MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 22 November 2017 12:56
Tarif PDAM Belum Bisa Naik

Tarif Murah, Desalinasi Tidak Bisa Dilakukan

TARIF MURAH: PDAM Tirta Alam Tarakan mewacanakan kenaikan tarif agar bisa menutupi biaya distribusi air ke pelanggan. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Rencana kenaikan tarif air PDAM Tirta Alam Tarakan sebesar Rp 110 per meter kubik hingga saat ini belum bisa dilakukan. Kendalanya sosialisasi kenaikan tersebut juga belum dilakukan. Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama (Dirut) PDAM Tarakan, Said Usman Assegaf bahwa dirinya masih melihat situasi apakah bisa menaikkan tarif.

“Kami masih melihat peluang Desember ini apakah bisa mengumpulkan masyarakat untuk mensosialisasikan terkait rencana kenaikan tarif air ini, tapi kami lagi fokus mengejar anggaran dari Pusat (APBN) untuk Embung Rawasari dan Embung Indulung,” ungkapnya.

Usman mengungkapkan bahwa pihaknya perlu menaikkan tarif air PDAM sebesar Rp 110 untuk menutupi biaya operasional pendistribusian air ke masyarakat. “Wacana untuk menaikkan tarif air ini sudah ada sejak tahun 2012, namun baru tahun ini bisa direalisasikan,” bebernya.

Selama ini operasional distribusi air PDAM Tarakan tertutupi karena keberadaan hotel-hotel dan beberapa industri. “Dulu masih tertutupi tapi sekarang sudah susah untuk tertutupi sehingga perlu ada kenaikan tarif untuk membantu pembiayaan operasional,” ucapnya.

Listrik Tarakan yang tidak stabil juga membawa dampak bagi PDAM. PDAM tidak bisa mendistribusikan air ketika listrik padam. Mau tidak mau PDAM menggunakan genset dengan biaya operasional lebih besar. Sebesar Rp 300 juta setiap kali pemadaman 6 jam.

“Kalau enam jam listrik mati maka pembelian solar bisa mencapai 6 ton. Kami tidak punya genset, jadi harus disewa,” bebernya.

Terkait apakah kenaikan tarif air PDAM yang direncanakan dalam waktu dekat ini sudah ideal? Usman menyatakan tarif tersebut tidak ideal, karena masih jauh dari tarif PDAM kota lainnya.

“Untuk golongan A1 saat ini Rp 1.110 idealnya Rp 5.400, golongan  A2 saat ini Rp 1.700 idealnya Rp 6.000, sementara untuk golongan A3 yang saat ini Rp 2.300 harusnya Rp 7.000, bila kami mengikuti tarif ideal yang saya ajukan pasti masyarakat banyak protes. Sehingga saya hanya menaikkan Rp 110 untuk membantu biaya operasional saja,” urainya.

Said menegaskan jika PDAM tidak memperoleh keuntungan satu rupiah pun untuk disetorkan ke PAD. Malah pemerintah mensubsidi ratusan miliar rupiah per tahunnya.

“Uang pemerintah daerah yang masuk beberapa tahun ini ke PDAM sudah sampai Rp 114 miliar selama PDAM berdiri. APBD salah satu cara untuk tidak bangkrut. Terkecuali PDAM di Batam, dikuasai pemerintah kemudian dilelang untuk diswastakan, selama dia hidup harga airnya lebih mahal daripada harga listrik, selama dia hidup sudah 100 triliun pemasukan. Kalau mau diswastakan air kita 25 ribu satu kubik, kira-kira masyarakat mau tidak. Saya akan memanggil orang Jerman di sini untuk menjadi pihak swastanya,” kata Said.

Ia menjelaskan selain pembangunan embung, PDAM juga mewacanakan desalisasi air laut. Namun, semuanya kembali kepada tarif PDAM. “Mengelola air laut, saya sudah ketemu orang Belanda, Jerman mereka mau investasi tapi tolong bisa memperbaiki harga airnya,” bebernya. (jnr/lim)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:37

ITCC Kirim 34 Pelajar Kaltara ke Tiongkok

TARAKAN - Kejarlah ilmu sampai ke Negeri Cina. Ya, pepatah ini kerap kali menjadi tolok ukur seorang…

Jumat, 21 September 2018 11:35

Minim Anggaran, Cuma Periksa Kotoran

TARAKAN - Tiga ekor beruang madu di dua kandang besi di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 11:33

Dorong Peningkatan Vokasi

PENYEDIAAN lapangan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang dimiliki masih menimbulkan pertanyaan,…

Jumat, 21 September 2018 10:52

200 Orang Asing Kerja di Kaltara

TARAKAN - Pengawasan orang asing atau warga negara asing (WNA) di Kota Tarakan saat ini melibatkan berbagai…

Jumat, 21 September 2018 10:51

Penantian Bertahun-tahun Akhirnya Terjawab

TARAKAN – Bertahun-tahun menantikan perbaikan, akhirnya jembatan di Gang Tudai RT 17, Kelurahan…

Jumat, 21 September 2018 10:46

Desember, XC Race dan Jambore Sepeda

TARAKAN – Persiapan pelaksanaan XC race dan jambore sepeda terus berjalan, yang terbaru kini sudah…

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…

Kamis, 20 September 2018 12:56

SK Pemberhentian Sudah Ditandatangani

TARAKAN — Upaya  Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat untuk bisa lolos sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .