MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 22 November 2017 12:56
Tarif PDAM Belum Bisa Naik

Tarif Murah, Desalinasi Tidak Bisa Dilakukan

TARIF MURAH: PDAM Tirta Alam Tarakan mewacanakan kenaikan tarif agar bisa menutupi biaya distribusi air ke pelanggan. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Rencana kenaikan tarif air PDAM Tirta Alam Tarakan sebesar Rp 110 per meter kubik hingga saat ini belum bisa dilakukan. Kendalanya sosialisasi kenaikan tersebut juga belum dilakukan. Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama (Dirut) PDAM Tarakan, Said Usman Assegaf bahwa dirinya masih melihat situasi apakah bisa menaikkan tarif.

“Kami masih melihat peluang Desember ini apakah bisa mengumpulkan masyarakat untuk mensosialisasikan terkait rencana kenaikan tarif air ini, tapi kami lagi fokus mengejar anggaran dari Pusat (APBN) untuk Embung Rawasari dan Embung Indulung,” ungkapnya.

Usman mengungkapkan bahwa pihaknya perlu menaikkan tarif air PDAM sebesar Rp 110 untuk menutupi biaya operasional pendistribusian air ke masyarakat. “Wacana untuk menaikkan tarif air ini sudah ada sejak tahun 2012, namun baru tahun ini bisa direalisasikan,” bebernya.

Selama ini operasional distribusi air PDAM Tarakan tertutupi karena keberadaan hotel-hotel dan beberapa industri. “Dulu masih tertutupi tapi sekarang sudah susah untuk tertutupi sehingga perlu ada kenaikan tarif untuk membantu pembiayaan operasional,” ucapnya.

Listrik Tarakan yang tidak stabil juga membawa dampak bagi PDAM. PDAM tidak bisa mendistribusikan air ketika listrik padam. Mau tidak mau PDAM menggunakan genset dengan biaya operasional lebih besar. Sebesar Rp 300 juta setiap kali pemadaman 6 jam.

“Kalau enam jam listrik mati maka pembelian solar bisa mencapai 6 ton. Kami tidak punya genset, jadi harus disewa,” bebernya.

Terkait apakah kenaikan tarif air PDAM yang direncanakan dalam waktu dekat ini sudah ideal? Usman menyatakan tarif tersebut tidak ideal, karena masih jauh dari tarif PDAM kota lainnya.

“Untuk golongan A1 saat ini Rp 1.110 idealnya Rp 5.400, golongan  A2 saat ini Rp 1.700 idealnya Rp 6.000, sementara untuk golongan A3 yang saat ini Rp 2.300 harusnya Rp 7.000, bila kami mengikuti tarif ideal yang saya ajukan pasti masyarakat banyak protes. Sehingga saya hanya menaikkan Rp 110 untuk membantu biaya operasional saja,” urainya.

Said menegaskan jika PDAM tidak memperoleh keuntungan satu rupiah pun untuk disetorkan ke PAD. Malah pemerintah mensubsidi ratusan miliar rupiah per tahunnya.

“Uang pemerintah daerah yang masuk beberapa tahun ini ke PDAM sudah sampai Rp 114 miliar selama PDAM berdiri. APBD salah satu cara untuk tidak bangkrut. Terkecuali PDAM di Batam, dikuasai pemerintah kemudian dilelang untuk diswastakan, selama dia hidup harga airnya lebih mahal daripada harga listrik, selama dia hidup sudah 100 triliun pemasukan. Kalau mau diswastakan air kita 25 ribu satu kubik, kira-kira masyarakat mau tidak. Saya akan memanggil orang Jerman di sini untuk menjadi pihak swastanya,” kata Said.

Ia menjelaskan selain pembangunan embung, PDAM juga mewacanakan desalisasi air laut. Namun, semuanya kembali kepada tarif PDAM. “Mengelola air laut, saya sudah ketemu orang Belanda, Jerman mereka mau investasi tapi tolong bisa memperbaiki harga airnya,” bebernya. (jnr/lim)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 10:43

Pura-Pura Antar Teman

TARAKAN - Dalam 21 adegan rekonstruksi pada Rabu (21/2), terungkap bahwa Abdul Rajak (48) berhasil lolos…

Kamis, 22 Februari 2018 10:41

Dinkes Bingung Penyebab Keracunan

TARAKAN – Sungguh sangat mengejutkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis…

Kamis, 22 Februari 2018 10:38

Utusan Sekolah yang Obsesi Mempelajari Kehidupan Masyarakat

Tuntas, dua dari empat pasangan calon (paslon) Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan dapat…

Kamis, 22 Februari 2018 10:34

Cuti Setahun, Siti Kukuh Dampingi Suami

TARAKAN - Tercatat sebagai satu-satunya aparatur sipil negara (ASN) yang mengajukan cuti selama masa…

Kamis, 22 Februari 2018 10:30

Rp 70 M untuk Bangun Balai POM

Tarakan - Guna meningkatkan pengawasan dan perlindungan bagi masyarakat terhadap obat dan makanan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:28

Dua Kali Longsor, Penanganan Masih Sementara

TARAKAN - Musibah longsor kembali terjadi di Tarakan, tepatnya di RT 4 Kelurahan Pamusian. Longsor yang…

Kamis, 22 Februari 2018 10:27

Tak Banyak Usulan, Infrastruktur Masih Baik

TARAKAN - Ketua RT 9, Kelurahan Pamusian, Eddy Suyono mengatakan, infrastruktur di wilayahnya dapat…

Rabu, 21 Februari 2018 11:18

Gubernur Anggap Dua ASN Melecehkan UU

TARAKAN – Beredarnya foto dua kepala dinas (kadis) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan,…

Rabu, 21 Februari 2018 11:15

Turut Awasi Institusi Masing-Masing

TARAKAN – Memberantas tindak pidana narkotika di Kaltara, memang menjadi pekerjaan yang hingga…

Rabu, 21 Februari 2018 11:12

Lima Kelurahan Belum Terpasang Jargas

TARAKAN - Sebagai salah satu kota yang memiliki sumber daya minyak dan gas (migas), menjadikan Bumi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .