MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 27 November 2017 10:12
Izin Terbang MAF Dibekukan Jadi Masalah Besar Warga Perbatasan

Sejak 1970 Masyarakat Pedalaman Ketergantungan dengan MAF

PESAWAT PERINTIS: Maskapai MAF selama ini menjadi salah satu moda transportasi udara yang mampu menjangkau masyarakat pedalaman dan perbatasan Kaltara. DEDI SUHENDRA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Berbagai pihak menilai, percepatan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) sebagai salah satu solusi yang sangat perlu diperjuangkan guna membuka keterisolasian pemukiman masyarakat pedalaman maupun di perbatasan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Hal tersebut dikatakan Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara, Amir Zaglos Saroyan, menurutnya beberapa persoalan mendasar di perbatasan masih terjadi hingga saat ini, salah satunya soal pembekuan izin terbang pesawat Mission Aviation Felowship (MAF).

“Persoalan MAF ini efek dari rentan pelayanan yang terlalu jauh terhadap masyarakat di pedalaman. Jika sudah ada alternatif lain tentu hal ini tidak jadi masalah,” ujar Amir kepada Radar Kaltara dikonfirmasi melalui sambungan selulernya Sabtu (25/11).

Seperti diketahui bersama, sejauh ini masih ada beberapa wilayah di Kaltara, untuk mencukupi kebutuhan pokoknya belum memiliki akses darat maupun laut hanya dapat dicapai dengan jalur udara seperti wilayah Desa Long Sule dan Long Pipa Kabupaten Malinau.

Nah, ketika (MAF) dihentikan seperti ini tentu mereka akan berpikir bahwa ini merupakan masalah yang sangat besar. Dimana, satu-satunya transportasi andalan mereka tidak lagi dapat digunakan, meski dalam kondisi apapun,” tuturnya.

Disamping itu, kata dia, secara emosional dan budaya, masyarakat pedalaman dan perbatasan sudah sangat ketergantungan dengan alat transfortasi udara yang sudah melayani masyarakat di sana sejak tahun 1970-an silam.

“Makanya saya katakan untuk menjawab itu adalah percepatan pembentukan DOB yang sudah diusulkan ke pusat. Ini harus menjadi salah satu perhatian dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Paling tidak, lanjutnya, ada perlakukan khusus dari pemerintah pusat untuk mencabut moratorium pembentukan DOB itu. Sebab, dari eksekutif dan legislatif di daerah, beserta pihak terkait lainnya sudah menyatakan dukungannya.

“Sudah ada peluang yang cukup banyak dari pemprov dan DPRD Kaltara. Kita (DPRD) sudah memfasilitasi. Buktinya begitu pemaparan, dilanjutkan dengan rapat fraksi saja langsung kami keluarkan SK (Surat Keputusan) bukti dukungan,” bebernya.

“Sementara menurut pengalaman saya waktu DOB Malinau dan lainnya dulu memerlukan watu bertahun-tahun untuk mengeluarkan rekomendasi (SK) dari DPRD. Tapi kami tidak begitu (memperlambat),” sambungnya.

Artinya, jika sudah dibentuk DOB di provinsi termuda Indonesia ini, tentu hal seperti sekarang ini tidak akan terjadi. Karena dengan terbentuknya DOB itu, secara otomatis akses yang dulunya hanya berupa ‘jalan tikus’(jalan setapak) akan ditingkatkan semua.

Bahkan, dirinya yakin jika DOB itu akan mampu menghidupkan daerah itu sendiri dengan terbukanya keterisolasian dengan tidak membebani pemerintah pusat terlalu jauh. Karena secara otomatis Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni tentu sudah ada.

“Kita akan mendorong terus untuk menjawab persoalan MAF ini. Intinya, dalam waktu dekat diharapkan ada solusi bagi masyarakat yang ada di perbatasan, karena keberadaan MAF itu masih sangat dibutuhkan di sana,” pungkasnya.(iwk/dsh)


BACA JUGA

Senin, 15 Oktober 2018 21:50

Bupati Tak Taat Bisa Disanksi

TANJUNG SELOR - Persoalan batas wilayah Kabupaten Tana Tiding (KTT) dan Malinau hingga kini belum tuntas…

Senin, 15 Oktober 2018 21:48

Rekomendasi Dievaluasi Kemenhub

TANJUNG SELOR – Aturan rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), perihal pengantian…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:26

Formasi Dokter Minim Pendaftar

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mendapatkan kuota Calon Pegawai Negeri Sipil…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:24

Pendatang ke Kaltara Akan Diperiksa

TANJUNG SELOR - Mencegah dan mengawasi narapidana (napi) asal Sulteng yang kabur, akibat musibah yang…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:22

Belanja Dikurangi, PAD Bertambah

TANJUNG SELOR – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Provinsi Kaltara sudah ditetapkan.…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:19

Tarakan Segera Terima DAK Nonfi sik

TANJUNG SELOR - Dinas Kesehatan lima kabupaten/kota diharapkan dapat lebih proaktif untuk mamanfaatkan…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:17

Layanan Administrasi Kependudukan Satu Pintu

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Kependudukan…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:14

Masa Diperpanjang, Cakupan Masih Rendah

TANJUNG SELOR – Masa Pemberian imunisasi vaksin (measles) dan campak Jerman (rubella) atau vaksin…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:12

Alat Tangkap Usang, Hasil Seadanya

TANJUNG SELOR – Para nelayan di wilayah Ancam, Desa Ardi Mulyo, Bulungan hingga kini masih menggunakan…

Minggu, 14 Oktober 2018 20:59

Satu Pengedar Sabu Tertangkap di Jalan Poros Km 2

TANJUNG SELOR – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Bulungan kembali membekuk seorang pelaku penyalahgunaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .