MANAGED BY:
SELASA
22 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 22 November 2017 12:56
Tarif PDAM Belum Bisa Naik

Tarif Murah, Desalinasi Tidak Bisa Dilakukan

TARIF MURAH: PDAM Tirta Alam Tarakan mewacanakan kenaikan tarif agar bisa menutupi biaya distribusi air ke pelanggan. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Rencana kenaikan tarif air PDAM Tirta Alam Tarakan sebesar Rp 110 per meter kubik hingga saat ini belum bisa dilakukan. Kendalanya sosialisasi kenaikan tersebut juga belum dilakukan. Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama (Dirut) PDAM Tarakan, Said Usman Assegaf bahwa dirinya masih melihat situasi apakah bisa menaikkan tarif.

“Kami masih melihat peluang Desember ini apakah bisa mengumpulkan masyarakat untuk mensosialisasikan terkait rencana kenaikan tarif air ini, tapi kami lagi fokus mengejar anggaran dari Pusat (APBN) untuk Embung Rawasari dan Embung Indulung,” ungkapnya.

Usman mengungkapkan bahwa pihaknya perlu menaikkan tarif air PDAM sebesar Rp 110 untuk menutupi biaya operasional pendistribusian air ke masyarakat. “Wacana untuk menaikkan tarif air ini sudah ada sejak tahun 2012, namun baru tahun ini bisa direalisasikan,” bebernya.

Selama ini operasional distribusi air PDAM Tarakan tertutupi karena keberadaan hotel-hotel dan beberapa industri. “Dulu masih tertutupi tapi sekarang sudah susah untuk tertutupi sehingga perlu ada kenaikan tarif untuk membantu pembiayaan operasional,” ucapnya.

Listrik Tarakan yang tidak stabil juga membawa dampak bagi PDAM. PDAM tidak bisa mendistribusikan air ketika listrik padam. Mau tidak mau PDAM menggunakan genset dengan biaya operasional lebih besar. Sebesar Rp 300 juta setiap kali pemadaman 6 jam.

“Kalau enam jam listrik mati maka pembelian solar bisa mencapai 6 ton. Kami tidak punya genset, jadi harus disewa,” bebernya.

Terkait apakah kenaikan tarif air PDAM yang direncanakan dalam waktu dekat ini sudah ideal? Usman menyatakan tarif tersebut tidak ideal, karena masih jauh dari tarif PDAM kota lainnya.

“Untuk golongan A1 saat ini Rp 1.110 idealnya Rp 5.400, golongan  A2 saat ini Rp 1.700 idealnya Rp 6.000, sementara untuk golongan A3 yang saat ini Rp 2.300 harusnya Rp 7.000, bila kami mengikuti tarif ideal yang saya ajukan pasti masyarakat banyak protes. Sehingga saya hanya menaikkan Rp 110 untuk membantu biaya operasional saja,” urainya.

Said menegaskan jika PDAM tidak memperoleh keuntungan satu rupiah pun untuk disetorkan ke PAD. Malah pemerintah mensubsidi ratusan miliar rupiah per tahunnya.

“Uang pemerintah daerah yang masuk beberapa tahun ini ke PDAM sudah sampai Rp 114 miliar selama PDAM berdiri. APBD salah satu cara untuk tidak bangkrut. Terkecuali PDAM di Batam, dikuasai pemerintah kemudian dilelang untuk diswastakan, selama dia hidup harga airnya lebih mahal daripada harga listrik, selama dia hidup sudah 100 triliun pemasukan. Kalau mau diswastakan air kita 25 ribu satu kubik, kira-kira masyarakat mau tidak. Saya akan memanggil orang Jerman di sini untuk menjadi pihak swastanya,” kata Said.

Ia menjelaskan selain pembangunan embung, PDAM juga mewacanakan desalisasi air laut. Namun, semuanya kembali kepada tarif PDAM. “Mengelola air laut, saya sudah ketemu orang Belanda, Jerman mereka mau investasi tapi tolong bisa memperbaiki harga airnya,” bebernya. (jnr/lim)


BACA JUGA

Senin, 21 Mei 2018 21:04

Pemkot Pengin Mengadu ke Kemendagri

TARAKAN - Rencana pengalihan sejumlah aset Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

Senin, 21 Mei 2018 17:43

Terduga Jaringan ISIS Sebut Dirinya Iseng

TANJUNG SELOR – Terduga teroris AS (22) yang beberapa waktu lalu diamankan Densus 88 Antiteror,…

Senin, 21 Mei 2018 12:49

Kadin Bingung Birokrasi Kewenangan di Laut

Beras 2.900 ton dari Vietnam. Begitu temuan aparat Kamis 19 April lalu. Kapal Vietnam Dong Thien Phu…

Senin, 21 Mei 2018 12:45

Hidup dari Pecahan Batu Kerikil

Tidak selamanya kehidupan layak dan dinikmati dengan nyaman. Sennang, nenek berusia 72 tahun di RT 61…

Senin, 21 Mei 2018 12:32

Tak Ada Bom, EF Dipulangkan

PRIA berinisial EF yang sempat membuat heboh Bandara Internasional Juwata Tarakan pada Jumat (18/5),…

Senin, 21 Mei 2018 12:29

Perketat Lingkungan, Poskamling Harus Aktif

TARAKAN – Mengantisipasi tindak kriminal di lingkungan rukun tetangga (RT), masing-masing Ketua…

Senin, 21 Mei 2018 11:16

Waspada Indekos dan Kontrakan

SEJAK penangkapan AS, terduga kelompok ISIS di Karang Anyar, Tarakan Barat, Kamis 17 Mei lalu, Pemerintah…

Senin, 21 Mei 2018 11:11

Pelunasan Tahap Kedua Menunggu Dua CJH

GELOMBANG kedua tahap pelunasan biaya haji kembali dibuka sejak 16 Mei lalu hingga 25 Mei mendatang.…

Senin, 21 Mei 2018 11:08

Jeli dan Perketat TPS

TARAKAN - Penggunaan lilin pada jari kelingking saat pemilihan memang harus dicegah. Pasalnya, jika…

Senin, 21 Mei 2018 11:02

Prioritaskan Dua Item di Musrenbang

TARAKAN – Di lingkungan RT 1, Kelurahan Kampung Enam memprioritaskan dua item dalam usulan Musyawarah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .