MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 23 November 2017 12:41
Tanggul Penahan Teror Warga
TERTIMBUN: Rumah keluarga Firdaus (43) di RT 18 Kelurahan Kampung Satu, hampir tertimbun tanah yang mengalami longsor, pagi kemarin (22/11). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN -  Bencana longsor kembali terjadi di Kota Tarakan, sejak hujan deras yang sedari dini hari hingga sore hari kemarin (22/11). Kali ini, longsor terjadi di dua kelurahan, yakni Kelurahan Kampung Satu RT 18 dan Kelurahan Sebengkok RT 8.

Ketua RT 8 Sebengkok, Laranto mengatakan sejak pukul 07.00 Wita, longsor sudah terjadi, dan merusak tanggul yang telah dibuat 2015 lalu. Dikatakannya, satu tahun silam telah dibuat tanggul dari kayu dan dicor. Tetapi ternyata tidak bertahan lama, dan saat ini mengalami kerusakan.

“Ini sudah rusak, dan butuh perbaikan. Takutnya nanti malah terkena rumah warga,” katanya.

Untungnya dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, tetapi dikhawatirkan jika hujan kembali datang maka tanggul tidak dapat menahan dan akan merusak rumah warga. Warga berharap penanganan yang dilakukan pemerintah disegerakan agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar. Pihaknya telah melaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan juga pihak kelurahan.

“Tanggulnya ini kan hanya terbuat dari kayu, kayunya sudah terlepas dan takutnya malah kena rumah warga,” ujarnya.

Di Sebengkok RT 8 yang posisinya cukup curam, rumah-rumah warga yang terancam berada di atas perbukitan. Pihaknya berharap tidak hanya lokasi longsor saja yang ditangani, tetapi juga beberapa tempat yang cukup rawan dan berpotensi.

“Saya memang hanya melaporkan yang sudah longsor, tetapi kalau bisa penanganan untuk yang rawan juga ditangani pemerintah,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan korban longsor yakni Firdaus (43) dan Herlina (40), warga kelurahan Kampung 1 Skip RT 18. Firdaus tinggal bersama istri dan ketiga anaknya. Diceritakannya, kejadian tanah longsor ini terjadi pukul 06.30 Wita. Rumah Firdaus berada di atas bukit dan berpotensi longsor.

Awalnya memang kamar Firdaus sudah mengalami keretakan di dinding akibat longsor sebelumnya, karena itu tak lagi ditempati. “Memang sudah ada firasat karena dua minggu yang lalu sudah terjadi longsor, karena takut maka kami tidak tempati kamarnya,” katanya.

Setelah itu, air hujan sempat masuk dalam rumahnya sehingga sang istri Herlina membersihkan. Ia sempat memanfaatkan ruangan itu sebagai ruangan ibadah. Tetapi tiba-tiba tanah yang longsor pun merusak rumah tepatnya pada bagian kamar yang berukuran 3x4 meter itu.

Rumah Firdaus baru berumur kurang lebih satu tahun. Longsor ini juga sempat membuat sang anak yakni Sindi yang saat kejadian sedang menonton televisi, syok dan tidak turun sekolah karena kejadian longsor ini.

Dia ingin melakukan penyiringan di sekitar rumahnya, tetapi dana yang ada belum cukup. Firdaus sendiri memang mengetahui tempat tinggalnya cukup rawan longsor tetapi karena terdesak oleh kontrakan yang akan habis.

“Sudah tiga malam ini memang saya tidak dapat tidur karena takut hujan tiba-tiba dan membuat rumah kami terkena longsor,” kata Firdaus.

 Sementara itu, Ketua RT 18 Kampung 1 Skip, Agus Suhartono mengatakan saat longsor pertama yakni dua pekan yang lalu, pihaknya melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang rawan. Agus telah melaporkan ke kelurahan, BPBD dan Dinas Sosial.

“Sudah kami laporkan, tinggal tunggu kelanjutannya saja,” katanya.

Warga RT 18 sudah melakukan penyisiran dan pembersihan di lokasi longsor. Sebuah pohon di lokasi itu rencananya akan dipangkas, namun belum cukup biaya.

“Pohon besar ini juga mengancam, karena itu kami berharap warga tidak berada di rumah dulu dan mengungsi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Kadjat Prasetio Widodo mengatakan pihaknya memang sudah melakukan pendataan terhadap longsor di dua kelurahan.

“Kami sudah melakukan pendataan terhadap longsor, dan tidak ada memakan korban jiwa,” ungkapnya.

Pihaknya masih melakukan pendataan dan akan segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Tarakan. Untuk dua kelurahan itu juga belum dipastikan sebagai daerah yang rawan akan longsor. Karena daerah longsor yang terparah berada di Karang Anyar.

“Kalau dua daerah itu memang belum pasti menjadi tempat rawan longsor, karena itu kami mendata terlebih dahulu,” pungkasnya. (*/yus/lim)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 21:15

Stok Air Tersisa untuk Tiga Hari

TARAKAN - Kondisi air bersih di Bumi Paguntaka kian krisis. Komposisi air di tiga embung sudah semakin…

Kamis, 19 Juli 2018 21:12

Transportasi Online Dianggap Ilegal

TARAKAN – Kemarin, aksi damai kembali dilakukan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI)…

Kamis, 19 Juli 2018 11:34

Ratusan Sopir Angkot Demo Tolak Grab

TARAKAN - Ratusan sopirĀ  angkot yang tergabung dalam SPTI dan sopir angkutan konvensional lainnya, Kamis…

Kamis, 19 Juli 2018 11:21

Presiden Jokowi Belum Dipastikan Datang

TARAKAN – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi)…

Kamis, 19 Juli 2018 11:19

200 Pelanggan Alami Gangguan Token Listrik

TARAKAN – Tak hanya merasakan pemadaman listrik saja, masyarakat Tarakan juga sempat tidak bisa…

Kamis, 19 Juli 2018 11:17

Tiga Daerah Raih WDP

TARAKAN -  Tiga dari lima kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara mendapat opini Wajar Dengan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:16

Tak Penuhi Kuota, Selektif Pilih Bacaleg

TARAKAN – Bertambahnya jumlah daerah pemilihan (dapil) di Bumi Paguntaka membuat para legislator…

Kamis, 19 Juli 2018 09:56

Lapas Penuh, Hak Tahanan Tak Terpenuhi

TARAKAN - Kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas) cukup memprihatinkan. Tak hanya kapasitasnya, namun…

Kamis, 19 Juli 2018 09:48

Drainase Minim, Percepat Kerusakan Jalan

TARAKAN – Ketua RT 63, Kelurahan Karang Anyar, Maria Renius mengatakan, belum lama ini beberapa…

Rabu, 18 Juli 2018 23:06

Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TARAKAN – Mengatasi lonjakan harga kebutuhan pokok di Bumi Paguntaka, terutama menjelang pelaksanaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .