga Kelurahan Pantai Amal khususnya di Rt 6. Masyarakat sendiri merasa bingung, karena tempat tinggal selama bertahun-tahun harus dibersihkan.

Salah satu warga Rt 6 Kelurahan Pantai Amal yang telah hidup tinggal selama 17 tahun, Hj.Suhaedah (55) mengatakan pihaknya akan tetap bertahan di tempat karena memang hanya memiliki satu tempat saja.

“Kami yah hanya punya satu rumah saja, apalagi saya hanya tinggal dengan suami dan anak saya semua tinggal di Sulawesi,” katanya.

Suhaedah sendiri memiliki warung untuk dijadikan tempat mencari nafkah, karena dirinya dan suami memang telah cukup berumur dan hanya tinggal berdua saja sehingga tidak sanggup jika harus ikut warga lainnya bertani rumput laut.

“Kami ini hanya orang yang sudah lanjut usia, matapencaharian juga hanya warung kecil. Masa tidak ada hati mau disingkirkan,” ujarnya.

Dikatakannya, jika memang harus digusur, maka Suhaedah hanya bisa menetap saja dan tidak akan pindah. Karena tidak memiliki tujuan, bahkan tidak memiliki dana untuk pulang kampung. Dirinya sendiri hanya pasrah, dan berharap adanya ganti rugi yang dilakukan pihak Lantamal.

“Kalau diganti yah syukur, kalau tidak yah pasrah. Tidak ada tujuan lain, dan kami akan bertahan saja karena tidak ada niatan pulang kampung,” ungkapnya.

Ditempat berbeda, Suryanti (30) yang juga warga Pantai Amal Rt 6 merasa gelisah karena adanya informasi pembebasan lahan yang akan dilakukan akhir Desember nanti. Diakuinya juga dirinya tidak mengetahui adanya sengketa lahan antara Lantamal dengan masyarakat.

“Saya ini juga hanya beli rumah beserta lahannya ini, jadi belum tau apa-apa,” ungkapnya.

Diakuinya, Suryanti membeli rumah jadi di rt 6 sejak 4 tahun lalu tanpa mengetahui adanya sengketa lahan. Dia juga tinggal bersama dengan suami dan satu anaknya yang masih kecil. Untuk kedepannya, Suryani tidak mengetahui apa yang akan dilakukan, karena tidak mungkin pergi dari tempat itu.

“Hanya ini rumah saya, kalau mau digusur mau tinggal dimana kasian,” ungkapnya.

ketua Rt 6, Abdul Gafar mengatakan pihaknya masih melakukan musyawarah untuk menentukan sikap selanjutnya. Pihaknya sendiri berencana untuk bertmu dengan Wali Kota Tarakan untuk meminta solusi yang tepat untuk nasib warganya kedepan. (*/yus/udn)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:10
Terkait 2.900 Ton Beras Vietnam via Sebatik

NAH KAN..!! Kemendag Sebut Selundupan

JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri pada Kementerian Perdagangan Oke Nurwan…

Rabu, 25 April 2018 11:59

AH PAYAH..!! Angka Kemiskinan Meningkat

TARAKAN - Populasi penduduk di Kaltara sedang mengalami pertumbuhan masif. Baru-baru ini Badan Pusat…

Rabu, 25 April 2018 11:57

Tak Sabar Ingin Bertemu dengan Pelajar Papua Barat

Indonesia Student & Youth Forum (ISYF) kembali menggelar Forum Pelajar Indonesia ke-10 (FOR X) dengan…

Rabu, 25 April 2018 11:55

GAWAT BAH..!! Penderita TBC Terus Bertambah

MESKI tidak menjadi kasus terbesar di Kalimantan Utara, namun penularan penyakit tuberkulosis (TBC)…

Rabu, 25 April 2018 11:53

Pusaka Tegaskan Tidak Ikut Aksi Penolakan FPI

ORGANISASI masyarakat (ormas) Pusaka Tarakan menegaskan tidak ikut ambil bagian dalam aksi damai penolakan…

Rabu, 25 April 2018 11:48

Antre Cetak E-KTP, Jaringan Malah Lelet

TARAKAN - Antrean panjang terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan dikarenakan…

Rabu, 25 April 2018 11:41

AC RSUD Bocor-Bocor Tak Kunjung Diperbaiki

TARAKAN - Penanganan plafon yang bocor di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan belum juga terealisasi.…

Rabu, 25 April 2018 11:32

Anggaran Menipis, Dishub Terpaksa Mengutang

TARAKAN - Traffic light yang berada di simpang Ladang, Pamusian, Tarakan Tengah, sudah dua hari tidak…

Rabu, 25 April 2018 11:30

Trayek Harus Dikurangi

TARAKAN - Bus rapid transit (BRT) yang telah beroperasi di Tarakan sejak 2017 lalu, memang masih harus…

Rabu, 25 April 2018 11:28

2022 Tak Terima Uang Tunai

Tarakan- Direncanakan bulan April ini, Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) mulai diimplementasikan secara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .