MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 24 November 2017 14:04
Golkar Belum Tentukan Wakil Badrun

PDIP Minta Dilibatkan Penentuan Wakil

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Dua bulan lagi pendaftaran bakal calon (balon) Pilwali dibuka Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tarakan. Hingga kini H. Badrun, dinilai masih bergerliya mencari dukungan. Tersiar kabar lelaki yang masih aktif sebagai birokrat itu akan menggandeng Muhammad Ince Rifai. Namun hal tersebut belum mendapat restu dari Partai Golkar.

Ketua DPD II Partai Golkar Tarakan, Tigor Nainggolan membenarkan sebelumnya ada tiga nama kader yang disodorkan Golkar, Muhammad Ince Rifai, Hj. Laila dan dirinya. Namun, belum ada satupun yang menerima surat keputusan (SK) oleh DPP Golkar untuk mendampingi H. Badrun.

“Sampai sekarang kami belum dapat keputusan siapa yang mewakili Pak Badrun. Golkar membebaskan Pak Badrun untuk memilih sendiri wakilnya,” ungkap Tigor, sapaan akrabnya.

Menurutnya, Ince yang merupakan rekannya sesama kader partai, baru saja menjabat sebagai wakil bidang pemenangan pemilu pada periode kepengurusan ini. Untuk itu, dia menilai Ince juga berpotensi apabila berpasangan dengan H. Badrun.

Tigor menyambuk baik kabar Partai Demokrasi Perjuangan (PDI-P), yang berkeinginan mengusung H. Badrun pada pilwali tahun depan. Bagi Tigor, harapan Badrun menenangi pilwali semakin besar.

“Karena, kalau ada koalisi Golkar, maka Golkar tidak sia-sia mendukung Pak Badrun. Mudah-mudahan PDIP mendapatkan wakil yang benar,” tuturnya.

Menurut Tigor, jika PDIP dan Golkar benar berkoalisi, ia optimis akan menang. Sebab pada dasarnya PDIP dan Golkar merupakan partai senior, yang sudah sangat paham akan strategi-strategi pemenangan dalam pemilihan.

“Apabila PDIP dan Golkar bergabung, saya yakin harapan untuk menang itu sudah jelas. Tapi yang menentukan kemenangan adalah Tuhan,” ujarnya.

Bagi Tigor, calon wali kota maupun wakil wali kota, sangat berpengaruh untuk mendongkrak suara. Nah, jika seorang wakil tidak mendukung kekuatan suara calon wali kota, maka akan sia-sialah calon wali kota tersebut. “Yang terpenting sama-sama memiliki visi dan misi untuk menang,” jelasnya.

“Jadi, kalau sudah ada koalisi partai, maka Golkar dipastikan tidak menjadi penonton seperti yang sudah saya kemukakan sebelumnya. Sebab, kami juga akan ikut bertempur di pilwali tahun depan,” tuturnya.

Sebelumnya, H. Badrun menyatakan siapapun dapat menjadi pasangannya di pilwali tahun depan. Sebab dia berniat mengabdikan dirinya untuk masyarakat Bumi Paguntaka, sehingga menginginkan kemenangan.

“Siapapun bisa menjadi wakil saya,” tutur pria yang masih menjabat sebagai Sekretaris Provinsi Kaltara ini.

Untuk memimpin Kota Tarakan, H. Badrun menginginkan wakil yang benar-benar dapat diajak bekerja sama dalam membangunan Kota Tarakan, dan memiliki tingkat elektabilitas yang baik di masyarakat.

“Tidak muluk-muluk, saya hanya ingin wakil yang diinginkan masyarakat,” singkatnya.

Partai moncong putih itu lama bungkam. Hingga kini belum menentukan sikap apapun dalam mendukung paslon pada pilwali 2018. Namun kabarnya saat ini mereka sedang menimbang dan memutuskan arah koalisi.

Hal tersebut diungkapkan, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Tarakan, H. Abu Ramsyah. Setidaknya ada dua bakal calon yang sedang  mereka perjuangkan dalam menentukan dukungan yakni H. Badrun dan dr. Khairul.

Kamis pekan lalu, kata H. Abu, dia sempat berada di DPP PDIP untuk melaksanakan pertemuan, bersama dengan 131 daerah yang akan melaksanakan pilkada di Indonesia.

“Jadi Tarakan memang belum waktunya. Saya harap semuanya dapat bersabar, minggu depan paling lambat kami dapat keputusan dari DPP akan mengarah ke siapa nantinya,” ujar lelaki yang kini menduduki posisi Wakil Ketua DPRD Tarakan itu.

Menurut perhitungan H. Abu, saat ini posisi H. Badrun dan dr. Khairul masih seimbang sama halnya dengan elektabilitas keduanya. Menurutnya jika nanti berkoalisi PDIP harus dilibatkan dalam pemilihan wakil.

“DPC punya hak menentukan wakil. Kami tidak mau diintervensi oleh calon wali kota dalam menentukan wakilnya, jadi kami harap untuk penentuan calon wakilnya bisa dikomunikasikan dengan kami,” jelasnya.

Meski saat ini hanya dr. Khairul yang memiliki pasangan, yakni Effendhi Djuprianto, Abu menyatakan bahwa tetap DPP PDIP yang dapat menentukan hal tersebut.

“DPP yang akan menilai. Yang jelas, menurut pandangan kami belum ada yang pas,” tuturnya.

Untuk diketahui, dalam seleksi calon wakil nanti, PDIP menginginkan sosok yang merakyat. Sebab, dari sekian wakil yang telah melakukan proses pendaftaran di PDIP, menurutnya masih belum ada yang pas untuk mendampingi dari dua calon (H. Badrun dan dr. Khairul) tersebut.

Akan tetapi, Abu mengatakan bahwa PDIP juga berkeinginan agar kadernya yang dapat menjadi pasangan dari calon yang akan diusung pihaknya.  “Mudah-mudahan nanti ada sosok yang akan muncul dan siap untuk disodorkan oleh PDIP.  Nanti masyarakat akan tahu,” ujarnya.

Nah, usai ditetapkan jadi paslon nantinya, PDIP akan melaksanakan sekolah pendidikan kepemimpinan. Calon yang telah dipilih, akan disekolahkan selama kurang lebih satu bulan, di Yogyakarta. “Ditentukan dulu, dapat rekomendasi setelah itu kami sekolahkan,” bebernya.

PAN BANTAH LARANG SOFIAN RAGA MENDAFTAR DI PDIP

Partai Amanat Nasional (PAN) membantah seputar isu ancaman menarik surat keputusan (SK) dukungan jika Sofian Raga mendaftar sebagai bakal calon di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Kepada Radar Tarakan, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Kalimantan Utara, Asnawi Arbain mengatakan pihaknya bersahabat dengan semua partai politik untuk memajukan demokrasi di Indonesia.

PAN tidak pernah mengeluarkan ultimatum seperti yang diisukan. Pan lebih menginginkan agar Sofian Raga tidak memborong partai, sebab ini merupakan bagian dari sebuah strategi.

“Ini juga bagian dari strategi, agar pilwali Tarakan bisa memunculkan banyak kandidat, sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan dan putra-putra terbaik Tarakan, bisa memiliki peluang yang sama untuk maju,” tuturnya.

“Jadi kami minta kepada Pak Sofian Raga, kalau bisa jangan memborong partai, karena kesannya tidak baik kalau memborong partai,” sambungnya.

Untuk itu, Asnawi menegaskan bahwa jika ada larangan untuk berkoalisi dengan PDIP, sudah pasti DPP akan menginstruksikan hal tersebut kepada pihak DPW. “Karena tidak mungkin DPP langsung ke DPD, itu pasti ke provinsi dulu. Jadi, ini adalah bagian dari strategi politik secara nasional,” ujarnya.

Asnawi menyatakan bahwa di beberapa wilayah yang ada di Indonesia, PAN juga telah berkoalisi dengan PDIP, seperti Sumatera Selatan. Untuk itu, ia menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah memaksa Sofian Raga untuk tidak mendaftar di PDIP.

“Jadi, tidak melulu Pak Sofian yang mengejar partai, tapi ada parpol yang justru menginginkan agar Pak Sofian melamar partainya,” katanya.

Bagi Asnawi, koalisi partai  yang besar tidak akan menjamin kemenangan. Sebab, di beberapa daerah yang ada di Indonesia, juga ada figur yang diusung banyak parpol, tetapi tidak menang.

“Jadi itu memang tergantung dari kandidat,” pungkasnya. (*/yed/nri/lim)


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 22:19

Tiga Soal Penentu Pemenang Debat

TARAKAN - Meski durasinya hanya beberapa jam saja, namun debat kandidat Pilwali Tarakan menelan anggaran…

Senin, 18 Juni 2018 11:45

Pengunjung Air Terjun Tembus 10 Ribu

TARAKAN – Di hari libur, setiap masyarakat pasti hendak mencari lokasi rekreasi bersama dengan…

Senin, 18 Juni 2018 11:38

Daging Ayam, Kejutan Tahun Ini

ADANYA peningkatan indeks harga pada kelompok transportasi dan komunikasi, kelompok perumahan, air listrik,…

Senin, 18 Juni 2018 11:24

THR HABIS, UTANG KEMUDIAN

Momentum Lebaran pada perayaan Idulfitri memang selalu dinanti-nanti. Berbagai persiapan menyambut hari…

Senin, 18 Juni 2018 11:17

Penutupan Bisa Memancing HIV/AIDS Berkembang

TARAKAN – Penutupan lokalisasi harus waspadai akan bahaya penyakit human immunodeficiency virus/acquired…

Senin, 18 Juni 2018 11:10

Jalan Perumahan PNS Juata Permai Rusak Parah

TARAKAN - Belum adanya perbaikan akses jalan di daerah Perumahan PNS yang ada di Kelurahan Juata Permai,…

Senin, 18 Juni 2018 11:09

Jalan Perumahan PNS Juata Permai Rusak Parah

TARAKAN - Belum adanya perbaikan akses jalan di daerah Perumahan PNS yang ada di Kelurahan Juata Permai,…

Senin, 18 Juni 2018 10:55

Hasil Panen Berjatuhan Lewati Jalan Rusak

TARAKAN – Kondisi semenisasi yang hancur dan berlubang, cukup menghambat aktivitas warga RT 15,…

Minggu, 17 Juni 2018 17:08

Satu Unit Rumah Nyaris Dilahap Si Jago Merah

TANJUNG SELOR - Satu  rumah milik pasangan suami istri, Takim dan Nurhayati yang berada di Jalan…

Sabtu, 16 Juni 2018 22:43

Pelabuhan Masih Sepi, Belum Ada Lonjakan Penumpang

  TARAKAN - Lonjakan penumpang arus balik belum terlihat di Pelabuhan Tengkayu I (SDF), Sabtu (16/6).…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .