MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 23 November 2017 12:41
Tanggul Penahan Teror Warga
TERTIMBUN: Rumah keluarga Firdaus (43) di RT 18 Kelurahan Kampung Satu, hampir tertimbun tanah yang mengalami longsor, pagi kemarin (22/11). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN -  Bencana longsor kembali terjadi di Kota Tarakan, sejak hujan deras yang sedari dini hari hingga sore hari kemarin (22/11). Kali ini, longsor terjadi di dua kelurahan, yakni Kelurahan Kampung Satu RT 18 dan Kelurahan Sebengkok RT 8.

Ketua RT 8 Sebengkok, Laranto mengatakan sejak pukul 07.00 Wita, longsor sudah terjadi, dan merusak tanggul yang telah dibuat 2015 lalu. Dikatakannya, satu tahun silam telah dibuat tanggul dari kayu dan dicor. Tetapi ternyata tidak bertahan lama, dan saat ini mengalami kerusakan.

“Ini sudah rusak, dan butuh perbaikan. Takutnya nanti malah terkena rumah warga,” katanya.

Untungnya dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, tetapi dikhawatirkan jika hujan kembali datang maka tanggul tidak dapat menahan dan akan merusak rumah warga. Warga berharap penanganan yang dilakukan pemerintah disegerakan agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar. Pihaknya telah melaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan juga pihak kelurahan.

“Tanggulnya ini kan hanya terbuat dari kayu, kayunya sudah terlepas dan takutnya malah kena rumah warga,” ujarnya.

Di Sebengkok RT 8 yang posisinya cukup curam, rumah-rumah warga yang terancam berada di atas perbukitan. Pihaknya berharap tidak hanya lokasi longsor saja yang ditangani, tetapi juga beberapa tempat yang cukup rawan dan berpotensi.

“Saya memang hanya melaporkan yang sudah longsor, tetapi kalau bisa penanganan untuk yang rawan juga ditangani pemerintah,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan korban longsor yakni Firdaus (43) dan Herlina (40), warga kelurahan Kampung 1 Skip RT 18. Firdaus tinggal bersama istri dan ketiga anaknya. Diceritakannya, kejadian tanah longsor ini terjadi pukul 06.30 Wita. Rumah Firdaus berada di atas bukit dan berpotensi longsor.

Awalnya memang kamar Firdaus sudah mengalami keretakan di dinding akibat longsor sebelumnya, karena itu tak lagi ditempati. “Memang sudah ada firasat karena dua minggu yang lalu sudah terjadi longsor, karena takut maka kami tidak tempati kamarnya,” katanya.

Setelah itu, air hujan sempat masuk dalam rumahnya sehingga sang istri Herlina membersihkan. Ia sempat memanfaatkan ruangan itu sebagai ruangan ibadah. Tetapi tiba-tiba tanah yang longsor pun merusak rumah tepatnya pada bagian kamar yang berukuran 3x4 meter itu.

Rumah Firdaus baru berumur kurang lebih satu tahun. Longsor ini juga sempat membuat sang anak yakni Sindi yang saat kejadian sedang menonton televisi, syok dan tidak turun sekolah karena kejadian longsor ini.

Dia ingin melakukan penyiringan di sekitar rumahnya, tetapi dana yang ada belum cukup. Firdaus sendiri memang mengetahui tempat tinggalnya cukup rawan longsor tetapi karena terdesak oleh kontrakan yang akan habis.

“Sudah tiga malam ini memang saya tidak dapat tidur karena takut hujan tiba-tiba dan membuat rumah kami terkena longsor,” kata Firdaus.

 Sementara itu, Ketua RT 18 Kampung 1 Skip, Agus Suhartono mengatakan saat longsor pertama yakni dua pekan yang lalu, pihaknya melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang rawan. Agus telah melaporkan ke kelurahan, BPBD dan Dinas Sosial.

“Sudah kami laporkan, tinggal tunggu kelanjutannya saja,” katanya.

Warga RT 18 sudah melakukan penyisiran dan pembersihan di lokasi longsor. Sebuah pohon di lokasi itu rencananya akan dipangkas, namun belum cukup biaya.

“Pohon besar ini juga mengancam, karena itu kami berharap warga tidak berada di rumah dulu dan mengungsi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Kadjat Prasetio Widodo mengatakan pihaknya memang sudah melakukan pendataan terhadap longsor di dua kelurahan.

“Kami sudah melakukan pendataan terhadap longsor, dan tidak ada memakan korban jiwa,” ungkapnya.

Pihaknya masih melakukan pendataan dan akan segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Tarakan. Untuk dua kelurahan itu juga belum dipastikan sebagai daerah yang rawan akan longsor. Karena daerah longsor yang terparah berada di Karang Anyar.

“Kalau dua daerah itu memang belum pasti menjadi tempat rawan longsor, karena itu kami mendata terlebih dahulu,” pungkasnya. (*/yus/lim)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:10
Terkait 2.900 Ton Beras Vietnam via Sebatik

NAH KAN..!! Kemendag Sebut Selundupan

JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri pada Kementerian Perdagangan Oke Nurwan…

Rabu, 25 April 2018 11:59

AH PAYAH..!! Angka Kemiskinan Meningkat

TARAKAN - Populasi penduduk di Kaltara sedang mengalami pertumbuhan masif. Baru-baru ini Badan Pusat…

Rabu, 25 April 2018 11:57

Tak Sabar Ingin Bertemu dengan Pelajar Papua Barat

Indonesia Student & Youth Forum (ISYF) kembali menggelar Forum Pelajar Indonesia ke-10 (FOR X) dengan…

Rabu, 25 April 2018 11:55

GAWAT BAH..!! Penderita TBC Terus Bertambah

MESKI tidak menjadi kasus terbesar di Kalimantan Utara, namun penularan penyakit tuberkulosis (TBC)…

Rabu, 25 April 2018 11:53

Pusaka Tegaskan Tidak Ikut Aksi Penolakan FPI

ORGANISASI masyarakat (ormas) Pusaka Tarakan menegaskan tidak ikut ambil bagian dalam aksi damai penolakan…

Rabu, 25 April 2018 11:48

Antre Cetak E-KTP, Jaringan Malah Lelet

TARAKAN - Antrean panjang terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan dikarenakan…

Rabu, 25 April 2018 11:41

AC RSUD Bocor-Bocor Tak Kunjung Diperbaiki

TARAKAN - Penanganan plafon yang bocor di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan belum juga terealisasi.…

Rabu, 25 April 2018 11:32

Anggaran Menipis, Dishub Terpaksa Mengutang

TARAKAN - Traffic light yang berada di simpang Ladang, Pamusian, Tarakan Tengah, sudah dua hari tidak…

Rabu, 25 April 2018 11:30

Trayek Harus Dikurangi

TARAKAN - Bus rapid transit (BRT) yang telah beroperasi di Tarakan sejak 2017 lalu, memang masih harus…

Rabu, 25 April 2018 11:28

2022 Tak Terima Uang Tunai

Tarakan- Direncanakan bulan April ini, Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) mulai diimplementasikan secara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .