MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 24 November 2017 14:03
Warga Di-deadline hingga Desember

Lantamal Rencana Bangun Lokasi Latihan Pendaratan

DIMINTA PINDAH: Warga RT 6 Kelurahan Pantai Amal tetap beraktivitas seperti biasanya, meski khawatir setelah diminta mengosongkan area yang diklaim milik Lantamal XIII Tarakan. FOTO: JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Surat perintah pembebasan lahan di Kelurahan Pantai Amal RT 6 oleh Lantamal XIII telah diserahkan kepada warga. Dalam surat itu, masyarakat diharapkan meninggalkan area yang telah diklaim milik Lantamal XIII.

Berdasarkan Surat Perkasal nomor 4/2015 tertanggal 30 Juni 2015 tentang peningkatan Pangkalan TNI AL Kelas B Tarakan menjadi Pangkalan Utama TNI AL XIII, warga yang berada di sekitaran RT 6 telah dimintai meninggalkan lahan tersebut.

“Kami saat ini sedang membangun Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan, dan sudah jauh hari kami sampaikan bahwa area itu akan kami jadikan tempat latihan pendaratan,” kata Laksamana Pertama TNI Ferial Fachroni, Komandan Lantamal XIII.

Dikatakannya, dalam latihan pendaratan nanti, tentu tidak diperbolehkan adanya rumah atau apapun. Sehingga pihaknya memberikan warga waktu untuk mengosongkan area wilayah yang akan dijadikan tempat latihan.

“Jadi masyarakat saya harapkan mematuhi apa yang sudah seharusnya dilakukan,” ujarnya.

Dikatakannya, pembersihan juga tidak akan dilakukan sekaligus, tetapi secara bertahap. Karena area dekat pembangunan akan diupayakan bersih sebelum akhir tahun ini.

“Belum semua RT 6 itu dibebaskan, tetapi secara bertahap akan dilakukan penataan. Karena sebagian masyarakat juga mencari penghasilan di sana,” ujarnya.

Ferial mengaku tak ada ganti rugi rumah warga yang akan dibersihkan. “Mau ganti rugi dari mana? Kalau ganti rugi, nanti ada lagi yang membangun dan mengklaim ganti rugi,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Pantai Amal, Triongko mengatakan persoalan lahan antara warga dan Lantamal masuk pada masalah perdata, sehingga untuk menyelesaikannya harus menempuh jalur hukum atau bisa musyawarah bersama. Pemerintah sendiri sudah mengawasi hingga sampai saat ini, seyogyanya harus ada tindakan hukum yang dilakukan.

“Bagaimanapun juga negara ini Negara hukum, dan seharusnya salah satu masyarakat harus menempuh jalur hukum jika merasa dirugikan,” katanya.

Dikatakannya, pemerintah harus bersifat pasif dan tidak boleh intervensi. Karena semua harus berada pada koridor hukum. Tetapi pihaknya berusaha agar mendapatkan solusi agar tidak ada yang dirugikan, karena memiliki kepentingan yang sama.

“Penyelesaiannya yah hanya dua, musyawarah atau tempuh jalur hukum,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua RT 6, Abdul Gafar mengatakan tanggal 21 November kemarin ia diserahkan surat tersebut dari dua petugas dari Lantamal XIII.  Warga diminta meninggalkan lokasi yang dimaksud dalam surat tersebut. “Jadi siang itu datang dua orang bawa surat, lalu saya langsung perbanyak suratnya dan menyerahkan kepada warga. Tapi sorenya datang lagi dua orang klarifikasi, katanya hanya sebagian yang disuruh kosongkan dan tidak semuanya,” katanya.

Abdul merasa resah karena adanya klarifikasi tanpa memberikan surat kepastian. Dirinya sendiri masih bermusyawarah bersama warga untuk menemui Wali Kota Tarakan.

“Karena ada yang di atas, karenanya kami rencananya akan menemui wali kota dahulu,” ungkapnya.

Warga masih akan tetap bertahan di lahan yang telah diklaim milik Lantamal. Karena warga juga merasa lahan yang telah ditempati selama berpuluh-puluh tahun itu sebagai hak dan milik warga.

Untuk ke depannya, jika Lantamal tetap bersikeras melakukan pengosongan lahan, maka warga tetap akan meminta pendampingan dari Pemerintah Kota Tarakan untuk solusi yang terbaik. Karena tempat tinggal, mata pencaharian warga berada di Pantai Amal.

“Kalau digusur, kami mau ke mana, lalu kerjanya ke mana. Tidak mungkin kan kami pergi begitu saja,” ungkapnya.

RT 6 sendiri saat ini memiliki sekitar 100 lebih KK, sehingga berharap pemerintah dapat membantu dan memfasilitasi warga. Untuk penempuhan jalur hukum, warga masih akan merundingkan terlebih dahulu.

Hal yang sama dikatakan oleh warga Pantai Amal RT 6, Ervi (26). Ia kecewa dengan isi surat pemberitahuan yang dilakukan secara mendadak. Menurut dia, seharusnya Lantamal sudah memberitahukan sejak dulu sehingga warga dapat bersiap-siap. Dan lagi masyarakat juga tidak dapat menentukan tempat tinggal, karena satu-satunya tempat tinggal dan mencari nafkah hanya di Pantai Amal.

“Mana bisa kami pindah, kami mau ke mana. Tidak ada lagi kami punya tempat, ini saja tempat satu-satunya,” pungkasnya. (*/yus/lim)


BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 10:56

Tunggu Hasil, Sanksi Menanti

TARAKAN – Persoalan dua kepala dinas (kadis) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, yang…

Selasa, 20 Februari 2018 10:49

Berani Laporkan Penjualan di Atas HET!

TARAKAN – Meski sebagian wilayah Bumi Paguntaka sudah dipasangi jaringan gas (jargas), namun keberadaan…

Selasa, 20 Februari 2018 10:47

Tergerak dari Keluh Kesah Ibu-Ibu di Selawatan

Manajemen dan kru Radar Tarakan yang dipimpin Direktur Utama Anny Susilowati pun akhirnya berkesempatan…

Selasa, 20 Februari 2018 10:44

Tampung Bom dengan Bungker Darurat

TARAKAN – Seiring bergantinya tahun, penemuan bom Perang Dunia ke II semakin banyak ditemukan…

Selasa, 20 Februari 2018 10:43

UNBK Digelar Semi Online

TARAKAN - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) akan dilaksanakan…

Selasa, 20 Februari 2018 10:42

Simpan Sabu di Kantong Pop Ice, AS Dibekuk

TARAKAN – Aksi AS, pelaku diduga pengedar sabu-sabu akhirnya digagalkan Satreskoba Polres Tarakan.…

Selasa, 20 Februari 2018 10:41

Mulai Menipis, Butuh Semenisasi Ulang

TARAKAN - Kebutuhan akan perbaikan kondisi jalan yang rusak saat ini tengah dirasakan masyarakat RT…

Selasa, 20 Februari 2018 09:30

Sepuluh Warga Ini 'Diangkut' ke Hotel, Kok Bisa?

TARAKAN - Sejumlah warga asal Sorong Papua 'diangkut' petugas Polsek Tarakan Timur, Senin (19/2) ke…

Senin, 19 Februari 2018 10:46

Dua Kadis Pamer Simbol Empat

TARAKAN - Di tengah masa kampanye Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan 2018, beredar foto…

Senin, 19 Februari 2018 10:44
Misi Sulit Setiap Sakit

Di Daerah Ini, Usahakan Jangan Sakit, Ini Alasannya....

Visi Kementerian Kesehatan yang mengharapkan masyarakat Indonesia sehat mandiri dan berkeadilan faktanya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .